Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
8. Istri Om Om


__ADS_3

Disinilah Amira sekarang, di rumahnya Sulis. Janjian mereka kemarin batal gara-gara Fathu yang gak mau melepaskan Amira untuk pergi keluar rumah. Tadi kebetulan sang suami sedang pergi mengajar di kampus, jadi Amira bisa keluar dengan minta ijin kepada mertuanya.


"Loe gila ya? Janjian kapan, datangnya kapan!" protes Sulis misuh misuh. Masih jengkel dengan sahabatnya tersebut. Amira hanya bisa nyengir kuda, menanggapi kemarahan sahabat nya.


"Maaf, sayang! Beginilah resiko menikah dengan Om Om! Dia posesif banget, ga ijinin gue ngapa-ngapain. Takut gue ketemu ma laki lain! Hehehe!"


"Bangga!!" ledek Sulis sambil memeletkan lidahnya, gemes dengan sahabat nya.


"Ehz By the way, gimana? Menikah itu, enak gak?" tanya Sulis kepo. Amira hanya tersenyum simpul.


"Aih, ditanya jawabannya malah senyum doang! Gusti! Kenapa nasib hamba sungguh tidak beruntung! Punya sahabat tiba-tiba gagu dan tuli, bisa tuker tambah gak sih?" ucap Sulis sambil menengadahkan tangannya ke langit.


"Ih, apaan sih? Geli amat kelakuan loe!" protes Amira sambil melempar bantal yang tadi di pelukannya. Sulis malah terbahak-bahak.


Mereka tidak tahu, sedari tadi, kelakuan mereka terus di perhatikan oleh Bayu di ruang kantornya, CCTV kebetulan memang di pasang oleh Bayu di ruang tamu mereka. Sengaja di pasang untuk mengawasi sang putri semata wayangnya.


"Terima kasih, Amira! Karena sudah memberi kebahagiaan untuk anak, Om! Sejak mengenal kamu, Sulis menjadi pribadi yang bahagia dan positif. Dulu, Setelah mamanya Sulis lebih memilih pergi dengan selingkuhannya, Sulis selalu sedih dan mengunci diri di kamar, sekarang, Sulis selalu bahagia berkat kamu! Terima kasih!" siapapun yang melihat cara Bayu menatap Amira, pasti bisa menebak, bahwa Bayu ada rasa dengan Amira.


Bayu bisa dikatakan sebagai duda keren, tampan dan kaya raya. Tapi dia gagal dalam pernikahan karena dirinya yang selalu sibuk di kantor. Selama masa pernikahan, Bayu memang lebih mempercayai Pramana, sekretaris dan juga asistennya untuk mengurus keperluan istrinya. Mungkin karena selalu bersama itu, yang akhirnya menumbuhkan rasa cinta kepada kedua insan itu.


"Semua memang salah saya, tapi sudahlah! Gak ada gunanya juga kalau di tangisi!" Bayu lalu beranjak dari kursinya, Bayu memutuskan untuk makan siang di rumah saja bersama putrinya.


Setelah sampai, Bayu langsung pergi ke meja makan. Di sana, Bayu melihat putrinya dan Amira sedang memasak bersama.

__ADS_1


"Iuh, kok rasanya gini amat ya? Loe bisa masak kagak, sebenarnya Sulis?" Amira melepehkan makanan yang tadi dia coba.


"Gak seburuk itu, kali! Enak ko.. cobain lagi!" bujuk Sulis sambil memaksa Amira buat mencoba untuk makan masakan lagi.


"Kagak mau! Nanti yang ada gue mati keracunan, gara-gara makanan buatan loe! Wah, loe tiap hari kasih makan bokap loe pakai makanan model begini? Sumpah! Miris bener nasib bokab loe!" ledek Amira yang malah ditanggapin cuek oleh Sulis. Bayu hanya berdiri di kongliong ruang tamu.


"Bokap gue itu orangnya asik! Gak banyak rewel. Beruntung pokoknya jadi bini bokap gue. Udah ganteng, tajir, baik lagi!" Sulis memuji ayahnya sampai berbusa.


"Sayangnya gue udah punya laki! Percuma loe promosikan bokap loe ama gue! Gue gak sanggup karungin oiiii!" ucap Amira sambil menolak makanan yang masih saja di paksa Sulis untuk dia makan. Sulis emang selalu jahilin Amira.


"Hehehe, bokap gue juga gak bakal mau di karungin MA Kunti model loe, kali!" Sulis melempar celemek ke muka Amira, yang di balas Amira dengan melemparkan celemek miliknya juga.


"Sudah cukup! Belajar masak ko malah jadi bikin huru hara kaya gini!" tegur Bayu.


"Eh, papah, kok tumben pulang?" tanya Sulis sambil mendekati ayahnya dan mencium pipi ayahnya dengan manja.



Visualisasi Bayu, ayahnya Sulis. Duren tampan, the most wanted para cewek seantero negeri.


"Sakit, tahu Papahku sayang!" Sulis bermanja-manja kepada Ayahnya.


"Ayo ke ruang tamu saja, biar itu dibereskan ART kita. Tadi di jalan papah sudah pesan makanan di go food. Paling bentar lagi sampe!" Sulis dari tadi nempel terus sama ayahnya.

__ADS_1


"Om, Amira pulang saja ya, gak mau ganggu quality time kalian!" Amira mengambil tas dan ponselnya, tapi di cegah oleh Sulis.


"Ih, gak boleh pulang ih, nanti di antar bokap gue! Kita makan siang dulu!" Sulis maksa Amira untuk tinggal. Tapi Amira menatap Ayahnya Sulis dengan ragu. Suaminya sudah wanti wanti untuk menghindari Ayahnya Sulis tersebut.


'Pantesan, Mas Fathu wanti-wanti buat hindari Om ganteng satu ini, wajahnya bikin meleleh hati ane, Hayati!' bathin Amira tanpa sengaja.


"Ayo Amira kita makan sama-sama, itu makanan yang Om pesan sudah sampai!" Bayu lalu pergi ke depan rumahnya untuk mengambil pesanannya yang di antar oleh kurir.


Rumah Sulis termasuk mewah dan besar. Maklum saja, Ayah Sulis masuk ke dalam daftar orang paling kaya nomor 4 di kota tersebut.


"Ayo kita makan! Jam makan siang ayah terbatas waktunya!" Amira, dan Sulis akhirnya mengikuti kemauan Bayu. Dengan cekatan, Bayu menaruh semua makanan di atas piring.


Amira yang tidak enak sebagai tamu hanya duduk saja, berusaha membantu Bayu, membawakan piring ke meja makan. Sulis sedang pergi ke toilet karena katanya sakit perut.


Saat Amira mau meletakkan piring, tanpa sengaja kakinya ke sandung kursi. Bayu yang melihat hal tersebut, dengan repleks menolong Amira. Sehingga mereka berdua kini dalam posisi saling berpelukan, sedikit saja, apabila Bayu hilang keseimbangan, bibir mereka akan saling berciuman. Amira tersipu malu. Lalu dengan tergesa melepaskan dirinya dari pelukan ayahnya Sulis. Hati Amira deg-degan luar biasa.


"Sudah siap belum makanan kita?" tanya Sulis sambil menarik kursinya.


Amira dan Bayu jadi gugup, lalu duduk di kursi masing-masing sambil menundukkan kepalanya.


"Ayo kita makan!" mereka makan dalam diam. Sulis sebenarnya merasa keheranan dengan situasi dan atmosfer yang canggung dan kaku tersebut, tapi Sulis hanya menahan dalam hati saja. Takut nanti membuat ayahnya marah kalau bicara saat makan.


Setelah makan, Amira berpamitan. Sulis memaksa agar Amira di antar oleh Bayu, setengah mati Amira menolak, tetapi sahabat nya tidak menerima penolakan. Akhirnya, disinilah Amira berakhir. Di mobilnya Bayu. Duda keren yang super deper gantengnya pakai banget.

__ADS_1


Amira gugup luar biasa. Pikirannya sudah gak karuan, apalagi saat ingat kejadian di ruang makan tadi, yang dirinya hampir berciuman dengan ayahnya Sulis, sukses membuat Amira jadi kebat kebit hatinya.


'Ya Allah, semoga Mas Fathu belum pulang dari kampus. Kalau melihat aku pulang di antar Om Bayu, bisa ngamuk dia nanti!' bathin Amira ketakutan.


__ADS_2