Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
87. Pertentangan


__ADS_3

Thomas yang melihat aura kemarahan di mata Yuke. Kini dia hanya bisa menatap Yuke yang merupakan calon istrinya.


"Kau benar-benar seorang wanita yang buruk! Kau tidak bisa menghormati calon imammu sendiri!" ucap Thomas kesal, kemudian dia meninggalkan Yuke sendirian di sana dalam bengongnya.


"Heran, Kakak Adik semuanya menyebalkan!" ucap Yuke sambil menghentakkan kakinya ke tanah. Karena dia tiba-tiba ingat kejadian di perusahaannya Firly tadi siang.


"Dasar pria menyebalkan! Awas kalau sampai aku ketemu dengan dia lagi, aku tidak akan pernah memaafkan dia!" ucap Yuke penuh kemarahan ketika mengingat tentang Firly yang sudah berani menciumnya.


Yuke langsung masuk ke dalam kafe. Setelah dia sampai di sana. Dia langsung menemui kasir dan menyerahkan uang yang tadi dia dapatkan dari Firly.


"Ini uang yang tadi saya ambil dari orang yang tadi pagi melakukan insiden di cafe kita!" ucap Yuke menyerahkan nota dan uang yang dia dapatkan dari Firly tadi.


"Gue capek gue mau pulang dulu ya Tolong izinin ke Manager!" ucap Yuke pergi begitu saja. Tanpa menunggu jawaban dari temannya.


Yuke langsung naik taksi yang melintas di hadapan Cafe dan langsung pergi ke kontrakannya.


Yuke ingin menenangkan diri di sana. Tudak ingin pusing lagi memikirkan tentang rencana pernikahannya dengan Thomas. Yang sudah direncanakan oleh kedua orang tuanya tanpa berunding dengan dia.


"Semuanya gara-gara Kak Rasya! Dia yang sudah menghancurkan kehidupanku hingga semacam ini. Kalau bukan gara-gara dia, yang mencetuskan masalah pernikahan itu, tidak mungkin hidupku semacam ini sekarang. Sungguh menyebalkan!" ucap Yuke sambil melemparkan barang-barang yang ada di kamarnya untuk melampiaskan kemarahan yang ada di hatinya.


Tiba-tiba Yuke mengingat tentang Rasya. Yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Sejak kemarin dia belum menengok kakaknya yang entah bagaimana kabarnya saat ini.


"Gimana ya? Apakah aku perlu nengok Kak Rasya atau tidak ya? Tapi aku takut kalau nanti papa dan mama mencurigai sesuatu!" Yuke terus mondar-mandir di dalam kamarnya.


Dia terus berpikir bagaimana dan apa yang saat ini harus dia lakukan tentang Rasya. Kakaknya yang baru saja mengaku bahwa dia mencintainya dirinya sebagai seorang perempuan. Bukan sebagai seorang kakak terhadap adiknya.

__ADS_1


Apakah ada hal yang lebih membagongkan dari hal ini? Ketika mendapatkan pengakuan dari kakaknya sendiri, bahwa dia telah jatuh cinta kepadanya.


"Semua ini gara-gara Papa, Kenapa dia tidak pernah mengenalkan Kak Rasya kepadaku? Kalau tidak, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi. Bagaimana mungkin? Kak Rasya bisa mencintaiku, sementara dia adalah kakakku sendiri!" ucap Yuke dengan frustasi memikirkan tentang kakaknya yang saat ini masih di rumah sakit gara-gara dipukuli oleh calon suaminya, Thomas.


Ketika mengingat tentang Thomas, seketika hati Yuke merasa jengkel. Karena laki-laki itu terlalu mendominasi dan terlalu ingin untuk menguasainya sebagai seorang laki-laki.


"Dia belum menjadi suami saja sudah seperti itu. Aku tidak bisa membayangkan. Kalau kami sudah resmi menjadi suami istri. Mungkin dia akan semakin arogan saja. Entah bagaimana nasib pernikahan kami berdua nanti!" Yuke terus bermonolog dengan dirinya sendiri. Dia terus berfikir dan berusaha untuk mempertimbangkan tentang Thomas. Calon suaminya yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya. "Aaaaaaaaaaa!" tiba-tiba Yuke berteriak dengan frustasi.


Karena dia sudah kesal sekali memikirkan masalah hidupnya yang seakan tidak ada hentinya. Setelah dia bertemu dengan Rasya kakaknya yang baru dia ketahui selama beberapa bulan ini.


" gara-gara aku bertemu dengan Kak Rasya hidupku yang tenang kini berubah menjadi seperti ombak yang terus saja bergemuruh gak pernah ada hari tenang sehari pun! Dasar kakak menyebalkan!" Yuke kemudian mengingat kembali kejadian ketika Rasya memaksanya untuk menikah secepatnya.


Tapi kemarin tiba-tiba saja Rasya mengakui bahwa dia mencintainya sebagai seorang perempuan bukan sebagai seorang adik.


Yuke menutup matanya, berusaha untuk melupakan masalah yang sedang dia hadapinya saat ini. Tetapi selalu gagal dan gagal lagi. Kemudian Yuke berpikir untuk menelepon Syifa sahabatnya. Yang saat ini sedang berbulan madu di Maldives bersama suaminya.


Dia tidak jadi untuk menghubungi Syifa, karena khawatir kalau Adrian akan marah kepadanya. Karena mengganggu bulan madu mereka berdua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Syifa dan Adrian yang saat ini sedang ada di Maldives yang sedang berbulan madu di sana. Mereka sudah ada satu bulan di sana dan belum ada niat untuk kembali ke Indonesia.


"Tempat ini sangat indah dan menenangkan Aku sangat suka tinggal di sini!" ucap syifa kepada Adrian yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh kekaguman.


Sejak mereka berdua menikah, Adrian sudah berubah menjadi laki-laki yang agresif dan dia tidak malu lagi sekarang, untuk menunjukkan perasaan cintanya terhadap Syifa, sang istri.

__ADS_1


"Kalau kau mau, kita bisa kok tinggal di sini. Aku akan membuatkan sebuah istana untukmu!" ucap Adrian sambil menggenggam kedua tangan Syifa.


Tetapi Syifa menggelengkan kepalanya dan menolak ide dari Adrian itu.


"Aku memang suka tinggal di sini. Tapi tidak ingin tinggal di sini selamanya. Indonesia tetaplah yang kucintai. Di sanalah keluargaku berada dan aku tidak ingin mati di negeri orang lain!" Syifa sambil menatap Adrian yang saat ini tampaknya semakin bucin tingkat akut. Sehingga membuat Syifa menjadi salah tinggal sendiri.


"Tetapi keluargaku sudah tinggal di Dubai selama lebih dari 30 tahun dan mereka tidak ada niat untuk kembali ke Indonesia!" ucap Adrian.


"Ayahku bilang, dulu kau pernah menghadiahkan sebuah apartemen untuk Ayahku sewaktu kau kecil itu. Apakah itu benar?" tanya Syifa kepada Adrian.


"Benar aku pernah menghadiahkan sebuah apartemen untuk ayahmu. Ketika Om Ilham berbulan madu ke dunia bersama istri pertamanya, yaitu tante Laila. Memangnya kenapa?" Adrian tanpa penasaran kenapa tiba-tiba Shifa bertanya tentang apartemen hadiahkan kepada ayah mertuanya sewaktu dirinya masih berusia 10 tahun.


Adtiab dulu memang sangat menyayangi Kiai Ilham. Sehingga tanpa berpikir panjang, dia meminta kepada ayahnya. Untuk memberikan hadiah apartemen itu kepada Ilham, sebagai hadiah bulan madu untuk gurunya itu.


"Kapan-kapan, Aku ingin melihat apartemen yang kuberikan kepada Ayahku. Apakah boleh?" tanya Syifa sambil menatap Adrian.


"Kalau setahuku, waktu itu ayahmu menolak apartemen itu. Kemudian sama ayahku apartemen itu diserahkan kepada pihak manajemen gedung, untuk disewakan dan uangnya ditransfer langsung ke rekening ayahmu. Saya tidak tahu, apakah apartemen itu sekarang kosong atau sudah ada yang menempatinya!" ucap Adrian menerangkan situasi yang terjadi saat ini.


"Apa alasan Ayahku dulu menolak apartemen yang kau hadiahkan?" tanya Syifa tampak begitu penasaran tentang masa lalu ayahnya.


Syifa pernah mendengar, bahwa dulu ayahnya sempat pernah akan menikah dengan ibunya Adrian. Tetapi gagal karena ibunya Adrian diculik oleh ayahnya Adrian dan dipaksa untuk menikah dengannya. Sehingga akhirnya dibawa pergi untuk tinggal di Dubai puluhan tahun lamanya.


Kisah kehidupan kedua orang tua mereka betul-betul sangat tragis karena kehilangan cinta dan dipaksa untuk berpisah.


Bahkan Syifa juga tahu bahwa pernikahan ayah dan ibunya adalah gara-gara Adrian yang waktu kecil dulu menjodohkan keduanya.

__ADS_1


Dan sekarang kedua orang tuanya sedang balas dendam kepada Adrian dengan menjodohkan dirinya dengan Adrian.


Untungnya saja mereka saling mencintai. Kalau tidak, entah bagaimana kehidupan rumah tangga mereka yang dipaksa menikah begitu saja.


__ADS_2