Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
42. Panik


__ADS_3

Hati Adrian mencelos seketika, perasaannya kacau balau. Bagaimana tidak? Wanita yang 5 hari lagi akan menjadi istrinya, mengakui kalau dia habis diperkosa oleh temannya. Apa ada hal yang lebih mengejutkan lagi dari hal ini? Adrian sampai tidak bisa berkata-kata.


Asyifa masih menangis sesenggukan. Adrian memilih untuk keluar dari ruangan Asyifa di rawat. Tubuhnya lemas, bergetar hebat, tanpa terasa air matanya mengalir.


"Apa yang harus aku lakukan saat ini?" ucap Adrian panik.


Selama beberapa saat lamanya, Adrian terdiam di tempat, sampai akhirnya datang seorang perawat yang mengingatkan Adrian untuk beristirahat di dalam ruangan.


Dengan tubuh yang gontai, Adrian melangkahkan kakinya, di pandangnya, wajah ayu yang kini terlelap di ranjang. Mata Adrian sayu, menatap Asyifa yang masih muda seperti itu, tetapi harus melewati cobaan hidup yang begitu berat. Adrian tidak tahu, apakah dia akan sanggup melewati cobaan ini. 5 hari lagi, pernikahan mereka berdua akan diselenggarakan. Tetapi tiba-tiba ada berita mengejutkan seperti ini. Adrian benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini. Hatinya sangat kacau.


"Kalau aku membatalkan pernikahan, Om Ilham pasti akan kecewa dengan diriku. Tetapi, kalau aku lanjutkan pernikahan ini, apakah aku akan sanggup menahan aib ini seumur hidupku?" ujar Adrian pelan.


Adrian benar-benar dalam keadaan kalut, dilema dengan masalah yang kini ada dihadapannya. Mata Adrian menatap Asyifa lagi, perempuan yang berwajah manis tersebut, sungguh mudah untuk membuat dirinya jatuh cinta kepadanya. Apabila pernikahan mereka terjadi.


"Tetapi, bagaimana jika dia hamil? Apa aku sanggup, menjadi ayah dari anak hasil perkosaan?" tanya Adrian lagi. Hatinya luar biasa kalut.


"Setan kecil ini! Benar-benar layak mati! Kenapa dia memberikan beban berat seperti ini kepadaku!" rutuk Adrian sangat kesal. Adrian mondar-mandir di dalam ruangan itu, tubuhnya sama sekali tidak merasakan lelah. Padahal sekarang sudah mau shubuh. Adrian sama sekali belum tidur sejak tadi. Matanya masih nyalang menatap Asyifa yang bisa-bisanya tidur begitu lelap.


"Padahal dia yang di perkosa, tetapi kenapa malah aku yang tidak bisa tidur? Dia malah asyik tidur dengan lelapnya! Dasar!" rutuk Adrian lagi. Adrian semalaman rasanya sudah hampir gila dibuatnya.


"Sudahlah! Aku lebih baik tidur! Besok, aku akan diskusikan masalah ini dengan Papah dan Mamah!" akhirnya Adrian mengambil keputusan.

__ADS_1


Adrian membaringkan tubuhnya di sofa yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Adrian memang memesan kamar VVIP untuk Asyifa. Siapa yang tahu, ternyata gadis itu hanya kelelahan setelah diperkosa oleh pria lain.


"Sial!" rutuk Adrian kembali menjerit kesal.


Sementara itu, Asyifa yang sedang pura-pura tidur, melihat ke arah Adrian dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


"Semoga kamu membatalkan pernikahan konyol itu!" ucapnya sambil tersenyum licik. Entah apa yang ada di dalam hatinya. Tetapi melihat senyum itu, tampaknya asyifa memiliki sebuah rencana yang tidak baik.


Gadis itu walaupun anak seorang Kiai, tetapi selama hidupnya, lebih dekat dengan Neneknya. Neneknya selalu memanjakan dirinya. Sehingga dia sudah terbiasa mempermainkan perasaan orang lain.


Asyifa ketika di sekolah, sangat pandai membuat ulah, yang selalu membuat para guru merasa pusing tujuh keliling dengan semua keusialan dan kejahilannya dalam mengerjai teman-temannya maupun guru-guru nya.


"Aku harus kabur dari sini! Jangan sampai nanti kedua orangtuaku memaksa aku untuk menikah dengan dia!" ucap Asyifa, lalu bangkit dari kasur, ketika merasa yakin kalau Adrian sudah nyenyak dalam tidurnya.


Asyifa mengendap-endap menuju pintu keluar. Dirinya sudah merasa senang, karena sudah berhasil kabur dari rumah sakit. Sekarang Asyifa sudah di rumah teman kerjanya di cafe. Niatnya akan menginap semalam.


"Besok aku akan mencari kostan! Jangan khawatir!" ucap Asyifa dengan senyum tengilnya.


"Bukan masalah itu! Masalahnya, kenapa kamu malam-malam begini, datang mengganggu aku!" ucap temannya dengan kesal. Sedang asyik tidur, malah digangguin. Benar-benar teman ga ada akhlak! Sungutnya dalam hati.


"Ya, maaf! Aku kabur dari rumahku! Aku gak mau di paksa kawin sama nyokap dan bokapku!" ucap Asyifa jujur. Ya, dia selalu jujur dengan sahabat nya itu. Wanita yang bisa bertahan dengan kelakuan dirinya yang absurd dan selalu bikin masalah dimanapun dia berada.

__ADS_1


"Loe selalu aja! Kapan sie loe jadi anak yang manut dengan orang-orang yang sayang sama kamu? Gus itu kasihan sama kedua orangtuamu! Punya anak durhaka macam loe!" tunjuknya Sambil melotot.


"Ya, gimana lagi? Gue masih muda, masih mau senang-senanh dulu! Gue ga mau, menjalani kehidupan pernikahan tanpa cinta. Ogah!" ucapnya lalu tidur di kasur sahabat itu.


"Cinta? Anak bengal kayak loe, apa tahu apa itu cinta? Absurd banget sih, loe!" ucap Yuke, sahabatnya.


"Ya tahu, dong! Emang loe pikir, Gue ini anak ingusan?" sungut Asyifa dengan kesal.


"Udah, Gue ngantuk! Ayo tidur! Kalau masih mau ngomel-ngomel, besok kita lanjut, ye? Iklan bobo cantik dulu!" ucap Asyifa dengan seenak jidatnya kini menguasai kasur sahabat nya. Yang akhirnya mengalah dan memilih tidur di karpet. Yuke paling hapal kelakuan Asyifa, sahabat sejati dirinya, sejak masa SMP dahulu.


Akhirnya dua gadis cantik itu tidur juga. Tanpa perduli masalah apa yang sudah dia berikan kepada Adrian, calon suaminya. Ah, gadis cantik tapi sayang seribu sayang, dia tidak bisa bersyukur karena sudah dijodohkan dengan seorang pria sebaik Adrian.


Kelak, Asyifa akan menyesali hal itu, dan itu sudah terlambat. Karena Adrian benar-benar merasa terhina diperlakukan seperti itu oleh dirinya.


Keesokan harinya, Adrian terbangun, dia syock, ketika mendapatkan kasur calon istrinya kini kosong, dia mencari asyifa ke segala penjuru rumah sakit. Tapi nihil.


"Ah, setan kecil itu benar-benar pembuat onar!" Adrian merutuki dirinya sendiri, karena sudah jatuh dalam pesona seorang Asyifa yang urakan dan seenaknya itu.


"Apa yang harus aku katakan kepada Om Ilham?" Adrian sudah hilang akal. Setelah semalam suntuk di buat gila dengan pengakuan Asyifa yang mengatakan korban perkosa seorang temannya, kini gadis itu menghilang begitu saja, tanpa meninggalkan pesan apapun untuk dirinya, padahal pernikahan dirinya dan gadis itu tinggal 4 hari lagi. Apa ada hal yang lebih memusingkan lagi?


"Ah, aku sebaiknya pulang sekarang! Bertanya kepada Papah dan Mamah, apa yang harus aku lakukan saat ini! Setan kecil itu memang layak mati berkali-kali! Semalaman membuat otakku buntu dan tidak bisa berpikir jernih!" geram sekali Adrian di buatnya. Hilang akal sudah Adrian saat ini, gara-gara Asyifa yang mengaku telah diperkosa.

__ADS_1


__ADS_2