Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
97. Penjelasan


__ADS_3

Sekarang semua orang di keluarga Abimana sedang berkumpul di ruang kerja milik Andika. Rasyid dan ibunya, Adrian, Cakra, Merry dan juga Alvian, Farhan dan istrinya, Syifa dan Kiai Ilham beserta Qonita dan juga Amanda tentu saja.


"Tolong jelaskan Pah, tentang kematian Mama Apakah benar kalau mama dibunuh oleh orang?" Cakra tampak penasaran sekali dia terus menatap wajah ayahnya yang menunduk sedih dan kalut.


"Kami melakukan otopsi dan ditemukan zat arsenik di dalam tubuh mama!" Adrian menjawab pertanyaan Cakra.


Mata Cakra memboleh sempurna Dia sangat terkejut mendengarkan keterangan dari kakaknya, "Apakah itu benar Pah? Jadi benar kalau mama ada yang membunuh?" Andika kemudian mengotak-atik ponselnya.


Kemudian dia meminta kepada semua orang untuk melihat ke sebuah layar besar yang ada di ruang kerjanya.


"Coba kalian perhatikan CCTV itu apa yang kalian tangkap di sana?" ucap Andika pelan.


Kmudian Andika duduk dan melihat rekaman CCTV yang dikirimkan oleh petugas CCTV tempat Hotel mereka kemarin menginap.


Semua mata tertuju kepada layar besar, melihat semua kejadian di dalamnya. Napas mereka seakan berhenti ketika melihat seorang pelayan memberikan sebuah minuman kepada Kesya.


kemudian berputar lagi sebuah video yang lain yang menunjukkan pelayan itu menemui seseorang yang wajahnya tertutup dan seseorang itu memberikan sebuah amplop kepada pelayan yang tadi memberikan minuman kepada Kesya.


Andika menghentikan CCTV tersebut, kemudian dia menatap kepada semua orang yang ada di ruangan itu.


"Di antara kalian, apakah ada yang mengenal perempuan yang memberikan amplop kepada pelayan itu?" tanya Andika sambil menatap semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


Amanda tampak sangat gelisah duduk di kursinya. Sekali-kali dia menatap kepada Adrian dan juga Cakra. Kemudian dia menatap lekat kepada ayahnya yang saat ini juga sedang menatapnya penuh dengan kecurigaan.

__ADS_1


"Amanda apakah kau ingin mengatakan sesuatu kepada ayah?" tanya Andika sambil menatap tajam kepada putrinya itu.


"Tidak Pah! Amanda tidak ingin mengatakan apapun!" ucap Amanda sambil menundukkan kepalanya.


Andika kemudian memutar kembali video tersebut dan di sana menampakkan sebuah parkiran mobil.


Di mana seorang perempuan yang tadi memberikan amplop kepada pelayan itu sudah membuka penutup kepalanya. Dan betapa terkejutnya Amanda ketika melihat wanita itu adalah ibu kandungnya sendiri.


"Mama? Bagaimana mungkin pembunuh itu adalah Mamaku?" ucap Amanda terkejut luar biasa dengan apa yang dia lihat.


Amanda seakan mendapatkan serangan bom atom mendadak. Dia sangat terkejut sekali mendapatkan kenyataan di dalam layar CCTV itu ada Mamanya yang terekam di sana. Mamanya memberikan amplop kepada pelayan yang tadi memberikan minum kepada ibu tirinya. Kesya.


"Pah tidak mungkin kalau mama yang merencanakan pembunuhan Mama Kesya!" ucap Amanda sambil bersujud di kaki Andika dan kini air matanya sudah berderai.


"Polisi yang akan memutuskan. Apakah ibumu pembunuhnya atau bukan. Sekarang ibumu sudah ditangkap oleh polisi dan sebentar lagi akan diadili di pengadilan!" ucap Andika sambil mengelus rambut putrinya.


Cakra yang melihat rekaman tadi, kedua tangannya sudah mengepal buku-buku jarinya sudah memutih. Giginya sudah menggeram sempurna. Cakra menatap Amanda geram.


"Kalau benar terbukti, bahwa Mama Kak Amanda yang membunuh Mamaku. Aku pasti tidak akan pernah memaafkannya Kak! Dan aku juga mungkin tidak akan bisa memaafkan Kak Amanda!" ucap Cakra dengan berlinang air mata dan terus menatap kepada Amanda yang saat ini sedang menundukkan kepalanya. Karena sedih dan malu.


Bagaimana kalau benar adalah Manda yang telah membunuh ibu tirinya? Sungguh Itu adalah sebuah perbuatan yang sangat keji.


Bagaimana mungkin ibunya Amanda bisa melakukan hal seperti itu?

__ADS_1


Setelah semua perbuatan baik yang dilakukan oleh Kesya kepada anak hasil hubungan satu malamnya bersama Andika?


Perempuan mana yang akan mau menerima anak hasil hubungan one night stand dari suaminya? Dan mau merawatnya seperti Putrinya sendiri?


Hati Keisha yang terbuat dari emas. Dia yang sudah memberikan kehidupan layak dan kehidupan mewah untuk seorang Amanda.


Anak yang terlahir dari sebuah kecelakaan yang tidak diketahui oleh suaminya sendiri. Dan sekarang ternyata mereka mendapatkan kenyataan bahwa perempuan itulah yang telah begitu tega membunuh Kesya.


Tidak ada yang sanggup untuk berkata apapun di dalam ruangan itu. Karena semua orang sekarang pikiran sibuk memikirkan segala kemungkinan yang terjadi dalam kasus pembunuhan itu.


"Kami sudah menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian. Kita hanya tinggal menunggu persidangan saja. Kalaupun nanti ada fakta-fakta yang lain, pasti kita akan mengetahuinya. Kau jangan takut Amanda. Papa masih menyelidiki kasus ini dengan teliti!" Andika mendekati putrinya dan membangunkan Amanda yang saat ini sedang bersimpuh di kakinya.


"Cakra kalaupun benar adalah ibu kandungnya Amanda yang telah membunuh Ibumu. Itu tidak ada hubungannya dengan kakakmu. Kakakmu selama ini hidup di keluarga kita dengan baik-baik dan dia sudah lama tidak berhubungan dengan ibu kandung nya. Kita tidak adil kalau sampai menghukum kakakmu untuk kesalahan yang tidak dia lakukan!" ucap Farhan mencoba untuk menasehati Cakra agar jangan sampai membenci Amanda yang tidak bersalah.


"Kakek bener, Cakra! Kak Amanda sudah lama sekali tidak berhubungan dengan ibu kandungnya itu. Akan tidak adil kalau sampai kita membenci Kak Amanda. Kita tunggu saja hasil persidangan dan kau jangan gegabah untuk membenci orang yang tidak bersalah!" Adrian pun ikut menasehati Cakra Dia menepuk bahu adiknya untuk memberikan kekuatan kepada Cakra yang sejak tadi wajahnya sudah pucat.


"Banyak kejanggalan dalam kasus Ibu kalian. Kakek yakin, akan ditemukan lebih banyak fakta di baliknya. Setelah tim penyelidik menyelidikinya secara mendalam. Kita jangan mengambil kesimpulan untuk saat ini!" ucap Farhan sambil menyapu semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Saya juga akan membantu untuk menyelidiki kasus ini. Saya akan mengirimkan para santri saya yang mahir dalam hal penyelidikan. Untuk membantu mendapatkan fakta-fakta dari kasus pembunuhan Kesya!" ucap Kyai Ilham memberikan bantuannya untuk menyelidiki kasus tersebut.


"Tidak usah Pak Kiai. Saya yakin kalau tim kepolisian dan team detektif yang sudah saya sewa, sudah mampu dan cukup untuk menyelidiki kasus ini. Jangan sampai para santri nanti menjadi korban. Karena ini adalah sebuah kasus yang sangat rumit dan saya takut nantinya malah akan menambah korban yang lain kalau para santri ikut di dalamnya!" ucap Andika sambil menatap kepada Ilham.


Kyai Ilham tampak menganggukkan kepalanya. Dia mengerti dengan pemikiran yang diungkapkan oleh Andika kepada dirinya saat ini. Dia tahu, kalau hal yang tadi dia ungkapkan memang beresiko fatal sehingga dia tidak mengatakan hal itu lagi.

__ADS_1


"Baiklah Andika. Saya akan berdoa agar kasus ini segera bisa diselesaikan dan kita bisa menghukum orang jahat itu yang sudah membunuh Kesya secara keji!" ucap Kiai Ilham dengan pelan.


Karena waktu sudah hampir mendekati magrib. Akhirnya pertemuan itu pun diakhiri karena mereka pun harus segera bersiap untuk melakukan tahlilan untuk Kesya selama tujuh hari ke depan.


__ADS_2