
Yuke saat ini sedang duduk di dalam kamar hotel yang sudah dipesan oleh kedua orang tuanya, untuk melakukan pertemuan dengan keluarga Thomas.
Tiba-tiba saja pintu kamarnya ada yang mengetuk, sehingga Yuke dengan malas membuka pintu kamarnya.
Begitu pintu terbuka, Yuke terkejut ketika mendapatkan Rasya ternyata sudah berdiri di hadapannya.
Tanpa banyak kata Rasya langsung, mencium bibir Yuke yang masih terkejut dengan kehadiran kakaknya di tengah malam buta.
Yuke sejenak terbawa suasana, membalas ciuman yang begitu menggebu dari sang kakak. Itu adalah ciuman pertama bagi mereka berdua. Tampak Rasya yang begitu frustasi, sehingga begitu nekat melakukan hal terlarang itu.
"Aku mencintaimu!" ucap Rasya dengan nafas yang memburu. Yuke seketika terkejut mendengar ucapan kakaknya.
Yuke yang tersadar, langsung mendorong tubuh kakak nya agar menjauh dari dirinya, tetapi Rasya tidak mau melepaskan Yuke dari pelukannya.
"Aku mencintai kamu!" ulang Rasya lagi dengan suara gemetar.
"Kenapa?" tanya Yuke yang kini bergetar hatinya. Mendapatkan pengakuan dari kakaknya, tentang cinta yang dirasakan oleh kakaknya terhadap dirinya.
"Aku juga tidak tahu. Sejak kapan perasaan ini ada di dalam hatiku, tapi aku sadar malam ini, bahwa aku memang benar-benar mencintaimu!" ucap Rasya sambil menciumi mata Yuke yang kini berderai dengan air mata.
"Tapi kau adalah kakakku. Bagaimana mungkin kau bisa mencintaiku?" tanya Yuke dengan suara yang tersekat di tenggorokan.
Tiba-tiba saja perasaan sedih mencekam hati Rasya, ketika memikirkan perasaan yang tidak berbalas. Karena mengingat Yuke adalah Adiknya sendiri.
"Kak tolong jangan diteruskan perasaan terlarang itu. Karena kita berdua tidak boleh memilikinya. Aku mohon Kak!" ucap Yuke sambil terisak di pelukan Rasya.
"Kakak tahu masalah itu. Oleh karena itu, kemarin kakak mencetuskan tentang pernikahanmu. Kakak pikir dengan begitu Kakak bisa menghapus rasa cinta itu untukmu. Tetapi akhirnya kakak malah menyadari, bahwa Kakak memang benar-benar mencintaimu!" ucap rasyah kembali mencium pipi adiknya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Thomas langsung menarik tangan Yuke dari pelukan Rasya dan setelah itu, dia langsung menghajar wajah Rasya dengan penuh emosi.
"Brengsek! Berani sekali kamu menggoda calon istriku yang notabene adalah adikmu sendiri!" ucap Thomas sambil terus menghajar Rasya.
Tadi sebenarnya Thomas sudah meninggalkan Hotel itu. Tetapi Thomas tiba-tiba saja mengingat bahwa ponselnya tertinggal di kamar itu. Dehingga dia kembali untuk mengambil ponselnya.
Alangkah terkejutnya dia, ketika datang ke sana, dia melihat Rasya yang sedang mengungkapkan perasaan terhadap calon istrinya. Untung saja Thomas tidak melihat waktu rasyah mencium bibir Yuke, pasti kemarahannya akan berkali lipat daripada saat ini.
"Hentikan jangan kau pukul kakakku!" Yuke berusaha menarik tangan Thomas agar berhenti melakukan aktivitasnya untuk menghajar Rasya.
Dengan perasaan yang emosi, Thomas kemudian menarik Yuke ke dalam pelukannya dan menunjukkan telunjuknya ke wajah Rasya. Rasya saat ini hanya terdiam, karena dia sadar, bahwa dia memang telah melakukan sebuah kesalahan.
Mencintai Adiknya sendiri Itu adalah sebuah kesalahan yang sangat besar dan fatal. Rasya tahu itu, tetapi Rasya tidak bisa dan juga tidak mampu untuk mengendalikan perasaan yang ada di dalam dirinya saat ini.
"Dengarkan Yuke! Kau adalah calon istriku. Aku melarangmu untuk mendekati laki-laki itu. Apa kau mendengarkanku? Kalau kau masih terlihat bersama dengan dia. Percayalah! Aku pasti akan menceritakan ini kepada kedua orang tua kalian. Kita lihat, apa yang akan mereka lakukan dengan skandal kalian!" ucap Thomas kemudian dia menarik Yuke untuk ikut bersamanya.
"Lepaskan aku! Aku ingin menolong kak Rasya. Kau jahat sekali! Kenapa kau bisa mengajar kakakku seperti itu?" teriak Yuke yang terus berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan Thomas.
"Apakah Kau juga mencintai kakakmu itu?" tanya Thomas dengan menatap tajam ke arah Yuke, yang saat ini sudah mulai menangis karena sedang menghambatirkan keadaan Rasya yang tampaknya kini sedang pingsan di kamar hotel itu.
"Kau jangan bicara sembarangan! Aku tidak pernah mempunyai perasaan kotor seperti itu. Aku ingin menolongnya karena dia adalah kakakku!" Yuke dengan menatap tajam kepada Thomas.
"Cepat selamatkan kakakku! Kalau sampai terjadi apa-apa dengan dia, jangan pernah berharap aku akan mau menikah denganmu!" ancam Yuke sambil menatap tajam kepada Thomas.
Thomas yang memang sudah mulai merasakan perasaan cinta terhadap Yuke, akhirnya dia mengalah dan dia menolong Rasya untuk dibawa ke rumah sakit.
Setelah mereka sampai di rumah sakit, Rasya segera ditolong oleh tim medis. Rasya kehilangan banyak darah, karena dihajar secara membabi buta oleh Thomas yang sedang gelap mata saat itu. Karena rasa cemburunya terhadap Rasya yang sedang memeluk calon istrinya.
__ADS_1
Yuke terus mondar-mandir di depan ruangan UGD. Di mana saat ini Rasya sedang oleh dokter yang sedang berjaga malam itu.
"Duduklah! Dengan kau mondar-mandir seperti itu, tidak akan membawa perubahan apapun!" ucap Thomas menegur Yuke.
"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Kak Rasya, aku pasti tidak akan pernah memaafkanmu!" teriak Yuke di hadapan Thomas.
Tidak lama kemudian, tampak Firman dan Laila yang berlari menuju ke arah mereka berdua.
"Yuke, apa yang terjadi? Bagaimana mungkin Rasya bisa masuk rumah sakit?" Firman sambil menggoncangkan tangan Yuke, yang saat ini hanya bisa terdiam. Karena dia sendiri, sangat bingung, bagaimana akan menjelaskan hal itu kepada orang tuanya.
"Terjadi kecelakaan tante!" ucap Thomas.
Yuke yang mendengar perkataan tersebut terkejut. Tapi dia hanya diam saja, sambil matanya nyalang menatap Thomas yang kini menggelengkan kepala kepadanya.
Firman langsung menuju area administrasi rumah sakit untuk mengurus Rasya yang akan dirawat di rumah sakit itu.
"Semuanya sudah Papa urus. Kalian berdua Pulanglah. Tampaknya kalian sangat lelah. Biar Papa sama Mama yang menjaga rahasia di sini!" ucap Firman memberikan perintah kepada putrinya.
"Nak Thomas, tolong kau antarkan Yuke ke rumah kami ya, karena ini sudah malam. Tidak baik seorang perempuan malam-malam menggunakan transportasi umum!" ucap Laila kepada calon menantunya.
"Yah, Tante! Jangan khawatir. Saya pasti akan mengantarkan Yuke sampai ke rumah dengan selamat!" kemudiab Thomas pun menggamit tangan Yuke, untuk mengikutinya menuju mobilnya di parkiran rumah sakit.
"Kenapa kamu mengatakan bahwa Kak Rasya mengalami kecelakaan?" tanya Yuke dengan nada dingin.
"Apakah kamu ingin aku mengatakan kepada ayahmu, bahwa aku yang menghajar Rasya, karena aku melihat Kalian berdua yang sedang melakukan hal yang tidak senonoh di kamar hotel itu?" tanya Thomas dengan sinis.
Yuke terbelalak mendengarkan omongan dari calon suaminya itu, yang seakan sedang memfitnah dirinya dan Rasya.
__ADS_1