
Kelakuan Adrian dan Syifa ini, sungguh sangat lucu kalau dilihat oleh orang lain. Begitu pula yang dirasakan oleh Yuke saat ini. Jelas-jelas, Yuke bisa melihat bahwa keduanya itu sebenarnya saling jatuh cinta, hanya saja ego keduanya yang luar biasa. Yang tidak bisa dikalahkan oleh cinta mereka berdua.
'Tampaknya, aku harus berusaha untuk membantu kedua orang bodoh ini! Agar mereka bisa saling mengakui perasaan mereka masing-masing!' bathin Yuke.
"Sayang, ayo kita nonton di bioskop! Sebaiknya kita pergi berdua saja! Tidak perlu mereka untuk mengikuti kita!" ucap Syifa semakin gencar melakukan aksinya.
Rasya yang kebingungan dengan sikap Syifa, yang tiba-tiba seperti itu pun, hanya bisa berimprovisasi. Sedikit banyak, Rasya bisa paham bahwa ada sesuatu diantara mereka bertiga, yang malah menyeret dirinya ke dalamnya.
"Baiklah sayang! Ayo kita nonton bersama! Sudah lama juga kita tidak nonton ya? Semoga malam ini, bisa menjadi malam yang romantis diantara kita!" ucap Rasya sambil mengelus pipi Syifa. Syifa yang mendapatkan perlakuan semacam itu, akhirnya malah tersipu malu, pipinya sampai bersemu merah.
Adrian yang melihat kelakuan Syifa dan Rasya hatinya benar-benar panas. Tidak sanggup lagi dan Dia pun akhirnya menetapkan Yuke. Adrian pun akhirnya melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh Syifa dan Rasya. Benar-benar, perilaku mereka sangat konyol sekali dan Yuke sampai tertawa terbahak-bahak di dalam hatinya.
'Kedua orang bodoh ini, benar-benar sangat konyol sekali! Tampaknya, aku harus membantu mereka berdua untuk menyadari perasaan mereka, terhadap satu sama lain!' bathin Yuke. Sebenarnya, Yuke sendiri merasa cemburu, melihat Rasya yang begitu lembut terhadap Syifa. Sedikit banyak cukup dan merasakan bahwa dirinya menganggap Rasya sebagai orang yang spesial. Setelah Rasya menolongnya pada hari itu.
"Sayang, aku juga ingin dong, kita nonton film romantis!" ucap Yuke sambil mengelus tangan Adrian. Adrian langsung menarik tangannya, merasa kaget dengan kelakuan Yuke yang tiba-tiba.
Syifa melihat itu dan hatinya merasa senang, ketika Adrian yang menarik tangannya dari sisi Yuke. tampak Syifa menerbitkan senyum kemenangannya.
"Ayo, kalau kau ingin nonton juga! Aku akan pasti akan menemanimu!" ucap Adrian dan bersiap untuk pergi juga .
__ADS_1
Siapa tahu, Syifa malah pergi ke arah lain, bukannya pergi ke bioskop seperti Adrian dan Yuke, ternyata Syifa malah meninggalkan cafe tersebut bersama dengan Rasya.
"Maafkan tadi ya, Pak Rasya! Itu tadi, pria itu adalah calon suamiku. Bersama selingkuhannya! Aku tidak suka aja, dia terang-terangan memperlihatkan kemesraannya bersama selingkuhannya di hadapanku!" ucap Syifa tampak emosi.
"Oh! Jadi, laki-laki tadi itu adalah calon suami kamu? Kok, bisa sih? Dia bersama dengan Yuke? Bukankah kalian itu adalah sahabat, ya? Setahuku, kalian itu,bersahabat bukan? Kalian tidak pernah terpisahkan! Lalu, kenapa bisa jadi seperti ini?" tanya Rasya bingung.
"Yah, dahulu Kami berdua,memang bersahabat! Tetapi sejak Yuke mengenal calon suamiku, tampaknya persahabatan kami tidak penting buat dia. Dia sudah terpesona dengan calon suamiku yang tampan dan konglomerat itu!" cicit Syifa merasa kesal.
"Memangnya, siapa nama calon suami kamu?" tanya Rasya akhirnya merasa penasaran juga.
"Adrian Abimana! Seorang pewaris dari Abimana grup!" ucap Syifa kesal. Seketika Rasya matanya melotot ketika mendapatkan kenyataan itu.
"Kamu tunggu sebentar ya! Aku mau ke toilet dulu!" ucap Rasya, meninggalkan Syifa di sebuah taman.
Saat Syifa termenung seorang diri, dan sibuk memikirkan hubungannya dengan Adrian, tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang, yang bertangan kekar. Pria itu, yang ternyata itu adalah Adrian.
Adrian langsung menarik Syifa ke dalam mobilnya, lalu menutup pintu mobilnya secara otomatis. Sehingga Syifa tidak bisa melarikan diri lagi.
"Adrian! Apa yang kau lakukan padaku? Apa kau sedang menculikku? Dasar tidak sopan!" ucap Syifa mulai ketakutan. Adrian hanya diam, fokus menyetir.
__ADS_1
"Adrian! Apa yang kau lakukan? Kau mau membawaku ke mana? Kenapa ini seperti arah keluar kota? Cepat hentikan mobilnya! Apa yang kau lakukan?" Syifa sudah ketakutan melihat Adrian yang tetap diam saja.
"Aku akan membawa kamu keluar kota! Aku akan menjauhkan kamu dari pria itu! Cuman aku yang boleh menyentuh kamu! Karena aku adalah calon suami kamu! Camkan itu!" Karena rasa cemburu, tampaknya Adrian menjadi gelap mata dan hilang akal. Logikanya telah tertutup sehingga membuat Adrian kini telah berbuat nekat. Adrian akan menculik Syifa ke rumahnya di luar kota. Rumahnya yang biasa digunakan untuk berlibur.
"Kamu yang sudah berselingkuh dengan Yuke, sahabatku! Kenapa kau malah marah-marah padaku? Aku hanya membalas, Apa yang kamu lakukan terhadapku!" ucap Syifa tidak kalah emosi dengan Adrian, yang saat ini tetap berusaha fokus untuk menyetir. Karena berbahaya apabila menyetir dengan perhatian yang pecah.
"Aku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Yuke! Kami hanya makan siang biasa saja, tetapi kamu, kamu sedang bermesraan dengan laki-laki yang bernama Rasya itu!" ucap Adrian geram seketika dia mengerem mobilnya tiba-tiba. Adrian diam, menatap Syifa yang menatap dirinya dengan mata nyalang.
Seketika Adrian menarik tengkuk Syifa dan ******* bibirnya dengan penuh kemarahan. Syifa yang terkejut dengan kelakuan Adrian, yang tiba-tiba, mau tidak mau akhirnya memukuli Adrian. Tetapi Adrian tidak peduli. Perasaan marah dan rasa kecewanya saat ini lebih mendominasi daripada akal sehatnya.
Adrian terus ******* bibir Syifa, hingga Syifa kehabisan oksigen dan memukul-mukul dada Adrian. Meminta untuk dilepaskan dari ciuman Adrian yang menuntut.
"Kamu gila!" tiba-tiba Syifa menangis tersedu-sedu."Kamu jahat! Kenapa kamu mencuri ciuman pertamaku? Harusnya aku persembahan untuk suami aku! Hiks hiks!" Syifa terus memukuli Adrian. Adrian menatap Syifa dengan nyalang. Kesal dan cemburu buta membuat Adrian kehilangan kontrol akan dirinya.
"Kenapa kamu menangis? Apakah karena itu adalah aku? Aku adalah calon suami kamu! Aku lebih berhak melakukan itu daripada pria itu! Aku lebih berhak! Daripada pria itu, yang mengambilnya, lebih baik aku yang mengambilnya dari kamu!" ucap Adrian nyaris tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Sejak kapan kau menjadi laki-laki b******* , Hah? Sejak kapan?" tanya Syifa sambil menangis.
"Sejak aku melihat kamu, di malam pernikahan kita, dengan laki-laki itu! Kamu tahu? Kamu sudah membuat aku gila!" ucap Adrian frustasi.
__ADS_1
Syifa seketika terdiam dari tangisnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Adrian. Hatinya menghangat, demi mendapatkan kenyataan itu. 'Apakah Adrian telah jatuh cinta kepadaku?' bathin Syifa.