
Tidak lama kemudian, terdengar bunyi notifikasi di ponsel Firman. Menandakan bahwa ada pesan masuk. Itu adalah foto-foto mesranya bersama Shafa di hotel yang dikirimkan oleh Syafa kepada Laila.
Firman bergetar tangannya, ketika membuka isi pesan tersebut. Matanya nyalang, seakan tak percaya dengan apa yang dia lihat. Semua kemesraannya selama bertemu dengan Syafa, tergambar jelas di semua foto-foto yang dikirimkan oleh Layla ke ponselnya.
"Sini, Mas ingin melihat ponselmu! Apakah benar? Foto-foto ini dikirimkan oleh Syafa?" tanya Firman tampak kaget, seakan masih tidak percaya, bahwa dirinya telah jatuh ke dalam perangkap mantan istrinya.
"Lihatlah! Biar matamu terbuka! Wanita macam apa yang selama ini kau katakan sebagai wanita Sholehah!" Laila kemudian menyerahkan ponselnya kepada Firman. Firman dengan tangan gemetar, membaca semua isi chatting yang dikirimkan oleh Syafa kepada istrinya. Mata Firman sudah merah padam. Tangannya gemetar, melihat begitu banyak foto dan video mesum dirinya ketika bertemu dengan Syafa. Firman merasa dikhianati oleh mantan istrinya tersebut. Yang telah lancang mengirimkan semua itu kepada istrinya.
"Mama, Mama tidak marah menerima Ini semua? Kenapa selama ini Mama tampak biasa saja sama Papa? Padahal Mama menerima ini semua sudah lama sekali." Suara Firman bergetar karena sudah kehilangan muka di hadapan istrinya. Yang selama ini sudah percaya kepadanya. Tetapi dia telah bermain di belakang istrinya tersebut dengan sang mantan istrinya.
"Apakah Mas mengharapkan, saya akan menangis guling-guling di pojokan? Kemudian saya kabur ke luar negeri dan membiarkan kalian berdua Hidup bahagia? Hohoho! No, no no no it's not my style! Silahkan kalian berbahagia di belakangku, berzinah dan berselingkuh. Aku tidak peduli sama sekali. Toh, dosanya adalah dosa kalian berdua. Aku? Aku sebagai seorang istri mendapatkan pahala yang begitu besar dari Allah! Karena hatiku begitu sabar menghadapi perselingkuhanmu, Mas! Kau berjiznah di belakangku, bersama mantan istri Mas yang telah haram di mata agama, maupun negara! Anak kalian pasti merasa malu, melihat kedua orang tuanya lebih menikmati zina daripada sesuatu yang halal. Kalau memang kalian masih saling mencintai, Kenapa tidak menikah lagi saja? Tapi kalian lebih memilih untuk melakukan hubungan di belakangku! Kalian sungguh manusia-manusia rendah yang tidak bernilai sama sekali untuk mendapatkan amarah dariku! Kau paham, Mas?" ucap Laila kemudian meninggalkan Firman yang masih membeku di tempatnya. Tanpa terasa, air mata mengalir di kelopak mata Firman menyesali apa yang sudah pernah terjadi dalam hidupnya.
__ADS_1
Sekitar 1 jam, Firman hanya duduk terdiam di tempatnya. Sampai akhirnya Firman memutuskan untuk pergi dari cafe tersebut dan langsung melajukan mobilnya ke rumah Syafa. Rumah yang dia sediakan setelah perceraiannya bersama Shafa untuk ditempati bersama anak mereka.
Syafa menyambut kedatangan Firman, begitu melihat mobil Firman masuk ke garasinya. Tampak kebahagiaan di mata Shafa, melihat sang mantan suami yang masih begitu peduli kepadanya dan juga anak mereka.
"Mas, kok kamu tahu sih? Kalau aku lagi merindukan kamu?" tanpa tahu malu, Syafa langsung memeluk tubuh Firman yang sudah menegang. Kedua tangan Firman sudah mengepal, matanya sudah menatap nyalang, menahan amarah yang sejak tadi sudah bergejolak di dadanya. Firman kecewa dan marah terhadap tindakan Syafa. Syafa yang masih belum sadar dengan keadaan, dia berusaha memberikan ciuman kepada mantan suaminya.
"Pergi menjauh dariku wanita jal@ng!" dengan keras Firman mendorong tubuh Syafa, hingga terjatuh dan tergeletak di lantai. Syafa yang masih kaget hanya bisa menatap Firman dengan mata yang berderai, air matanya sudah lolos tanpa permisi.
"Maafkan Aku, Mas! Aku benar-benar mencintai kamu, Mas! Aku ingin Laila meninggalkan kamu! Aku ingin kamu kembali padaku! Aku sangat mencintai kamu, Mas! Aku nggak bisa hidup tanpa kamu!" ucap Syafa sambil memegang kaki firman, yang masih berdiri berkacak pinggang menatapnya langkah arahnya.
"Kalau kau ingat dulu, kau yang meminta bercerai dariku! Karena kau tidak ingin dimadu! Dulu kau yang mengemis-ngemis meminta aku menceraikan kamu! Walaupun aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku tidak ingin bercerai dengan kau! Tapi kau yang sampai mengancam akan bunuh diri. Sekarang kau mengatakan bahwa kau ingin aku kembali kepadamu? Cih! Sungguh perempuan tidak tahu malu!" ucap Firman dengan emosi yang sudah tidak bisa terkendali lagi.
__ADS_1
"Dengarkan apa yang akan aku katakan kepadamu! Mulai sekarang, aku akan menghentikan semua fasilitas yang aku berikan kepadamu! Aku akan langsung memberikan uang kepada anakku! Mulai sekarang, hubungan kita berakhir hanya sampai di sini! Jangan coba-coba lagi kau masuk ke dalam hidupku ataupun mengganggu rumah tanggaku! Kau paham itu?" Firman langsung pergi dari rumah itu tanpa menengok lagi, tetapi, tiba-tiba Firman berhenti sejenak, lalu melihat Syafa sejenak.
"Aku berikan waktu satu minggu untuk kamu segera meninggalkan rumah ini! Hanya anakku yang aku perbolehkan tinggal di rumah ini! Kalau kau tidak pergi juga, maka aku akan kirimkan anak buahku untuk menjual kamu ke rumah bordil! Kau ingat kata-kataku!" ancam Firman lalu pergi dari hadapan Syafa yang kini hanya bisa menangis karena sudah berbuat hal sebodoh itu.
"Awas kamu Laila! Aku akan pastikan kau menerima ganjaranmu! Karena kau sudah membuat hidupku hancur seperti ini!" ucap Syafa dengan berderai air mata.
Sementara itu, Firman yang kini sudah melajukan mobilnya menuju arah pulang, masih terpaku di tempatnya. Firman merasa bingung, akan melakukan apa apabila nanti dirinya bertemu dengan Laila maupun Yuke, anaknya.
"Aku tidak tahu, kenapa melihat kamu yang begitu santai mengetahui perselingkuhanku dengan Syafa, malah membuat aku semarah ini! Apakah aku tak berarti bagimu? Atau kamu memang tidak merasa terganggu dengan semua itu?" harga diri Firman sebagai seorang laki-laki merasa terinjak-injak. Melihat Laila sang istri, yang tempak tidak peduli dan cuek, mengetahui perselingkuhannya. Padahal, Laila mengetahui hal itu sudah sangat lama.
Firman membaca semua chatting yang dikirimkan oleh Syafa kepada istrinya. Hatinya benar-benar panas, mengetahui wanita yang selama ini dia pikirkan adalah seorang wanita yang polos dan lugu, ternyata menyimpan taring di belakangnya.
__ADS_1
"Betapa bodohnya aku yang selama ini selalu percaya dengan apapun yang dia katakan!" Firman terus merutuki kebodohan dirinya selama bertahun-tahun.