Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
94. Akhirnya Ada Titik Terang


__ADS_3

Adrian kini sudah berhasil membawa ibunya menuju kediaman Abimana di sana semua pihak keluarga dan juga mertuanya sudah menunggu kedatangan jenazah ibunya.


Suasana haru dan aura kesedihan begitu kental berada di sana.


Tampak neneknya Anrian, Kesya berkali-kali dia pingsan ketika melihat jenazah putrinya di bawah masuk ke dalam kediaman Abimana.


Keluarga Kiai Rasyid bersama Qonita pun sudah datang sejak tadi. Mereka berada dan berkumpul bersama mereka semua orang dan menyambut jenazah adiknya.


"Adrian! Mana ayahmu? Kenapa ayahmu tidak pulang bersamamu?" tanya Farhan kepada cucunya. Merasa heran ketidak adaan putranya saat ini di kediamannya.


Adrian kemudian menarik tangan kakeknya untuk masuk ke sebuah ruangan. Karena dia ingin berbicara secara pribadi terhadap kakeknya.


Tampak Kyai Ilham mengikuti mereka berdua. Karena dia pun merasa penasaran apa yang akan dibicarakan oleh menantunya dan juga kakeknya yang tampak begitu mencurigakan di matanya.


"Apa yang akan dilakukan Adrian dan juga kakeknya? Kenapa mereka harus pergi dengan mengendap-ngendap begitu?" ucap Kyai Ilham bertanya kepada dirinya sendiri.


Ilham pun mengikuti keduanya ya sekarang masuk ke dalam ruang kerja kakeknya Adrian.


"Ada apa sebenarnya Adrian? Kenapa kita harus pergi sejauh ini kalau hanya untuk bicara?" tanyakakeknya Adrian merasa bingung dengan tingkah laku cucunya yang aneh menurut dirinya.


"Kek, saat ini Papa masih ada di hotel. Karena papa sedang menyelidiki tentang kematian Mama. Ada indikasi bahwa Mama dibunuh oleh seseorang. Karena ketika kami berdua melakukan otopsi terdapat racun arsenik di dalam tubuh mama!" ucap Adrian sambil berbisik di kuping kakeknya.

__ADS_1


Andika memang sudah berpesan kepada Adrian untuk menjadikan perihal itu menjadi Top Secret bagi mereka. Karena dia tidak ingin pelaku dari kejahatan yang sudah membunuh istrinya. Akan merasa sudah diketahui oleh pihaknya, sehingga membuat dia menjadi waspada.


"Kek, masalah ini masih rahasia. Kami saat ini masih menyelidikinya. Kakek ingat! Kakek harus menjadikan ini sebagai Top Secret di antara kita. Tidak boleh ada orang lain yang mengetahui tentang ini. Sampai kami berhasil menangkap siapa pelaku yang sesungguhnya dari kasus pembunuhannya mama!" ucap Adrian dengan wajah serius menatap kepada kakeknya.


"Semasa hidupnya mamamu. Dia tidak pernah mempunyai musuh. Siapa kira-kira orang yang ingin menghabisi nyawanya?" Farhan terus mondar Mandiri dalam ruangannya dia terus berpikir Siapa kira-kira orang yang memiliki dendam terhadap menantunya sehingga berbuat begitu kejam meracuni menantunya sampai mati.


"Apakah mungkin dia? Tapi rasanya tidak mungkin. Dia saat ini ada di Dubai.Bagaimana caranya dia bisa datang ke Indonesia?" tanya Farhan pelan.


Farhan terus berputar-putar di ruangan kerjanya. Dia berusaha untuk mencari siapa kira-kira pelaku yang mungkin bisa menjadi tersangka.


" Apa maksudnya kakek cepat katakan sama Adrian jangan bikin Adrian jadi penasaran seperti ini!" Adrian terus mendesak kakeknya untuk menceritakan apa yang sedang dia pikirkan saat ini.


"Sekitar 20 tahun yang lalu. Pernah ada kasus di dalam rumah kedua orang tua kamu. Yaitu seorang baby sitter yang menganiaya Cakra sewaktu masih kecil. Waktu itu orang tuamu memenjarakan perempuan itu. Tetapi seingat kakek, ibumu sudah memaafkannya. Tetapi ayahmu bersikeras agar perempuan itu tetap di penjara. Sampai sekarang kakek tidak tahu. Apakah perempuan itu masih di penjara ataukah sudah bebas. Karena kami tidak pernah mencari tahu hal itu!" ucap Farhan mengakhiri ceritanya kepada cucunya yang masih penasaran dengan sejarah tentang keluarganya.


"Adrian akan menyampaikan kepada Papa tentang analisis Kakek ini. Aiapa tahu akan memberikan sedikit petunjuk untuk Papa di sana!" ucap Adrian yang kemudian dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Ayahnya yang berada di hotel saat ini.


"Bilang pada ayahmu untuk segera kembali ke sini. Dia harus mengurus jenazah istrinya untuk yang terakhir kalinya. Katakan kepada ayahmu untuk serahkan penyelidikan itu kepada detektif dan polisi yang berwenang. Apa kau dengar Adrian?" ucap Farhan tegas.


Farhan kemudian meninggalkan Adrian di ruangan kerjaannya sendirian. Karena dia harus ke depan untuk menyambut para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir untuk menantunya yang sangat dia sayangi.


"Baik kek! Ardian akan bilang pada ayah untuk pulang ke sini dan memberikan kasus ini kepada Kepolisian!" kemudian Adrian pun menghubungi ayahnya.

__ADS_1


"Ya Adrian! Ada apa ayah saat ini sedang sibuk sedang melihat CCTV tadi siang ingin mencari pelaku yang sebenarnya yang telah membunuh ibumu!" ucap Andika di seberang sana dengan suara lelahnya.


"Kakek bilang, kalau Papa harus segera kembali ke kediaman. Untuk mengurus pemakaman Mama. Itu adalah hadiah terakhir Papa terhadap mama. Kakek bilang, serahkan penyelidikan itu ke kantor polisi dan Papa harus segera ke sini!" ucap Adrian berusaha memberitahukan pesan dari kakeknya untuk ayahnya.


Andika terdengar mendesah dengan frustasi. Karena dia saat ini hampir saja bisa menemukan pelaku dari Pembunuhan itu.


"Baiklah! Papa pulang sekarang, kau tunggu Papa, ok? Jangan mengatakan apapun kepada orang lain, sampai kita menangkap pelakunya .Paham?!" Andika kembali mengingatkan Adrian untuk merahasiakan kasus itu dari yang lain.


"Pah! Hampir Adrian lupa. Pah kakek bilang, ada kemungkinan Baby Sister yang dulu pernah mencelakai Cakra. Mungkin dia ada hubungan dengan kasus ini!" ucap Adrian kepada ayahnya sehingga membuat Andika merasa terkejut.


"Baby sister? Kenapa Papa tidak mengingat tentang itu. Terima kasih Adrian! Karena kau sudah mengingatkan papa. Kau tunggulah Papa akan segera kembali!" kemudian Andika pun menutup panggilan telepon tersebut.


Andika kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk membantunya menyelidiki tentang kematian istrinya yang ada indikasi adalah pembunuhan berencana.


"Sekarang ini saya sedang berada di ruangan CCTV hotel, untuk menyelidiki tentang kasus istri saya. Tetapi saya harus segera kembali ke kediaman untuk mengurus pemakaman istri saya. Bisakah anda mengutus anggota anda untuk mengurus masalah ini?" tanya Andika kepada kepala polisi yang dia hubungi saat ini.


"Baiklah, saya tunggu kedatanganmu.Jangan berlama-lama! Karena saya harus segera kembali ke kediaman!" ucap Andika kemudian dia pun menutup panggilan telepon tersebut.


"Tolong kirimkan rekaman tersebut ke dalam ponsel saya. Agar saya bisa melihatnya juga! Dan semua rekaman pada hari ini. Tolong kau amankan. Dan tidak boleh ada satupun yang terhapus. Kalaupun kalian menemukan itu, kalian harus segera merecovery kembali. Saya akan memberikan imbalan apapun kalau kalian bisa menemukan pelaku dari pembunuhan istri saya!" coba Andika memberikan perintah kepada petugas CCTV yang berada di ruangan itu bahkan manajer sudah gemetar ketika Andika menatapnya dengan penuh ancaman.


"Kalau kau berani menghalangi kinerja mereka semuanya! Maka kau siap-siaplah untuk membuat hotel ini bangkrut dalam satu malam!" ancam Andika dengan wajah garangnya yang menakutkan.

__ADS_1


Andika kemudian bicara dengan polisi yang dikirimkan ke tempat itu untuk menyelidiki kematian istrinya. Setelah memberikan beberapa petunjuk kepada mereka, dia pun meninggalkan ruangan tersebut. Dan langsung pergi ke kediaman Abimana.


__ADS_2