Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
7. Suami Bucin Tingkat Akut


__ADS_3

Paginya, Amira janjian untuk bertemu dengan Sulis, tidak seperti biasanya, Amira sedang minta ijin kepada suaminya sebelum dirinya pergi untuk bertemu dengan Sulis.


"Sayang, ingat! Kalau di sana ada Papahnya Sulis, kamu harus panggil Mas buat jemput kamu!" pesan Fathu suaminya.


"Kenapa memangnya?" tanya Amira merasa heran.


"Pokoknya, Mas gak suka kalau kamu ketemu sama Papahnya Sulis!" pagi itu Fathu sudah misuh misuh gara-gara hal itu.


"Iya, sayang! Ya sudah, aku pwew dulu. Aku sekalian mau mampir ke rumahku, mau ambil baju dan barang-barang ku." ucap Amira.


"Sayang, lebih baik aku antar saja deh, Mas gak tenang biarin kamu pergi sendiri." ucap Fathu.


"Sayang, dengerin! Aku kalau ketemu Sulis itu waktunya gak tentu! Nanti kamu pasti bosen, sayang! Aku juga gak mau, kalau nanti Sulis lihatin suamiku yang tampan ini!" ucap Amira sambil mencium bibir Fathu sekilas.


"Sayang, kesini Sebentar!" perintah Fathu dengan senyum liciknya.


"Ada apa?" tanya Amira heran lihat senyum suaminya yang tak biasa.


Begitu mendekat, Fathu langsung membawa Amira ke dalam pelukannya, dan mencium bibir Amira dengan gemes. Amira awalnya mau protes, akhirnya malah terhanyut juga dengan ciuman memabukkan sang suami.


Semakin lama, hasrat sang suami semakin berkobar, maklum saja ya, namanya pengantin baru. Lagi manis-manisnya kisah asmara mereka.


Alhamdulillah Amira mendapatkan seorang suami yang baik hati, anak seorang Kiai, walaupun pernikahan paksa, tapi dirinya merasa bahagia. Suaminya sangat memanjakan dirinya dengan cinta dan kasih sayang.


Tidak ada penderitaan yang Amira rasa selama menjadi istri seorang Gus Fathu Al Ghazali. Pria tampan dan gagah itu, selalu mampu membuat Amira melayang sampai ke langit ke tujuh.


"Kebiasaan, deh! Pasti ujung-ujungnya kayak gini!" protes Amira setelah mereka berolahraga pagi di ranjang mereka. Fathu tertawa bahagia, melihat sang istri yang misuh misuh kesal. Jadi pengen nambah lagi. Hehehe.


"Sayang, kamu kok cantik banget sih! Mas jadi gak bisa berpisah sama kamu nih, udah, janjian sama Sulis di batalin aja! Suruh dia yang datang kesini! Mas pasti kelabakan kalau kamu pergi lama-lama!" ucap Fathu bermanja-manja pada istrinya tercinta. Fathu mencium bahu polos sang istri.


"Geli, Mas!" Amira berusaha menghindari tapi Fathu semakin mendekatkan hidungnya di ceruk leher Amira, mau tidak mau Amira jadi tertawa kegelian dengan kelakuan usil sang suami.


Sudah bucin tingkat akut seorang Gus Fathu Al Ghazali. "Mas, aku mandi ya, kasihan kalau Sulis kelamaan nunggu. Aku juga mau daftar kuliah, waktu itu aku langsung pulang aja, karena dapat telpon ayah sekarat di rumah sakit!"


"Kamu mau kuliah?" tanya Fathu.

__ADS_1


"Gak boleh?" Amira malah tanya balik.


"Boleh sih, sayang! Tapi Mas maunya kamu break aja dulu satu tahun dulu, biar fokus punya baby. Aby sama Umi udah ngebet pengen punya cucu!" pinta Fathu sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri dan mencium bahu Amira yang tidak berbusana karena perbuatannya.


"Aku baru 18 tahun, apa bisa jadi seorang mommy?" tanya Amira merasa ragu.


"Pasti bisa sayang, asal kita rajin bikinnya tiap malam!" ucap Fathu sambil menarik turunkan alisnya, dengan senyum liciknya, yang sialnya malah menambah kadar ketampanan suami Amira tersebut.


"Ih, maunya!" Amira tersipu malu, sambil berusaha bangun dari ranjang, tapi Fathu belum mau melepaskan sang istri.


"Sayang, please!" Amira memohon kepada suaminya agar diperbolehkan pergi hari ini.


"Kamu ketemu sama Sulis aja ya, gak usah daftar kuliah dulu. Tahun depan aja! Pokoknya, Mas mau kita fokus bikin Baby buat Aby sama Umy. Ok?" ucap Fathu lagi.


"Harus ya?" tanya Amira bingung.


"Iya, sayang! Usia Mas juga udah 32 tahun, jadi sudah layak jadi ayah." ucap Fathu sambil mencium pipi istrinya dengan gemes.


"Baiklah, siapa suruh aku menikah dengan Om. Om!" jawab Amira pasrah dengan keinginan sang suami gantengnya.


"Kamu, siapa lagi emang suamiku?" tanya Amira sambil tersenyum tengil.


"Berani ya sekarang, mulai nakal ya, ngatain suaminya Om, Om!" Fathu langsung menindih tubuh Amira dan menggelitik sang istri sampai guling-guling karena geli.


"Ampun, Mas! hehehe!" Fathu terus saja menggelitik sang istri.


"Ya memang benar Om Om, Papahnya Sulis saja berusia 35 tahun sudah punya anak Sulis!" ucap Amira sambil tersenyum.


"Sayang, udah dong! Geli tahu. Hehehe!" Amira masih belum bisa melepaskan diri dari suaminya yang jahil tersebut.


Sampai suatu ketukan pintu menyelamatkan hidup Amira. Fathu lalu bangun dari atas tubuh Istrinya.


Tok


tok

__ADS_1


tok


"Siapa?" tanya Fathu.


"Ini Umy, ayo kalian turun dulu, sarapan! Nanti sayang-sayangan di lanjut lagi setelah sarapan!" ucap Umy di balik pintu.


"Iya, Umy, kita nanti turun, mau mandi dulu!" ucap Fathu di balik pintu. Dia hanya membuka pintu sedikit, sekedar terlihat wajahnya dari luar. Soalnya istrinya masih belum berpakaian, setelah pertempuran pagi mereka tadi.


"Anak Umy sudah nakal ya, cepat suruh mandi istrinya, kasihan ini sudah siang. Jangan mau enaknya aja, istrinya gak di kasih makan!" Tegus Umy dan Fathu hanya tersenyum.


"Iya, Umy." Lalu dia tutup pintu dan menguncinya lagi. Ya, sejak hari ini. Fathu akan selalu mengunci pintu kamarnya. Hehehe.


"Ayo mandi sayang, sudah di tunggu Umy sama Aby buat sarapan." Fathu lalu pergi ke kamar mandi. Namun Amira masih mematung di kasur.


"Sayang, cepat kesini! Kok lama banget sih!" teriak Fathu di kamar mandi. Gak sabar dengan sang istri yang lama gak nyusulin juga.


Fathu lalu keluar, Eh... "Kemana istriku?" tanyanya heran, karena kamarnya kosong.


Fathu akhirnya memutuskan untuk mandi saja, setelah selesai, dia mendapatkan sang istri sudah cantik sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Fathu jadi heran.


"Sayang, kok udah mandi sih? Tadi aku nunggu kamu di kamar mandi loh," ucap Fathu sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Tadi aku mandi di kamar mandi luar, kan biar cepat!" ucap Amira masih sibuk mengeringkan rambut nya yang basah.


"Sini, Mas bantu!" Fathu lalu mengambil hair dryer di tangan sang istri


"Mas, aku takut loh, nanti lama-lama aku bisa kena diabetes, gara-gara kamu!" ucap Amira.


"Kok bisa?" tanya Fathu terheran.


"Iya, Soalnya Mas manis banget sama Aku! Senyum Mas, manisnya melebihi takaran!" ucap Amira mulai ngegombal.


"Ih, istriku udah mulai nakal ya, godain suaminya yang katanya Om Om!" ujar Fathu sambil mencubit hidung sang istri dengan gemas.


"Sakit, sayang!" ucap Amira sambil memeluk suaminya. Akhirnya malah janjian sama Sulis batal lagi. Gara-gara suaminya maunya nempel terus. Untung saja acara tahlilan sudah selesai, kalau gak, malu di lihat jamaah dan para santri, lihat Gus merkw yang bucin tingkat akut sama Istrinya. Namanya pengantin baru, wajar ya! Gak usah cemburu dengan mereka berdua!

__ADS_1


__ADS_2