Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
86. Frustasi


__ADS_3

Firly beranjak dari tempat duduknya saat ini, kemudian mendekati Martha yang sekarang sedang tersenyum kepadanya.


"Aku tidak tahu, apa yang sudah kulakukan kepadamu. Sehingga membuatmu jadi seperti ini. Maafkan aku kalau tanpa kusadari, aku sudah memberikan harapan palsu kepadamu!" ucap Firly dengan wajah penuh penyesalannya.


"Apa maksud perkataanmu? Aku tidak mengerti!" tanya Marta tampak bingung melihat ke arah Firly.


Tiba-tiba saja, pintu ruangan Firly ada yang mengetuk. Firly kemudian membuka pintu ruangan tersebut.


Firly terkejut ketika mendapatkan perempuan yang dia temui di cafe tadi siang.


"Oh, sayang! Akhirnya kau datang juga dari tadi aku menunggumu!" ucap Firly tiba-tiba saja memeluk pinggang perempuan yang baru saja datang tadi.


Ketika perempuan itu akan berkata sesuatu Firly langsung mencium bibirnya. Martha sangat marah melihat kelakuan Firly saat ini dan tanpa berkata apa-apa Dia langsung keluar dari ruangan Firly.


Plak!


Tiba-tiba saja perempuan yang baru masuk tadi, langsung menampar pipi Firly dengan sangat keras. Firly mengusap pipinya yang kini kemerahan gara-gara ditampar.


"Apa maksud kelakuanmu ini, huh? Aku datang ke sini, untuk menagih makanan yang tadi siang telah kau tumpahkan di cafe tempatku bekerja! Gak tahunya, kau malah berlaku tidak sopan semacam ini!" ternyata perempuan itu adalah Yuke yang disuruh oleh manajer cafenya untuk menagih kepada Firly gara-gara insiden tadi siang.


"Maafkan aku! Aku nggak sengaja kok! Kamu lihat perempuan tadi, kan? Perempuan itu selalu saja menterorku. Aku tidak suka dengan kehadirannya!" ucap Firly dengan memasang wajah memelas sehingga membuat Yuke jadi tidak tega untuk memarahinya lagi.


"Terlepas dari alasan apapun! Kau tidak boleh melakukan hal seperti itu sembarangan! Apa kau tahu tahu? Kau, kau, kau sudah mencuri ciuman dariku!" ucap Yuke sambil menatap tajam kepada Firly, yang saat ini hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Firly jadi salah tingkah.


"Ya, Maafkan aku! Aku kan tidak tahu hal itu. Salahmu sendiri, kenapa kau datang pada saat aku membutuhkan seseorang?" ucap Firly sambil menundukkan wajahnya.


Yuke kemudian memberikan nota kepada Firly dan Firly menerimanya.


Firly kemudian memeriksa catatan tersebut. Kmudian dia mencari dompetnya dan memberikan uang yang sesuai dengan tertera di dalam nota tersebut kepada Yuke.

__ADS_1


Setelah menerima uang tersebut, kemudian Yuke langsung keluar dari ruangan Firly. Tetapi langkahnya terhenti, ketika Yuke melihat ada Thomas yang sedang berjalan ke arahnya. Yuke kemudian kembali masuk ke dalam ruangan Firly.


"Apakah kau masih butuh sesuatu?" tanya Firly ketika melihat Yuke yang dengan tergesa-gesa langsung mengunci pintu ruangannya. Firly tampak terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Yuke tersebut.


"Aku tidak butuh apapun dari kamu! Aku saat ini hanya mau pinjam ruangan ini untuk aku bisa bersembunyi!" ujar Yuke dengan ketus kepada Firly.


Tiba-tiba saja ruangan Firly diketuk oleh seseorang. Yuke sudah panik, khawatir kalau Thomas akan masuk ke dalam ruangan itu.


"Minggir! Itu ada orang yang mau masuk ruanganku!" ucap Firly sambil mendorong tubuh juga agar menyingkir dari depan pintu.


Tapi Yuke tidak mau menyingkir dari sana, sia keukeuh menghalangi Firly membuka pintu. Yuke kemudian menarik tangan Firly untuk menjauh dari pintu itu.


Terjadilah aksi tarik-menarik diantara keduanya. Yang sama-sama tidak mau mengalah. Pada akhirnya, malah keduanya jatuh ke lantai dengan tubuh yang saling berhimpitan dan bibir mereka kembali bertemu. Firly mengecup bibir Yuke dengan intens, sejenak Yuke terbuai dalam pesona seorang Firly. Yang dia ketahui adalah adik dari calon suaminya.


Ketika kesadaran masuk ke dalam kepala Yuke, dia langsung mendorong tubuh Firly yang berada di atas tububnya. Kemudian dia langsung berkata pinggang.


"3 atau 4 kali lagi juga boleh kok!" ucap Firly sambil tersenyum senang menatap itu yang saat ini sedang marah kepadanya.


Siapa yang menyangka kalau Yuke malah memukul dada Firly dan Firly menarik tangan Yukr untuk dekat kepadanya. Firlg langsung menarik tengkuk Yuke dan Firly kembali mengecup bibirnya.


Tampaknya Firly menjadi kecanduan mengecup bibir manis milik Yuke. Yang tampak bengkak, karena tadi sempat di ***** oleh Firly. Wajah Yuke sudah semerah tomat busuk. Karena sangking malunya dengan kejadian itu.


Yuke kemudian langsung keluar dari ruangan Firly, tanpa mengatakan apapun juga. Untung saja Thomas sudah tidak ada di depan pintu ruangan Firly.


Dengan perasaan penuh kesal dan marah. Yuke keluar dari perusahaan yang dipimpin oleh Firly. Perusahaan yang dirintis olehnya sendiri bukan milik keluarga.


Sepanjang jalan pulang ke cafe, Yuke terus menggosok-gosok bibirnya dengan kesal. Seakan masih lekat, ciuman yang diberikan oleh Firly sebanyak 3 kali tadi.


"Dasar pria mesum! Berani-beraninya dia mencium orang tanpa permisi!" Yuke terus menggerutu di sepanjang jalan.

__ADS_1


Sehingga Yuke tidak memperhatikan bahwa Thomas dari kejauhan sedang melihatnya dan kini sedang berlari ke arahnya, Thomas berusaha untuk mengejarnya.


"Yuke! Yuke! Hei, tunggu sebentar!" Thomas terus berteriak memanggil Yuke saat ini. Yuke yang sedang tidak fokus pikirannya. Jadi dia tidak mendengarkan teriakan tersebut.


Yuke langsung naik ke dalam taksi, yang kebetulan melintas di hadapannya.


Thomas kemudian langsung mencari mobilnya di area parkir perusahaan adiknya, dan mengikuti ke mana Yuke pergi.


"Apa yang dilakukan Yuke di perusahaannya Firly? Terus, kenapa dia tadi pergi sepertinya dengan keadaan marah?" tanya Thomas kepada dirinya sendiri.


Thomas berusaha untuk memanggil Yuke ke ponselnya tetapi terus tidak diangkat membuat Thomas jadi geram dan marah.


"Dasarnya perempuan satu ini, ya!? Calon istriku, tetapi tidak mau memperdulikan panggilanku. Awas saja kalau sudah jadi istriku, kan ku buat kau patuh padaku!" geram Thomas dengan sangat kesal dengan kelakuan Yuke yang seakan tidak peduli kepadanya.


Setelah sampai di tempat Yuke turun, Thomas pun ikut turun dan menghampiri Yuke yang saat ini masih masam wajahnya.


Yuke langsung masuk ke dalam Cafe. Dia tidak tahu, kalau saat ini Thomas sedang menuju ke arahnya dengan kemarahan yang besar. Karena merasa bahwa telah dicuekin oleh calon istrinya itu.


Begitu sudah dekat dengan Yuke, Thomas langsung menarik tangan Yuke dengan kasar untuk menghadap kepadanya.


"Apaan, sih?" protes Yuke sambil berusaha untuk melepaskan cekalan tangan Thomas.


"Kamu yang apaan! Ssjak tadi aku panggil dan juga mengejarmu. Tapi kau sama sekali tidak peduli padaku! Apa itu sikapmu terhadap calon suamimu?" teriak Thomas dengan amarah yang sudah membuncah di dadanya.


"Baru calon suami kan?T-a-p-i B-u-k-a-n s-u-a-m-i-k-u!" ucap Yuke keras dengan menekankan kata "tapi bukan suamiku" kepada Thomas.


Wajah Thomas seketika memerah, karena kemarahan yang ada di hatinya yang sejak tadi dia tahan.


Yuke yang saat ini perasaannya sedang kesal dan jengkel pun, tidak mau kalah oleh Thomas. Dia terus menantang tatapan Thomas yang seakan tidak mau kalah darinya. Apalagi Yuke saat ini sedang kesal, gara-gara kejadian di kantornya Firly tadi.

__ADS_1


__ADS_2