Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
120. Ke Prancis


__ADS_3

Bayu memilih diam mendengarkan semua pembicaraan antara Cakra dan Andika. anak dan ayah itu tampak begitu akrab sehingga membuat Bayu seakan merindukan Sulis yang dulu juga sangat dekat dengannya.


"Om Bayu! Memangnya nggak suka sama Kak Amanda? Kak Amanda kan cantik!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Bayu.


"Iya kakakmu cantik tapi mulutnya sangat pedas!" ucap Bayu sambil cemberut.


"Kalau masalah mulut yang pedas bisalah diatur Yang penting kan Om Bayu senang dulu sama Kak Amanda!" ucapkan sambil tersenyum kepada Bayu sehingga membuat Bayu jadi salah tingkah.


"Om Bayu ini, walaupun sudah punya Putri sebesar Sulis. Tapi umurnya sebetulnya masih muda belum sampai 38 tahun. Soalnya kan dulu Om Bayu menikah muda gara-gara dijodohin sama orang tuanya!" ucapkan Dika bercerita tentang masa muda Bayu.


"Kau sih enak, bisa hidup seenakmu. Orang tuamu tidak pernah mengekangmu. Bahkan mereka mendukung ide gila mu untuk menculik Kesya dulu. Dan menikah paksa dia." ucap Bayu sambil menatap kepada Andika yang sekarang menatapnya dengan sedih.


Bayu sadar kalau dia telah menyinggung perasaan Andika yang pasti sekarang merindukan istrinya yang sudah meninggal.


"Maafkan aku dik aku khilaf sudah melampaui batas dari bercanda kita!" ucap Bayu dengan penuh penyesalan.


"Sudahlah kan aku yang duluan. Kamu hanya menimpali saja. Bukan salahmu yang kau katakan kan memang kenyataan!" ucap Andika sambil menatap Bayu yang tampak merasa bersalah padanya.


"Sudahlah Bayu jangan terlalu dipikirkan. Kita kan hidup hanya satu kali tidak usah terlalu spaneng. Santai saja. Saya bersedih bukan Karena ucapanmu tapi tiba-tiba aku jadi mengingat istriku!" ucap Andika sambil menepuk bahu Bayu yang masih merasa bersalah dengan perkataannya. Sehingga membuat Andika sekarang merasa bersedih karena mengingat Kesya yang sudah meninggal dunia.


"Kira-kira, aa yang akan kita lakukan nanti di Prancis? Apakah kita akan mencari cewek-cewek cantik. Secara kita ini kan tiga jomblo rupawan! Hahaha!" ucap Cakra berusaha memecah kesunyian karena hal canggung yang terjadi di antara Bayu dan ayahnya.


"Wah nggak adil dong! Para cewek pasti carinya kamu kan kamu muda dan tampan lah kita-kita sudah udzur! Haha!" ucap Andika sambil tertawa bahagia.


'Senang rasanya melihat Papa bisa tertawa lagi. Semoga papa akan selalu bahagia untuk kedepannya!' batin Cakra sambil menatap kepada ayahnya yang sekarang sedang bercanda dengan Bayu.


"Nanti mau tinggal di mana?" tanya Cakra.

__ADS_1


"Om tinggal di hotel saja!" jawab Bayu tanpa berpikir panjang.


"Ya nggak asik dong Om! Kalau kita berpisah. Om ikut kita saja tinggal di mansionnya Kak Amanda!" ucap Cakra sambil menggoyang- goyangkan tangan Bayu. Sehingga membuat Bayu menjadi tertawa karena merasa lucu dengan tingkah Cakra yang tidak biasa.


"Wah Andika Cakra baru satu hari jomblo sudah berubah total karakteristiknya!" ucap Bayu menggoda Cakra yang saat ini sedang bermanja kepadanya.


"Iyalah Om kita kan butuh Healing kita nggak harus selalu menangis untuk menghadapi setiap masalah kita bisa menertawakannya agar hati kita lebih bahagia!" ucap Cakra sambil tersenyum kepada Bayu.


" Om sudah sangat lama tinggal di luar negeri kasihan sekretaris Om sama asisten Om di Jakarta sampai keteteran!" ucap Bayu sambil meringis menatap Cakra yang saat ini sedang menatapnya.


"Ya Sama! Saya juga Bayu. Emang cuma kamu aja? Tapi kan saya selalu tetap handle mereka melalui daring dan juga online!" ucap Andika menimpali perkataan Bayu.


"Ayolah Om Pah jangan terlalu memikirkan pekerjaan sekali-kali kita juga butuh untuk refreshing Jangan hanya memikirkan sesuatu yang serius nanti kita sakit baru deh kita menyesal!" ucap Cakra.


"Sekarang bagi Papa pekerjaan adalah sesuatu yang menyembuhkan. Daripada diam saja malah membuat papa jadi nggak bisa berpikir fokus karena selalu ingat dengan mamamu!" ucap Andika kembali murung.


"Susah Dik untuk melupaan Kesya itu. Soalnya dia akan adalah cinta pertama dan cinta terakhirku!" ucap Andika sambil menerawang jauh menatap awan Biru di luar sana.


Tiba-tiba saja mereka mendapatkan pemberitahuan dari pramugari bahwa mereka akan segera mendarat di Prancis. Sehingga mereka harus segera mengencangkan seatbelt.


"Akhirnya kita sampai juga. Papa sudah rindu dengan kakakmu. Hampir satu tahun tidak bertemu dengannya!" siap Andika sambil menatap kepada Cakra.


"Tidak terasa ya Pah! Kalau mama sudah pergi 1 tahun lamanya. Padahal rasanya baru kemarin!" ucap Cakra sambil menatap kepada ayahnya yang kini matanya berkaca-kaca.


"Nanti kita sekalian selamatan saja di mansion milik Amanda. Kita kirimkan doa untuk Ibumu!" ucapkan Dika yang disetujui oleh Cakra dan juga Bayu.


"Om Bayu tinggal sama kita ya nggak usah tinggal di hotel Nanti nggak seru kalau nggak ada Om!" minta Cakra ke pada Bayu agar ikut bersama mereka tinggal di Mansion Amanda.

__ADS_1


"Om sih oke-oke aja hanya saja Amanda pasti tidak senang kalau melihat Om ada di sana!" ucap Bayu seperti sanksi dengan dirinya sendiri.


"Ayolah Om! Tenang saja. Kalau masalah Kak Amanda nanti Cakra yang akan urus!" ucap Cakra menjanjikan jasanya untuk menangani Amanda apabila nanti bermasalah dengan Bayu.


"Ya ampun kamu udah seperti sedang mau jadi Mak Comblang saja. Kamu lucu banget! Hahaha!" ucap Bayu Sambil tertawa terbahak-bahak dengan gayanya Cakra.


"Wah ide yang bagus sepertinya Pah. Gimana kalau kita jadi mak comblangnya Om Bayu dengan kak Amanda?" ucap Cakra sambil menaik turunkan alisnya sambil melirik kepada Bayu.


"Boleh deh, nanti papa pasti yang paling aktif jadi makcomblangnya mereka. Hahaha kayaknya lucu juga kalau kamu nanti bisa jadi menantuku Bayu!" ucap Andika sambil tertawa terbahak-bahak. Sehingga membuat Cakra dan Bayu terkesiap melihat tawa Andika yang begitu lepas.


"Om kayaknya kalau Om beneran menikah sama kak Amanda. Papa deh yang paling bahagia. Tuh lihat tawa Papa yang begitu lepas! Sangat bahagia!" ucap Cakra sambil melihat kepada ayahnya yang masih juga tertawa terpingkal sambil memegangi perutnya.


"Ya ampun Dika! Kau jangan kayak gitu lah. Kau bikin saya malah jadi takut!" ucap Bayu sambil menepuk bahu Andika yang sampai sekarang masih juga tertawa.


Tiba-tiba saja Andika terdiam dan tampak air mata mengalir di kelopak matanya sehingga membuat Cakra dan Bayu terkejut.


"Seandainya saja dulu Manda tidak membunuh Kesya. Pasti sekarang mamamu masih hidup. Entah bagaimana Papa bisa menghadapi Amanda atau tidak!" ucap Andika sambil menundukkan kepalanya.


"Apa lebih baik kita tinggal di hotel saja seperti kata Om Bayu? Cakra takut kalau nanti papa tidak bisa menghadapi Kak Amanda!" ucap Cakra merasa tidak tega melihat ayahnya yang saat ini sedang terisak dalam tangis.


"Om pikir juga seperti itu. Akan lebih baik kalau kita menginap di hotel saja. Semuanya nyaman dan gak ada masalah satu sama lain. Atau kita sewa mansion di sana?" tanya Bayu.


" Jangan khawatir kalau masalah mantion. Kalau kalian tidak mau tinggal di Mansion milik Amanda. Masih banyak mantion milik Abimana grup. Kita tinggal menghubungi manajemen perusahaan di sana. Pasti akan menyediakannya untuk kita." ucap Andika menimpali pembicaraan mereka.


"Kalau kami bisa tinggal di mana saja tidak masalah bagi kami. Yang penting kamu Dik. Kamu siap nggak bertemu dengan Amanda?" tanya Bayu menatap tajam kepada sahabatnya yang saat ini masih tampak bersedih hatinya.


Mengingat tentang kematian istrinya yang diakibatkan oleh ibu kandungnya Amanda. Terkadang masih menyakitkan bagi Andika.

__ADS_1


Andika pun merasa ragu Apakah dia sanggup untuk berhadapan dengan Amanda anak dari wanita yang telah membunuh istrinya.


__ADS_2