Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
31. Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai versi 2


__ADS_3

Mata Ilham menatap nyalang Adrian, yang kini duduk di hadapannya. Kesya, Andika dan Istri Ilham, menatap kedua orang yang tadi ketangkap tangan sedang berbuat mesum, setidaknya itu yang ada di dalam pikiran keempatnya.


"Kita nikahkan saja mereka, biar aib ini tidak mencoreng nama keluarga kita!" ucap istrinya Ilham. Ilham menatap Adrian dengan tatapan intimidasi.


"Jelaskan!" hanya kata itu yang keluar dari mulut Ilham.


Adrian merasa ketakutan, ucapan istrinya Ilham yang mengatakan akan menikahkan dirinya dengan Asyifa sudah membuat dirinya kalang kabut.


" Om, Kalian salah paham! kami berdua tidak melakukan apa-apa, demi Allah! tidak mungkin aku berbuat mesum kepada seorang anak kecil!" ucap Adrian dengan wajah putus asa. Asyifa wajahnya sudah merah karena menahan rasa malu dirinya kepergok oleh kedua orang tuanya sedang berciuman dengan Adrian walaupun itu hanyalah sebuah kecelakaan yang tidak disengaja.


" Abi, Umi! Percayalah Asyifa dan Mas Adrian tidak ngapa-ngapain! Tadi Syifa tidak sengaja ke pleset, tanpa sengaja tangannya ketarik ikut jatuh dengan Syifa sehingga kejadian yang kalian lihat tadi terjadi!" mata Syifa sudah berkaca-kaca Adrian merasa bersalah karena sudah merusak nama seorang gadis karena kecerobohannya.


"Papah, Mama! Tolonglah! Percayalah sama Adrian, Adrian nggak mungkin melakukan hal seperti itu! kalian harus percaya, Adrian sama Syifa tidak ngapa-ngapain!" Adrian sudah putus asa meyakinkan kedua orang tuanya dan juga Pak kyainya tentang kejadian yang sebenarnya.


" satu minggu dari sekarang saya minta pernikahan antara Adrian dan Syifa harus segera dilaksanakan!" ucap Kyai Ilham. Keputusan tersebut bagaikan sambaran petir di telinga Adrian dan Syifa! kedua Insan itu langsung bersimpuh di kaki orang tuanya masing-masing.

__ADS_1


" Aby, Aby, nggak bisa melakukan hal ini, Syifa belum siap untuk menjadi seorang istri, masih banyak impian yang ingin Syifa raih! Tolonglah, By! Aby nggak bisa memaksakan hal seperti ini! Ini zaman apa bi? Ini bukan zaman siti nurbaya lagi, Aby nggak boleh egois!" Syifa sudah menangis tersedu-sedu.


Begitu juga dengan Adrian yang merasa sangat syok dengan keputusan Kyai Ilham yang memutuskan untuk menikahkan mereka berdua secepat itu. Adrian tidak mencintai Syifa dan hanya menganggapnya sebagai adik bagaimana mungkin dia bisa menikahi anak kecil yang sejak kecil dia yang mengurus dan mengasuhnya! Adrian sudah frustasi dengan keputusan mendadak itu.


"Adrian sebagai seorang laki-laki, kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan terlepas dari kamu melakukan hal-hal yang tidak semestinya ataupun tidak! Tapi satu kenyataan yang pasti, kamu sudah menyentuh tubuh Syifa, kalian sudah berciuman dan jelas-jelas kami melihat kamu terbaring di atas tubuhnya! Adrian, dengarkan mama Nak! Kamu harus menjaga kehormatan Syifa dengan menikahi dia! Itulah bentuk tanggung jawab kamu sebagai seorang pria sejati!" ucap Kesya dengan lantang. Hati Adrian sudah mencelos.


"Adrian sebagai seorang Abimana sejati, kamu harus bertanggung jawab! Jangan lari, jadilah pria sejati dan buktikan bahwa kamu bukan seorang pengecut dan layak menjadi pewaris Abimana grup!" Andika lalu mengalihkan pandangannya kepada Syifa.


"Asyifa Latif binti Kyai Ilhammudin El Fahrizi dengan ini saya selaku Wali dari Adrian Abimana dengan ini menyatakan mengkhitbah kamu untuk dijadikan istri oleh anak saya yang bernama Adrian Abimana! Adapun masalah pernikahan akan diskusikan bersama-sama!" Adrian dan Syifa langsung lemas di lantai sudah tidak tahu lagi apa yang harus mereka lakukan. Semua penjelasan tidak diterima oleh kedua orang tua mereka masing-masing, akhirnya dengan keterpaksaan mereka pun akhirnya setuju.


"Terpaksa menikah dengan anak Kiai!" ucap Adrian lesu.


"Tidak perlu diadakan pertunangan, langsung menikah saja! Kami dari pihak pria akan menyediakan tempat tinggal, kendaraan dan sebuah perusahaan yang akan dikelola oleh Adriana Abimana, sebagai hadiah pernikahan untuk kedua mempelai!" ucap Andika merasa bahagia akhirnya putranya yang selama ini selalu bersikap dingin terhadap perempuan akhirnya menikah juga walaupun dengan paksaan dari mereka.


Adrian dan Syifa saling melihat satu sama lain, tidak percaya bahwa dalam sekejap mereka akan menjadi suami dan istri. Apakah ada hal yang lebih menggemaskan dari hal ini? Dirinya dipaksa menikah dengan anak Kyai hanya karena kesalahpahaman. Hati Adrian benar-benar tidak bisa menerima kenyataan ini, begitu juga dengan Asyifa, dirinya yang bersifat pemberontak sudah bersiap dan berpikir akan kabur pada saat pernikahan itu dilangsungkan. Setelah perbincangan mengenai persiapan pernikahan selesai Kyai Ilham dan istrinya beserta sifat kembali ke rumah neneknya Syifa.

__ADS_1


"Adrian, bukankah sejak kecil kamu dan Syifa sudah saling mengenal! Jadi Mama pikir, pernikahan ini tidak akan menjadi masalah bagimu! Mamah dan Papah yakin kalau Syifa akan menjadi istrimu yang baik, akan membuat kamu bahagia bisa memberikan keturunan yang layak untuk Abimana grup!" ucap Kesya sambil membelai rambut Adrian dengan kasih sayang.


"Mah, Mamah! Adrian tidak keberatan dengan pernikahan ini, hanya saja, alasan dari pernikahan ini yang membuat harga diri Adrian sebagai laki-laki merasa tercoreng! ya Allah demi Allah Adrian benar-benar tidak pernah melakukan hal tercerai itu!" ucap Adrian dengan frustasi.


" Sudahlah nak, tidak usah dipikirkan lagi yang penting satu minggu dari sekarang status kamu akan berubah menjadi seorang suami! mama sama papa sudah tidak sabar ingin memiliki cucu dari!" ucap Kesya dengan senyum sumringah begitu juga dengan Andika yang menatap Andrian dengan bahagia. Adrian kesal dan masuk ke dalam kamarnya. Adrian menatap langit-langit kamarnya, mengingat kembali kehidupan dirinya saat di pondok dahulu, saat ngemoong dan mengurus Asyifa kecil yang rewel dan begitu manja kepada dirinya.


Tiba-tiba saja Adrian merasakan bahwa jantungnya berdetak sangat kencang! Pipi Adrian merona, menahan malu, ketika mengingat kembali kejadian siang tadi. Saat dirinya tanpa sengaja mencium bibir Asyifa.


"Bibir dia manis!" Lirih Adrian, lalu tersenyum sendiri.


"Ah, sudahlah! Mungkin ini yang di namakan jodoh! Mau bagaimana jalannya, aku harus menerima kenyataan ini, bahwa aku sebentar lagi akan berganti status sebagai seorang suami!" Adrian akhirnya bisa tidur dengan nyenyak, setelah mensugesti dirinya sendiri dengan hal-hal positif dan mengingat kebaikan Kiai Ilham selama dirinya tinggal di pondok pesantren sewaktu kecil dahulu.


" Mas aku sangat senang sekali akhirnya anak kita akan menikah juga! Walaupun dengan kejadian konyol ini, tapi menurutku Asyifa termasuk anak yang baik, anak seorang Kyai pula! Walaupun anaknya agak ugal-ugalan! Tapi mama yakin, Adrian pasti bisa membimbing syifa untuk menjadi seorang istri yang baik dan menjadi seorang ibu yang baik sehingga layak menjadi Nyonya Abimana!" Ucap Kesya dengan sangat bahagia. Bagi Andika tidak ada yang lebih membahagiakan dari melihat senyum istrinya.


"Papah akan menemui Adrian dulu!" Andika lalu pergi ke kamar Adrian, butuh waktu beberapa saat, sampai Adrian membukanya, Adrian menguap, menahan kantuk.

__ADS_1


"Maafkan, papah mengganggu waktu istirahat kami!" Andika lalu masuk ke dalam kamar Adrian. Kamar yang sangat maskulin, ini adalah pertama kalinya Andika masuk ke kamar putranya. Selama ini Andika selalu sibuk dengan pekerjaannya. Jarang berkumpul bersama keluarga.


Apalagi Adrian yang selalu sekolah di luar negeri, dahulu sewaktu masih kecil saja, Mondok di pondok pesantren Kiai Ilham hampir 10 tahun. Pulang ke Dubai hanya kalau idul Fitri dan idul adha saja.


__ADS_2