
"Baiklah, aku tidak akan mengambil banyak waktumu! Aku permisi!" Andika lalu bangkit dari duduknya, Bayu mengantarkan sahabatnya itu ke ruangan Adrian, tetapi Addian masih meeting di luar kantor. Hanya ada Cakra yang masih sibuk bekerja di ruangannya bersama Sulis.
Dua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu, kini bekerja semakin bersemangat. Bayu mengajak Andika untuk berkunjung ke ruangan Cakra sebentar.
"Cakra, coba tebak! Siapa yang ada di belakang Om saat ini?" ucap Bayu dengan senyum misterius. Cakra yang saat ini sedang deg-degan karena mengingat dirinya baru saja jadian dengan Sulis, jadi grogi berhadapan dengan Bayu, calon mertuanya. Pipi Cakra bersemu merah tanpa dia sadari. Andika bisa melihat itu dari kejauhan.
"Sejak kapan, anak Papah menjadi begitu pemalu?" Cakra seketika membola matanya, terkejut dengan kedatangan ayahnya. "Papah?" Cakra langsung menghambur memeluk sang ayah. Andika sangat bahagia karena bisa bertemu dengan Cakra. Sejak kedatangan dirinya ke Indonesia, Andika memang belum bertemu dengan Cakra, batu bertemu dengan Adrian saja. Ingat kejadian yang membuat akhirnya Adrian jadi di paksa menikahi Asyifa?
Itulah hari pertama kedatangan Andika dan Kesya ke Indonesia. Saat itu, Ilham yang kebetulan juga baru di jemput oleh Adrian menggunakan jet pribadi milik Abimana Group, langsung di antar ke apartemen Adrian, siapa yang menyangka, mereka malah bertemu dengan Andika dan Kesya di sana. Dan harus melihat kejadian konyol yang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk menikahkan Asyifa dan Adrian satu Minggu kemudian! Hal itu sukses membuat Adrian menjadi frustasi. Pekerjaan yang dia kerjakan menjadi kacau balau.
Adrian sama sekali tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaan yang dia lakukan. Selalu memikirkan bagaimana nasib dirinya yang di paksa menikahi wanita yang selama ini dia anggap sebagai adiknya.
"Papah sejak kapan pulang ke Indonesia? Mamah mana, Pah?" Cakra memeluk Andika dengan erat. Rasa rindu yang teramat besar, membuat Cakra melupakan tempat dan situasi yang ada di sekitarnya.
"Papah sama Mamah datang Kemarin malam, kami menginap di hotel kita, sekaligus mau konservasi kinerja hotel kita. Kamu apa kabar, sayang?" ya, walaupun Cakra sudah besar, Andika dan Kesya masih menganggap mereka sebagai anak kecil yang tersayang.
"Cakra kangen sama Mamah, Pah!" sikaf Cakra yang manja kepada ayahnya, auto membuat Sulis geleng-geleng kepala, tidak menyangka Cakra memiliki sisi tersebut.
"Andika, perkenalan, ini putriku satu-satunya, Sulis Iswara!" Bayu lalu menarik Sulis untuk lebih mendekatkan dirinya kepada Andika, sehingga mereka bisa melihat satu sama lain dari dekat. Sulis sudah salah tingkah.
Ah, Bayu sampai gemes melihat putrinya yang mendadak jadi alim dan imut-imut. Bayu sampai tersenyum sendiri. 'Akhirnya, ada juga orang yang bisa berhasil membuat putriku menjadi jinak begitu!' bathin Bayu kegirangan.
__ADS_1
"Sulis, Om!" ucap Sulis tersipu malu.
"Dia kekasih baru kamu, Cakra?" demi apapun, Sulis dan Cakra kaget setengah mati. Mendengar pernyataan ayahnya. Andika dan Bayu tersenyum melihat raut kebingungan anak-anak mereka.
"Kami berdua sudah melihat moment bersejarah bagi kalian berdua pagi ini!" ucap Bayu tersenyum.
"Maksudnya?" tanya Sulis, mulai merasakan keganjilan dari suara ayahnya yang terkesan menggoda dirinya.
"Papah, bahkan melihat Live!" Andika menambahkan keterangan yang lebih frontal. Membuat dua sejoli itu auto melotot, Sulis langsung lari ke luar ruangan. Merasa malu, perbuatan dirinya tadi pagi ternyata di lihat oleh ayahnya dan ayah Cakra, sang kekasih yang baru resmi tadi pagi.
Andika dan Bayu hanya tertawa melihat Sulis yang melarikan diri karena malu. Cakra hanya bisa tersenyum keki di hadapan Papahnya dan juga calon mertuanya.
Sementara itu, Sulis kini bersembunyi di toilet yang agak jauh dari ruangannya. Supaya tidak mudah ditemukan oleh Cakra maupun ayahnya.
"Aduh, Sulis bodoh! Kenapa kamu begitu memalukan! Bisa-bisanya, Citra kamu langsung hancur di hadapana calon ayah mertuamu, di hari pertama kamu jadian!" teriak Sulis frustasi. Tiba-tiba Sulis terdiam, memikirkan apa yang dia katakan baru saja.
"Mertua? Oh Tuhanku! Sulis, khayalan kamu terlalu tinggi!" Sulis menggoyangkan kepalanya. Berusaha mengusir pikiran anehnya soal menganggap Andika Abimana sebagai calon mertuanya.
"Itu bukan khayalan, sayang! Kamu memang calon menantunya Andika Abimana!" tiba-tiba Cakra sudah berada di kamar mandi tersebut. Sulis terkejut, pipinya langsung memerah, menahan malu yang tak terkira.
"Apa maksudmu?" tanya Sulis mulai gugup.
__ADS_1
'Ah, Sulis bodoh! Kenapa jantungku berdetak kencang begini, ya Tuhan!' rutuk Sulis tiada henti.
Cakra mendekat ke arah Sulis, Sulis yang ketakutan, akhirnya mundur-mundur melihat Cakra yang terus menerus mendekati dirinya dengan tatapan horornya.
"Kau, Kau, mau apa?" tanya Sulis gugup.
"Aku cuma mau mencium kekasihku!" ucap Cakra dengan senyum jahilnya yang sukses membuat jantung Sulis blingsatan tidak karuan.
"Jangan mendekat! Jangan macam-macam!" ancam Sulis memasang wajah cemberut, mata kelinci yang lucu. Ya, Sulis memiliki mata bulat yang jernih dan cantik.
"Aku mencium kekasihku sendiri, siapa yang mau protes?" Cakra kini mengunci pergerakan Sulis, sehingga Sulis kesulitan bergerak, nafasnya sudah memburu, Cakra sampai merasa lucu dengan ekspresi sang kekasih yang teramat lucu baginya. Cakra tersenyum melihat Sulis yang sudah ketakutan gara-gara kelakuan dirinya.
"Tenanglah! Aku gak akan ngapa-ngapain kok! Aku cuma mau bilang, nanti malam, Papah mengundang Calon menantunya untuk bertemu dengan Mamah Mertua nya!" ucap Cakra dengan senyum manisnya
"Eh, apa maksudnya? Siapa calon menantunya?" tanya Sulis sok bodoh. Demi mendengar pertanyaan Sulis. Cakra melotot kesal.
"Ya kamu, orangnya! Kan kamu yang jadi kekasih aku sekarang!" Sulis malah tersenyum bodoh. Membuat Cakra tambah gemes dengan kekasihnya itu. Cakra langsung ******* bibir Sulis yang masih tersenyum itu, tanpa aba-aba, tanpa peringatan! Sulis merasa kaget, tubuhnya membeku seketika. Untuk beberapa saat, Sulit seakan terhipnotis oleh pesona seorang Cakra Abimana.
Ya, Cakra lebih pro dalam menggoda seorang wanita, pengalaman Cakra berurusan dengan wanita, lebih banyak ketimbang kakaknya, Adrian! Yang lebih banyak menimba ilmu agama di negeri timur tengah dan pondok pesantren milik Kiai Ilham di Jawa timur.
Saat tersadar, Sulis langsung mendorong tubuh Cakra dan berlari ke ruangan ayahnya. Mencari tempat aman dari kejaran kekasihnya itu. 'Gila! Dalam sehari masa diriku sudah berciuman dengan Cakra sampai tiga kali! Ini tidak boleh dibiarkan terus, bisa bahaya kalau sampai kecanduan nanti!' Sulis terus menggerutu dalam hati, sepanjang perjalanan menuju ruangan kerja
__ADS_1