
Grace dan ferguso segera berangkat ke restoran yang sudah disepakati oleh mereka.
Tampak Andika dan Cakra pun sudah datang ke restoran itu.
" Halo apa kabarnya?" ucap Ferguso mengucapkan salam ketika dia bertemu dengan Andika dan Cakra di jalan masuk restoran yang sudah mereka pesan sebelumnya.
" Alhamdulillah. Kabar Kami baik-baik saja bagaimana dengan anda dan Putri anda?" tanya Andika sambil menatap kepada ferguso dan Grace.
" Baguslah kalau kalian baik-baik saja. Kami berdua pun sangat baik dan sangat senang dengan rencana pernikahan ini!" ucap Ferguso dengan menggunakan bahasa Indonesia yang agak terbata-bata.
" Cakra kemarilah perkenalkanlah calon mertuamu dan juga calon istrimu!" Panggil Andika kepada Cakra yang saat ini sedang sibuk menelpon seseorang.
Cakra menoleh sekilas kepada ayahnya dan kemudian menutup panggilan tersebut.
Secara perlahan Cakra berjalan dan mendekati sang ayah.
" Ayo kita masuk Pah!" ajak Cakra sambil berjalan di depan ayahnya.
" Cakra! Kemarilah dulu. Kenalan lah dulu dengan mereka berdua. Baru nanti kita masuk ke dalam restoran yang sudah kita pesan malam ini!" ucap Andika kepada putranya.
" Memangnya kenapa Pah? Kita kan bisa berkenalan di dalam ruangan. Aih, di sini sangat tidak nyaman!" ucap Cakra beralasan dan kemudian dia langsung pergi menuju ruangan yang sudah dipesan oleh sekretaris ayahnya kemarin malam.
Cakra sama sekali tidak melirik ke arah Ferguso maupun Grace karena saat ini pikirannya tidak sedang berada di tempat itu.
Dalam hati Cakra saat ini Sedang berpikir bagaimana caranya untuk bisa menolak acara pertunangan yang akan dilaksanakan satu minggu lagi.
Grace tanpa kecewa ketika melihat Chakra yang sama sekali tidak memperdulikannya yang saat ini sedang berdiri di hadapan Andika.
__ADS_1
" Tolong kalian bisa memaafkan Putra Saya yang masih kurang pengalaman itu!" ucap Andika kepada ferguso dan juga Grace yang tampak tidak senang melihat apa yang dilakukan oleh Cakra.
" Tampaknya putramu tidak menyukai kami berdua Andika. Dia bahkan tidak mau menyapa kami berdua!" ucap ferguso merasa kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Cakra kepadanya dan juga putrinya.
" Mungkin Cakra sedang menemui kesulitan. Sehingga dia tidak bisa fokus saat ini. Sudahlah! Ayo kita masuk ke dalam ruangan yang sudah saya pesan dan kita bisa bicarakan segala hal tentang rencana kita. Untuk menjodohkan mereka berdua!" ucap Andika sambil menuntun ferguso menuju ruangan yang sudah dipesan olehnya.
" Grace! Lihatlah sayang! Belum menikah saja calon suamimu sudah tidak mau untuk mempedulikanmu. Sayang, papa tidak bisa membayangkan. Bagaimana kalau nanti kalian berdua menikah? Pernikahan macam apa yang akan kau jalani Grace?" tanya Ferguso sambil menggelengkan kepalanya.
" Sudahlah Pah! Santai saja. Cakra kan belum melihat Grace!" WhatsApp Grace sambil tersenyum kepada ayahnya yang tampak misuh-misuh dan rasa tersinggung melihat putrinya dicuekin dan diabaikan oleh calon suaminya sendiri.
" Pokoknya kalau di dalam sana Cakra masih mengabaikanmu Papa tidak akan terima papa akan langsung membatalkan semua kerjasama perusahaan kita dengan Abi mana grup!" ucap Ferguso dengan amarah dan rasa kesal terhadap Cakra.
" Papa Percaya saja dengan Grace Grace pasti bisa menaklukkan Cakra seperti janji Grace waktu itu!" ucap Grace sambil tetap tersenyum manis kepada ayahnya yang masih marah dengan apa yang dilakukan oleh Cakra kepada mereka berdua.
" Ayo Pah jangan biarkan mereka menunggu kita!" ucap Grace sambil menggamit tangan ayahnya yang selama ini sangat menyayanginya dan memperlakukannya sebagai seorang tuan putri.
" Apa kau tahu Grace, sayangku? Hati Papah benar-benar sakit ketika melihat seseorang yang menyakitimu. Papa benar-benar tidak bisa terima!" ucapkan gosok kepada putrinya Ayah masih berusaha tersenyum bahagia di hadapan sang ayah.
' Ke mana Cakra? Tadi aku lihat dia masuk ke dalam ruangan ini bersama dengan om Andika!' batin Grace sambil melihat keseluruhan dan fix di sana hanya ada Andika seorang.
" Apakah kau sedang mencari Cakra? Dia sedang pergi ke toilet. Karena tadi seorang pelayan membasahi pakaiannya dengan jus yang kami pesan! Hai pelayan itu benar-benar sangat ceroboh sehingga membuat Cakra harus mengganti pakaiannya!" ucapkan Dika sambil menggelengkan kepalanya.
" Tadi saya sudah menelpon butik untuk mengirimkan pakaian baru untuk Cakra. Kalian tenang saja sebentar lagi dia pasti akan datang kemari!" ucap Andika.
Pertemuan malam ini sebenarnya hanyalah acara makan malam biasa dalam rangka memperkenalkan Cakra dan Grace secara resmi sebagai calon tunangan. Calon suami istri tentu saja.
Tadi siang kedua perusahaan sudah menandatangani kerjasama untuk waktu 10 tahun.
__ADS_1
Tanda tangan itu merupakan acara resmi yang menyatakan bahwa keluarga ferguso dan keluarga Abimana saat ini sedang berada di dalam satu perahu yang sama.
Berita pertunangan mereka berdua sudah menjadi trending topik di Jakarta.
Bahkan Sulis yang saat ini berada di Jerman pun sudah mendengarkan kabar itu melalui televisi maupun akun sosial media.
Saat ini Sulis sedang menelpon Cakra yang sedang menunggu pakaian barunya dikirimkan oleh pihak butik.
" Apakah benar kalau kau akan menikah dengan seorang pewaris dari perusahaan Ferguso yang berasal dari Perancis?" tanya Sulis kepada Cakra.
" Belum Pasti. Kami masih membicarakannya. Malam ini adalah pertemuan resmi antar dua keluarga untuk memperkenalkan calon istriku!" ucapkan terlihat santai ketika dia berbicara dengan Sulis.
" Baiklah! Apakah kau mengetahui siapa keluarga ferguso? Saya rasa tidak mungkin Om Andika memberikan izinnya begitu saja untuk menikahkan kalian berdua. Kalau sudah mengetahui siapa sebenarnya keluarga Ferguso di Perancis." ucap Sulis dengan suara yang terdengar gemetar.
Memang saat ini perasaan Sulis benar-benar kalang kabut. Dia pun tidak mengerti kenapa perasaan seperti itu bisa hinggap ke dalam pikirannya. Ketika dia mendengarkan kabar bahwa Cakra akan menikah dengan Grace.
" Kami sudah mengetahui siapa itu keluarga Ferguso di Perancis dan papa sama sekali tidak keberatan dengan status mereka sebagai mafia kelas kakap!" ucap Cakra dengan nada biasa saja menanggapi apa yang dikatakan oleh Sulis.
" Baiklah Cakra! Baguslah kalau kau sudah mengetahui tentang keluarga itu. Aku mengucapkan semoga hidup kalian berbahagia! Selamat Cakra Aku mendoakan kebahagiaan kalian!" ucap Sulis sambil menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Cakra.
Setelah menerima panggilan telepon, Cakra tampak terdiam dan memikirkan apa yang saat ini sedang terjadi antara dirinya dan juga Sulis yang kini telah menjadi seorang ibu dari anak laki-lakinya bersama dengan suaminya.
" Kenapa aku menangkap bahwa Sulis sedang merasakan cemburu tentang rencana pernikahanku dengan keluarga Ferguso?" tanya Cakra kepada dirinya sendiri.
" Karena mungkin saja dia masih merasa mencintaimu!" tiba-tiba Grace sudah berdiri di hadapan Cakra.
Cakra terkejut ketika mendapatkan Grace saat ini sedang berdiri di hadapannya dengan mata berapi-api.
__ADS_1
" Katakan kepadaku! Apakah di belakangku kau masih berhubungan dengan perempuan itu?" tanya Grace kepada Cakra.
" Kamu bicara apa sih Grace? Kamu lagi apa kau di sini huh? Apa kau mengikutiku?" tanya Cakra sambil menatap tajam ke arah Grace yang saat ini sedang menitikkan air matanya.