Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
133. Kenangan Pahit


__ADS_3

Marco kesulitan menelan ludahnya sendiri mendengarkan semua penuturan ayahnya yang begitu keras dan tegas terhadap dirinya.


" Maafkan Marco Pah kalau Papa merasa saya sebagai beban bagi keluarga ini." ucap Marco sambil menundukkan kepalanya, karena dia tidak berani untuk menatap wajah ayahnya yang saat ini sedang melotot ke arahnya dengan tatapan penuh horor.


" Sudah pergi sana ke clubmu. Kau bereskan semua kekacauan itu. Dan jangan coba-coba lagi kau berbuat aneh-aneh ataupun memberikan masalah kepada keluarga kita lagi atau Papa tidak akan pernah mau membantumu untuk membereskannya!" ucap ayahnya Marco dengan tegas.


Marco yang pada dasarnya memang sudah ketakutan terhadap ayahnya Dia segera berlari dan menjauh dari ayahnya karena tidak mau lagi mendengarkan omelan sang ayah yang selalu membuatnya merasa semakin berkecil hati.


' Tidak tahu kenapa. Papa hanya selalu memuji Kak Grace sementara Papa selalu menghinaku dan tidak pernah merasa puas dengan apapun yang aku lakukan!' batin Marvel ketika dia meninggalkan kediaman ferguso dengan penuh perasaan putus asa.


Marco yang sepanjang hidupnya tidak merasa dicintai oleh ayahnya karena selalu dibandingkan dengan kakaknya yang sempurna dan tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Kini dia merasa semakin membenci kakaknya dan sedang menyusun suatu rencana untuk membuat kakaknya itu dibenci oleh ayahnya.


" Mungkin dengan cara aku menghalangi dia untuk bisa mendekati Cakra Gimana bisa membuat nama kakakku hancur sehancur-hancurnya di hadapan Papaku!" ucap Marko dengan tersenyum sinis ketika dia melihat kakaknya yang saat ini sedang bersiap-siap untuk pergi ke Indonesia dalam rangka menjalankan misinya untuk bisa menaklukkan Cakra Abimana.


" Silakan kau tertawa senang saat ini. Tapi percayalah! Aku pasti akan membuatmu dibenci oleh ayah dan ayah tidak akan lagi menatapmu sebagai anak kesayangannya!" ucap Marco sambil menatap sinis kepada Grace yang sekarang masih menatapnya dengan mengerutkan keningnya.


" Ada apa dengan laki-laki itu? Ya Tuhan! Dia semakin dewasa, tetapi kelakuannya semakin kekanak-kanakan!" ucap Grace sambil terus berusaha untuk mencoba mengerti tentang kelakuan adiknya.


Grace yang sudah bersiap-siap untuk pergi ke Indonesia. Dia lebih memilih untuk menggunakan pesawat komersial biasa daripada menggunakan jet pribadi milik keluarganya.


" Hati-hati Grace! Kau jangan coba-coba untuk bermain api dengan seorang Cakra Abimana. Bagaimanapun akan sangat riskan kalau sampai terjadi bentrokan di antara dua keluarga!" ucap Ferguso ketika dia mengantarkan putrinya ke bandara.


" Ya Pah! Papa jangan khawatir, pasti Grace akan selalu berhati-hati dan mengingat semua pesan dari papa. Tapi yang jelas, Papa harus mendoakan untuk keberhasilan misi Grace saat ini yaitu membuat Cakra Abimana dan membuat dia bertakluk dihadapan Grace!" ucap Grace dengan wajah berbinar.


" Kau sangat berbeda dari 5 tahun yang lalu. Papa yakin kalau Cakra sudah tidak mungkin akan mengenalimu. Asal kau mendekatinya dengan identitas baru!" ucap Ferguso memberikan saran kepada Grace untuk mendekati Cakra.

__ADS_1


" Tidak Pah! Grace akan berhadapan dengan Cakra dengan identitas Grace yang asli!" ucap Grace dengan senyum penuh kepercayaan diri kepada ayahnya.


Grace langsung berpamitan kepada ayahnya ketika dia mendengar bahwa nomor penerbangan yang akan dia tempati akan segera Lepas Landas meninggalkan Prancis.


' Selamat tinggal Prancis! Kalau aku berhasil mendapatkan pangeran yang kuimpikan, mungkin aku tidak akan menginjakkan kaki lagi di sini. Karena aku akan berjuang untuk selalu berada di sampingnya!' batin Grace ketika dia melihat Prancis untuk yang terakhir kalinya ketika dia memasuki pesawat yang akan membawanya terbang ke Indonesia.


' Aku pasti akan berjuang untuk meraih impianku dan aku tidak akan menyerah sama sekali!" batin Grace sambil menatap awan-awan yang kini sedang berarak di hadapan matanya.


Grace menatap ke jendela dan menetap awan-awan yang seakan berlarian di belakangnya.


Perjalanan panjang Prancis menuju Jakarta. Telah membuat tubuh Grace sangat kelelahan. Sehingga akhirnya dia pun terjatuh dalam tidur yang begitu lelap.


Sementara itu Cakra Abimana yang berada di antara para penumpang di pesawat yang sama yang saat ini ditempati oleh Grace.


Cakra yang ingin menikmati rasa ketika menggunakan pesawat komersial. akhirnya merengek kepada ayahnya untuk diizinkan pulang ke Indinesia dengan menggunakan pesawat komersial.


' Ya ampun ternyata begini rasanya menaiki pesawat komersial dengan begitu banyak penumpang yang berasal dari berbagai kalangan' batin Cakra sambil melihat sekeliling di mana begitu banyak orang berkumpul di dalam satu pesawat dengan berbagai macam karakteristik mereka.


' Saat aku menggunakan jet pribadiku, rasanya begitu sepi dan tidak ada suara apapun. Lihatlah di pesawat ini, sekarang begitu banyak suara dan keramaian!' batin Cakra seakan terpesona melihat begitu banyaknya penumpang yang ada di dalam pesawat yang saat ini dia tempati.


' Ketika menggunakan jet pribadiku semuanya begitu eksklusif bagiku sendiri para pramugari hanya melayaniku sendiri tetapi di sini satu pramugari harus melayani begitu banyak penumpang yang membutuhkan mereka!' tidak ada henti-hentinya Chakra bermonologi dan membatin tentang suasana pesawat komersial yang saat ini ditempati.


Cakra sengaja mengambil kelas ekonomi hanya untuk mencicipi menjadi rakyat jelata.


Cakra yang sudah merasa bosan dengan kehidupan tingkat sultannya kini mencoba untuk berbaur dengan rakyat biasa di dalam pesawat komersial itu.

__ADS_1


Sementara Grace yang mengambil tiket eksekutif Kini dia berada di ruangan yang sesuai dengan kelas tiket yang dia bayar.


Jadi sangat pantas. Kenapa mereka berdua tidak bertemu walaupun berada di dalam satu pesawat.


Sementara Andika, Bayu dan Amanda yang menggunakan jet pribadi milik keluarga Abimana. Sekarang mereka sudah sampai di kediaman utama keluarga Abimana yang ada di Jakarta.


Tampak raut kelelahan di wajah Andika yang saat ini langsung menuju ke dalam kamarnya. Tanpa mempedulikan Amanda yang masih sedikit canggung untuk kembali ke kediaman Abimana yang begitu mengagumkan.


" Rasanya aku sangat tidak pantas untuk beribadah di sini. Setelah apa yang dilakukan oleh ibuku terhadap Mama Kesya!" ucap Amanda ketika dia menginjakkan kakinya untuk pertama kali setelah selama 1 tahun lamanya dia pergi ke Prancis untuk menenangkan dirinya setelah mengetahui sebuah kenyataan bahwa ibunya lah yang telah membunuh istri dari ayahnya.


Tampak mata Amanda yang mulai berkaca-kaca. Ketika dia mengingat masa tersulit dalam keluarga Abimana grup. Ketika Kesya yang meninggal secara mendadak gara-gara diracun oleh ibunya.


" Maafkan Mama Amanda karena sudah membuat Mama Kesya pergi begitu cepat!" ucap Amanda lirik sambil berusaha untuk menguatkan hatinya agar bisa tinggal di kediaman Abimana kembali.


" Kenapa kamu hanya melamun di situ saja? Masuklah ke dalam kamarmu dan beristirahatlah. Karena besok kau harus menyiapkan segala sesuatu tentang acara pernikahanmu bersama dengan Bayu!" Amanda tersentak ketika mendapatkan ayahnya yang ternyata sudah berada di belakangnya.


" Amanda hanya tiba-tiba teringat tentang Mama Kesya!" ucap Amanda dengan suara serak karena saat ini dia sedang merasakan kesedihan yang luar biasa.


" Lupakanlah semua itu. Hal. Itu sudah masa lalu. Mama Kesya sekarang pasti sudah tenang di alam sana. Mari kita doakan saja yang terbaik untuk mamamu di alam sana!" ucap Andika dengan suara bergetar karena dia pun berusaha untuk menenangkan perasaannya sendiri ketika mengingat tentang istrinya yang tercinta.


" Bahkan Papa sampai sekarang belum menikah lagi!" ucap Amanda sambil menatap ayahnya yang terkejut.


" Papa tidak akan pernah menikah lagi karena papa hanya menginginkan mamamu saja!" ucap Andika dengan suara bariton. Kemudian dia langsung meninggalkan Amanda di ruang tamu dalam kebingungan.


" Pergilah ke kamarmu dan Istirahatlah tidak usah memikirkan hal-hal yang tidak penting! Doakan saja Mama Kesya di dalam sana. Kau tidak usah menyesali apa yang sudah terjadi!" ucap Andika sambil masuk ke dalam kamarnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2