
" Apa maksudmu dengan mengatakan kami melakukan hal yang tidak senonoh di kamar itu, huh?" tanya Yuke dengan mata yang menyorot tajam ke arah Thomas.
Thomas tersenyum sinis ke arah Yuke, kemudian dia menghentikan mobilnya.
"Aku mendengarkan Rasya yang sedang mengungkapkan cinta terhadapmu!" Thomas sambil melirik kepada Yuke.
Deg!
Seketika jantung Yuke seakan berdetak lebih cepat. Matanya menatap Thomas dengan penuh ketakutan.
'Apakah Thomas juga melihat waktu Kak Rasya menciumku? Ya Tuhan apa yang akan terjadi pada kami berdua, kalau sampai dia melihat itu semua?' bathin Yuke dengan penuh kekhawatiran.
"Apa sekarang kau takut?" tanya Thomas dengan senyum liciknya.
"Menurutlah padaku, maka rahasia kalian berdua akan aman!" ucap Thomas pelan, kemudian dia mulai menyalakan kembali mesin mobilnya dan melajukannya menuju ke arah rumah Yuke.
Sepanjang perjalanan, Yuke hanya terdiam. Karena begitu banyak pikirannya saat ini yang sedang menerawang. Yuke memikirkan segala situasi dan kondisi yang akan terjadi kedepannya. Apabila sampai Thomas mengatakan kejadian malam ini, kepada kedua orang tua mereka.
"Tidurlah agar besok kau kembali segar. Jangan pikirkan kejadian malam ini. Selama kau menurut padaku, aku pasti akan menjaga rahasia kalian!" ucap Thomas kemudian membukakan pintu untuk Yuke.
Yuke tidak mengatakan apapun. Dia hanya langsung berlari menuju pintu rumahnya, dan langsung menuju kamarnya. Setelah itu, Yuke langsung tidur di atas ranjangnya.
Sangat sulit bagi Yuke untuk memejamkan matanya. Tetapi akhirnya, karena memang Kelelahan yang luar biasa terhadap dirinya. Dia pun akhirnya terlelap juga.
Sementara itu, Thomas yang kini sudah sampai di apartemennya. Dia langsung mengamuk. Ketika mengingat apa yang dia lihat di kamar hotel itu.
"Kurang ajar sekali Rasya! Beraninya dia mencintai calon istriku!" ucap Thomas sambil melemparkan barang-barang yang ada di dalam kamarnya.
Orang tuanya Thomas yang kebetulan sedang menginap di apartemennya, merasa terkejut melihat anak mereka yang pulang dari luar, yang katanya tadi akan mengambil ponsel ternyata pulang dengan penuh amarah.
__ADS_1
"Thomas! Apa yang kau lakukan Kenapa kau menganggap seperti orang kesetanan?" ibunya Thomas memegang tangan putranya dan berusaha untuk menenangkan Thomas yang seperti hilang kesadaran.
"Mah, Rasya tadi aku lihat, dengan mataku sendiri, dia telah mengungkapkan perasaan cintanya kepada calon istriku!" ucap Thomas dengan mata yang penuh dengan kemarahan sehingga membuat ibunya merasa ketakutan.
"Sabarlah Nak! jangan seperti ini! Tidak ada kebaikan dalam emosi. Sabarlah, tenangkan dirimu!" ibunya Thomas terus berusaha untuk menasehati putranya.
"Walaupun Rasya mencintai Yuke. Tetapi dia tetap tidak bisa memilikinya. Karena mereka adalah kakak dan adik. Kau tidak usah terpengaruh dengan hal seperti itu!" ayahnya Thomas pun tidak ragu untuk menasehati putranya yang kini tampak mulai tenang.
"Benar yang dikatakan oleh ayahmu, Thomas. Jangan kau memperlihatkan emosi seperti ini. Nanti bisa-bisa Yuke dan orang tuanya, akan menjadi ilfil kepadamu. Dan malah membatalkan rencana pernikahan kalian!" ibunya Thomas memegang tangan putranya sambil mengelusnya dengan penuh kasih sayang. Seketika Thomas menatap wajah ibunya yang kini menatapnya dengan lembut.
"Percayalah sama mama!" ucap ibunya Thomas lagi.
"Pergilah tidur Supaya besok pikiranmu lebih tenang dan kau bisa berpikir dengan jernih!" ayahnya Thomas Kemudian mereka pun meninggalkan Putra mereka.
Setelah kepergian orang tuanya Thomas pun kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur. Thomas memikirkan semua apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya.
"Mama sama papa benar, kalau aku bersikap jahat terhadap Rasya pasti Yoga jadi membenciku!" ucap Thomas.
Keesokan paginya, Thomas dan kedua orang tuanya datang mengunjungi Rasya di rumah sakit. Firman tampak sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantor dari rumah sakit.
Ketika melihat calon besan dan calon menantunya mengunjungi putranya, Firman merasa sangat senang sekali.
" Ya ampun kalian repot sekali ini masih pagi!" apa Firman dengan senyumnya yang bahagia.
"Tidak apa-apa, Pak Firman kan kami sekalian juga mau pulang ke rumah karena tadi malam kami menginap di apartemennya Thomas!" ayahnya Thomas sambil menyalami calon besannya.
Sementara itu Laila tampak cipika cipiki bersama dengan ibunya Thomas dan tampaknya mereka berdua sudah menjadi sahabat yang cukup akrab.
Terlihat Laila dan ibunya Firman yang kini malah sedang tertawa, entah kadang membicarakan apa.
__ADS_1
Setelah mereka berbasa-basi, dan karena memang Firman pun harus segera berangkat ke kantor. Akhirnya mereka berempat pun berpisah. Tnggallah sekarang Laila di kamar perawatan Rasya.
"Aku ada di mana Tante?" tiba-tiba saja Rasya mengagetkan Laila yang sedang membereskan barang-barangnya.
"Kamu ada di rumah sakit. Semalam kamu mengalami kecelakaan. Untung saja Yuke dan Thomas membawamu kemari. Jadi kamu bisa diselamatkan dengan tepat!" Laila sambil tersenyum ke arah Rasya.
Rasya tampak mengerutkan keningnya dia berusaha mengingat apa yang sudah terjadi terhadap dirinya tetapi tiba-tiba kepalanya merasa sangat pusing.
Tampaknya Rasya mengalami gegar otak ringan, sehingga dia mengalami kesulitan untuk mengingat kejadian sebelum dirinya masuk rumah sakit.
"Sebentar yah, tante Panggil dokter dulu!" Laila kemudian langsung berlari ke tempat dokter yang merawat Rasya.
Rasya saat ini sedang diobati dan diperiksa oleh dokter yang bertugas untuk merawatnya.
"Tuan Rasya mengalami gegar otak ringan, jadi dia akan selalu merasa pusing kalau berusaha untuk mengingat sesuatu yang membuatnya merasa terganggu!" dokter itu pun kemudian meninggalkan Rasya bersama Laila.
"Di mana mamaku?" Tanya Rasya dengan terbata.
"Ayahmu melarang tante, untuk mengabarkan kepada ibumu. Katanya dia khawatir kalau ibumu nanti jadi syok melihat keadaanmu saat ini!" ucap Laila menerangkan situasi yang sedang terjadi saat ini.
"Papah benar, Tante. Tolong jangan beritahukan Mama Mama pasti akan sedih kalau melihat saya dalam keadaan seperti ini!" ucap Rasya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya, sudah. Kamu istirahat dulu ya? Tante akan mengambilkan makanan untukmu dulu. Kau pasti sudah lapar kan?" kemudian Laila pun meninggalkan Rasya sendirian di kamar.
Kemudian Thomas datang dia kembali lagi ke ruangan itu untuk berbicara secara pribadi dengan Rasya.
Tampaknya hati Thomas masih belum puas, setelah menghajar Rasya tadi malam. Sehingga membuat Rasya kini terbaring di rumah sakit.
"Kamu dengarkan Rasya! Sekali lagi aku melihatmu mendekati calon istriku, aku pasti tidak akan mengampuni lagi kamu!" ancam Thomas kepada Rasya.
__ADS_1
Laila yang masuk ke dalam ruangan itu, dia merasa terkejut melihat Thomas yang sedang mengancam Rasya.
"Apa maksud perkataanmu itu Thomas? Rasya adalah kakaknya Yuke. Bagaimana mungkin dia tidak mendekati Adiknya sendiri?" tanya Laila dengan penuh pertanyaan