Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
75. Mungkinkah?


__ADS_3

Setelah menyelesaikan rapat pagi itu. Rasya langsung melihat ke cafe dan melihat beberapa karyawannya yang sudah datang. Dia tidak melihat Yuke diantara mereka semua. Seketika hati Rasya merasakan kerinduan yang mencekam hatinya. Rasya juga merasa heran, kenapa sekarang dia begitu merindukan adiknya itu.


"Di mana Yuke? Kenapa jam segini dia belum datang?" tanya Rasya kepada salah seorang karyawannya.


" Yuke masuknya shift malam, Pak Rasya!" jawabnya sambil menatap managernya itu.


Rasya selama bekerja, memang terkenal sebagai pribadi yang tegas dan keras. Dia tidak pernah memaafkan kesalahan karyawannya, sekecil apapun itu. Sehingga membuat beberapa karyawannya merasa ketakutan terhadap dirinya.


Rasya pun kemudian meninggalkan karyawan tersebut dan kembali ke kantornya sendiri. Di sana Rasya kembali merenungkan apa yang harus dia lakukan saat ini, dalam menanggapi perasaannya terhadap Adiknya sendiri.


"Siapa ya laki-laki yang kira-kira pantas untuk menjadi suaminya Yuke? Mungkin kalau dia sudah menikah perasaan ini akan mati dengan sendirinya!" ucap Rasya kepada dirinya sendiri.


Rasya terus mondar-mandir di dalam kantor nya. Dia berfikir dan mengingat kembali teman-temannya yang srkiranya pantas dan bisa merebut cinta Yuke, sehingga adiknya itu mau menerima pernikahannya.


" Thomas? Apakah kiranya dia layak untuk Yuke? Tapi seingatku, dia adalah pria yang sangat menyebalkan. Dia pria yang selalu menggangguku gara-gara Melati!" mengingat nama Metalti, hati Rasya tiba-tiba merasa hangat. Ada perasaan rindu di dalamnya setelah sekian lama mereka tidak pernah bertemu lagi.


Tah sejak pindah sekolah, Rasya tidak pernah bertemu lagi dengan Melati. Tetapi Rasya pernah bertemu kembali dengan Thomas. Ketika dia menjalani pendidikannya di luar negeri. Karena Thomas pun melanjutkan sekolahnya di sana.


"Aku akan mencoba. Siapa tahu Thomas bisa menaklukkan hati Yuke dan membuat dia jatuh cinta kepadanya. Aku pikir Thomas lumayan ganteng dan selama dia sekolah di luar negeri pun, dia tidak banyak tingkah!" tampaknya Rasya sudah mengambil keputusan dengan mantap dan jelas.


Siapa kandidat yang akan dia ajukan dalam rangka misi untuk menikahkan Yuke, sang adik, secepatnya. Agar hatinya kembali bisa damai dan bisa melupakan cinta terlarangnya terhadap adiknya.


Tidak lama kemudian, Rasya mencari nomor telepon Thomas dan berusaha untuk menghubunginya. Tetapi sangat lama sekali diangkat oleh Thomas, sehingga Rasya mulai merasa jengkel.



Visualisasi Rasya Ardiansyah



Visualisasi Thomas Hutama

__ADS_1


"Kemana laki-laki ini? Kenapa ditelepon susah sekali? Apakah dia sangat sibuk sehingga tidak bisa nenerima sebuah panggilan telepon?" gerutu Rasya mulai tidak sabar.



Visualisasi Yuke Ardiansyah


Setelah panggilan ke 5, barulah diangkat oleh Thomas. Rasya mulai mengumpat di dalam hati karena saking jengkelnya.


"Ada apa? Tumben kau meneleponku?" tanya Thomas begitu mengangkat panggilan telepon dari Rasya.


Rasya lalu menarik nafasnya dalam-dalam. Rasya berusaha menenangkan hatinya sendiri saat ini. Hatinya yang sedang bergemuruh. Dia sendiri tidak mengerti kenapa perasaannya saat ini begitu.


"Ada apa, cepat katakan apa keperluan kamu? Aku sedang sibuk. Kalau kau tidak mau bicara Aku tutup ya? Kau sangat menggangguku!" ucap Thomas dengan tidak sabar.


"Kau sekarang sedang sibuk apa?" tanya Rasya kemudian.


"Tentu saja aku sibuk dengan pekerjaan di kantorku. Emangnya kau pikir aku ini seorang pengangguran yang tidak punya pekerjaan?" jawab Thomas dengan ketus.


Hubungan Rasya dengan Thomas sejak dulu memang tidak baik. Karena Rasya yang selalu bersikap dingin, kepada siapapun. Sehingga tidak ada yang mau dekat dengan Rasya.


"Apa tidak bisa kita bicarakan saja ditelepon? Kau tahu kan? Sejak dulu aku paling malas berurusan denganmu!" ucap Thomas merasa jengkel terhadap Rasya.


"Apa yang kukatakan tidak bisa melalui telepon. Kita harus langsung berhadapan. Bisa tidak? Kalau tidak bisa, maka aku akan mencari kandidat yang lain!" ucap Rasya dengan tegas.


Thomas tampak terdiam sejenak memikirkan apa yang diucapkan oleh Rasya.


"Mencari kandidat yang lain? Apa maksudmu dengan itu? Aku tidak mengerti!" ucap Thomas mulai tidak sabar.


"Aku sedang mencari kandidat calon suami untuk adikku. Dan aku tiba-tiba saja berpikir tentangmu. Apakah kira-kira kamu cukup pantas untuk adikku? Aku ingin menjajaki hal itu!" ucap Rasya langsung to the point.


Thomas malah tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Rasya saat ini.

__ADS_1


"Kenapa Kau malah ketawa? Apanya yang lucu dari yang aku katakan padamu?" tanya Rasya merasa tidak senang karena ditertawakan oleh Thomas.


"Apa tidak salah, apa yang kau katakan itu? Bagaimana mungkin kau berpikir bahwa aku akan menerima tawaranmu? Sementara kita selama ini selalu saja ribut, bukan? Percis seperti kucing dan anjing!" ucap Thomas masih tertawa terbahak-bahak.


Rasya diam sejenak memikirkan apa yang diucapkan oleh Thomas tadi.


"Apa yang kau katakan memang benar. Ya sudah lupakan saja apa yang telah aku katakan. Anggap saja aku tidak mengatakan apa-apa padamu, aku pergi!" ucap Rasya kemudian langsung menutup teleponnya tidak menunggu jawaban daripada Thomas.


Sementara di seberang sana, Thomas kini sedang menggerutu dengan kelakuan Rasya yang tidak punya sopan santun itu.


"Apa sebenarnya yang dipikirkan oleh Rasya? Kenapa dia bisa-bisanya memikirkan aku untuk menjadi calon kandidat bagi calon suami adiknya?" Thomas terus bertanya kepada dirinya sendiri.


Tidak lama kemudian, masuk sekertarisnya dan meletakan beberapa berkas ke ruangan Thomas.


"Apa kau mengenal anak dari Firman Ardiansyah? Anak perempuannya!" tanya Thomas kepada sekretarisnya.


Tampak sekretarisnya Thomas sedang berpikir keras untuk menjawab pertanyaan dari atasannya.


"Maksud anda Yuke Ardiansyah?" tanya sekretarisnya Thomas tampak ragu-ragu.


Thomas tampak sedang berpikir, karena dia sendiri, memang tidak tahu siapa nama dari adiknya Rasya.


"Mungkin? Aku tidak tahu namanya. Coba kau Terangkan tentang perempuan itu!" ucap Thomas sambil menunggu jawaban dari sekretarisnya.


Tampak sekretarisnya mengutak-atik ponselnya. Setelah sekitar, 10 menit dia pun mulai melaporkan apa yang dia dapatkan dari ponselnya.


"Yuke Ardiansyah, tidak terlalu banyak berita membicarakan tentang dia. Di dalam akun media sosialnya, kegiatannya hanya sekitar bekerja di sebuah Cafe yang cukup terkenal di Jakarta. Anda kenal dengan Cafe Amoris? Cafe yang ada di Jakarta Selatan. Nah, dia bekerja di sana!" ucap sekretarisnya mengakhiri laporannya.


"Bukankah Cafe amoris itu, milik keluarganya Rasya Ardiansyah?" tanya Thomas ambil menatap sekretarisnya.


"Benar tuan!" jawab sekretarisnya singkat.

__ADS_1


"Apakah kau juga mempunyai fotonya Yuke Ardiansyah?" tanya Thomas kepada sekretarisnya.


Kemudian sekretarisnya itu memberikan ponselnya kepada atasannya. Thomas tampak memperhatikankan sebuah foto yang ada di sana. Ponsel itu tengah menampilkan seorang gadis cantik sekali yang sedang tersenyum dengan sangat manis.


__ADS_2