Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
127. Bayu Marah


__ADS_3

Cakra langsung mengejar Bayu yang meninggalkan mereka.


"Om kenapa sih sekarang sensitif banget? Betul-betul nggak bisa diajak bercanda lagi Om kan tahu kalau Cakra suka bercanda agar suasana tidak menjadi spaneng dan juga membosankan!" ucap Cakra Berusaha menjelaskan kepada Bayu yang masih cemberut kepadanya.


"Masalahnya bercandamu itu nggak lucu Cakra! APA kau tahu? Bahwa hal seperti ini sangat sensitif bagi kami saat ini. Tetapi kau menjadikannya sebagai bahan lelucon. Apa kau pernah merasakan bagaimana perasaanku dan Amanda saat ini?" ucap Bayu sambil menatap tajam kepada Cakra yang sekarang mulai menundukkan kepalanya karena merasa tidak enak kepada mantan calon mertuanya yang sekarang akan menjadi kakak iparnya.


'Ya Tuhan hanya dengan membayangkan Om Bayu menjadi kakak iparku saja rasanya sudah sangat menggelikan!' batin Cakra dalan hatinya, sambil melirik sekilas kepada Bayu yang saat ini sedang menatapnya dengan penuh amarah.


"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Bayu dengan menatap penuh curiga kepada Cakra.


"Tidak apa-apa Om! Hanya saja, saat ini Cakra sedang membayangkan. Tentu akan sangat menggelikan ketika Om menjadi kakak iparku. Ladahal dulu kan, Om calon mertuaku!" ucap Cakra sambil terkikik merasa lucu dengan hal yang akan terjadi antara Amanda dan Bayu.


"Bagaimanapun Om memang harus tetap menikahinya. Karena Om sudah merusak masa depan dia. Itu adalah bagian dari tanggung jawab Om!" ucap Bayu sambil menundukkan kepalanya dan dia berusaha untuk meninggalkan Cakra yang sejak tadi terus bergelayut manja di bahunya.


"Lepaskan! Kok bisa tidak sih, menyingkir dariku? Aku ingin istirahat capek sekali!" ucap Bayu mengusir Cakra dari hadapannya.


"Cie yang habis buka segel perawan! Kecapekan nih ye??" ucap Cakra sambil tertawa terbahak-bahak, menggoda Bayu kemudian dia meninggalkan Bayu yang sudah siap menendang pantatnya.


"Dasar bocah kurang ajar! Dari tadi dia terus saja menggodaku. Sejak tidak jadi menantuku sekarang dia jadi semakin tidak tahu sopan dan santun!" ucap Bayu kemudian dia langsung masuk ke dalam kamarnya.


"Bersiaplah kita akan kembali ke Indonesia dan mempersiapkan pernikahanmu bersama dengan Bayu." Titah Andika tidak mau untuk diganggu gugat oleh siapapun.


"Tapi Pah! Bagaimana dengan perusahaan Amanda? Baru saja Amanda merintisnya dan sekarang sudah sukses. Bagaimana mungkin Amanda akan meninggalkannya?" ucap Amanda tidak setuju dengan keinginan ayahnya.


"Kau menikah dulu dengan Bayu. Untuk urusan yang lain-lain bisa diatur kemudian. Setelah kau resmi menjadi istrinya. Kalian bisa merundingkan hal itu kemudian!" ucap Andika dengan tegas.

__ADS_1


Amanda kesulitan menelan ludahnya sendiri tapi dia tidak bisa menolak keinginan ayahnya karena dia tahu bahwa itu memang adalah yang terbaik untukmu saat ini.


'Bagaimanapun ini adalah hal yang baik karena Om jelek itu mau bertanggung jawab padaku! aku tidak bisa membayangkan kalau dia tidak mau bertanggung jawab dengan masa depanku!' batin Amanda merasa bersyukur karena setidaknya Bayu masih bersedia untuk menikahinya.


"Kau harus bersyukur bahwa malam itu kau jatuh ke tangan Bayu. Dia seorang laki-laki yang baik, setia dan juga bertanggung jawab. Selama Papa menjadi sahabatnya, dia tidak pernah melakukan hal-hal kotor ataupun mengecewakan orang lain!" ucap Andika memuji sahabatnya yang selama ini dia kenal sangat baik dalam menjalani kehidupannya.


"Baik-baiklah menjadi istrinya dan jangan membuat papamu kecewa dengan perilaku burukmu yang selalu mau bertentangan dengannya!" ucap Andika dengan nada serius memperingatkan kepada Amanda untuk tidak selalu mencari masalah dengan Bayu.


"Lalu apa yang harus Amanda lakukan Pah?" tanya Amanda dengan frustasi.


"Segera menikah! Agar Kita terbebas dari aib! Jangan sampai nama keluarga kita hancur gara-gara kejadian tadi malam. Apa kau mengerti Amanda?" tanya Andika dengan nada serius.


Amanda terus menetap ke dalam kamar yang saat ini sedang ditempati oleh Bayu banyak sekali pikiran yang saat ini berkecamuk di dalamnya otaknya.


"Tapi hal ini pasti akan menjadi perbincangan yang tidak sedap di antara kalangan pebisnis. Bukankah dulu Om Bayu itu adalah calon mertua dari Cakra dan sekarang tiba-tiba dia menjadi suamiku. Pasti dunia bisnis akan heboh karenanya!" ucap Amanda sambil bergidik ngeri ketika dia membayangkan hal buruk yang sekarang sedang dia katakan kepada ayahnya.


"Kau tidak usah memikirkan itu! Papa bisa mengurusnya dengan uang papa dan dengan kekuasaan Abimana grup! Papa pasti bisa mengendalikan opini publik yang ada!" ucap Andika menenangkan Amanda yang berpikir negatif tentang pernikahannya bersama dengan Bayu.


"Baiklah Pah Amanda akan melakukan apa yang diinginkan oleh papa dan semoga ini memang adalah yang terbaik untuk kita semua!" ucap Amanda akhirnya mengambil keputusan.


Sementara itu, Bayu yang saat ini sedang mencuri dengar pembicaraan antara Amanda dan Andika di balik pintu kamarnya. Dia merasa sangat bahagia dengan keputusan Amanda yang bersedia untuk menikah dengannya. "Yess!" ucap Bayu sambil berjingkrak bahagia.


"Om sedang apa?" tiba-tiba saja Cakra sudah berdiri di belakang Bayu sehingga membuat Bayu sangat terkejut dibuatnya.


"Astaghfirullahaladzim! Cakra Kenapa kau selalu saja mengagetkan?" ucap Bayu sambil mengelus dadanya yang seperti hampir copot gara-gara Cakra yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya.

__ADS_1


"Kalau Om sampai mati mendadak gara-gara jantungan itu pasti adalah tanggung jawabmu Cakra!" ucap Bayu sambil menatap tajam kepada Cakra yang saat ini sedang tersenyum kepadanya.


"Apakah Om sangat bahagia karena sudah mengetahui keamanan bersedia untuk menikah dengan Om?" tanya Cakra dengan memasang wajah seriusnya untuk berusaha menyelidiki perasaan Bayu terhadap kakaknya yang sangat dia cintai.


"Apa maksudmu? Tadi om hanya sedang berolahraga. Kau tahu kan? Om ini sudah tua jadi harus banyak olahraga agar sehat!" dusta Bayu kepada Cakra.


"Yaelah mengakui bahagia saja tidak mau! Memangnya gengsinya seperti apa sih?" ledek Cakra sambil meninggalkan Bayu di kamarnya.


"Apa Iya aku Gengsi? Perasaan tidak deh! Aku hanya merasa malu kalau harus mengakui bahwa aku merasa bahagia Amanda mau menikah denganku!" monolog Bayu kepada dirinya sendiri. Setelah Cakra sudah pergi meninggalkannya.


"Cepat Om! Kita mau pergi ke tempat Marco untuk memberikan pelajaran kepada laki-laki Brengsek itu!" kembali Cakra nongol di depan pintu kamar Bayu dan membuat Bayu kembali terkejut dengan kelakuannya yang super tengil dan menyebalkan!


"Bukankah tadi kita sudah memutuskan untuk melepaskan masalah ini bersama marco? Kenapa kalian berdua masih juga ingin memberikan dia pelajaran?" tanya Bayu tampak terheran dengan keputusan Cakra dan Andika. Tentang ingin memberikan pelajaran seorang Marko yang sudah memberikan obat perangsang kepada Amanda.


"Kenap? Apa Om ingin mengucapkan terima kasih padanya? Karena sudah memberikan hadiah begitu indah untuk Om? Sehingga sekarang Om bisa menikah dengan kakakku yang cantiknya tidak ketulungan itu?" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Bayu.


"Ya ampun aku baru tahu kalau kau sangat cerewet Cakra! Aku tidak mengerti kenapa dulu putriku pernah mencintaimu!" ucap Bayu keceplosan membicarakan tentang hubungan Cakra dan Sulis yang sudah berakhir.


Mendengarkan apa yang diucapkan oleh Bayu Cakra kemudian langsung meninggalkan Bayu dengan wajah murung.


"Ya ampun mulutku ini memang harus di sekolahkan baik-baik! Kenapa aku tidak bisa mengendalikannya? Cakra saat pasti sekarang sedih lagi. Pada dengan susah payah kemarin dia melupakannya. Dasar bodoh kau Bayu!" ucap Bayu sambil memukul kepalanya sendiri. Karena dia menyesali kebodohannya yang sudah menyinggung perasaan Cakra.Dengan menyinggung hubungannya dengan putrinya yang mini sudah menikah dengan Steven dan sekarang sudah pindah ke Jerman.


Yah! Kemarin Sulis sudah menghubungi Bayu bahwa sekarang mereka sudah pindah ke Jerman tinggal bersama keluarga besar Steven.


Mark sengaja melakukan hal itu dalam rangka untuk melindungi Sulis dari kebodohan Steven yang selalu membuat Sulis menangis dan bersedih. Setidaknya kalau Steven tinggal bersama mereka ada rem yang bisa membuat Steven merasa sungkan untuk berbuat kejahatan terhadap Sulis dan juga calon anaknya yang saat ini masih ada dalam kandungan Sulis.

__ADS_1


__ADS_2