Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
123. Kejutan


__ADS_3

Amanda masuk ke dalam mansionnya setelah bekerja seharian di kantor sebagai CEO di perusahaan yang dipercayakan oleh Andika terhadapnya.


Perusahaan tersebut sekarang sudah berkembang dan memiliki banyak cabang di berbagai negara berkat kepiawaian Amanda dalam mengelola perusahaan tersebut.


Tidak sia-sia Farhan dan juga istrinya menghabiskan banyak waktu untuk mendidik seorang Amanda sehingga Kini dia menjadi seorang bisnis women yang handal dan bisa dipercaya.


Dengan tubuh penatnya Amanda masuk ke dalam Mansion kemudian dia duduk di Sofa favoritnya.


Saat Amanda sedang memejamkan matanya karena kepala yang terasa pusing dan lelah. Tiba-tiba saja listrik di mansionnya mati total. Sehingga membuat Amanda merasa terkejut.


'Ya Allah! Lenapa ini? Pada ke mana para pelayan di mansion ini? Kenapa semuanya terasa sepi sekali?" Amanda kemudian bangkit dari duduknya. Amanda mencoba untuk mencari tas kecil yang tadi dia letakkan tidak jauh dari dirinya duduk. Dia mencoba untuk mencari ponsel di dalam tasnya. Agar bisa menghidupkan senter yang bisa digunakan sebagai penerangan sementara.


Di saat Amanda sibuk untuk mencari tas kecilnya. Tiba-tiba saja tangannya seperti ada yang menggenggam. Sontak Amanda berteriak karena terkejut.


"Aaaaaaaaa!" Amanda berteriak dengan sekencangnya. Sangking terkejutnya dia karena tiba-tiba saja tangannya ada yang memegang.


"Ya Allah! Siapa yang megang tanganku ini? Bukankah di mansion ini tadi hanya ada aku seorang?" ucap Amanda sambil memegang dadanya yang mulai berdetak sangat kencang karena ada perasaan takut dan juga terkejut dengan situasi yang tidak biasanya.


"Tenanglah ini aku!" ucap Bayu berusaha untuk menenangkan Amanda yang tadi sempat berniat untuk berteriak lagi ketika mendengarkan suaranya.


"Siapa kau? Kenapa kau ada di mansionku? Ke mana semua pelayanku?" tanya Amanda sudah mulai tenang karena Sekarang dia sudah bisa mendapatkan ponselnya yang ada di dalam tasnya.

__ADS_1


Amanda kemudian menghidupkan senter dan menyorot ke arah suara laki-laki yang tadi berbicara kepadanya.


"Om mesum? Kenapa kau bisa ada di dalam rumahku?" tanya Amanda sambil menatap horor kepada Bayu.


"Kalian keluarlah! Nggak usah mengerjain lagi!" Bayu berteriak kepada Andika dan Cakra yang saat ini sedang bersembunyi di balik sofa yang dia duduki.


"Surprise!" ucap Cakra dengan tersenyum bahagia. Cakra juga membentangkan kedua tangannya dan berlari ke arah Amanda untuk memeluk kakaknya yang hampir 1 tahun tidak dia temui.


"Ya ampun! Cakra dan papa? Kalian iseng banget deh sempet-sempetnya ngerjain aku kayak gini!" ucap Amanda sambil berlari menuju Andika dan Cakra.


Amanda sontak langsung memeluk dan mencium Andika yang sangat dia rindukan selama ini. tampak air mata Amanda mulai berderai karena dia sangat terharu dengan kunjungan dadakan sang ayah dan juga adiknya, Cakra dan Andika.


"Kok papa sama Cakra bisa ke Perancis? Dalam rangka apa?" tanya Amanda ketika mereka sudah duduk di sofa.


"Kalian ke Inggris? Ada perlu apa?" tanya Amanda tampak terkejut mendengarkan perkataan Cakra yang mengatakan bahwa mereka dari Inggris.


"Emangnya Kak Amanda tidak tahu? Kalau Sulis tunangan Cakra sudah menikah dengan laki-laki Jerman? Itu loh Kak, putranya Mark Clarkson yang selalu mencari masalah dengan perusahaan kita di Dubai!" ucap Cakra sambil menundukkan kepalanya tampaknya Cakra masih belum bisa untuk move on ataupun mengikhlaskan Sulis bersama dengan Steven.


"Tunanganmu yang anaknya om mesum itu? Oho beraninya sekali Dia mengancam kan adikku yang tampan ini. Eh! Om mesum! Apa kau tidak bisa mendidik anakmu untuk bisa setia kepada adikku?" ucap Amanda dengan mata berkilat menatap kepada Bayu yang kini menatapnya juga dengan penuh rasa jengkel.


Bayu tidak mau menggubris apapun yang dikatakan oleh Amanda. Karena dia tahu, tidak ada gunanya untuk berantem ataupun berdebat dengan perempuan yang selalu mencari permasalahan dengannya Sejak pertama kali mereka bertemu dulu di bandara waktu dia pulang setelah melakukan perjalanan dari Jepang.

__ADS_1


"Berapa lama papa dan Cakra mau tinggal di Prancis? Nanti Amanda akan buat jadwal agar kita bisa jalan-jalan sepuasnya!" ucap Amanda sambil tersenyum kepada mereka berdua.


" Ya ampun Kak Amanda! Masa Kak Amanda tidak melihat Om Bayu sih? Om Bayu se tampan dan segagah itu. Masa tidak di lirik sama sekali?" ucap Cakra dengan muka tengilnya dan mulai melancarkan aksinya untuk menjodohkan Amanda dan Bayu.


Bayu yang tahu bahwa Cakra saat ini sedang memulai aksinya untuk menjodohkan dirinya dengan Amanda pun, dia kini hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Om mesum itu, maksudnya? Siapa yang bilang dia tampan dan gagah? Sini katakan kepadaku, maka akan ku gorok lehernya!" ucap Amanda sambil melirik sinis ke arah Bayu yang saat ini sedang melotot ke arahnya.


"Dika kayaknya Saya tinggal di hotel aja deh! Kayaknya nggak akan bener kalau saya tinggal di sini!" ucap Bayu sambil mengangkat bokongnya dan bersiap untuk mengambil koper di dalam kamar yang sudah dipersiapkan oleh Kepala pelayan yang bekerja di mantion milik Amanda.


"Dengan cekatan, Cakra langsung menarik tangan Bayu untuk duduk kembali di tempatnya semula.


"Kamu apaan sih?" protes Bayu sambil terus merontak agar bisa terlepas dari pegangan Cakra yang tidak mengizinkannya untuk meninggalkan Mansion itu.


"Om kan sudah janji sama Cakra sama papa. Untuk tinggal di sini bersama kami. Nanti tidak asik om, kalau Om pergi ke hotel. Nanti Om di sana kesepian dan sendirian karena ndak ada teman ngobrol!" ucap Cakra sambil berusaha untuk membujuk Bayu tetap tinggal di Mansion milik Amanda.


Bayu menggelengkan kepalanya. Tetap kekeh ingin tinggal di hotel saja. Daripada nanti dia harus makan hati tinggal di tempat Amanda cewek sombong yang selalu menghinanya.


"Bayu kamu seharusnya mengerti bahwa kita di sini untuk rekreasi dan refreshing kalau sekarang kita berpisah masing-masing nanti jadi nggak asik lagi!" Andika menatap dengan serius wajah sahabatnya sehingga akhirnya membuat Bayu pun mengalah.


"Tapi putrimu tidak menyukai aku tinggal di sini. Aku bisa membayar hotelku. Kalian tidak usah khawatir. Aku tidak miskin kok, sehingga butuh untuk menumpang di rumah orang lain. Apalagi wanita sombong seperti dia!" tunjuk Bayu ke arah wajah Amanda yang saat ini sedang memerah mukanya karena menahan amarah di dadanya.

__ADS_1


"Eh, Om mesum! Siapa yang kau bilang cewek sombong huh? Aku sombong karena aku ada kemampuan. Kalau ke sombong tapi tidak mempunyai apa-apa untuk aku banggakan baru itu namanya takabur!" ucap Amanda sambil bertolak pinggang di depan Bayu yang mulai Jengah dengan kelakuan Amanda yang Sejak pertemuan mereka pertama kali selalu saja mengajak permusuhan kepadanya.


__ADS_2