Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
147. Akan Ku Lamar Kau Dengan Basmallah


__ADS_3

Rasya berusaha sangat keras untuk bisa melupakan Yuke yang sekarang sudah berbahagia dengan suaminya dan hidup di luar negeri.


" Semoga aku bisa cepat move on dan melupakan semuanya!" ucap Rasya sambil terus menatap ke arah Cakra dan Grace yang tampak sedang asyik bercakap-cakap.


Sementara itu Cakra dan Grace sudah berniat untuk meninggalkan kafe.


" Bagaimana kalau aku main ke kantormu?" tanya Grace kepada Cakra.


" Jangan! Kak Adrian itu sangat rewel nanti kamu dikira pacarku lagi! Nanti dia akan ribut menyuruhku untuk segera menikahimu!" ucap Cakra menghentikan keinginan Grace untuk berkunjung ke kantornya.


" Aku tidak apa-apa kok kalau disuruh menikah denganmu!" ucap Kris sambil mengulas senyum kepada Cakra.


" Jangan bercanda pernikahan itu bukan permainan!" ucap Cakra sambil melangkahkan kakinya ke arah mobil miliknya.


Grace tampak cemberut mendengarkan perkataan Cakra.


" Memangnya kenapa kau tidak mau menikah denganku?" tanya Grace langsung berhenti di tengah jalan dan tidak melanjutkan langkah kakinya.


" Orang tuaku sudah menjodohkanku jadi aku tidak bisa menikahimu!" ucap Cakra dengan nada serius.


" Jadi maksud kamu, kamu akan menerima perjodohan yang diajukan oleh orang tuamu?" tanya Grace dengan mata berkaca-kaca.


" Ayahku tidak pernah memaksaku untuk menerima perjodohan itu. Akan tetapi aku ingin menghormati teman ayahku yang sudah menawarkan putrinya untuk menjadi istriku!" ucap Cakra sambil menatap kepada Grace yang mulai menitiskan air matanya.


" Kau sudah pernah bertemu dengan calon istrimu?" tanya Grace dengan perasaan sedih.


" Rencananya minggu ini calon istriku akan datang ke Indonesia bersama dengan ayahnya!" ucap Cakra kepada Grace.


" Minggu ini?" tanya Grace seperti orang linglung.


" Yah Ayahku mengatakan bahwa dia akan datang minggu ini ke Indonesia dari Prancis!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Grace.

__ADS_1


" Kalau boleh aku tahu siapa nama keluarga calon istrimu?" tanya Grace dengan berdebar-debar hatinya.


" Ferguso kayaknya. Pokoknya semacam itu. Aku pun tidak terlalu paham Karena ayahku tidak pernah membahasnya lagi!" ucap Cakra sambil mulai menstarter mobilnya.


Mendengarkan perkataan Cakra seketika air mata Grace berhenti.


" Jadi kau sudah memutuskan untuk menerima perjodohanmu dengan gadis itu?" tanya Grace dengan mata berbinar.


" Aku akan bertemu dengan gadis itu. Kalau kami cocok. Mungkin aku akan menerimanya sebagai Istriku. Kalau tidak aku akan mundur dari Perjodohan ini!" ucapan Cakra seketika meluluh lantakkan hati Grace yang tadi merasa bahagia. Tapu kini merasakan hatinya terombang-ambing di antara lautan yang begitu luas.


" Memangnya apa yang membuatmu merasa cocok dengan seorang gadis dan membuatmu mau menerimanya sebagai calon istrimu?" tanya Grace dengan penasaran.


" Aku hanya berharap nyaman dengan dia dan bisa berkomunikasi dengan baik!" ucap Cakra sambil fokus menyetir.


" Kau juga nyaman denganku dan bisa berkomunikasi denganku. Terus kenapa kau tidak mau menikah denganku?" tanya Grace dengan cemberut.


" Kan tadi aku sudah bilang. Kalau orang tuaku sudah mengatur perjodohanku. Aku akan mencoba dulu. Bagaimanapun aku tidak bisa hanya menolak saja tanpa mencoba untuk mengenal calon istriku!" ucap Cakra berusaha untuk meyakinkan Grace.


" Memangnya kenapa kau ingin menikah denganku? Bukannya sejak dulu kita tidak pernah membicarakan hal seperti ini?" tanya Cakra kepada Grace.


" Dulu aku tidak percaya kepada diriku sendiri. Aku merasa minder untuk berdampingan denganmu. Oleh karena itu aku selalu memendam perasaan cintaku untukmu!" ucap Grace sambil menundukkan kepalanya.


" Di mataku kau itu istimewa. Karena sampai saat ini hanya kamu wanita yang pernah begitu dekat denganku selain Sulis tentu saja! Walaupun publik mengetahui bahwa aku adalah seorang Casanova. Akan tetapi pada kenyataannya tidak banyak perempuan yang dekat denganku. Bahkan mungkin bisa dihitung dengan jari!" ucap Cakra sambil mengulas senyum kepada Grace.


" Aku tuh laki-laki yang membosankan. Lebih baik Kau melupakan keinginanmu untuk menikah denganku!" ucap Cakra.


" Kalau kau mau tahu aku sudah mencintaimu sejak saat semester 1. Sejak aku pertama kali melihatmu di kampus. Sejak pertama kali kau menyapaku sebagai seorang teman walaupun fisikku yang membuat aku tidak percaya diri untuk mendekatimu dengan atas nama cinta!" ucap Grace.


" Aku tidak pernah memandang orang dari fisiknya. Selama dia baik hati dan bisa menghargaiku. Aku pasti akan nyaman bersamanya!" ucap Cakra sambil menatap Grace.


Grace tampak terdiam memikirkan semua yang dikatakan oleh Cakra kepadanya.

__ADS_1


" Sudahlah! Jangan dipikirkan kalau kita berdua memang berjodoh pasti suatu saat akan bertemu dan hati kita akan bertaut dalam cinta. Akan tetapi, kalau aku memintamu untuk menjadi seorang mualaf. Apakah kau bersedia?" tanya Cakra.


" Asalkan bisa menikah denganmu aku rela melakukan apapun!" ucap Grace dengan mengulas senyum termanis kepada Cakra.


" Aku ingin kau menjadi mualaf adalah karena kesadaranmu sendiri. Bukan karena aku. Bagaimana kalau suatu saat nanti aku menyakitimu? Apakah kemudian kamu akan berpikir bahwa agamaku jelek?" tanya Cakra.


" Tentu saja tidak. Agama adalah agama. Pribadi adalah pribadi. Tidak bisa dicampur adukkan!" ucap Grace dengan mantap.


" Baguslah kalau kau sadar seperti itu! Aku akan membawamu bertemu dengan Kak Adrian. Biarkan dia yang membimbingmu untuk mengucapkan dua kalimat syahadat!" ucap Cakra sambil mengulas senyum kepada Grace.


" Akan ku lamar kau dengan dua kalimat syahadat!" ucap Grace kepada Cakra.


" Akan ku lamar kau dengan basmalah!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Grace.


" So, lamarlah aku!" ucap Grace dengan wajah berbinar.


" Ayolah Grace! Tolong mengerti apa yang kau katakan. Bahwa aku sudah dijodohkan oleh ayahku dan minggu depan Gadis itu akan datang ke Indonesia untuk bertemu denganku!" ucap Cakra menggelengkan kepalanya.


' Apakah aku harus mengatakannya sekarang kepada Cakra atau tidak ya? Bahwa gadis yang akan dijodohkan itu adalah aku?" batin Grace sambil melirik ke arah Cakra yang sekarang sedang menepikan mobilnya.


" Bukankah ini adalah kantormu? Tadi kau bilang tidak akan membawaku kemari!" ucap Grace merasa penasaran.


" Bukankah tadi aku sudah mengatakan padamu? Aku akan membawamu kepada kakakku yang akan menuntunmu untuk membaca dua kalimat syahadat!" ucap Cakra sambil keluar dari mobil dan menggandeng tangan Grace menuju ruangan milik Adrian.


Semua mata tertuju kepada mereka berdua. Bisik-bisik para gadis mulai terdengar karena merasa cemburu melihat Cakra yang menggandeng seorang gadis cantik masuk ke dalam kantor Abimana grup.


" Wah Siapa ya Gadis yang bersama dengan tuan muda Cakra sungguh beruntung bisa digandeng oleh tangannya!" ucap seorang gadis berambut panjang yang langsung histeris ketika Cakra melemparkan senyum kepadanya.


" Dia Milikku tidak usah Kau melihatnya!" ucap Grace kepada para wanita yang saat ini sedang mengagumi ketampanan Cakra.


" Apa yang kau katakan?" tanya Cakra sambil protes kepada Grace yang hanya bisa meringis melihat ekspresi Cakra.

__ADS_1


" Jangan membuat sesuatu yang akan menjadi gosip Apalagi aku sudah memiliki calon tunangan jangan sampai nanti menjadi bumerang untuk hubunganku dengan sahabat ayahku!" ucap Cakra protes kepada Grace tetapi Grace sama sekali tidak memperdulikan omongan Cakra kepadanya.


__ADS_2