Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
52. Syifa Cemburu?


__ADS_3

"Hah! Aku rasa, itu cuma alasan tipu-tipu yang kukatakan. Tidak mungkin Syifa mengatakan itu. Aku tahu banget, Abinya itu nggak akan ngizinin Syifa untuk belajar ke Perancis. Sejak dulu Shifa selalu minta itu, tapi tidak pernah disetujui. Jadi, saya rasa alasan itu bukan yang sebenarnya. Ayo cepat! Katakan sejujurnya! Apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian?" tanya Yuke, terus mengejar Adrian. Mengenai alasan yang sebenarnya dibalik dibatalkannya pernikahan antara Adrian dan Syifa.


"Sebenarnya, alasannya karena foto ini. Foto yang tadi aku tunjukkan padamu. Waktu itu, aku terlanjur emosi dan aku, ya, aku____menuduh Syifa telah berselingkuh! Dan Syifa marah hingga akhirnya dia meminta untuk dibatalkan pernikahan ini!" ucap Adrian pelan, sambil menundukkan kepalanya. Tampaknya dia menyesali perbuatannya itu.


"Apa sekarang kau menyesal?" tanya Yuke.


"Kalau dikatakan Aku menyesal atau tidak, aku tidak tahu. Yang jelas, aku kecewa dengan keputusan Syifa yang terkesan sepihak. Ya, aku, aku melihat kekecewaan juga di mata kedua orang tuaku. Aku merasa gagal aja gitu, sebagai anak, untuk membahagiakan kedua orang tuaku. Kedua orang tuaku tulus ingin mengikat hubungan bersama dengan keluarganya Syifa. Dahulu kedua orang tua Kami, sempat akan menikah! Tetapi, tidak jadi karena Mamaku yang diculik oleh Papaku. Jadi, Papa merasa bersalah. Karena itu, dia Mencetuskan ide perjodohan ini. Berharap keluarga kami bisa bersatu!" ucap Adrian.


"Rumit juga ya, kisah keluarga kalian! Yah, aku sih, berharap! Semoga kalian betul-betul bisa menikah dan kamu bisa memperbaiki kelakuan Syifa. Yang, Ya, begitulah! Urakan dan manja. Tapi, Syifa adalah wanita yang baik kok! Dia pribadi yang hebat!" ucap Yuke.


"Tau nggak? Kamu ini sudah persis seperti seorang sales! Yang sedang mempromosikan sebuah barang. Hahahaha! Kau sangat lucu!" ucap Adrian sambil tertawa.


Tetapi Yuke dapat membaca, ada kesedihan di dalam tawa tersebut. Yuke tahu, bahwa Adrian kini sedang mengalami kekecewaan karena keputusan ceroboh seorang Syifa.


'Sepertinya, aku harus membantu mereka berdua untuk menyadari bahwa sebetulnya mereka berdua itu saling mencintai!' bathin Yuke.

__ADS_1


Yuke bisa melihat, bahwa sebetulnya Adrian mencintai Syifa. Pun juga begitu dengan Syifa. Tetapi mereka berdua, sama-sama belum mengetahui hal tersebut. Mungkin karena ego dan kesombongan masing-masing. Sehingga tidak mau saling mengakui. Yuke hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, melihat tingkah kedua orang tersebut. Yang karena keegoisan dan emosi sesaat bahkan membatalkan rencana pernikahan mereka yang sudah siap 100%. Sehingga membuat malu kedua keluarga.


"Eh, tanpa terasa, ini sudah jam makan siang loh! Nggak terasa! Perutku sudah lapar! Ayo! Aku bawa kamu ke cafe di dekat sini. Makanan enak dan pas di kantong mahasiswa seperti kamu! Saya yakin, pasti kau suka!" ucap Adrian sambil bangkit dari kursinya lalu mengajak Yuke untuk mengikutinya ke parkiran.


Tampak Cakra dan kekasihnya memperhatikan Adrian bersama Yuke. Terlihat Cakra mengerutkan keningnya, merasa heran dengan kelakuan Sang kakak. Yang baru saja membatalkan pernikahan dengan Syifa. Dan kini, sudah jalan berdua dengan seorang gadis cantik yang lain.


"Gue nggak nyangka! Kalau kakak gue itu ternyata playboy juga! Ya ampun! Kalau Papa sama Mama melihat ini, pasti mereka akan marah! Mereka pikir, selama ini Syifa yang sudah bertingkah dengan meminta untuk membatalkan pernikahan. Ternyata biangnya adalah kakak gue!" Cakra tampak sedang mengabadikan momen-momen itu, saat Adrian membukakan pintu dan menaruh telapak tangannya di atas kepala Yuke.


Tampak seperti seorang kekasih yang begitu romantis terhadap wanita yang dia cintai. Cakra sampai berdecak kagum dengan apa yang dia lihat. Sulis hanya menggeleng melihat kelakuan kekasihnya.


Seketika Cakra menatap wajah Sulis dengan serius, " Apa yang kau katakan memang benar! Tetapi, Ini baru pertama kalinya, aku lihat Mas Adrian, melakukan hal seperti ini terhadap seorang perempuan. Biasanya Kakakku itu selalu menjaga dirinya dan menjaga jarak dengan seorang perempuan. Makanya, aku heran ketika melihat kakakku memperlakukan seorang perempuan seperti ini. Bukan maksudku akan memfitnah dia!" ucap Cakra membela dirinya. Sulis tampak misuh musuh.


"Serah loe, deh! Tapi yang jelas ya, gue kagak ikut-ikut! Kalau terjadi apa-apa dengan lu, sama kakak lu. Jangan ajak-ajak gue! Gue udah ngingetin ya? Tapi lu yang nggak mau denger!" Sulis memilih untuk masuk ke mobil dan meninggalkan Cakra, dengan prasangkanya terhadap Adrian dan wanita yang sedang bersamanya sekarang.


Sementara itu, Adrian dan Yuke sudah pergi menuju cafe. Yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor Adrian.

__ADS_1


Di sana ternyata sudah ada Syifa dan Rasya yang juga sedang makan siang bersama. Akhirnya kedua pasangan tersebut pun saling menatap curiga satu sama lain.


"Boleh kita gabung nggak?" tanya Yuke kepada Syifa.


"Silakan aja! Mejanya juga bukan meja gue, kok! Mejanya miliknya pemilik Cafe! Emangnya masalah gitu, buat gue kalau kalian gabung?" sengit Syifa geram.


Yah! Saat ini di hati Syifa ada semacam kemarahan. Melihat Adrian sang calon suami akan makan siang bersama Yuke, sahabatnya! Perasaan prasangka curiga akhirnya semakin kuat di dalam hati Syifa. Bahwa ada hubungan antara Adrian dan Yuke, hubungan yang tidak biasa. Mata Syifa terus memperhatikan interaksi antara Adrian dan Yuke. Hatinya semakin panas, ketika melihat Adrian yang memperhatikan Yuke dengan begitu mesra.


Syifa yang merasa marah, dengan perbuatan Adrian. Akhirnya pun memilih untuk membalas perbuatan itu dengan bersikap manja kepada Rasya. Sehingga membuat Adrian semakin yakin, bahwa memang ada hubungan spesial antara keduanya.


Yah! Pasangan calon pengantin baru itu, mereka telah termakan oleh prasangka negatif yang ada di kepala mereka sendiri. Itulah akibat dari kurangnya komunikasi yang baik di antara mereka. Saling jaga ego dan gengsi untuk mengakui perasaan masing-maaing! Sehingga menimbulkan prasangka buruk dan akhirnya menimbulkan pemikiran yang buruk antara pasangan yang lain.


Hubungan Syifa dan Adrian semakin memburuk. Setelah kejadian makan siang tersebut. Mereka berdua semakin menjaga jarak dan semakin yakin bahwa rencana pernikahan mereka akan berakhir dengan pasti.


"Mas Rasya! Habis ini, kita nonton ke bioskop ya? Kayaknya tadi aku lihat ada film baru yang bagus!" ucap Syifa sambil bermanja kepada Rasya.

__ADS_1


Adrian merasa panas hatinya, melihat calon istrinya begitu manja kepada Rasya. Laki-laki yang pernah dia lihat di malam sebelum pernikahannya. Sekarang Adrian semakin yakin, bahwa memang hubungan keduanya bukan hanya hubungan yang biasa saja. 'Pasti ada hubungan spesial di antara mereka berdua.' bathin keduanya. Pandangan matanya keduanya horor ke arah satu sama lain.


__ADS_2