
Cakra kemudian masuk kembali ke restoran di mana saat ini ayahnya sedang membicarakan tentang rencana pernikahannya bersama dengan keluarga yang berasal dari Prancis.
Cakra mengerutkan keningnya ketika dia mendapatkan Grace berada di antara mereka.
" Grace? Kenapa kau ada di sini?" tanya Cakra tampak kebingungan.
" Karena Akulah calon istri yang sedang dibicarakan oleh ayahmu!" ucap Grace sambil tersenyum kepada Cakra.
" Apakah itu benar Pah kalau dia adalah calon istriku?" tanya Cakra seperti tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Grace.
" Benar kami berdua memang sudah merencanakan untuk menikahkan kalian!" ucap Andika sambil tersenyum kepada Cakra.
" Kenapa apakah Kau keberatan untuk menikahi putriku?" tanya Ferguso kepada Cakra.
" Tidak bukan itu masalahnya. Masalahnya, kenapa Grace tidak membicarakannya secara langsung kepadaku? Padahal kemarin kami baru saja bertemu!" ucap Cakra dengan nada kecewa kepada Grace.
" Aku hanya ingin memberikan surprise untukmu masalah rencana pernikahan ini!" ucap Grace sambil mengulas senyum untuk Cakra yang sudah lama dia cintai.
" Selamat karena kau sudah berhasil membuatku terkejut aku tidak mengira kalau ternyata wanita yang akan menikah denganku adalah kamu!" ucap Cakra sambil melirik sekilas kepada Andika.
" Tadi ketika kau pergi ke toilet kami berdua sudah menyepakati bahwa pernikahan kalian akan dilakukan satu minggu lagi!" ucap Andika.
" Kenapa begitu cepat?" tanya Cakra heran.
" Tidak apa-apa!" ucap Andika.
" Baiklah kita bisa melakukannya sesuai dengan rencana kalian aku akan mengikutinya saja!" ucap Cakra dengan pasrah sambil melirik kepada Grace yang tampak begitu bahagia.
" Baguslah karena kita sudah sepakat untuk rencana pernikahan itu semoga kedepannya tidak ada halangan yang berarti!" ucap ferguso merasa bahagia karena akhirnya impian putrinya untuk menikah dengan Cakra bisa terwujud.
Satu bulan kemudian pernikahan pun dilakukan secara meriah dan juga sangat ramai dikunjungi oleh para tamu dari berbagai kalangan.
" Akhirnya aku bisa menikah denganmu impianku selama bertahun-tahun adalah menjadi istrimu!" ucap Grace ketika mereka sudah resmi menjadi suami istri.
__ADS_1
" Aku berharap semoga aku bisa menjadi suamimu yang baik dan bisa membimbingmu menjadi seorang mualaf yang taat dengan agama Islam!" ucap Cakra mengingatkan kembali kepada tentang janjinya yang akan masuk islam apabila menikah dengannya.
" Aku sudah menjadi seorang mualaf kok. Kalau tidak tidak mungkin kan pernikahan tadi dilakukan secara Islam!" ucap Grace sambil tersenyum kepada Cakra.
" Apakah kau benar-benar mencintaiku? Sehingga Kau rela mengganti keyakinanmu juga dan kau juga rela untuk jauh dengan keluargamu!" tanya Cakra kepada Grace yang sedang menatapnya dengan penuh rasa cinta.
" Apa kau tahu impian seumur hidupku adalah untuk menjadi istrimu Aku berusaha untuk menjadi kurus seperti sekarang ini hanya dengan mengingatmu dan berusaha untuk menjadi sosok impianmu!" ucap Grace.
" Bagiku fisik tidak penting yang penting adalah hatinya!" ucap Cakra kepada Grace.
" Semoga saja aku bisa menjadi istrimu yang baik dan kau tidak akan kecewa menjadi suamiku!" ucap Grace tersenyum kepada Cakra.
" Aku berdoa semoga pernikahan kita akan diberkahi dan diberikan anak serta keturunan yang sholeh dan sholehah!" ucap Cakra.
Semua keluarga Abimana hadir dalam acara pernikahan yang dilakukan di hotel milik Abimana Group.
Pernikahan mereka berdua telah sukses untuk menggabungkan perusahaan Abimana dan juga perusahaan milik ayahnya Grace yang berpusat di Perancis.
" Aku akan pergi kemanapun kau membawaku selama itu adalah demi kebahagiaan rumah tangga kita!" ucap Grace.
Suasana pernikahan yang begitu ramai dan meriah sehingga tanpa terasa acara pun sudah berakhir dan tamu-tamu sudah kembali ke rumah mereka masing-masing.
Tampak Adrian dan Syifa yang sedang sibuk bersalaman dengan para tamu yang berpamitan.
" Kami permisi dulu ya? Karena Putra kami saat ini sedang sakit jadi harus segera kembali tidak bisa berlama-lama berada di pesta!" pamit Adrian kepada adiknya yang saat ini sedang berbahagia dengan acara pernikahannya.
" Nikmatilah acara malam pertama kalian aku sudah menyiapkan sebuah kamar hotel yang sangat cantik untuk kalian berdua!" ucap Syifa sambil mengulas senyum kepada Cakra.
Mendengar apa yang dikatakan oleh kakak iparnya seketika Cakra merona dan merasa malu dengan hal tabu semacam itu.
" Terima kasih Kak Syifa kami pasti akan memanfaatkannya dengan baik dan tidak akan membuat kalian kecewa!" ucap Grace sambil melirik sekilas kepada Cakra yang masih menundukkan kepalanya.
" Ya sudah kami berdua kembali ya ke rumah sudah sangat lelah sekali dan lihatlah Putra kami pun sudah sangat terlelap!" ucap Adrian sambil memperlihatkan putranya yang saat ini sedang tidur di dalam pelukannya.
__ADS_1
" Yah nggak apa-apa kasihan juga Farel kalau harus tidur tidak nyaman seperti itu!" ucap Cakra sambil mengelus kepala keponakannya.
Mereka semua akhirnya kembali ke rumah masing-masing dan tinggallah sekarang Cakra dan Grace berada di dalam hotel yang sudah dipersiapkan oleh Adrian dan Syifa sebagai hadiah pernikahan untuk mereka berdua.
" Wah kamar uni sangat cantik. Kak Syifa sepertinya benar-benar menginginkan kita untuk memiliki malam yang indah!" ucap Grace sangat bahagia.
" Ya semoga kita akan melewati malam ini dengan sukses dan tanpa kekecewaan!" ucap Cakra sambil meninggalkan Grace sendiri di atas kasurnya.
Grace yang merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh Cakra. Dia hanya bisa menatap punggung suaminya yang masuk ke dalam kamar mandi.
" Apa maksud perkataan dia? benar-benar sangat ambigu dan aneh!" ujar Grace.
Grace berusaha untuk membuka gaun pengantinnya dan ketika dia berhasil ternyata Cakra keluar dari kamar mandi.
Mata Cakra terbelalak ketika dia melihat Green saat ini sedang Naked tanpa selai benang pun menempel di tubuhnya.
" Apa yang kau lakukan? Apa kau sedang menggodaku?" tanya Cakra dengan wajah memerah dan langsung mengalihkan pandangannya.
" Aku adalah istrimu di seluruh tubuhku adalah milikmu dan Kau Berhak untuk menikmatinya!" ucap Grace sambil mendekati suaminya.
" Apa kau benar-benar menginginkan malam ini terjadi?" tanya Cakra dengan suara gemetar.
" Tentu saja malam ini adalah malam yang paling kutunggu-tunggu Setelah sekian tahun lamanya Aku mencintaimu!" ucap Kris sambil tersenyum kepada Cakra.
Grace mendekati Cakra dan mencium pria itu, pria yang selama bertahun-tahun telah menjadi kembang tidurnya dan juga Mimpi indahnya yang hari ini telah resmi menjadi suaminya. Mimpinya telah menjadi nyata.
" Aku tidak mengira kalau kau yang hidup di luar negeri bisa menjaga kesetiaanmu hingga saat pernikahan tiba!" ucap Cakra setelah mereka melakukan malam pertama yang begitu menebarkan untuk keduanya.
" Karena aku sangat mencintaimu dan aku ingin mempersembahkan kesucianku hanya untukmu! Suamiku!" ucap Grace dipelukan Cakra yang merasa bahagia karena ternyata dia tidak kecewa dengan istrinya.
" Baguslah kalau kau bisa menjaganya dengan baik. Jangan pernah mensedekahkan kehormatanmu untuk laki-laki yang tidak berhak atas dirimu!" ucap Cakra sambil mencium kening istrinya dengan bangga.
TAMAT
__ADS_1