
Amanda menatap Bayu dengan lekat. Dia merasa tidak senang karena suaminya memutuskan segala sesuatu tanpa berunding dengannya.
Melihat Amanda yang cemberut. Bayu pun merasa tidak tenang hatinya. Kemudian dia langsung berpamitan kepada Andika dan mendekati Amanda.
" Lagi?" tanya Bayu sambil mengecup bibir Amanda yang tampak mengerucut dan menggemaskan baginya.
" Apanya yang lagi?" tanya Amanda heran.
" Ngembek!" ucap Bayu sambil menjawel hidung mancung milik Amanda.
" Kenapa sih Om tidak berdiskusi dulu sama Amanda, masalah kita akan kembali ke Indonesia?" tanya Amanda kecewa.
" Apakah kau tidak ingin ikut denganku?" tanya Bayu sambil mencium rambut Amanda.
" Aku Masih Ingin memperjuangkan Posisiku sebagai CEO di perusahaan!" ucap Amanda lesu.
" Maafkan Aku tetapi aku menginginkanmu untuk menjadi istriku dan tinggal bersamaku. Apakah kau bisa menjadi CEO di hatiku saja?" tanya Bayu dengan pandangan sendu.
Sejenak Amanda termenung mendengarkan permintaan suaminya.
" Kalau kau menginginkan posisi CEO aku bisa memberikanmu satu cabang perusahaan atau lima cabang untuk bisa kau kelola. Kau tahu kan? Kalau di Iswara grup tidak rendah-rendah amat bila di bandingkan dengan Abimana grup milik keluarga kamu. Asal kau tahu, bahkan Adrian dan Cakra ditugaskan oleh ayahmu untuk belajar manajemen perusahaan di perusahaanku!" ucap Bayu sambil mempermainkan jemari tangan Amanda yang saat ini ada di dalam pangkuannya.
" Aku hanya merasa terikat dengan perusahaan itu. Karena aku yang telah membesarkannya seperti anakku sendiri!" ucap Amanda pelan.
" Mari membesarkan anakku. Anak kita berdua sayang. Apakah kau tidak mau untuk menginginkan suara bayi di antara kita berdua?" tanya Bayu.
" Om sudah punya Sulis. Apakah masih menginginkan seorang bayi dariku?" tanya Amanda sambil menundukkan kepalanya.
" Sulis sekarang sudah memiliki suami dan juga kehidupannya sendiri. Saat ini aku hanya memilikimu dan aku berharap bisa memiliki anak dari hasil pernikahan kita berdua. Syukur-syukur kalau Allah memberikan rezeki kepada kita dengan mendapatkan seorang anak laki-laki yang akan mewarisi perusahaan Iswara grup!" ucap Bayu pelan.
" Aku tidak tahu apakah aku akan bisa melahirkan atau tidak!" ucap Amanda sendu.
__ADS_1
" Sudahlah jangan terlalu dipikirkan nanti kalau kamu stres malah akan mempersulit proses kehamilanmu. kita nikmati saja pernikahan kita dan tidak usah dijadikan beban!" ucap Bayu berusaha menghibur istrinya.
" Om tahu kan, selama ini aku selalu sibuk bekerja dan nyaris tidak ada waktu untuk kehidupan pribadi. Jadi aku tidak tahu bagaimana untuk menjalin pernikahan ini agar menjadi sukses dan menghasilkan seorang anak untuk kita!" ucap Amanda tersipu malu.
" Kalau masalah itu aku bisa membantumu dan juga mengajarkanmu kau tidak usah khawatir!" ucap Bayu mengulas senyum kepada Amanda.
" Bagaimana?" tanya Amanda dengan polos.
" Begini caranya!" ucap Bayu sambil menggendong istrinya dan membawanya masuk ke kamar lagi.
" Ih dasar curang!" ucap Amanda setelah Bayu selesai memberikan tutorial cara membuat anak kepada Amanda.
" Tadi katanya tidak mengerti. Aku berbaik hati kan? Dengan memberikanmu tutorial dan langsung mempraktekkannya denganmu. Lebih manjur daripada kau pergi kuliah 5 tahun untuk belajar hal itu!" ucap Bayu sambil mengulas senyum usil kepada Amanda yang langsung misuh-misuh dan meninggalkan Bayu di atas ranjang mereka.
" Dasar Om mesum!" ucap Amanda sambil masuk ke dalam kamar mandi.
Bayu hanya melihat Amanda yang berlari ke kamar mandi dengan cemberut dan misuh misuh yang terlihat begitu menggemaskan baginya.
" Ternyata di balik sikap Amanda yang dahulu sangat kasar kepadaku, setelah dia menjadi istriku, ternyata dia sangat menggemaskan!" ucap Bayu sambil tersenyum bahagia.
" Wah kulkas benar-benar kosong ternyata!" Bayu kemudian mengambil kunci mobilnya dan bergegas keluar dari apartemen untuk berbelanja bahan makanan untuk persediaan mereka selama tinggal di Prancis.
Sementara itu Amanda yang sudah selesai mandi. Amanda tampak kebingungan ketika mendapatkan kamarnya yang kosong dan tidak ada Bayu di dalam apartemennya.
" Apakah Om Bayu sudah pergi Kenapa dia tidak mengatakan apapun kepadaku?" tiba-tiba Amanda merasakan hatinya seakan kosong dan hampa.
" Apakah aku tak penting buat dia? Kenapa dia pergi tanpa mengatakan apa-apa kepadaku?" tanya Amanda lesu dan duduk di kursi ruang tamunya.
Televisi tampak menyala. Akan tetapi sama sekali tidak menarik di mata Amanda. Karena saat ini pikirannya sedang tertuju kepada suaminya yang pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.
" Apakah perasaan Om Bayu juga seperti ini? Ketika dulu aku pergi tanpa pamit kepadanya?" seketika Amanda merasa dirinya seakan berdosa kepada suaminya. Karena sudah memberikan luka di hati Bayu dengan pergi tanpa pamit kepada suaminya.
__ADS_1
" Maafkan aku ya Om! Hiks hiks! Aku berjanji akan berusaha untuk menjadi istrimu yang baik mulai sekarang!" ucap Amanda sambil terus menatap kearah pintu berharap Bayu akan kembali kepadanya.
Amanda sampai tertidur di sofa ruang tamu karena menunggu Bayu terlalu lama.
Bayu yang kembali dari supermarket dengan membawa begitu banyak belanjaan. Tampak terheran ketika dia melihat Amanda yang tertidur di atas sofa.
" Kasihan istriku, dia pasti sudah kelaparan. Mangkanya tidur di atas sofa. Ya sudah aku akan masak dulu sambil membereskan semua belanjaan ini ke dalam kulkas!" ucap Bayu sambil mencium kening istrinya yang masih pulas tertidur.
Amanda yang mendengarkan keributan di dapur mau tidak mau dia membuka matanya. Dengan terkantuk-kantuk Amanda lalu memicingkan matanya dan memastikan siapakah orang yang berada di dapur saat ini.
Ketika Amanda melihat Bayu yang sedang sibuk memasak. Seketika dia langsung berlari dan memeluk Bayu dari belakang.
" Akhirnya Om pulang juga. Aku kira Om sudah pergi ke Indonesia dan tidak mau berpamitan kepadaku karena marah padaku. Hiks hiks!" Amanda berkata kepada BAyu dengan terisak dan memeluknya dari belakang dengan begitu erat.
" Tadi aku hendak memasak tetapi di kulkas tidak ada apapun. Makanya aku pergi keluar untuk berbelanja sebentar. Aku sebenarnya mau ijin kepadamu. Tapi kau tampaknya sedang sibuk mandi dan melamun!" ucap Bayu sambil mengulas senyum kepada Amanda yang masih memeluk suaminya dengan erat.
" Lain kali kalau mau pergi-pergi tolong pamit dulu sama aku. Aku tadi benar-benar sangat takut kalau Om Bayu pergi dariku dan meninggalkan aku untuk selamanya!" ucap Amanda sambil terisak sedih.
" Ya sudah kau duduk dulu ya? Aku sedang memasak. Takutnya nanti gosong! Tunggu disini dulu ya sayang?" ucap Bayu sambil mendudukan Amanda di sofa.
" Om kok pintar memasak?" tanya Amanda kembali bangkit dan berdiri di samping Bayu.
" Om kan lama tinggal hanya berdua dengan Sulis semenjak Om bercerai dengan istriku! Jadi sudah biasa masak dan mengurus kehidupan sendiri tanpa seorang istri." ucap Bayu masih fokus dengan masakannya yang sudah hampir siap.
" Setelah Sulis beranjak dewasa. Baru Om memutuskan untuk mencari seorang pembantu. Karena sangat sulit untuk mengurus seorang anak gadis yang tentu saja tidak Om pahami. Karena Om bukanlah seorang perempuan!" ucap Bayu.
" Emang Om tidak pernah tertarik tuh dengan pembantu-pembantu yang bekerja di rumah Om? Kan biasanya kalau orang yang gak punya istri biasanya tertarik tuh sama pembantu mereka? Seperti novel yang lagi gandrung di era masa kini!" ucap Amanda sambil mengulas senyum kepada Bayu yang tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
" Tapi maafkan aku Nona. Hidupku bukanlah sebuah novel. Aku menjalani kehidupan yang real dan faktanya aku tidak tertarik dengan pembantu yang bekerja di rumahku. Karena rata-rata aku memilih seorang wanita yang paruh baya ataupun ibu-ibu yang sudah punya suami yang tidak pernah menginap di rumahku. Mereka hanya bekerja di siang hari untuk mencuci pakaian dan beres-beres aja. Selebihnya semuanya aku mengurus sendiri!" ucap Bayu menjelaskan kepada Amanda tentang kehidupannya selama menjadi seorang duda hampir lebih dari 15 tahun setelah bercerai dengan istri pertamanya.
" Emangnya di antara rekan bisnis Om tidak ada yang menarik?" tanya Amanda kepo.
__ADS_1
" Banyak yang menarik hanya saja om yang tidak tertarik dengan mereka!" ucap Bayu sambil mengulas senyum kepada Amanda yang tampak sangat penasaran dengan kehidupan Bayu pada masa menjadi seorang duda.
" Terus kamu sendiri gimana? Seorang wanita cantik yang sukses dan hebat. Kenapa sampai di usia hampir 30 tahun belum juga menikah?" Tanya Bayu sambil menatap kepada Amanda dan mulai menata makanan yang sudah selesai dia masak di atas meja.