
Siang itu, Cakra mendatangi ruangannya Adrian. Tampak wajah Cakra yang mengkerut sedih sehingga membuat Adrian merasa bingung dengan adiknya itu.
"Ada apa Cakra? Kenapa wajahmu sedih dan kau tekuk seperti itu?" tanya Adian merasa heran dengan adiknya yang tampak sedih.
"Kak, tolong izinkan aku untuk pergi ke Inggris sekarang juga! Aku harus menjelaskan tentang status hubunganku dengan Sulis. Aku tidak bisa terus hidup seperti ini dalam ketidakjelasan semacam ini. Aku butuh kejelasan?" ucap Cakra sambil duduk di hadapan Adrian yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam.
"Kalau kau pergi ke Inggris, lalu bagaimana dengan tugas-tugas mu di kantor ini Cakra?" Adrian sambil menatap kepada adiknya.
"Aku bisa melakukan Tugasku dari jarak jauh. Kau tinggal kirimkan saja melalui email dan untuk rapat kita bisa melakukannya daring Bukankah di zaman saat ini semuanya begitu mudah?" ucap Cakra tidak ingin dibantah oleh Adrian karena dia betul-betul mantap ingin segera pergi ke Inggris untuk menemui Sulis.
"Saran kakak, sebaiknya kau temui dulu Om Bayu. Siapa tahu om Bayu memiliki saran maupun pesan untukmu." ucap Adrian pelan, dia memberikan saran kepada Cakra untuk menemui Bayu ayahnya Sulis.
"Kakak benar! Setelah ini saya akan segera menemui Om Bayu dan menanyakan perihal Sulis!" ucap Cakra dengan wajah berbinar.
"Apakah selama ini kau tidak pernah bertemu atau berhubungan dengan om Bayu?" tanya Adrian kepada Cakra.
"Kesibukan di kantor ini begitu menggila. Hampir Cakra tidak memiliki waktu untuk melakukan hal itu Kak!" ucap Cakra sambil menundukkan kepalanya.
"Memang yang kau katakan ada benarnya juga. Kesibukan di kantor ini memang luar biasa. Sungguh hebat sekali Pap kita bisa memantau semua kegiatan Abimana grup di satu tempat!" Adrian merasa sangat bangga dan senang dengan keahlian ayahnya yang luar biasa dalam memanage Abimana grup yang demikian besar dengan memiliki jutaan karyawan yang tersebar di banyak negara.
__ADS_1
"Tolonglah Kak segera atur cuti untuk saya bisa berangkat ke Inggris secepatnya!" permohonan dari Cakra benar-benar dipikirkan baik-baik oleh Adrian.
"Baiklah, kau bisa pergi ke Inggris. Tapi kau harus ingat! Ponselmu harus stand by kalau ada apa-apa, kami akan menjemputmu menggunakan jet pribadi milik kita!" ucap Adrian memberikan syarat kepada Cakra untuk dia bisa pergi ke Inggris menemui wanita yang dia cintai.
"Iya kak tenang saja! Saya pasti akan selalu stand by dengan ponsel di dekat saya dan saya pasti akan langsung ke sini kalau kalian membutuhkan saya!" janji Cakra kepada Adrian.
"Ya sudah kau berangkat lah sekarang! Agar tidak terlalu malam sampai ke sana. Saya yakin di sana pasti saat ini memiliki perbedaan waktu yang sangat banyak dengan kita!" ucap Adrian memberikan acc-nya kepada adiknya untuk berangkat ke Inggris dan menemui Sulis.
'Mungkin akan lebih bagus kalau Cakra melihat sendiri dengan mata kepalanya. Apa yang saat ini dilakukan Sulis di sana. Aku tidak ingin kalau Cakra mengalami patah hati yang terlalu lama!' batin Adrian sambil menatap kepergian Cakra yang tampak bahagia dengan izin yang diberikan oleh Adrian untuk dirinya bisa pergi ke Inggris menyusul Sulis yang sedang kuliah di sana.
Beberapa waktu yang lalu, Adrian telah mengirimkan seorang detektif untuk menyelidiki tentang Sulis yang ada di Inggris dan betapa terkejutnya Adrian mendapatkan laporan dari detektif tersebut bahwa ternyata Sulis sudah menikah di Inggris dengan laki-laki bule asal Inggris.
Adrian sangat kecewa dengan Sulis dan jiga Bayu yang sudah menggantungkan perasaan adiknya. Tanpa memberikan kejelasan yang pasti tentang hubungan mereka sebelum memutuskan untuk menikah dengan laki-laki Inggris itu.
Kini Cakra sedang berada di kediaman Bayu dia ingin mengutarakan niatnya untuk berangkat ke Inggris dan menemui Sulis.
"Kau akan ke Inggris? Apakah itu betu" Bayu seakan tidak percaya dengan keseriusan Cakra untuk menyusul putrinya di Inggris.
"Betul Om Bayu! Saya sudah mendapatkan izin dari Kak Adrian untuk pergi dan membereskan urusan saya dengan Sulis saat ini!" Cakra memberitahukan niatnya untuk pergi ke Inggris dan menemui Sulis.
__ADS_1
"Kalau Om mengatakan tentang keadaan Sulis saat ini, apakah kau akan membenci Om?" tanya Bayu sambil menatap tajam kepada Cakra yang saat ini menatapnya dengan wajah bingung.
"Maksud Om apa? Saya tidak mengerti sama sekali!" tanya Cakra sambil menatap tajam kepada Bayu.
Bayu kemudian pergi ke ruang kerjanya setelah itu dia membawa beberapa tumpuk foto dan dia memberikannya kepada Cakra.
"Kau Lihatlah foto-foto itu!" ucap Bayu sambil menundukkan kepalanya dia merasa tidak enak untuk menatap Cakra yang saat ini sedang syok ketika melihat foto-foto yang tadi diserahkan oleh Bayu.
" Apa maksud dari foto-foto ini om kenapa saya tidak mengerti?" tanya Cakra seperti orang linglung ketika dia melihat foto-foto pernikahan antara Sulis dengan seorang pria Inggris yang terlihat sangat tampan.
"Itu adalah sebuah fakta yang Om dapatkan dari detektif yang Om kirim ke Inggris. Om juga baru mengetahuinya kemarin. Maafkan Om Cakra. Karena Om tidak bisa mendidik Sulis untuk setia kepadamu!" ucap Bayu sambil menunduk.
Bayu dapat merasakan penyesalan yang begitu besar ketika melihat wajah Cakra yang sekarang memerah karena marah dan juga kesedihan yang begitu besar.
"Kenapa Sulis melakukan ini kepada saya Om? Apa salah saya kepada dia?" tanya Cakra dengan berderai air mata.
"Om tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Sulis. Karena Sulis pun tidak mengatakan kepada Om tentang pernikahan dia dengan laki-laki itu. om pun tidak tahu siapa laki-laki itu karena sampai saat ini detektif yang Om kirimkan belum memberikan kabar terbaru!" ucap Bayu mengatakan kebenaran dari yang dia ketahui mengenai putrinya Sulis, yang ada di Inggris saat ini.
"Kapan pernikahan ini berlangsung dan kenapa Sulis tidak memberitahukannya kepada Om? Bukankah tidak sah ketika sebuah pernikahan tanpa dihadiri oleh orang tuanya atau pun walinya?" tanya Cakra kepada Bayu yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Sulis memang pernah menghubungi Om tentang pernikahan itu. Tetapi saat itu Om menentangnya. Jadi Om tidak menghadiri pernikahan itu. Pernikahan itu terjadi sekitar dua hari yang lalu. Om tidak tahu kalau Sulis betul-betul akan melakukan pernikahan itu. Padahal Om mengatakan tidak akan datang ke sana! Sulis menggunakan wali hakim untuk wali pernikahannya. Dengan mengatakan bahwa Om tidak merestui pernikahan mereka!" ucap Bayu sambil menundukkan kepalanya di hadapan Cakra yang masih tampak menangis sedih.
"Saya tetap akan datang ke Inggris Om dan akan saya tanyakan apa alasan dia melakukan ini pada saya!" ucap Cakra.