Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
104. Pelantikan Adrian Abimana 1


__ADS_3

Pagi itu, perusahaan Abimana grup tampak ribut dan ricuh. Para karyawan dan dewan direkesi semuanya sibuk mempersiapkan kehadiran CEO baru yang akan dilantik.


"Adrian, Apakah kau sudah siap untuk dilantik hari ini? Untuk menggantikan Papa selama papa berada di Dubai?" tanya Andika dengan senyum sumringahnya.


"Insya Allah sudah siap! Semoga Allah akan menjaga dan menolong Adrian untuk menerima amanah dari papa dan juga dari semua karyawan di perusahaan Abimana Group!" ucap Adrian dengan penuh keyakinan dan kemantapan.


Awalnya Adrian merasa ragu untuk menerima amanah tersebut. Tetapi Syifa terus berusaha menyemangatinya. Bahwa dia memang memiliki tanggung jawab di atas bahunya untuk mengemban kepemimpinan Abimana grup. Karena mengingat Adrian adalah anak pertama dari keluarganya.


"Syukurlah Adrian! Kamu harus yakin dengan kemampuanmu Adrian! Kau sudah belajar di luar negeri hampir lebih dari 8 tahun. Papa yakin kalau kamu bisa mengemban tanggung jawab ini dan Papa bisa menangani perusahaan di Dubai dengan tenang!" ucap Andika sambil tersenyum kepada Adrian.


Cakra yang ada di samping ayahnya dia hanya terdiam saja. Tidak mengatakan apapun. Tampak matanya yang lebih fokus menatap mobil yang berlalu lalang yang berada di luar jendela mobil mereka.


"Cakra, kenapa dari tadi papa perhatikan kamu melamun terus? Apakah ada beban pikiranmu?" tanya Adrian kepada adiknya yang sepertinya sedang menahan kesedihan.


" Iya Cakra kalau kau memiliki beban di dalam hatimu berbagilah dengan kami Siapa tahu kami bisa membantu meringankan beban yang ada di hatimu!" ucap Andika sambil menepuk bahu Cakra yang kini malah menundukkan kepalanya.


"Ini tentang Sulis Pah! Sulis kemarin menghubungi Cakra. Dia meminta kepada Cakra untuk membatalkan pernikahan kami!" ucap Cakra dengan mata berkaca-kaca.


"Sebetulnya kakak tidak percaya kalau Sulis bisa melakukan hal seperti itu. Kau harus mengkonfirmasi semuanya datangi Sulis dan bicarakanlah baik-baik!" ucap Adrian.

__ADS_1


"Gue nggak mau mengemis cinta kepada wanita yang tidak mencintaiku!" ucap Cakra sambil menatap tajam kepada Adrian.


"Dari mana kamu tahu kalau Sulis tidak mencintaimu? Sepanjang yang Kakak lihat, Sulis itu sangat mencintaimu!" ucap Adrian menatap serius kepada Cakra.


"Kenapa Sulis SMS saya dan meminta putus dan meminta pembatalan pertunangan kami serta rencana pernikahan kami?" tanya Cakra dengan berapi-api tampak sekali kalau Cakra Sangat terbuka dengan kejadian itu.


" Nanti papa akan bicara dengan om Bayu bertanya apakah ada hal seperti itu yang dilakukan oleh Sulis!" Andika sambil menepuk bahu putranya yang saat ini sedang menangis karena sedih dan Patah Hati.


"Gak usah Pah! Kita tidak usah mengemis cinta kepada orang yang tidak mencintai kita. Papa tidak usah membuat malu diri papa sendiri. Dia tidak layak untuk mendapatkan itu dari kita!" ucap Cakra dengan penuh amarah di matanya.


"Papa bukan sedang mengemis cinta, tetapi mengkonfirmasi. Apakah ada kejadian hal semacam itu yang dilakukan oleh Sulis terhadapmu? Papa hanya takut kalau itu adalah perbuatan orang lain yang tidak suka dengan hubungan kalian!" ucap Andika dengan bijaksana mencoba untuk memberikan pengertian kepada putranya.


"Di dalam sebuah hubungan hal semacam itu bisa saja terjadi. Mungkin saja kan, kalau ada seorang laki-laki yang menyukai Sulis di sana dan kemudian dia menghalalkan segala cara untuk memisahkan Sulis dari kamu. Apakah kamu pernah memikirkan kemungkinan seperti itu?" tanya Andika sambil menatap kepada putranya.


Cakra terlihat bingung untuk menganalisis apa yang dikatakan oleh ayahnya tentang hubungan dirinya dengan Sulis.


"Cakra kau tidak boleh gegabah untuk mengambil keputusan dalam hal hubunganmu dengan Sulis. Kau harus ingat, bahwa Sulis itu gadis yang cantik dan juga wanita yang sholehah. Pasti banyak laki-laki yang menginginkan untuk menjadikan dia sebagai istrinya!" ucap Adrian memberikan dukungan atas pendapat ayahnya.


"Kau juga harus ingat, bahwa kau juga sangat luar biasa. Ada kemungkinan temannya Sulis mungkin menyukaimu dan menginginkan Sulis untuk berpisah denganmu. Segala kemungkinan bisa terjadi. Oleh karena itu, kita harus mengkonfirmasi langsung Kejadian ini kepada yang bersangkutan, jangan sampai nanti kita salah mengambil keputusan!" ucap Andika dengan tersenyum kepada putranya yang kini sudah mulai bisa memahami maksud dari perkataannya.

__ADS_1


"Baiklah Pah! Papa boleh menghubungi Om Bayu dan Cakra juga akan mencoba untuk mendatangi Sulis di sana dan mencoba untuk berbicara dari hati ke hati tentang hubungan kami!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada ayah dan juga kakaknya.


"Gitu dong! Seorang laki-laki itu harus sanggup menanggung apapun dan tidak boleh takut ataupun mundur dalam menghadapi situasi apapun!" ucap Adrian sambil menepuk bahu sang adik.


Adrian berusaha memberikan kekuatan kepada Cakra untuk terus bangkit dan memperjuangkan cintanya bersama Sulis.


"Terima kasih Kak! Karena kakak terus saja menyemangati saya dan terus membuat saya berpikir positif tentang hubungan kami berdua!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada sang kakak yang selalu menemaninya di setiap situasi dan kondisi.


"Bukankah kamu juga yang sudah membuat Kakak iparmu kembali ke dalam hidup Kakak? Kalau bukan karena kerja kerasmu, tidak mungkin Syifa mau kembali sama Kakak dan terbuka hatinya!" ucap Adrian sambil tersenyum bahagia.


Dia merasa sangat beruntung memiliki adik seperti Cakra yang begitu perhatian dan juga menyayanginya.


"Oh ya, kembali ke pelantikan! Apakah kamu betul tidak apa-apa Cakra? Papa melantikmu sebagai wakil dari kakakmu?" tanya Andika ingin mengetahui isi hati Cakra mengenai tampuk kepemimpinan yang akan diserahkan kepada Adrian hari ini.


"Tidak apa Pah! Kan memang Kak Adrian yang berhak untuk menjadi pimpinan grup sebagai anak sulung di keluarga kita. Lagi pula Cakra tidak punya kompetisi untuk menanggung beban grup yang segitu besarnya. Takutnya nanti malah Cakra menghancurkan perusahaan yang susah payah dibangun oleh kakek dan papa!" ucap Cakra sambil melirik kepada Adrian yang saat ini sedang menatapnya dengan serius.


"Kak Adrian tidak usah khawatir dengan saya. Saya pasti akan membantu Kak Adrian semampu saya. Agar kita berdua mampu dan bisa mengembangkan grup bersama-sama!" ucap Cakra meyakinkan kepada kakak dan juga ayahnya. Bahwa dia baik-baik saja mengenai pelantikan Adrian sebagai CEO daripada Abimana Group.


"Syukurlah kalau kau sudah berpikiran seperti itu. Papa jadi tenang untuk menyerahkan Abimana grup kepada kalian berdua. Papa berharap kalian bisa berkolaborasi untuk bisa mengembangkan grup dan jangan sampai ada pertentangan di antara kalian yang pada akhirnya akan menghancurkan group yang sudah susah payah dibangun oleh ayah dan kakek kalian!" Adrian berusaha terus menasehati kedua putranya untuk Jangan ribut gara-gara memperebutkan tampuk kepemimpinan di dalam grup keluarga mereka yang sudah bertahan hampir lebih dari 80 tahun lamanya.

__ADS_1


__ADS_2