
Keesokan harinya, Yuke meminta tolong kepada temannya untuk membuat janji dengan Syifa. Setelah berhasil, Yuke bersiap-siap untuk menemuinya.
"Terimakasih atas bantuannya!" ucap Yuke sambil berlari ke luar. Tidak sabar untuk bertemu dengan Syifa, sahabatnya. Sudah terlalu lama dirinya tidak bertemu dengan Syifa.
"Apakah Syifa akan marah sama aku?" berbagai pertanyaan di dalam hari Yuke. Ketika melihat Syifa sudah menunggu, Yuke langsung menyapa Syifa.
"Assalamualaikum!" ucap Yuke terhadap Syifa.
"Loh, ko?" tanya Syifa tampak bingung.
"Gue mohon maaf, gue yang minta tolong sama Bram, untuk membuat janji temu sama elo!" ucap Yuke. Tampak Syifa yang cemberut.
"Ada apa lagi?" tanya Asyifa tampak tidak senang.
"Ko elo Block nomor gue sih?" tanya Yuke.
"Buat apa?" tanya Syifa ketus.
"Ya buat kita bisa janjian kayak dulu!" ucap Yuke.
"Gak butuh, sahabat kayak elo!" Syifa mulai emosi lagi. Tampaknya dia akan pergi, tapi di hentikan oleh Yuke.
"Bentar dong! Elo kenapa sih? Ko kayak gitu? Kiita butuh bicara!" pinta Yuke.
"Gak usah! Gak penting!" ucap Asyifa dengan marah.
"Kenapa?" tanya Yuke heran.
"Karena pernikahan gue dengan Adrian sudah di batalkan! Elo puas?" Syifa lalu pergi dari sana. Yuke tampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh Asyifa.
"Syifa! Tunggu dulu apa maksud perkataanmu Aku nggak ngerti!" Yuke terus mengejar Syifa yang berlari entah pergi ke mana. Hanya dalam waktu sesaat, Syifa sudah tidak terlihat lagi. Yuke jadi frustasi mendengar kabar yang disampaikan oleh Syifa. Bahwa pernikahan Syifa dan Adrian telah dibatalkan.
"Aku harus menanyakan ini kepada Adrian! Apa yang terjadi dengan mereka? Kenapa pernikahan mereka dibatalkan? Bukankah harusnya sudah terjadi? Ada apa sebetulnya masalah di antara mereka?" banyak sekali pertanyaan yang ada di dalam hati Yuke, mengenai berita yang disampaikan oleh Syifa barusan.
"Assalamualaikum, Adrian? Ini Yuke! Apa kita bisa bicara?" tanya Yuke saat panggilan darinya telah di angkat oleh Adrian. "Ok, saya ke kantor kamu!" ucap Yuke.
__ADS_1
Yuke lalu pergi dari cafe itu, dan langsung pergi ke kantor Adrian yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sana.
"Apa kabar?" tanya Adrian saat Yuke sudah ada di kantornya. Yuke tampak takjub dengan Adrian yang tampak sangat tampan.
"Kabar baik. Aku langsung aja, ya? Tadi aku ketemu dengan Syifa. Apa benar kalau pernikahan kalian berdua telah dibatalkan? Kenapa? Apa alasannya? Bukankah kalian sudah mempersiapkan semuanya 100%? Hanya tinggal menunggu hari?" Adrian memutar bola mata Ma nya dengan malas mendengarkan begitu banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh Yoga begitu duduk di kursi yang ada di kantornya.
"Satu-satu dong, nanyanya! Mana dulu ini yang mau saya jawab?" tanya Adrian kebingungan.
"Jawab semuanya dong! Semuanya penting! Karena aku penasaran! Kenapa bisa kok, pernikahan kalian dibatalkan gitu aja?" tanya Yuke heran.
"Coba kau lihat foto ini!" Adrian kemudian menyerahkan ponselnya kepada Yuke. Yuke sontak terkejut melihat foto yang ditunjukkan oleh Adrian. Itu adalah foto Syifa bersama dengan manajernya di cafe, Rasya.
"Loh! Kok, kamu punya foto mereka berdua? Dapat dari mana? Ini kan Pak Rasya, Manager kami di cafe. Kok kamu bisa sih dapat foto mereka berdua?" tanya Yuke bingung.
"Jadi benar kalau laki-laki yang ada di foto itu adalah atasannya Syifa?" tanya Adrian mulai tenang.
"Ya, memangnya kenapa?" tanya Yuke tampak bingung.
"Tidak apa-apa! Aku tadinya berpikir bahwa pria itu adalah kekasihnya Syifa!" ucap Adrian.
"Baguslah kalau Syifa memiliki pemikiran macam itu!" ucap Adrian senang.
"Sekarang, katakan kepadaku! Kenapa pernikahan kalian di batalkan?" tanya Yuke masih penasaran.
"Bukan di batalkan! Tapi di undur sampai waktu yang tidak di tentukan!" ucap Adrian lemas.
"Gak paham!" ucap Yuke.
"Ya. Syifa yang minta! Katanya dia ingin kuliah fashion dulu di Perancis!" ucap Adrian terdengar santai.
"Ya, itu memang mimpinya sejak dulu!" ucap Yuke.
"Tapi aku rasa, Syifa memang belum mencintai kamu!"
"Maksudnya?" tanya Adrian.
__ADS_1
"Kalau Syifa mencintai kamu, dia pasti rela melepaskan mimpinya itu!" ucap Yuke.
"Aku tidak tahu, apa aku bisa mencintai dia! Syifa itu ibarat rumus kimia yang sangat sulit untuk di pahami, dan di pecahkan!" ucap Adrian frustasi. Yuke hanya tertawa saja.
"Kalau kau sudah kenal dengan Syifa, Kau tidak akan mengatakan hal itu. Syifa adalah pribadi yang hangat dan penuh kasih!" ucap Yuke.
"Apa kau tahu?" tanya Yuke sambil menatap Adrian.
"Apa?"
"Syifa! Dia memberikan semua gajinya kerja di cafe, untuk para gelandangan di jalan! Setiap malam, Syifa selalu berkeliling di jalanan, membagikan makanan, selimut dan juga uang untuk mereka!" ucal Yuke kagum.
"Syifa itu jiwa sosialnya tinggi sekali!" ucap Yuke memuji sahabatnya. Adrian menarik nafas dalam.
"Benarkah?" Adrian tampak tidak percaya.
"Aku serius!" Yuke menekankan ucapannya
"Nanti aku akan mengajak kamu, untuk melihat hal itu secara langsung!" ucap Yuke.
"Baiklah, nanti kita akan lihat! Aku rasanya tidak pernah bisa percaya, anak bengal itu bisa melakukan hal itu!" ucap Adrian, masih sangsi kalau seorang Syifa yang sejak kecil selalu berbuat sesuka hatinya itu bisa melakukan hal yang dikatakan oleh Yuke.
"Setelah kau kenal dengan calon istrimu, kau akan jatuh cinta kepadanya!" ucap Yuke
Adrian hanya tertawa lucu mendengar apa yang dikatakan oleh Yuke," Jangan bercanda! Aku tidak akan pernah jatuh cinta dengan anak bengal itu! Sikap dia yang Keterlaluan sudah membohongiku Dengan mengatakan bahwa dia diperkosa oleh seorang pria, itu sudah membuatku ilfell terhadapnya, nilai dia sudah minus di mataku!" ucap Adrian yakin dan tegas.
"Apa? Apa maksudmu? Jadi maksud kamu, Syifa telah mengarang sebuah cerita, bahwa dia telah diperkosa? Astagfirullah! Benar-benar itu anak! Astagfirullah! Benar-benar kelewatan usilnya!" ucap Yuke sambil geleng-geleng kepala. Adrian melihat Yuke ini seorang wanita berorientasi pada kebaikan. Bisa di lihat dari auranya.
"Bagaimana denganmu? Apakah kau sudah memiliki calon suami?" tanya Adrian. Yuke hanya diam sejenak. Lalu menggeleng pelan.
"Apakah Kau juga penganut, bahwa pacaran itu haram juga? Sama seperti Syifa? Atau memang belum ada pria yang menarik hatimu?" tanya Adrian.
"Eh tunggu! Lagian apa sih, pentingnya? Aku sudah punya calon suami atau enggak? Itu bukan urusanmu tahu! Yang sekarang ingin aku tahu. Kenapa kamu membatalkan pernikahan kamu dengan Syifa itu intinya apa? Jawab dong! Aku penasaran tahu!" cicit Yuke ngotot.
"Kan aku sudah bilang! Karena Syifa ingin belajar fashion dulu di Perancis!" ucap Adrian lesu.
__ADS_1