
Sulis sudah ketakutan ketika mendengar dari maid ayahnya, bahwa Steven sudah ada di mansion ayahnya.
"Sulis tidak ingin kembali kepada Steven Pah! Tolonglah Sulis!" ucap Sulis sedih memohon pertolongan kepada ayahnya.
"Kembalilah dulu kepada suamimu kami akan Merancang strategi untuk bisa membuat melepas dari dia lakukanlah sandiwaras baik mungkin agar dia tidak curiga!" ucap Cakra pelan sambil menatap Sulis dengan sendu.
Tampak Sulis menggeleng-gelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Percayalah padaku! Aku pasti akan berusaha untuk membawamu dari laki-laki kurang ajar itu. Kau hanya harus bertahan sedikit lagi sampai Ayahku berhasil bernegosiasi dengan keluarganya!" ucap Cakra sambil menghapus air mata di pipi sulis yang terus menggenang beranak sungai.
"Tapi aku takut untuk kembali kepada Steven dia pasti akan berbuat aneh-aneh padaku lagi!" ucap Sulis terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Sulis terus menggenggam tangan Cakra meminta dia untuk menyelamatkannya dari Steven.
"Berbuat aneh-aneh seperti apa? Cepat katakan sama Papa! Biar Papa menegur dia, karena dia sudah berani macam-macam denganmu!" ucap Bayu dengan mata berapi-api penuh kemarahan.
Hati Bayu memanas seketika saat dirinya mendengarkan cerita Sulis yang mengatakan bahwa Steven selalu melakukan hal aneh terhadap dirinya.
"Steven kadang memintaku untuk melayani teman-temannya Pah! Tetapi Alhamdulillah sampai saat ini, Sulis tidak pernah menuruti permintaan dia. Lebih baik Sulis dipukul dia sampai mati. Daripada berbuat zina semacam itu!" ucap Sulis dengan mengalir air mata di pipinya.
Dengan sekejap, Bayu langsung menyingkap lengan baju dan juga beberapa kain yang menempel di tubuh putrinya. Dan benar saja di sana banyak luka lebam yang tercetak samar di tubuh putrinya mungkin karena sudah lama dia lakukan.
"Kurang ajar! Sungguh berani sekali dia untuk melakukan hal seperti pada kepada putriku yang berharga! Ayo Sulis papa akan menegur dia untuk perbuatan dia yang tidak terpantas seperti ini!" ucap Bayu dengan penuh amarah.
Bayu kemudian langsung menggamit lengan Sulis untuk mengikutinya dan bertemu dengan Steven yang sudah menunggu mereka di ruang tamu sejak tadi.
__ADS_1
"Ayo kita pulang! Aku sudah lelah sayang! Ayo kita makan di rumah saja!" ucap Steven ketika dia melihat istrinya digandeng oleh Bayu, Ayah mertuanya.
Bayu langsung memberikan bogem mentahnya ke wajah Steven yang tampak terkejut karena Bayu menghajarnya tanpa aba-aba sebelumnya.
"Apa yang Papa lakukan? Kenapa Papa menghajarku tanpa alasan?" ucap Steven berusaha untuk mengelak dari amukan Bayu yang sedang marah karena mengetahui putrinya diperlakukan tidak baik oleh Steven.
"Kau laki-laki pengecut! Berani-beraninya kau menyiksa putriku dan menyuruh dia untuk melayani teman-temanmu yang brengsek seperti kamu huh? Kita lihat seberapa gagahnya kau, sehingga kau berani sekali untuk menyentuh kulit Putriku yang sangat berharga!" Bayu terus memukuli Steven tanpa ampun. Kemudian datang sekitar 20 orang Bodyguard Steven yang langsung berusaha untuk menghalangi niat Bayu untuk menghajar Steven sampai babak belur.
Tidak lama kemudian, Bodyguard yang dibawa oleh Cakra dan juga Bayu dari Indonesia juga mulai beraksi dan mereka mengelilingi Bayu dan Steven yang saat ini sedang bergulat.
Para Bodyguard Steven tidak berani mendekat karena belum mendapatkan perintah dari atasannya yang saat ini sedang diamuk oleh mertuanya sendiri.
"Hentikan Tuan Bayu! Jangan anda mencoba untuk melakukan sesuatu kriminal kepada Tuan muda kami. Anda pasti akan menyesal!" ucap kepala Bodyguard Steven mencoba memperingati Bayu agar menghentikan aksinya menghajar Steven.
"Kita akan lihat seberapa gagahnya kau kalau tanpa para bodyguardmu itu! Ringkus para cecunguk itu dan masukkan mereka ke dalam penjara bawah tanah!" perintah Bayu kepada para Bodyguardnya dan juga Cakra yang sudah siap mengelilinginya sejak tadi.
"Segera Kau batalkan pernikahan antara kau dan putriku. Karena aku tidak sudi kalau putriku harus menghabiskan hidupnya bersama dengan manusia bajingan seperti kamu!" ucap Bayu memberikan ancaman kepada Steven.
Di saat situasi genting itu. Tiba-tiba saja datang sekitar 30 orang Bodyguard yang menyertai seorang pria paruh baya berwajah tampan masuk ke dalam mansion milik Bayu.
"Lepaskan Putraku! Berani-beraninya kau menghajar Putraku sudah bosan hidup kau?" ucap pria tampan itu yang ternyata adalah ayahnya Steven, Mark Clarkson.
Seketika Bayu menghentikan aktivitasnya menghajar Steven yang sudah berani berbuat kekerasan terhadap putrinya yang saat ini sedang hamil.
__ADS_1
"Oh jadi kau adalah Ayah dari pria brengsek ini huh? Pria yang sudah sangat berani menghajar putriku. Bahkan di saat dia sedang hamil. Apa kau tahu? Hanya laki-laki yang pengecut yang berani menghajar seorang perempuan!" ucap Bayu sambil melepaskan Steven yang sekarang ada di dalam genggamannya.
"Lepaskan Putraku! Hanya aku yang boleh menghajar dia. Tidak akan kubiarkan kalian berani menyentuh kulitnya barang satu inci pun!" Aura membunuh benar-benar kentara di wajah mark yang tampan itu.
"Begitupun aku! Hanya aku yang boleh menghajar putriku apabila dia berbuat kesalahan. Putramu telah menghajar putriku tanpa suatu alasan dan aku tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi terhadap putriku!" aura membunuh pun tidak kurang di wajah Bayu saat ini.
Di saat pertentangan yang begitu sengit dan mendebarkan di dalam mansion milik Bayu. Tiba-tiba ada sekitar 50 orang Bodyguard masuk ke dalam mention menyertai kehadiran Andika yang masuk ke dalam Mansion dengan penuh kegagahan.
"Papa?" seru Cakra yang saat ini sedang bersembunyi di dalam ruang kerja Bayu yang sedang mengintip di jendelanya.
Cakra kemudian langsung keluar dari ruangan itu dan menemui ayahnya yang baru saja datang dari Dubai dan langsung mendatangi kediaman Bayu.
"Cakra Apakah kau baik-baik saja Apakah mereka melukaimu?" tanya Andika sambil memeriksa kondisi putranya yang ternyata baik-baik saja.
"Cakra baik-baik saja! Akan tetapi, laki-laki itu yang habis dihajar oleh om Bayu. Karena dia berani sekali sudah melakukan kekerasan terhadap Sulis!" ucap Cakra menerangkan perihal kejadian yang sedang berlangsung di kediaman Bayu.
Andika tampak mengedarkan pandangannya dan menatap satu persatu orang-orang yang hadir di ruang tamu milik Bayu.
"Bayu! Lepaskanlah pria brengsek itu tidak layak tanganmu menyentuh manusia kotor seperti dia!" ucap Andika memberikan perintah kepada Bayu yang masih belum rela melepaskan Steven dari genggamannya.
"Sungguh lancang kau menghina Putraku! Siapa kau berani mati sekali kau mengatakan bahwa Putraku manusia kotor!" ucap Mark dengan menatap tajam kepada Andika.
Andika tertawa terbahak-bahak mendengarkan pertanyaan dari mark yang terkesan sangat bodoh dan dungu.
__ADS_1
" Jadi kau tidak mengenalku? Padahal selama bertahun-tahun kau terus menyerang perusahaanku dengan pengecut! Dan putramu bahkan telah memperkosa tunangan Putraku dan merebutnya secara paksa. Tapi kau bertanya siapa aku? Hahaha kau sungguh lucu bung!" ucapkan Dika mencela kebodohan Mark yang tidak mengenal siapa musuhnya yang saat ini sedang berdiri tegak di hadapannya.
"Jangan katakan padaku, kalau kau adalah Andika Abimana!" ucap Mark dengan suara gemetar.