Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
73. Rasya.. oh Rasya


__ADS_3

Mohon dukungan dari semua reader tercinta ya, untuk memberikan like, vote, dan gift seikhlas kalian serta komentar yang membangun agar novel ini menjadi jauh lebih baik lagi. Tanpa dukungan kalian semua, Author bukan apa-apa dan tidak akan sampai ke mana-mana. Dukungan kalian lah yang menjadi penyemangat bagi Author untuk selalu berpikir dan meluangkan waktu dan energi untuk update novel ini setiap harinya untuk menyenangkan kalian semua para pembaca ku yang setia. Terimakasih!


Yuk kita langsung dengan novel kita, yang makin seru saja, alur serta konflik yang ada di dalamnya.


Happy reading for All.


Firman terkesiap mendengarkan semua yang dikatakan oleh Rasya Putra pertamanya. Dia tidak menyangka sama sekali bahwa ternyata Rasya memiliki kepedulian yang begitu besar terhadap Yuke Putri keduanya bersama Laila.


"Yuke kau masuk kamarmu, dan juga, mulai besok kau harus segera pindahkan semua barang-barangmu di kontrakanmu dan kembali tinggal di rumah ini!" perintah Firman dengan tegas dan keras tanpa ingin dibantah sedikitpun oleh putrinya.


Tampak Yuke memayunkan bibirnya menetap sendu ke arah kakaknya. Berbagai perasaan campur aduk di dalam dirinya. Ada rasa bahagia karena ternyata sang kakak memperdulikannya. Ada rasa tidak senang karena gara-gara Rasya, dirinya harus kembali tinggal di rumah itu. Dan hidup di bawah kendari kedua orang tuanya lagi. Kehilangan kebebasannya sebagai pribadi yangmandiri dan juga merdeka.


" Yuke tidak mau tetap tinggal di kontrakan. Yuke ingin memiliki kehidupanku sendiri!" ucap Yuke membantah perintah ayahnya.


"Maka kau harus segera menikah, sehingga kau bisa tinggal di dalam rumahmu sendiri dan mengatur kehidupanmu sendiri, tanpa campur kedua orang tua lagi!" ucap Rasya dengan tatapan tajam kepada adiknya.


"Kak Rasya apaan sih? Seenaknya saja nyuruh-nyuruh orang lain menikah, sendirinya saja belum menikah!" protes Yuke sambil menatap tajam ke arah kakaknya.

__ADS_1


Tampak Rasya terdiam sesaat, kemudian menatap kepada ayahnya. Firman merasa aneh pikirannya dan juga merasa canggung, melihat Rasya yang bicara terlalu panjang saat ini. Tidak seperti biasanya yang selalu diam dan tampak dingin terhadap dirinya maupun keluarga barunya.


"Aku itu seorang laki-laki, terserah aku akan menikah kapan. Aku bisa tinggal di luar sendirian, itu tidak masalah dan tidak akan merusak martabat maupun harkatku sebagai seorang laki-laki. Berbeda denganmu! Kau itu seorang perempuan, seorang gadis, kalau kau ingat!" ucap rahasia sambil menatap Yuke dengan tatapan intimidasinya.


Yuke kehabisan kata-kata, untuk membantah kakaknya. Yang telah banyak sekali bicara malam ini dan mengatur jalan hidupnya.


"Yuke, semua yang dikatakan oleh Rasya itu benar. Mama setuju dengannya. Kalau kau ingin tinggal di luar sana dan lepas dari kami. Pergilah menikah dan dapatkan seorang suami dengan cepat. Maka kami tidak akan memaksamu untuk tinggal bersama kami lagi!" ucap Laila dengan tegas sambil menatap tajam ke arah Yuke yang kini langsung lemas tak bertenaga.


Yuke menatap satu persatu wajah Rasya, Ayah dan Ibunya. Kemudian dia duduk di sofa yang sejak tadi hanya dia pandangi saja. Karena dia tidak berani duduk, ketika melihat mereka semua juga berdiri menghakiminya.


"Kalian semua benar-benar keterlaluan padaku. Bagaimana mungkin dalam satu malam, kalian semua mengadiliku seperti ini dan memaksaku untuk menikah. Sementara aku tidak mempunyai seorang kekasih sama sekali!" ucap Yuke dengan lemas, di sofa yang sedang dia duduk saat ini.


"Aku akan mencarikan calon suami untukmu, mungkin salah satu diantara teman-temanku, ada yang akan bisa menyentuh hatimu. Dan sanggup membuatmu jatuh cinta. Dan yang terpenting dia bersedia menjadikanmu sebagai istrinya!" ucap Rasya, sambil menatap adiknya yang kini melihatnya dengan sinis dan ada kemarahan di dalamnya.


"Apakah kau yakin kalau kamu mempunyai seorang teman? Selama aku bekerja denganmu, aku hanya melihat kau sibuk bekerja. Bahkan seorang teman wanita pun kau tidak punya!" ucap Yuke dengan sinis kepada kakaknya yang saat ini menatapnya dengan tajam.


Tampak Rasya merasa tidak senang, dengan apa yang diucapkan oleh Yuke tadi. Yang menyinggung tentang dirinya. Bagaimana dirinya bergaul dengan masyarakat.

__ADS_1


"Apakah aku memiliki seorang teman, harus aku publikasikan dan aku umumkan? Apakah penting seperti itu?" tanya Rasya dengan nada sarkas, sambil menatap tajam ke arah Yuke, yang kini menatapnya dengan penuh kebencian.


Iyalah Bagaimana Yuke tidak benci kepada Rasya? Hanya dalam semalam dirinya harus kembali pindah ke rumah kedua orang tuanya. Dan kini sedang dipaksa untuk menikah. Kehidupan Yuke jungkir balik hanya dalam satu malam gara-gara Rasya.


"Coba aku ingin tahu, teman seperti apa yang ingin kau kenalkan kepadaku. Apakah dia akan memenuhi standar ku untuk menjadi calon suamiku. Temanmu yang ingin kau jadikan sebagai suamiku!" ucap Yuke dengan nada tinggi menantang Rasya.


"Kau pindahkan semua barang-barangmu, dan tinggallah kembali di sini. Maka aku akan segera membawakan calon suami untukmu!" ucap rahasia kemudian meninggalkan kediaman ayahnya tanpa menunggu jawaban Yuke, adiknya.


Yuke dan Laila hanya bisa menatap kepergian Rasya yang tanpa pamit. "Masuklah segera ke kamarmu, Yuke! Besok Mama akan datang ke kontrakan kamu dan mengambil semua barang-barangmu di kontrakan. Dan Kamu tidak boleh membangkang lagi dengan perintah dari papamu!" ucap Laila dengan tegas kemudian meninggalkan Yuke orang diri di ruang tamu.


Akhirnya dengan penuh keterpaksaan dan rasa malas. Yuke pun melangkahkan kakinya ke kamar yang selalu dia tempati apabila dia menginap di rumah ayah dan ibunya.


"Eh ada apa sih, dengan Kak Rasya? Tiba-tiba saja dia bersikap seperti itu seakan-akan dia itu adalah betul-betul kakakku!" gerutu Yuke, kembali mengingat Apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Rasya malam ini.


"Tunggu dulu! Dari mana Kak Rasya tahu kalau aku ini adalah adiknya? Bukankah tadi aku langsung pergi ketika melihat dia di pestanya Adrian?" tanya Yuke kepada dirinya tentang bagaimana caranya Rasya mengetahui tentang identitasnya.


"Dia sungguh sangat menakutkan sebagai seorang kakak. Sebagai seorang atasan di cafe saja, dia sudah sangat menakutkan. Sekarang dia mengetahui bahwa aku adalah adiknya. Oh Tuhanku, dia ternyata jauh lebih menakutkan! Rasya oh... Rasya!" teriak Yuke sekencangnya, menyuarakan kekesalannya saat ini. Tentang Rasya yang semena-mena telah merubah garis hidupnya saat ini, dengan mengatasnamakan statusnya sebagai seorang kakak.

__ADS_1


__ADS_2