
Bayu segera pergi ke kediaman Abimana dan mengecek keberadaan istrinya.
Begitu sampai di kediaman Abimana. Bayu langsung pergi ke kamarnya dan mencari Amanda di sana.
" Jadi dia benar-benar melakukannya?" tanya Bayu sambil duduk lemas di atas ranjang ketika dia melihat pakaian dan juga koper milik istrinya sudah tidak ada di sana.
Bayu melihat secarik kertas yang ditinggalkan oleh Amanda di atas nakas yang ada di samping tempat tidurnya.
Bayu membaca kertas tersebut dengan hati-hati.
" Maafkan aku! Aku harus pergi ke Perancis sekarang. Mulai sekarang kita menjalani kehidupan kita masing-masing. Kau bebas untuk menikah lagi karena aku tidak akan mengingatmu!"
Hati Bayu merasa teriris. Ketika membaca kalimat yang ditinggalkan oleh istrinya!
" Dia mengatakan kalau dia tidak akan mengingatku. Apakah dia benar-benar akan melakukan itu?" monolog Bayu kepada dirinya sendiri dan dia terus membaca secarik kertas yang ditinggalkan oleh Amanda di atas nakas.
" Apakah dia begitu menderita menjadi istriku sehingga langsung meninggalkanku setelah pernikahan kami selesai?" Bayu sampai kehabisan kata-kata untuk menanggapi apa yang terjadi dalam rumah tangganya bersama Amanda yang hanya berumur 3 hari saja.
Sampai sore Bayu hanya duduk di bawah ranjangnya. Dia tidak ada minat untuk melakukan apapun. Karena saat ini hatinya sedang terluka dengan kepergian Amanda yang begitu saja tanpa berpamitan kepadanya dan tanpa mengatakan apapun.
Sementara itu Cakra yang sudah pulang dari kantornya. Dia merasa heran ketika melihat kediamannya yang begitu sepi.
__ADS_1
" Ya ampun ke mana sama orang sejak tadi pagi rumah ini sangat sepi sekali!" ucap Cakra sambil melihat ke sekeliling ketika dia melihat pembantu yang bekerja di rumahnya dia pun langsung memanggilnya.
" Bi! Apakah kakakku dan om Bayu belum pulang? Kenapa rumah sepi sekali?" tanya Cakra kepada pembantu tersebut.
" Non Amanda tadi pagi pergi membawa kopernya, entah pergi ke mana. Sementara Tuan Bayu dari psiang masih ada di kamarnya dan sampai sekarang belum keluar sama sekali!" ucap pembantu tersebut melaporkan apa yang dia tahu kepada Cakra. Kemudian dia pun meninggalkan Cakra dalam kebingungannya.
" Kak Amanda pergi ke mana sih? Masa tidak mengajak suaminya? Benar- benar tidak sopan sekali!" ucap Cakra merasa tidak suka dengan kelakuan kakaknya yang seakan tidak menghargai suaminya.
Cakra kemudian pergi ke kamar Amanda dan menemui Bayu yang tampak tertidur di lantai.
" Om? Om Bayu sedang apa? Kenapa tidur di lantai seperti ini?" tanya Cakra merasa khawatir dengan keadaan Bayu yang tampak terpuruk sekali.
" Kakakmu sudah pergi meninggalkan Om, Cakra! Sekarang Om tidak tahu harus melakukan apa!" ucap Bayu sambil terisak dengan menutup wajahnya menggunakan Kedua telapak tangannya.
" Maafkan aku! Aku harus pergi ke Perancis sekarang. Mulai sekarang kita menjalani kehidupan kita masing-masing. Kau bebas untuk menikah lagi karena aku tidak akan mengingatmu!"
Cakra meremas surat itu dan kemudian melemparnya dengan amarah yang membuncah di dadanya saat ini.
" Kak Amanda benar-benar keterlaluan berani-beraninya dia melakukan ini sama Om! Tenang Om! Cakra akan melaporkan kelakuan Kak Amanda kepada Papa! Kak Amanda sudah benar-benar kelewatan, karena dia berani melakukan hal seperti ini kepada Om!" ucap Cakra sambil menatap kepada Bayu yang masih linglung karena merasa sedih ditinggalkan oleh Amanda.
" Dia merasa tersinggung dengan kata-kata om tadi malam yang mengatakan bahwa Om terpaksa menikah dengannya. Oleh karena itu tadi malam Amanda meminta kami Untuk membatalkan pernikahan kami! Dan meminta kepada Om, agar kami menjalani kehidupan kami masing-masing!" ucap Bayu sambil menatap Cakra dengan wajah penuh kesedihan.
__ADS_1
" Ya ampun karena leluconku dan papa. Telah membuat rumah tangga kalian jadi hancur begini. Tolong maafkan kami om. Kami tidak ada maksud apa-apa. Kami berkelakar hanya ingin memecah kesunyian saja. Akan tetapi ternyata menghasilkan sebuah kehancuran seperti ini untuk rumah tangga kalian berdua!" ucap Cakra penuh penyesalan kepada Bayu.
" Cakra. Dari awal Amanda memang tidak menyukaiku dan juga tidak mencintaiku. Jadi wajar kalau sekarang dia melakukan ini. Dia hanya menggunakan lelucon itu dan juga kata-kataku untuk pergi meninggalkanku." ucap Bayu dengan pasrah menghadapi pernikahannya yang berada di ujung tanduk.
" Tenanglah om saya pasti akan membantu Om untuk menyelesaikan masalah ini! Karena bagaimanapun sumber dari masalah kalian ini adalah kami berdua. Jadi kami yang harus menyelesaikan kesalahpahaman di antara kalian!" ucap Cakra dengan tegas akan membantu Bayu dalam rangka membujuk Amanda untuk melanjutkan kembali pernikahan mereka berdua.
" Tidak usah Cakra! Jangan memaksakan sebuah pernikahan yang tanpa ada cinta di dalamnya. Om tidak mau dia terpaksa bersama dengan om, hanya karena kalian berdua!" ucap Bayu menyampaikan perasaannya kepada Cakra.
" Tetapi kami benar-benar bersalah kepada Om. Karena sudah membuat Kak Amanda merasa sakit hati dengan perkataan Om yang dikeluarkan tanpa disengaja. Hanya karena lelucon yang kami buat tadi malam! Tolong maafkan saya Om. Saya yang tidak dewasa sehingga tidak bisa memilih dan memilah lelucon yang pantas dan tidak untuk saya diucapkan!" ucap Cakra meminta maaf kepada Bayu yang saat ini sedang menundukkan kepalanya karena merasa malu berada di dalam situasi terlemah dalam hidupnya dan harus disaksikan oleh Cakra.
" Om tinggallah di sini dulu. Saya tidak bisa melepaskan Om untuk pulang ke rumah Om sekarang. Setidaknya di sini saya bisa memantau dan memperhatikan Om!" ucap Cakra meminta kepada Bayu untuk menetap sementara di rumahnya agar pikirannya bisa tenang melihat Bayu dan dia juga bisa memperhatikan Bayu.
" Tidak Cakra! Om harus pulang ke kediaman om sekarang. Om tidak bisa tetap tinggal di sini sementara pernikahan Om dan Amanda saat ini sedang berada di ujung tanduk!" ucap Bayu dan dia pun bangkit untuk bersiap kembali ke rumahnya.
Karena selama seharian Bayu hanya terduduk di lantai dan tidak makan maupun minum. Sehingga membuat tubuh Bayu limbung dan hampir saja jatuh sehingga membuat Cakra harus membimbing Bayu untuk bisa duduk di atas ranjangnya.
" Tolong om Ikuti kata-kata saya untuk saat ini. Tolong Om beristirahatlah dulu. Saya benar-benar tidak bisa membiarkan Om untuk kembali ke kediaman Om saat ini. Setidaknya keadaan Om harus stabil dulu. Kalau ada apa-apa dengan om, maka Saya yang akan bertanggung jawab kepada papa dan juga Sulis!" ucap Cakra meminta kepada Bayu untuk beristirahat di kediamannya.
" Tapi om malu untuk tinggal di sini Cakra. Sementara status Om saat ini tidak jelas sebagai suami Amanda atau bukan!" ucap Bayu dengan lemah.
" Om sebagai suami Kak Amanda ataupun sebagai sahabat Papa. Om memiliki hak untuk tinggal di sini. Sudahlah Om tidak usah memikirkan hal-hal seperti itu lagi. Kami tidak pernah mempermasalahkan tentang itu!" ucap Cakra berusaha untuk membujuk Bayu agar mau beristirahat di rumahnya setidaknya sampai kondisi Bayu kembali stabil.
__ADS_1
Bagaimanapun saat ini Cakra benar-benar tidak bisa untuk melepaskan Bayu. Dan membiarkan Bayu pulang ke kediamannya sendiri dalam keadaan mental maupun fisik yang lemah.