Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
69. Pusing


__ADS_3

"Semuanya gara-gara Papa! Tuh jadinya Putri kita tidak mau menikah!" ucap Laila dengan kesal kemudian meninggalkan Firman seorang diri.


"Kok mama malah jadinya marah sama papa? Yuke yang tidak mau menikah, lalu kenapa mama marah-marahin sama papa?" protes Firman sambil mengikuti istrinya yang masuk ke kamar. Tapi Firman menemukan kekecewaan karena ternyata Laila Mengunci pintu kamar tersebut.


"Sayang buka pintunya! Mas ingin masuk!" ucap Firman terus memohon kepada Laila, untuk membukakan pintu kamar mereka. Tetapi Laila tampaknya tidak berniat untuk menuruti keinginan suaminya itu.


"Buka dong pintunya, sayang! Masa kamu tega banget sih? Masa Mas harus tidur di luar?" tanya Firman terus memohon.


Sementara itu Laila di kamarnya sudah berusaha untuk tidur, tidak memperdulikan teriakan suaminya di luar yang terus meminta untuk dilakukan pintunya.


"Heran sudah tua juga masih saja cemburu sama Mas Ilham. Padahal Mas Ilham sudah mempunyai istri yang begitu cantik!" ucap Laila masih bingung dengan suaminya.


Sementara itu Firman sudah mulai menyerah untuk memanggil sang istri akhirnya Firman pun memilih untuk tidur di kamar tamu yang ada di samping kamarnya.


" Laila kalau marah selalu saja seperti itu membuat aku tidur kedinginan!" ucap Firman kemudian mulai naik ke atas ranjang dan memejamkan matanya.


Sampai keesokan harinya


Yuke yang akan pergi ke acara pernikahan Adrian dan Syifa, bersama dengan kedua orang tuanya. Pagi-pagi sekali sudah datang ke kediaman mereka.


"Ke mana orang tuaku Kenapa rumah masih sepi seperti ini?" tanya Yuke sambil melihat ke sekeliling.


"Apa jangan-jangan mereka masih tidur?" Kapan kemudian pergi menuju kamar atas kamar orang tuanya.


Dengan perlahan Yuke pun memetuk pintu kamar kedua orang tuanya. Laila kemudian membuka pintu kamar.


"Pagi sekali kau sudah datang ke rumah Yuke? Apakah kau sudah sarapan?" tanya Laila kepada putrinya.


"Pertanyaannya di sini Apakah mama sudah salat subuh?" tanya Yuke sambil menatap ibunya.


" Mama tadi sudah salat subuh tetapi masih ngantuk kemudian tidur lagi!" jawab Laila sambil meringis.


" Mama ini sudah tua juga masih saja berperilaku seperti itu!" protes Yuke terhadap ibunya.

__ADS_1


" Ayo dong Mas siap-siap mau datang ke pernikahannya Adrian atau tidak?" tanya Yuke lagi.


Laila tampak terkejut ketika Yuke mengingatkan hal tersebut. Tampaknya dia lupa gara-gara kemarin ribut terus dengan suaminya.


"Hampir saja mama lupa dengan acara itu. Semua ini gara-gara papamu yang selalu saja ribut dan cemburu kalau kamu bertemu dengan Om Ilham!" ucap Laila kemudian masuk ke kamar mandinya.


" Laila bangunkan Ayahmu di kamar tamu. Cepat suruh dia siap-siap atau kita akan terlambat!" ucap Laila sambil berteriak di kamar mandi.


Dengan langkah berat Yuke ke akhirnya membangunkan ayahnya yang berada di kamar sebelah.


" Pah bangun Pah udah siang jadi nggak kita kondangan ke pernikahannya Adrian!" tanya Yuke sambil menggoncangkan tubuh ayahnya.


" Papa masih ngantuk Yuke!" ucap Firman.


"Kalau Papa nggak cepet bangun kita terlambat kita nanti nggak bisa menghadiri ijab kabulnya Pah!" ucap Yuke tampak sedih.


"Semua Ini gara-gara mamamu. Dia yang tidak mengijinkan Papa untuk tidur di kamar sehingga papa jadi tidak bisa tidur dengan nyenyak!" keluh Firman kepada putrinya.


"Cepat Papa bersiap-siap! Yuke tunggu di bawah ya?" Yuke kemudian meninggalkan ayahnya seorang diri dan dia turun ke bawah.


Yuke ke duduk di meja makan sambil menunggu kedua orang tuanya.


Ketika melihat ayah dan ibunya sudah siap dan juga tampak serasi. Yuke pun merasa sangat senang melihat Mereka tampak akur dan tidak berantem.


"Apa kita akan langsung berangkat atau Papa sama Mama mau makan dulu?" tanya Yuke.


"Kita sarapan dulu jangan sampai nanti kita kelaparan di sana!" ucap Laila kemudian duduk di meja makan dan menghabiskan sarapannya.


Sementara Firman tampak masih mengantuk, terus menguap sehingga membuat Laila merasa terganggu.


"Papa tadi malam tidur tidak sih? Kenapa dari tadi nguap terus?" tanya Laila kesal.


"Tidur Papa tidak nyenyak karena tidak memelukmu mah. Makanya jangan ulangi lagi seperti itu, jadinya Papa sekarang mengantuk dan lemas!" protes firman kepada istrinya.

__ADS_1


Laila tampak memutar bola matanya dengan malas mendengarkan keluhan sang suami.


"Papa dan mama ini saling mencintai tetapi selalu saja ribut!" ucap Yuke memprotes kepada kedua orang tuanya.


Firman hanya tersenyum mendengarkan ucapan putrinya. Berbeda dengan Layla yang cemberut, karena tidak suka.


" Mama itu tidak mungkin ribut kalau bukan ayahmu yang selalu saya cari masalah!" ucap Laila misuh-misuh.


Yuke menarik napasnya dalam-dalam. Kehilangan akal untuk membuat kedua orang tuanya ini akur walaupun hanya sebentar.


" Papa sama Mama jangan berantem ya di acara nanti! Pokoknya jangan bikin malu yuke di depan mereka atau Yuke tidak akan pernah mau pergi lagi bersama kalian!" ucap Yuke sampai melotot menatap kedua orang tuanya.


"Kau bicara dengan ayahmu. Karena dia yang selalu cemburu kalau lihat mama bicara dengan Om Ilham!" ucap Laila kepada yuke.


"Kalau mama tahu papa akan marah. Ya udah nggak usah bicara dengan Om Ilham kan beres!" ucap Yuke.


"Tuh putri kita hebat dan pintar!" puji Firman menyukai apa yang di katakan oleh Yuke.


Setelah mereka sampai di acara, ternyata acara sudah hampir selesai. Ijab kabul sudah terus dilaksanakan dengan lancar dan sekarang para tamu sedang mengucapkan selamat kepada mempelai pengantin.


"Semuanya gara-gara Papa dan Mama kita jadi terlambat nih tidak menyaksikan ijab kabul mereka?!" kesal Yuke setengah mati.


Dengan langkah gontai Yuke pun akhirnya menemui sahabatnya dan mengucapkan maaf karena sudah terlambat.


" Maaf ya Syifa jadi terlambat. Semuanya gara-gara kedua orang tuaku. Berabtem terus mereka!" ucap Yuke kesal.


"Tidak apa-apa Yuke, yang penting kau hadir itu sudah baik. Ayo nikmati pestanya!" ucap Syifa dengan tersenyum manis.


Perasaan Syifa saat ini sudah lega karena akhirnya dia sudah resmi menjadi istrinya Adrian Abimana.


" Ya udah aku menemui teman-teman kita yang lain ya? selamat sekali lagi ya!" Yuke kemudian meninggalkan Syifa dan Adrian di pelaminan.


Adrian hanya menatap kepergian Yuke dan syifa melihat itu. " Ada apa apakah ada masalah?" tanya Syifa.

__ADS_1


"Tidak ada hanya saja temanmu itu, dia selalu saja marah-marah tentang ayah dan ibunya Dia sangat lucu!" ucap andrian sambil tersenyum. Syifa tanpa tidak suka dengan apa yang diucapkan oleh Andrian.


"Kalau kau suka dengannya. Kenapa kau malah menikah denganku? Kau sungguh aneh!" ucap Syifa kemudian meninggalkan Adrian di atas pelaminan.


__ADS_2