Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
124. Bersabar


__ADS_3

"Sudahlah Om! Kau jangan perhitungan dengan anak kecil seperti kakakku ini. Om Bayu kan sudah dewasa. Seharusnya lebih mengerti untuk bisa sabar terhadap kelakuan kakakku yang ugal-ugalan ini!" ucap Cakra berusaha membuat Bayu agar bisa bersabar dalam menghadapi Amanda yang selalu nyolot terhadap dirinya.


Bayu menatap Cakra dan juga Andika tampak Dia meraup wajahnya dengan kasar tampak frustasi dan bingung ingin mengatakan apa.


"Sudahlah Bay! Ayo kita ke kamar saja. Enggak usah pedulikan Amanda kau kan di sini atas undanganku dan juga Cakra. Anggap saja Amanda tidak ada, oke?" ucap Andika sambil menggamit tangan Bayu untuk segera mengikutinya ke kamar yang tadi disediakan oleh Kepala pelayan di Mansion.


"Kalian tuh apa-apaan sih? Biarkan saja kenapa, Om mesum itu tinggal di hotel. Aku nggak suka dia tinggal di sini, bikin merusak pemandangan saja!" ucap Amanda sengit sambil menatap sini kepada Bayu yang kini sudah diajak oleh ayahnya ke dalam kamar.


"Ayolah Kak Amanda! Tidak enakan, Om Bayu itu kan ke sini atas undangan kami berdua. Tolonglah hargai kami berdua. Toh kami juga di sini tidak akan selamanya!" ucap Cakra dengan suara pelan minta kepada Amanda untuk bisa mengerti keadaan mereka saat ini.


Tampak Amanda seperti kesal dia langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Memangnya Papa dan kamu akan tinggal di Prancis berapa lama?" tanya Amanda yang kini berusaha untuk menekan perasaan jengkelnya terhadap Bayu dengan mengalihkan pikirannya kepada Cakra.


"Mungkin sekitar seminggu. Kami ingin mulai refreshing. Setelah mengalami begitu banyak kesulitan dan juga kesedihan!" ucap Cakra yang kini mulai menundukkan kepalanya kembali karena merasakan patah hati yang begitu dalam terhadap Sulis yang kini telah menikah dengan Steven.


"Apakah kamu sangat mencintai Sulis? pasti Sulis itu sama menyebalkannya seperti Papanya kan? Buktinya dia tidak setia dan meninggalkan laki-laki sesempurna kamu!" ucap Amanda dengan mata berapi-api. Karena dia merasa jengkel melihat adiknya saat ini tampak bersedih hatinya.


"Sudahlah pasti Kakak bisa memberikan pembalasan untuk perbuatan Sulis itu. Kau jangan khawatir!" ucap Amanda sambil menepuk bahu Cakra berusaha memberikan penghiburan untuk adiknya yang masih patah hati dan belum bisa move on dari mantan tunangannya.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Menara Eiffel? Kau pasti akan senang!" ucap Amanda sambil tersenyum kepada Cakra.

__ADS_1


Cakra bangkit dari duduknya kemudian dia pergi ke pantry mengambil sebotol wine.


"Heh jangan sembarangan, Cakra! Kalau kau dilihat Papa. Kau pasti akan dimarahin!" ucap Amanda berusaha untuk mengendalikan Cakra yang tampaknya sedang ingin mencari pelarian atas luka hatinya yang ditinggalkan oleh kekasih tercintanya.


"Ayolah Kak! Kamu temani aku. Kapan lagi kita kayak gini kan? Aku juga kalau di Indonesia nggak pernah menyentuh kayak ginian. Di rumah Papa, mana ada kayak ginian!" ucap Cakra mulai menyesat wine yang dia tuangkan di gelasnya.


Amanda yang merasa kasihan terhadap keadaan adiknya yang sedang broken heart, akhirnya mengalah dan Dia pun akhirnya menemani Cakra untuk minum wine pada malam itu.


Mereka berdua tampak begitu bahagia dan tertawa terbahak-bahak. Menikmati alunan musik romantis yang dinyalakan oleh Cakra dalam rangka mengusir perasaan gundah di hatinya karena telah kehilangan Sulis.


Tampak Cakra yang saat ini sudah mulai mabuk setelah meminum beberapa botol lain bersama dengan Amanda.


Bayu yang saat itu ingin pergi ke pantry untuk mengambil air minum. Bayu terkejut melihat Cakra yang sudah tertidur di sofa. Sementara Amanda masih tampak asik menyesap Wine di gelasnya.


Siapa yang menyangka tiba-tiba saja Amanda langsung meraih tengkuk Bayu dan mulai menciumnya dengan rakus. Bayu yang sudah sangat lama tidak pernah bersentuhan dengan seorang perempuan, dia tampak terkejut dengan keagresifan Amanda malam itu. Amanda terus mencium Bayu dan mrmbawanya ke dalam kamar miliknya.


Tampak Amanda yang sedang mabuk, mulai membuka pakaian Bayu yang masih begitu terpesona dengan sikaf Amanda yang tiba-tiba saja begitu agresif.


Bayu yang pada dasarnya dalam keadaan sadar, dia sudah berusaha untuk menghindari sesuatu yang tidak dibolehkan dalam agama. Entah kenapa malam ini Amanda tampak sangat brural dan liar.


"Sentuhlah aku, badanku panas sekali! Tampaknya Marco telah memberikan obat ke dalam minumanku sewaktu tadi aku di bar." ucap Amanda tampak kesulitan dan menderita sekali.

__ADS_1


Amanda mulai membuka pakaian yang dia gunakan satu per satu. Bayu berusaha untuk menghentikan apa yang di lakukan Amanda, tapi gagal. Amanda kini mulai memeluk tubub Bayu yang kekar dan atletis.


"Om mesum, walaupun kau sudah tua dan berumur tua, tapi wajah dan badanmu sangat bagus! Aku menyukainya!" ucap Amanda yang mulai mencium bibir Bayu lagi.


Bayu yang pada dasarnya memang sudah lama tidak pernah bersentuhan dengan seorang wanita. Sejak bercerai dengan ibunya Sulis. Ketika mendadak menemukan hal seperti itu, dia mulai gelap mata. Bayu pun mulai menikmati ritme permainan yang di suguhkan oleh Amanda malam itu.


Hingga akhirnya mereka berdua melakukan hal yang tidak di perbolehkan dalam agama.


Sampai pagi menjelang, ketika Amanda mulai membukakan matanya. Dengan kepala yang begitu berat. Dia bangun dari tidurnya.


"Ya ampun! Berapa banyak Aku mau minum tadi malam? Kenapa rasanya berat sekali kepalaku!" ucap Amanda sambil terus memukuli kepalanya yang terasa begitu berat dan terasa pusing.


Seketika kesadaran mulai masuk di kepala Amanda. Ketika dia menyadari bahwa tubuhnya begitu dingin.


"Ya ampun! Kenapa ac-nya begini dingin? Aku sampai menggigil begini!" ucap Amanda sambil menyingkap selimutnya tapi akhirnya dia merasa terkejut ketika mendapatkan sosok lain di balik selimut yang kini memeluk erat pinggang rampingnya.


"Oh, ****!" maki Amanda dengan kesal.


"Apa yang sudah terjadi padaku? Kenapa Om mesum ini ada di kamarku?" Amanda kemudian mencoba untuk mengingat-ingat apa yang terjadi pada malam sebelumnya.


"Seingatku tadi malam aku minum bersama dengan Cakra dan setelah itu____, Oh Tuhan! Aku yang sudah memperkosa dia? Ya Tuhan! Amanda, lihatlab dirimu yang liar ini. Lihatlah betapa nakalnya kamu!" ucap Amanda menyesali apa yang sudah terjadi.

__ADS_1


"Semua ini gara-gara Marco! Kurang ajar laki-laki brengsek itu! Dia mempunyai niat jahat padaku! Untung saja tadi malam aku sudah pulang dan tidak jatuh dalam jebakannya!" tapi ketika Amanda melirik ke sebelahnya dan melihat Bayu yang masih terlelap dalam tidurnya yang sangat damai dan tenang. Dia pun mendesah frustasi.


Amanda dengan pelan-pelan langsung menyingkirkan tangan Bayu yang masih melingkar di pinggang rampingnya. Sehingga membuat Bayu akhirnya membuka matanya.


__ADS_2