
"Hari sudah malam, lebih baik kalian menginap saja di pondok biar nanti Aby minta kepada santri untuk menyiapkan kamar untuk kalian!" ucap Abynya Fathu kepada mereka semua.
"Bener Aby? Kami boleh menginap di pondok? Wah... Kayaknya seru nih! Ingin juga sih kadang-kadang menikmati rasanya menjadi seorang santri!" mata Sulis sudah berbenar membayangkan dirinya akan menjadi seorang santri selama sehari.
"Ih, wajah lu tuh norak banget! Putri Sultan tapi kelakuan kampungan!" cibir Cakra menggoda Sulis yang baginya sangat menggemaskan dengan tingkah konyolnya.
"Terserah gue apa urusannya sama lu? Lagian lu ngapain sih ikut campur aja urusan gue! Udah sana pulang, deh! Siapa sih yang pengen lihat dulu lama-lama disini?" usir Sulis sambil menggerak-gerakkan tangannya mengusir Cakra, yang misuh misuh.
"Kalian berdua ini memang ya, enggak di kantor nggak di luar! Kerjanya berantem aja hati-hati loh nanti dari benci Jadi Cinta!" ucap Adrian sambil menatap heran kepada kedua orang tersebut. Cakra dan Sulis auto melotot sambil memeletkan lidahnya Sulis pun berkata kepada Cakra.
"Walaupun laki-laki dunia ini habis! Ogah gue jatuh cinta sama cowok jadi-jadian macam dia!" cibir Sulis menatap sinis Cakra yang kini juga melotot ke arahnya.
"Eh, Jadi orang nggak usah ke-gr-an! Lagian siapa sih yang mau sama lu? Anak Barbar! Orang anaknya Sultan tapi kelakuan norak, kampungan!" hina Cakra tak kalah sengit.
"Udah kalian berdua nggak usah berantem lagi! Bener-bener nggak ngehormati Pak Kyai nih! Bikin malu aja kerjanya!" Adrian jengkel setengah mati melihat lakukan adik dan sahabatnya itu.
"Udah sudah, sana pada istirahat! Sudah malam tidak enak juga diliatin oleh Santri! Kalian kan sudah pada dewasa! Berhentilah bersikap kekanak-kanakan. Udah Aby sana Umy juga sudah ngantuk mau istirahat. Selamat malam semuanya!" kedua orang tua Fathu kemudian masuk ke dalam kamar mereka membiarkan para anak muda itu untuk melanjutkan perdebatan mereka.
Amira dan Fathu hanya tersenyum melihat kelakuan Sulis dan Cakra yang selalu saja berantem. Sejak kedatangan mereka berdua rumah ini terasa sangat meriah oleh kelakuan mereka yang barbar.
__ADS_1
"Ayo Sulis! Aku tunjukkan kamarmu! Kamu untuk sementara akan tidur di asrama putri. Semoga kamu menikmati saat-saat menjadi santrimu. Lumayan kan satu hari. Semoga aja nanti kamu mendapatkan hidayah dan mau mondok jadi seorang santri!" ucap Amira menggoda sahabatnya tersebut.
" Iya calon Ibu Nyai!" ucap Sulis. Amira hanya tergelak melihat tingkah Sulis yang kocak.
Sulis lalu masuk ke asrama putri. Sulis tampak takjub dengan para santri putri yang begitu ramai di sana. Sulis merasakan kedamaian dan kenyamanan para santri. Tampak para santri sedang menghafal Alquran. Ada pula yang tampak sedang bercakap-cakap suasana ini terasa sangat menyentuh hati Sulis.
"Sulis telepon dulu Om Bayu jangan sampai nanti Om Bayu merasa khawatir karena kamu tidak pulang semalaman!" Amira mengingatkan Sulis untuk menghubungi ayahnya dahulu Karena sejujurnya Sulis memang lupa untuk mengabari ayahnya karena sangking excited-nya dia akan menginap di sebuah pondok pesantren selama satu malam ini. Sulis kemudian mengambil ponselnya dan menelpon ayahnya.
"Assalamualaikum Ayah! Ini Sulis! Sulis cuma mau ngabarin kalau sekarang Sulis sedang ada di pondoknya Kyai Jamal. Karena kemalaman Kiai Jamal menyuruh, lebih tepatnya sih menyarankan biar Sulis nginep aja di sini. Gak khawatir kok Yah, Sulis tinggal di asrama putri. Sekarang sedang bersama dengan Amira dan beberapa Santri Putri lainnya!" ucap Sulis.
"Iya hati-hati ya! Ingat kamu nggak boleh nakal! Jngan bikin malu Ayahmu di tempat orang lain! Kamu paham Sulis?" Bayu memperingatkan Sulis Bayu sangat tahu kelakuan putrinya kadang-kadang suka absurd.
" jadi ada yang sama Cakra juga di situ Kok bisa gimana ceritanya?" tanya Bayu penasaran.
"Ya, Ayah! Jadi ceritanya, tadi itu Adrian mau ngunjungi Fathu yang ternyata adalah sahabatnya Adrian ketika dulu mondok di Jawa Timur. Nah, jadilah kita terdampar di sini karena memang waktu sudah malam, jadi Kyai Jamal menyarankan ke kita untuk tidur aja di pondok. Sekarang Adrian dan Cakra tampaknya sudah tidur di asrama putra!" ucap Sulis, masih asyik bertelepon dengan ayahnya. Sulis tidak menyadari kalau Amira sudah kembali ke kamarnya karena dari tadi Fathu memanggil istrinya terus.
"Ayah aku juga ingin memberikan hadiah untuk Amira kira-kira apa ya?" tanya Sulis mulai galau.
"Kenapa memangnya aku tiba-tiba kamu memikirkan ingin memberikan hadiah untuk Amira buat setiap pernikahan mereka kan belum digelar?" tanya Bayu.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara Adrian Abimana yang sok keren itu! Ayah, masa Dia memberikan hadiah kepada Fathu dan Amira perabotan-perabotan rumah tangga yang sangat mahal nilainya sampai 250 juta! Udah gitu Adrian juga menyiapkan sebuah rumah untuk mereka berdua Ayah Masa sih anakmu ini harus kalah oleh seorang Adrian Abimana!" ucap Sulis dengan penuh iri dan dengki.
"Hahaha kamu ini sungguh lucu Baiklah nanti ayah akan pikirkan kira-kira akan memberikan hadiah apa untuk mereka!" Janji Bayu Iswara.
"Betul Ayah? Ayah tidak bohong kan? Wah Ayah memang The Best I love you ayah!" ucap Sulis sangat senang. karena keberisikan yang dibuat oleh Sulis membuat semua Santri yang ada di dalam kamar tersebut memperhatikan Sulis yang bertingkah sangat kocak dan aneh tersebut.
saat Sulis menyadari bahwa dirinya sekarang menjadi pusat perhatian para santri putri akhirnya dia hanya bisa menyengir karena menahan rasa malu.
"Maaf ya!" ucap Sulis, cengengesan.
"Udah dulu ya, Ayah! Sulis malu nih, jadi pusat perhatian para santriwati yang lain! Sulis tidur dulu ya Sulis sayang ayah!" ucap Sulis sambil memberikan ciuman perpisahan untuk ayahnya. Tingkah Sulis benar-benar konyol sehingga para santri ada yang tertawa saking lucunya melihat kelakuan Sulis. Sulis selalu mendekati mereka dan memperkenalkan dirinya sebagai temannya Amira.
"Halo semuanya Kakak yang cantik ini bernama Sulis Iswara! Halo salam kenal buat semuanya! Aku ini sahabat terbaiknya Amira istri dari Ustad Fathu!" sontak santri-santri Putri menahan bawa saking musuhnya melihat kelakuan Sulis yang absurd tersebut.
" ih kakak udah cantik lucu lagi gemesin!" coblos salah satu santri putri yang sukses membuat wajah Sulis menjadi memerah karena menahan rasa malu.
"Terima kasih atas pujiannya ya Adik cantik besok Kakak kirimin hadiah yang pasti cetar membahana!" janji Sulis dengan senyum jailnya yang super-super kocak.
sontak para santri yang lain menjadi heboh karena janji Sulis tersebut tidak nama kemudian semua Santri tersebut memuji sulit sebagai cewek cantik yang lucu dan menggemaskan sudah sampai merasa kewalahan untuk melayani mereka semua.
__ADS_1
Yah pengalaman Sulis selama 1 hari menjadi seorang santri di pondok pesantren yang dipimpin oleh Kyai Jamaludin benar-benar membuat Sulis geleng-geleng kepala. sungguh berlangga halaman yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.