Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
135. Haruskah?


__ADS_3

Amanda yang mendengarkan perintah ayahnya. Akhirnya langsung pergi ke kamar yang dulu pernah dia tempati sebelum dia pergi ke Prancis, ketika dia dahulu menempati kediaman utama keluarga Abimana.


Amanda menatap nanar kamar yang pernah ditempatinya selama bertahun-tahun saat dirinya masih menyandang status sebagai Putri keluarga Abimana.


Amanda yang merasa malu dengan apa yang dilakukan oleh ibunya akhirnya memutuskan untuk meninggalkan keluarga Abimana dan meniti kembali hidupnya sebagai seorang Amanda.


Tetapi tetap saja kemanapun dia pergi selalu saja nama Abimana yang harus dia tanggung di bahunya yang sudah terasa semakin berat untuk dilalui setiap harinya.


" Nama Abimana terlalu prestisius dan sangat berat untuk aku menanggungnya kemanapun aku pergi. Akan tetapi aku heran, kenapa mereka selalu menghubungkan namaku dengan Abimana grup? Walaupun aku sudah meninggalkan keluarga lebih dari satu tahun lamanya." ucap Amanda bermonolog kepada dirinya sendiri.


" Apakah kau menyukai kamar ini?" tiba-tiba saja Andika masuk ke dalam kamar Amanda yang masih tampak melamun.


" Papa kenapa tiba-tiba saja masuk Amanda jadi terkejut karenanya!" ucap Amanda sambil menatap ayahnya yang membawa sebuah kado besar untuknya.


" Ini adalah kado pernikahan untukmu Bukalah!" ucap Andika sambil tersenyum kepada putrinya.


" Om Bayu di mana Pah sejak pesta pernikahan tadi Amanda belum melihatnya!" ucapan indah bertanya tentang suaminya yang langsung menghilang setelah resepsi pernikahan mereka.


" Suamimu sedang pergi ke rumahnya dulu, hanya sebentar saja untuk mengambil beberapa pakaian yang lupa tadi dia bawa ke sini!" ucap Andika sambil mengulas senyum kepada putrinya.


Tampak Amanda menganggukan kepalanya mengerti dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya.


" Bukalah Papa ingin tahu Apakah kau menyukai kado yang Papa berikan untukmu!" ucap Andika ambil duduk di samping putrinya yang kini sudah menjadi istri dari sahabatnya sendiri.


Secara perlahan Amanda kemudian membuka kado tersebut yang membuat Amanda merasa terkejut.

__ADS_1


"Dari mana Papa mendapatkan ini semua ini kan barang-barang Amanda waktu kecil?" sahut Amanda dengan penuh kegirangan ketika dia melihat kembali barang-barang penuh kenangannya bersama ibunya yang saat ini sedang ada di penjara.


" Tadi ibu mau datang ke sini untuk bisa memberikan kado ini untukmu. Tetapi dia langsung kembali ke penjara karena tidak diberikan waktu yang banyak oleh pihak penjara untuk menghadiri pernikahanmu!" ucap Andika jujur dan mengatakan yang sesungguhnya kepada Amanda.


" Tadi mama datang ke pernikahan Amanda?" tanya Amanda seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya.


Andika hanya mengangguk saja karena dia pun tidak ingin membahas terlalu banyak tentang Manda wanita yang telah membunuh istrinya dengan menggunakan racun arsenik.


" Papa sudah menyuruh ibumu untuk menemuimu. Tetapi dia tidak mau katanya takut kalau kau malu bertemu dengannya!" ucap Andika sambil mengelus rambut Amanda yang masih digelung karena belum melepaskan gaun pengantinnya sejak tadi.


"Sudah kau tidak usah memikirkannya sayagng! Istirahatlah biar nanti kau siap ketika suamimu datang!" ucap Andika menggoda putrinya yang sekarang tampak tersipu malu.


" Siap apaan sih Pah? Papa nih ada-ada aja. Ya udah sana, papa pulang ke kamar papa. Karena Amanda mau istirahat capek sekali setelah resepsi pernikahan selama seharian full!" ucap Amanda menyuruh ayahnya untuk meninggalkannya di dalam kamar.


" Baiklah Papa juga sudah lelah sekali setelah menghadiri resepsi pernikahanmu Papa berharap malam ini akan menjadi malam yang indah untukmu bersama dengan Bayu!" ucap Andika kemudian dia pun meninggalkan Amanda seorang diri di kamar.


" Wah menantuku yang sangat tampan!" ucap Andika sambil tersenyum kepada Bayu yang membuat Bayu menjadi gemas terhadap sahabatnya itu.


" Ah sekarang hubungan kita jadi sangat rumit. Bagaimana mungkin aku harus memanggilmu ayah mertua? Ya ampun, ini benar-benar sangat konyol!" ucap Bayu sambil menatap kepada Andika yang malah tertawa dengan begitu lepas.


" Untungnya aku menjadi mertuamu bukan menjadi menantumu!" ucap Andika Sambil tertawa menatap Bayu yang saat ini sedang sensitif perasaannya.


" Kamu nggak ada habisnya selalu saja mengejek Apa kau tahu apa yang kau lakukan untuk membuatku kesal!" WhatsApp Bayu langsung masuk ke kamar Amanda tidak memperdulikan Andika yang sejak tadi memanggilnya.


" Ayolah kau jangan marah Bayu aku kan hanya bercanda saja kenapa kau jadi sensitif sekali?" ucap Andika sambil mengejar sahabatnya yang sekarang sedang menuju kamar putrinya.

__ADS_1


" Kau tahu apa yang membuatku merasa senang dibalik musibah yang dihadapi oleh Amanda?" tanya Andika sambil tersenyum kepada Bayu.


" Aku senang kalau putriku tidak melakukan itu dengan laki-laki brengsek di luar sana tetapi dia beruntung karena mendapatkan laki-laki sebaiknya Engkau sebagai suaminya melalui malam jahanam itu!" ucap Andika sambil menepuk bahu sahabatnya kemudian dia langsung meninggalkan Bayu yang masih Bengong di tempatnya.


" Benar-benar aneh!" ucap Bayu kemudian dia pun melangkahkan kakinya Ke kamar Amanda yang tidak terkunci.


" Wah! Bagaimana mungkin dia tidur dengan Kak gaun pengantin itu pasti terasa gatal dan panas!" ucap Bayu merasa kasihan kepada Amanda yang nampak terlelap dalam tidurnya nampak wajah Amanda yang begitu damai dan juga mempesona dirinya.


" Biarlah Amanda tidur dia pasti sangat lelah aku pun menginginkan istirahat!" ucap Bayu sambil dirinya menyiapkan alat mandi untuk dia gara-gara bebersih agar bisa tidur dengan nyenyak.


Setelah selesai mandi Bayu langsung naik ke atas ranjang yang saat ini sedang ditempati oleh Amanda.


Amanda yang menyadari bahwa ada pergerakan di kasurnya. Dia hanya bisa pura-pura tidur karena dia takut kalau sampai Bayu meminta haknya sebagai suami pada malam ini.


" Walaupun aku sudah pernah bersamanya dalam keadaan tidak sadar. Tapi aku sangat malu kalau harus melakukan di malam ini karena aku belum siap!" ucap Amanda di dalam hatinya ketika melihat Bayu yang sudah mulai terlelap dalam tidurnya.


Terlihat dari nafas Bayu yang sudah mulai teratur. Saat Amanda bersiap untuk turun dari ranjang, tiba-tiba saja Bayu menarik tubuhnya untuk masuk ke dalam pelukannya.


" Jangan pergi meninggalkan aku. Karena aku tidak akan sanggup hidup tanpamu!" ucap Bayu dengan memejamkan matanya sehingga membuat Amanda mengerutkan keningnya.


" Dia sedang melindur ataukah sedang bermimpi? Siapa yang dia maksud?" tanya Amanda seperti bingung dengan apa yang dilakukan oleh Bayu saat ini.


" Tentu saja aku bicara denganmu lalu dengan siapa lagi Bukankah di kamar ini hanya ada kamu?" tanya Bayu sambil membuka kelopak matanya dan menatap Amanda dengan penuh pertanyaan.


" Apakah kau siap untuk malam ini?" tanya Bayu sambil menatap Amanda yang tampak kebingungan.

__ADS_1


" Siap untuk apa? Saya kira Om sudah tidur!" tanya Amanda sambil menatap Bayu dengan tajam dengan pikiran yang kacau saat ini.


__ADS_2