Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
112. fakta yang terungkap


__ADS_3

Cakra sangat bingung melihat keadaan Sulis saat ini. Bagaimana mungkin orang yang baru menikah tiga hari yang lalu tetapi perutnya sudah sebesar itu apakah mungkin kalau Sulis melakukan MBA ( Married by acciedent) banyak pertanyaan di kepala Cakra saat ini terkait tentang Sulis dan suaminya.


Tampak Sulis menundukkan kepalanya dan bulir-bulir air matanya kini semakin menggenang di kelopak matanya.


"Ceritakanlah Sulis! Karena Papa juga sangat penasaran dengan keadaanmu selama tinggal di Inggris!" ucap Bayu memberi perintah kepada putrinya untuk menceritakan semuanya secara gamblang agar tidak terjadi lagi rasa penasaran di hati mereka.


"Steven memperkosa Sulis Pah! Waktu itu Sulis diantarkan olehnya. Ketika Sulis kemalaman pulang dan sopirku tidak bisa menjemputku. Steven menjebakku dengan memberikan obat perangasang dan kemudian menggagahiku di apartemen miliknya saat aku dalam pengaruh obat perangsang yang dia berikan padaku!" ucap Sulis dengan menundukkan kepalanya. Dia sungguh tidak berani untuk menatap Cakea yang saat ini sedang menatapnya dengan geram.


"Sungguh b******* yang terkutuk! Aku pasti tidak akan memaafkan dia. Aku akan membuat perhitungan dengannya?" ucap Cakra sambil mengepalkan kedua tangannya buku-buku jarinya sampai memutih. Mata Cakra saat ini sampai memerah penuh dengan dendam dan amarah.


Bagaimana Cakra tidak marah? Mendengar calon istrinya digagahi hingga hamil dan akhirnya menikah dengan terpaksa dengan laki-laki yang tidak dia cintai.


Bahkan Cakra melihat ada aura kesedihan yang begitu kental di mata Sulis yang menandakan bahwa Sulis tidak bahagia dengan pernikahan itu. Bagaimana Cakra bisa berpikir dengan jernih pada saat seperti ini?


"Tenanglah Cakra! Tolong untuk kau bisa mengendalikan emosimu! Tidak baik Kalau kamu tidak bisa berpikir dengan jernih!" ucap Bayu sambil mengelus telapak tangan Cakra dan menyuruhnya untuk duduk kembali.


"Om pasti akan membuat perhitungan dengan Steven hanya saja latar belakang keluarganya tidak biasa. Kita harus banyak berpikir dan mengatur strategi untuk bisa membuat Sulis bisa kembali ke Indonesia bersama dengan Om!" ucap Bayu sambil menggenggam kedua tangan Sulis yang terasa begitu dingin saat ini baginya.


"Kita bisa membatalkan pernikahan Sulis dengan Steven. Bukankah pernikahan itu baru terjadi 3 hari?" ucap Cakra memberikan solusi untuk masalah Sulis dan Steven.


Tetapi Sulis langsung menggelengkan kepalanya dan dia menolak ide Cakra.


"Kenapa? Jangan Katakan padaku kalau kau sudah jatuh cinta dengan b******* itu!" ucap Cakra dengan mata berapi-api melihat Sulis yang kini sedang tersedu dan menangis.


"Aku tidak bisa membiarkan anak yang ada di dalam perutku tidak memiliki seorang ayah!" ucap Sulis dengan terisak.

__ADS_1


"Aku akan menikahimu Sulis! Kau tidak usah khawatir! Aku akan menjadi Ayah untuk anakmu!" ucap Cakra sambil menggenggam tangan Sulis dan membawanya ke dalam pelukannya.


Cakra terus mencium tangan Sulis seakan sedang melampiaskan rindu dendamnya selama beberapa bulan tak bertemu dengan perempuan yang sangat dia cintai.


"Tidak Catra! Aku tidak rela dan aku tidak mau! Itu tidak adil untukmu. Bagaimana mungkin laki-laki baik seperti kamu, harus menikahi perempuan kotor seperti aku dan menjadi ayah dari anak seorang b******* seperti Steven? aku tidak rela Cakra! Aku tidak mau!" ucap Sulis terus menggelengkan kepalanya dan air matanya terus berderai sehingga membuat Cakra dan Bayu tidak tahan untuk tidak menangis juga.


"Aku mencintaimu dan aku rela untuk menjadi ayah dari anak itu. Sulis, please! Kau batalkan pernikahan itu dan Ayo kita kembali ke Indonesia. Aku pasti akan berjuang untuk mempertahankan kamu berada di sisiku!" ucap Cakra dengan berlutut di hadapan Sulis.


Cakra memohon kepada Sulis agar pernikahannya dengan Steven dibatalkan. Sehingga mereka berdua bisa menikah dan menjadi pasangan sejati selamanya.


"Tolong kau ampuni aku Cakra! Tapi aku tidak bisa. Maafkan aku! Akan banyak nyawa dan juga konsekuensi yang harus ditanggung dengan tindakan itu. Kau tidak tahu, kesulitan apa yang kualami saat ini Cakra!" Sulis menangis tersedu-sedu.


"Kalau sampai kita melakukan hal itu. Itu sama saja kita jatuh dalam perangkapnya Steven dan juga ayahnya. Karena memang itulah yang sedang dia rencanakan yaitu merusak Citra dan nama Abimana grup. Oleh karena itu, Steven sengaja mengincarku untuk menyerang dan menyakiti kalian!" ucap Sulis menerangkan semua kronologis yang sesungguhnya.


Sebuah misteri pun terungkap!


"Aku akan menghubungi Papaku dan membicarakan ini semua. Tunggulah!" Cakra kemudian langsung menghubungi ayahnya yang ada di Dubai.


Sulis dan Bayu hanya menatap Cakra yang saat ini sedang berbicara serius dengan Andika di ponselnya yang tidak jauh dari mereka berdua.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap Cakra memberikan salam kepada ayahnya.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" Jawab Andika menjawab salam putranya yang sudah lama dia tunggu kabarnya.


"Bagaimana Cakra? Ada kabar apa?" tanya Andika to the point.

__ADS_1


"Pah ternyata yang menjadi dugaan kita benar Pah! Bahwa Steven itu memang sengaja mengincar Sulis untuk menyakiti Cakra dan juga menyerang Perusahaan kita. Saat ini Cakra sedang berbicara dengan Sulis dan juga Om Bayu. Katakan lada Cakra apa yang harus Cakra lakukan saat ini!" tanya Cakra kepada Andika.


Andika tampak terdiam mendengarkan penjelasan dari Cakra.


Andika memijit pelipis dan juga kepalanya yang terasa berdenyut pusing dengan urusan yang seakan tidak ada habisnya.


"Papah akan langsung menemui keluarga Clarkson di Jerman dan Papa akan menanyakan apa sebenarnya keinginan mereka sehingga mereka selalu mencari gara-gara dengan keluarga kita!" ucap Andika menjelaskan rencananya kepada Cakra putranya yang di Inggris.


"Lalu bagaimana dengan Cakra sekarang Pa? Apa yang harus Cakra lakukan?" tanya Cakra seperti putus asa.


"Tetaplah tenang dan berpikir jernih. Jangan bersikap sembrono. Papa akan datang ke Inggris dan membicarakan semuanya dengan suaminya Sulis! Tetapi Papa harus menemui dulu orang tuanya Steven dan berunding dengan mereka!" ucap Andika dengan suara yang pelan.


"Mereka selama ini selalu mencari masalah dengan keluarga kita. Pasti karena ada pemicunya. Itulah yang akan coba Papa cari!" ucap Andika menerangkan kepada Cakra.


"Baiklah, Pah! Cakra akan menunggu kabar dari Papah!" Cakra kemudian menutup teleponnya dan akhirnya menatap Sulis dengan tajam.


Ketika melakukan panggilan telepon tadi. Cakra memang sengaja menggunakan loudspeaker. Sehingga semua orang yang ada di ruangan itu bisa mendengarkan percakapan mereka.


Jadi sekarang, Cakra tidak usah repot untuk menjelaskan isi pembicaraannya bersama ayahnya.


"Menurut Om, sebaiknya kita kembali dulu ke Indonesia. Kalau bisa, Om ingin bersama dengan ayahmu datang ke Jerman dan membicarakan masalah ini dengan orang tuanya Steven!" ucap Bayu menerangkan isi kepalanya saat ini kepada Cakra.


"Saya pun ingin sekali bertemu dengan orang tuanya Steven. Saya ingin tahu, orang tua macam apakah yang telah mendidik anak semacam dia. Pria pengecut yang berani sekali bermain-main dengan masa depan seorang perempuan!" ucap Cakra geram.


Di saat mereka sedang berbicara serius, tiba-tiba saja ruang kerja milik Bayu diketuk oleh pembantunya.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan Bayu! Suami non Sulis di depan sudah menunggu dan datang untuk menjemput non Sulis!" ucap pelayan tersebut dari balik pintu.


__ADS_2