
Setelah Bayu siap, akhirnya dia pun mengikuti Andika dan Cakra untuk pergi ke club milik Marco yang sudah dinjukkan oleh Amanda di mana alamatnya.
Ketiga cowok ganteng yang beda generasi itu, kini mereka melangkahkan kaki ke dalam club tanpa merasa takut apa-apa. Kegagahan mereka menjadi pusat perhatian para gadis yang saat itu sedang asyik berjoget dan menghabiskan malam mereka dengan minum-minum dan juga melakukan hal-hal yang tidak di luar nalar.
Kalau ditelisik lebih dalam, club itu adalah tempat untuk berbuat dosa. Karena banyak hubungan diluar nikah yang dilakukan di dalamnya. Oleh orang-orang yang sedang mencari kenikmatan dunia tanpa memikirkan hari esok akan terjadi seperti apa.
Para kaum elit dan borjuis berkumpul menjadi satu di tempat itu. Banyak canda tawa dan juga makian yang terjadi di dalamnya yang membuat Cakra merasa ngeri-ngeri sedap ketika melihatnya.
"Ya ampun tempat macam apa ini? Ada ya orangnya bisa tahan masuk ke dalamnya. Tempat yang penuh dengan dosa, para calon ahli neraka! Tempat manusia-manusia laknat melakukan dosa!" ucap Cakra ketika matanya melihat kepada dua orang manusia yang sedang melakukan aktivitas tanpa busana di depan publik. Sehingga membuat Cakra benar-benar merasa sangat malu melihatnya.
"Ya Allah ya robb! Ampunilah hamba mata suciku sudah ternoda!" ucap Cakra sambil memalingkan mukanya untuk melihat ke tempat lain. Ternyata hal yang sama pun masih juga dia lihat.
"Ya Allah Pah! Cepat cari di mana itu anak manusia bernama Marko. Cakra sudah tidak tahan lagi melihat para pendosa itu!" ucap Cakra berteriak di telinga ayahnya.
"Kita tanya dulu kepada bartender di mana ruangannya Marco! Kita akan pura-pura memesan minuman di sana. Agar kita gampang mendapatkan informasi tentang keberadaan manusia itu!" ucap Andika berbisik di telinga Cakra.
"Bayu apakah kau sudah siap dengan apa yang kan kita lakukan?" tanya Andika kepada Bayu yang sudah membawa kamera yang akan digunakan untuk merekam saat Marco telah mengakui apa yang telah dia lakukan kepada Amanda.
"Kau ingat agar kamera itu harus tetap tersembunyi di balik jasmu. Jangan sampai Marco merasa curiga dan semua rencana kita akan gagal total!" kembali Andika mengingatkan kepada Bayu.
__ADS_1
"Tenanglah! Aku bukan anak bodoh aku pasti akan menyelamatkan harga diri calon istriku!" ucap Bayu dengan begitu mantap sehingga membuat telinga Cakra serasa gatal.
"Cie cie cie cie ada yang sudah ngaku sebagai calon istri!" ucap Cakra menggoda Bayu yang kini mulai merasa jengkel lagi kepada Cakra.
"Kalau kau terus menggodaku. Aku pulang nih! Aku tidak akan membantu Kalian berdua melakukan misi ini. Terserah kalian mau melakukan apa!" ancam Bayu sambil menatap tajam kepada Cakra yang kini mulai merasa takut dengan kemarahan Bayu.
"Yaelah si om sejak menjadi calon suami Kak Amanda, jadi sensitif sekali! Sudah tidak bisa diajak bercanda lagi. Om kayak tidak tahu Cakra aja. Cakra kan paling senang kalau bercanda sama Om!" ucap Cakra sambil merangkul bahu Bayu yang saat ini sedang cemberut dan marah kepadanya.
"Menyingkir! Jangan kau membuatku merasa malu saja! Apa kau tidak melihat orang-orang di sini sedang memperhatikan kita? Jangan-jangan mereka berpikir kalau kau adalah "sesuatunya" aku! Idih amit-amit! Kau jangan coba-coba merusak reputasiku ya!" ucap Bayu bergidik ngeri membayangkan bahwa para pengunjung club akan berpikir tentang dirinya sebagai Guy, gara-gara Cakra yang saat ini sedang merangkulnya dalam begitu mesra.
"Ya ampun Om siapa yang berani mengatakan Om itu adalah "sesuatunya" aku?" ucap Cakra sambil menatap tajam kepada Bayu yang saat ini sangat jengkel kepadanya.
Cakra pun akhirnya mengikuti perintah ayahnya untuk mendekati Bartender.
Kakak-kakak sayang, ini ceritanya mereka sedang berbicara dalam bahasa Inggris ya. Karena mereka saat ini sedang berada di Perancis. Karena waktu author sempit untuk update, jadi anggap saja langsung di translate sama kakak editor yang cantik. Biar nggak bingung juga membacanya buat yang tidak mengerti bahasa Inggris.
"Wine, tiga ya!" ucap Cakra kepada bartender yang saat ini sedang menatap mereka bertiga dengan takjub.
"Wah! Sepertinya kalian bukan orang Perancis dan aku baru melihat kalian pertama kali ini!" ucap bartender tersebut mencoba untuk akrab dengan Cakra yang terlihat begitu tampan dan menawan malam itu.
__ADS_1
"Yah kami dari Indonesia sedang mencari kesenangan yang ada di Perancis ini. Apakah kau bisa mempertemukanku untuk bertemu dengan Marco pemilik tempat ini? Karena yang kudengar dari temanku. Dia mempunyai banyak sekali koleksi-koleksi gadis-gadis cantik yang bisa menemani malam kami menjadi hangat dan menggairahkan!" ucapkan Dika dengan memasang wajah mesum agar lebih meyakinkan bartender tersebut dan tidak merasa curiga dengan mereka bertiga.
"Wah kalau malam ini Tuan Marco tidak datang ke klub ini. Dia sedang pergi ke klub miliknya yang lain yang ada di xxxxxx!" ucap bartender tersebut menyebutkan keberadaan Marco saat ini di mana.
"Wah sayang sekali malam ini kita gagal untuk menikmati kupu-kupu malam yang begitu menggoda!" ucap Bayu berakting menjadi seorang laki-laki pecicilan.
"Kalau mau, saya bisa merekomendasikan beberapa kupu-kupu malam yang masih fresh untuk kalian!" ucap bartender itu sambil tersenyum genit kepada mereka bertiga.
"Ah tidak pasti akan jauh kualitas yang dimiliki oleh Marco dengan kualitas yang kau rekomendasikan kepada kami!" tolak Andika dengan wajah serius sehingga membuat Banten tersebut langsung mengundurkan diri untuk merekomendasikan para anak buahnya.
"Apa kau bisa memberikan alamat keberadaan Marco saat ini? Karena kami besok sudah kembali ke Indonesia dan kami ingin menikmati malam kami dengan luar biasa dengan di temani para gadis cantik koleksi milik Marco!" ucap Bayu.
Bartender tersebut tampak berpikir sejenak. Tidak lama kemudian, dia mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu di atasnya.
Setelah dia selesai menulis alamat Marco saat ini berada dia pun langsung memberikannya kepada Andika.
"Wah terima kasih sekali nih karena bantuanmu kami akan menikmati malam yang sangat luar biasa!" ucap Andika dengan senyum yang begitu bahagia sehingga membuat bartender itu pun merasa senang.
"Ini sebagai tips karena kamu sudah membantu kami untuk bisa melewati malam ini dengan luar biasa!" ucap Bayu sambil menyelipkan uang 100 dolar ke tangan bartender itu. Mereka bertiga lalu langsung pergi ke tempat Marko saat ini berada.
__ADS_1