
Karena merasa lelah akhirnya Grace pun tertidur sementara ponselnya masih ada di tangannya.
Besok kan paginya ketika Ferguso membangunkan putrinya. Dia tampak menggelengkan kepalanya ketika melihat Grace yang masih menggenggam ponsel yang ada di tangannya.
" Kebiasaan selalu saja begitu!" ucap Ferguso sambil melihat putrinya yang masih terlelap.
" Grace cepatlah bangun! Katanya ingin bertemu dengan kekasih pujaan hatimu. Kenapa jam segini kau masih belum juga bangun?" ucap Ferguso sambil terus berusaha membangunkan putrinya yang tampak terlelap.
" Grace ngantuk Pah! Tadi malam jam 02.00 baru bisa tidur!" ucap Grace sambil menarik selimutnya.
" Kalau kau betul-betul mencintai Cakra. Mulai sekarang kau harus berusaha untuk bisa bangun pagi. Karena di dalam agama Islam ada yang disebut dengan salat subuh yaitu salat fajar yang harus dilaksanakan pada pukul 04.00 atau 05.00 pagi!" ucap Ferguso menjelaskan kepada Grace.
" Tapi Grace benar-benar sangat mengantuk Pah! Bukankah pertemuannya nanti malam?" tanya Grace sambil berusaha untuk duduk di atas ranjangnya.
" Bukankah aturannya kau harus pergi ke salon? Membeli pakaian yang cantik dan tentu saja pakaian yang sopan. Untuk bisa memikat calon mertuamu!" ucap ferguso sambil mengelus rambut putrinya.
" Kau juga harus belajar untuk menggunakan jilbab karena di dalam Islam rambut itu merupakan aurat yang harus ditutup di hadapan umum!" ucapnya sekali lagi.
" Kok Papa kelihatannya begitu paham tentang Islam?" tanya Grace sambil tersenyum kepada ayahnya.
" Karena dahulu Papah pun sempat pernah berhubungan dengan seorang wanita muslimah. Kami gagal menikah. Karena Papa yang tidak ingin mengganti keyakinan dan akhirnya Papa memilih untuk menikah dengan mamamu! Papa meninggalkan perempuan itu sayang!" ucap Ferguso.
" Papa sedih tidak waktu memutuskan itu?" tanya Grace sambil menatap wajah ayahnya.
" Papa sangat mencintainya akan tetapi kami tidak bisa bersama. Karena masalah keyakinan yang berbeda dan tidak ada yang mengalah satupun di antara kami!" ucapnya sambil menara orang jauh ke masa lalu.
" Apa sampai sekarang Papa masih mencintainya?" tanya Grace kembali.
" Papa tidak tahu sayang. Karena Papa sudah lama tidak pernah bertemu dengan dia. Tapi yang jelas, Papa masih mengingat tentang segala yang kami lalui. Semunya benar-benar masih membekas di hati papa sampai sekarang!" ucap Ferguso sambil mengulas senyum kepada Grace.
__ADS_1
" Apa yang akan Papa lakukan kalau tiba-tiba bertemu dengan perempuan itu? Perempuan yang pernah Papa cintai!" tanyanya lagi.
" Mungkin sekarang dia sudah punya suami dan sudah punya anak. Tidak mungkin kan dia akan menunggu Papa selama itu?" ucap Ferguso sambil tersenyum kecut.
" Siapa tahu kan? Kalau dia memang benar-benar mencintai papa dan bersedia untuk menunggumu!" ucap Grace sambil tersenyum kepada ayahnya.
" Wanita bodoh di dunia Ini tuh hanya ada kamu seorang sayang! Yang bahkan sampai 5 tahun lamanya masih tetap mencintai Cakra dan tidak mau berubah!" ucap Ferguso sambil tersenyum kepada putrinya yang sekarang menundukkan kepalanya.
" Apa Papa tahu? Perasaan mencintai seseorang itu sangat menyenangkan dan juga sangat membahagiakan!"
" Wah Putri Papa sudah menjadi pakar cinta rupanya?" ucap Ferguso sambil tertawa.
" Bukan pakar cinta Pah, tapi pakar patah hati! Hahaha!" keduanya kemudian tertawa terbahak bersama-sama mengiringi pagi yang begitu cerah di pagi itu.
" Sudah Sayang! Cepat kau mandi dan bersiap-siaplah untuk pergi ke salon dan perawatan yang cantik. Karena Papa ingin supaya calon mertuamu dan juga calon suamimu melihatmu bagaikan seorang Tuan Putri yang berharga dari keluarga Ferguso!"
" Siap Bos dilaksanakan!" ucap Grace dengan senyum begitu bahagia. Dengan dukungan yang begitu besar dari sang ayah untuk bisa mewujudkan cintanya dengan Cakra.
Setelah selesai mandi Grace langsung turun dan menemui sang ayah yang masih sibuk dengan ponsel dan juga laptopnya.
" Papah masih bekerja juga? Bukankah sudah kesepakatan kita? Kalau papa di Indonesia hanya untuk berlibur?" tanya Grace sambil cemberut.
" Papa memang sedang berlibur saat ini sayangku! Papa hanya sedang memeriksa laporan-laporan yang diberikan oleh asisten papa. Kau coba Lihatlah! Betapa adikmu itu benar-benar membuat keonaran di mana-mana. Dia hanya pandai membuat keributan. Benar-benar membuat Papa pusing!" keluh ferguso sambil memijit kepalanya yang terasa pusing melihat semua laporan yang dikirimkan oleh asistennya dan juga sekretaris yang dia percaya.
" Tampaknya kita memang harus bersikap keras terhadapnya. Agar dia bisa mulai berpikir untuk hidup serius. Tidak selalu hidup dengan ugal-ugalan. Biarkan dia bertanggung jawab dengan perbuatannya sendiri Pah! Agar dia tidak selalu bergantung kepada Papa!" ucap Grace sambil memeluk leher ayahnya dan bergantung di sana.
" Itulah yang membuat Papa menjadi agak berat untuk melepaskanmu menikah dengan Cakra. Papa pasti akan sangat kesulitan untuk mengatur perusahaan dan juga anak buah kita kalau tanpa kamu sayang!" ucap Ferguso sambil mengelus lembut pipi Grace.
" Jangan khawatir Pah! Bukankah Abimana grup juga memiliki perusahaan di Perancis? Nanti kami akan meminta kepada Mertuaku untuk suamiku di percaya mengurus perusahaan yang ada di Prancis. Sehingga kita akan tetap bersama dan saya bisa membantu papa untuk mengurus perusahaan keluarga kita dan organisasi bawah tanah kita!" ucap Grace berusaha untuk membuat ayahnya tenang dan tidak merasa terancam dengan pernikahannya bersama Cakra.
__ADS_1
" Memang cuma kamu yang benar-benar memahami perasaan papa baiklah sayang Papa pasti akan mengusahakan agar pernikahanmu bersama Cakra benar-benar terjadi!" ucap Ferguso mengulas senyum begitu bahagia untuk Grace.
" Sudah Pah tinggalkan dulu itu semua. Ayo sekarang kita sarapan dan setelah itu kita akan senang-senang ke salon!" ucap Grace sambil tersenyum nakal kepada sang ayah.
" Tolong Grace jangan ulangi lagi ke usilanmu yang meminta Papa untuk ikut perawatan denganmu. Papa itu seorang laki-laki dan juga sudah tua. Papa tidak membutuhkan hal seperti itu!" ucap Ferguso sambil tersenyum kepada putrinya.
" Ayolah Papaku sayang! Kau itu tidak tua sama sekali! Papa masih sangat tampan dan mempesona. Aku yakin kalaupun para cowok-cowok di luar sana harus bersaing dengan Papa pasti mereka minder!" ucap Grace memuji penampilan sang ayah yang memang selalu paripurna.
" Sudahlah jangan memuji Papa. Karena Papa tahu ketika kau memuji pasti ada maumu!" ucap Ferguso sambil mengulas senyum kepada sang putri tersayang.
" Tidak papa sayang! Aku tidak menginginkan apapun. Karena semua yang ku inginkan sudah Papa berikan sebelum aku membuka mulut dan memintanya!" ucap Grace dengan penuh kebanggaan.
" Bagi Grace Papa adalah ayah terbaik yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun!" ucap Grace sambil mencium pipi sang ayah.
" Sudah Ayo kita makan! Jangan sampai nanti makanannya dingin dan menjadi tidak enak!" ucap Ferguso sambil mengelus lembut telapak tangan putrinya.
" Iya Papa Sayang! Aku akan segera menghabiskan makanan ini supaya kita bisa segera bersenang-senang di salon!" ucap Grace sangat bahagia.
" Percayalah sayang! Kalau kau sampai memaksa Papa untuk ikut perawatan dengan kamu. Papa berjanji tidak akan mau untuk membawamu ke tempat pertemuan antara Papa dengan calon mertuamu!" ancam Ferguso untuk membuat putrinya merasa takut.
" Grace akan berangkat sendiri kalau sampai papah tidak mengajak Grace! Grace asti bisa datang ke tempat itu!" ucap Grace sambil tersenyum manis kepada ayahnya.
" Jangan menunjukkan kepada orang lain bahwa kau itu masih keturunan seorang mafia di perancis. Kalau tidak lamaran kita terhadap Cakra pasti akan ditolak mentah-mentah oleh calon mertua mu!" ucap Ferguso memperingatkan putrinya untuk selalu bersikap hati-hati di hadapan Andika dan Cakra.
" Jangan khawatir Pah! Grace pasti bisa menaklukkan mereka. Papa serahkan saja semuanya pada Grace!" ucap Grace dengan senyum dan perasaan jumawanya yang merasa telah menaklukkan seorang Cakra Abimana.
" Tampaknya Kau sangat yakin dengan apa yang akan kau lakukan!" ucap Ferguso sambil melahap sarapan pagi miliknya yang telah dipersiapkan oleh pembantu Grace.
" Tentu saja Pah! Kita harus memiliki rasa percaya diri sebelum pergi ke medan perang hanya dengan rasa percaya diri kita akan memastikan untuk menang melawan musuh maupun rasa takut!" ucap Grace dengan senyum bahagia.
__ADS_1
" Pasti! Papa percaya dengan kemampuanmu sayang, kau pasti berhasil mendapatkan Cakra sebagai suami kamu!" ucap Ferguso dengan penuh kebanggaan terhadap Putri kesayangannya.