Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
131. Grace Beraksi


__ADS_3

Andika yang merasa masih marah terhadap Marco. Hanya bisa menarik nafas dengan dalam mendapatkan permintaan maaf dari ferguso ayah Marco.


"Apa yang dilakukan oleh putramu benar-benar sangat keterlaluan. Sekarang putriku harus menikah dengan laki-laki yang tidak dicintainya dan kehilangan kesempatan untuk menikah dengan seorang laki-laki yang dia cintai. Apakah kau tahu bagaimana sakitnya perasaan saya saat ini? Ketika melihat putri saya yang harus menikah hanya karena melakukan hubungan di luar pernikahan? Apakah kau tahu bagaimana rasanya? Ketika saya berpikir barangkali cucu saya lahir di luar pernikahan?" ucap Andika dengan penuh kemarahan sehingga membuat Ferkoso merasa tidak enak.


"Andika aku tahu kalau kau benar-benar sangat marah dan juga kecewa terhadap Putraku Bagaimana kalau aku menawarkan sebuah win-win solution untukmu?" tanya Ferguso berusaha untuk bernegosiasi dengan Andika.


"Win win solution, apa maksudmu? Aku tidak mengerti!" tanya Andika.


"Bukankah kau masih memiliki seorang Putra yang belum menikah? Aku memiliki seorang putri yang sudah dalam umur menikah. Bagaimana kalau kita menjodohkan mereka berdua?" tanya ferguso sedang menguji nasibnya Apakah Andika akan menerima putrinya atau tidak sebagai calon istri Cakra.


"Maafkan aku! Aku tidak pernah mencampuri kehidupan Putraku. Masalah pernikahannya adalah urusan dia! Sudah ya? Karena aku harus segera mematikan ponsel ini! saat ini jet pribadiku sudah terbang dan harus segera mematikan ponsel agar tidak mengganggu sinyal Radar!" ucap Andika berkata jujur kepada Ferguso.


"Baiklah nanti aku akan datang ke Indonesia untuk bicara denganmu secara resmi dan membawa putriku untuk bisa bertemu dengan putramu siapa tahu kalau mereka ada jodoh kita kan tidak tahu!" ucap Ferguso benar-benar serius ingin menjodohkan Grace dengan Cakra.


"Terserah padamu yang jelas sekarang aku harus segera mematikan ponselku aku permisi dulu ya semoga kau tidak merasa tersinggung karena aku memang saat ini sedang ada di atas udara tidak baik untuk menggunakan ponsel karena sangat mengganggu Radar pesawat terbang!" ucap Andika menjelaskan keadaannya saat ini.


"Baiklah aku mengerti! Kau hati-hatilah di jalan tolong kau maafkan Putraku sekali lagi aku benar-benar minta maaf!" setelah itu ferguso langsung menutup panggilan telepon bersama Andika.

__ADS_1


Grace yang ada di depan pintu ruang kerja ayahnya. Kini dia merasa sangat bahagia. Ketika mendengarkan percakapan antara ayahnya bersama dengan Andika yang membicarakan tentang perjodohannya bersama dengan Cakra laki-laki yang pernah mencuri perhatiannya di masa lalu.


"Semoga saja rencana Ayahku berhasil untuk menjodohkan ku bersama dengan Cakra. Karena aku benar-benar menyukai dia!" ucap Grace dengan wajah yang sangat bahagia.


"Apa yang kau lakukan di depan pintu ruang kerja papah?" tiba-tiba sebuah suara Bariton menginterupsi lamunan Grace tentang menikah bersama dengan Cakra.


"Papa? Itu, tadi Grace mau berpamitan ke papa kalau Grace akan pergi ke Indonesia!" ucap Grace dengan panik karena mendapatkan ayahnya sudah ada di hadapannya saat ini.


"Jujur sama papa! Kau mendengarkan semua percakapan Papa bersama dengan Andika bukan?" ucap ferguso sambil menatap tajam kepada putrinya.


Grace tampak gugup ketika mendapatkan pertanyaan itu. Karena dia tahu ayahnya paling tidak senang kalau pembicaraannya didengarkan oleh orang lain.


"Baguslah kalau kau sudah tahu tentang rencana Papa. Mengenai perjodohanmu bersama dengan Cakra. Bagaimana Grace, menurutmu? Apa kau ingin Papa turun tangan atau kau ingin berjuang sendiri?" tanya ferguso tentang rencananya kepada putrinya yang dia tahu memiliki rasa kepada Cakra.


Grace tanpa kesulitan menelan salivanya sendiri ketika mendapatkan tantangan dari ayahnya.


"Cepat Jawablah! Karena jawabanmu akan menentukan langkah apa yang papa ambil ke depannya!" ucap ferguso tidak sabar menunggu jawaban putrinya yang sedang tadi tampak gugup dan juga bingung.

__ADS_1


"Apa boleh kalau Grace berusaha dulu? Nanti kalau Grace gagal, baru Papa boleh bergerak untuk mengatasi hal tersebut!" ucap Grace sambil menundukkan kepalanya. Karena bagaimanapun, dia merasa sangat malu bahwa ternyata ayahnya tahu tentang rahasia hatinya selama ini.


"Papa tahu kalau kau sudah lama menyukai Cakra Oleh karena itu Papa mengusulkan Perjodohan ini kepada Andika!" ucap Ferguso sambil menepuk bahu putrinya.


"Percaya dirilah! Papa yakin kalau kau bisa mendapatkan Cakra Abimana apabila kau sedikit berusaha!" ucap Ferguso kemudian dia meninggalkan putrinya sendiri dan dia pergi ke kamar untuk beristirahat.


"Yah Aku akan berusaha untuk mendapatkan laki-laki yang kucintai. Aku sudah cukup lama untuk bersabar. Sekarang aku sudah menjadi seorang wanita yang cantik. Aku yakin Cakra pasti akan melirikku dan juga mencintaiku!" ucap Grace berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri yang sempat down ketika dulu dia memiliki over wight sehingga tidak percaya diri untuk mendekati seorang Cakra Abimana.


"Kau sedang apakah di situ? Sudah seperti orang bego saja!" tiba-tiba saja Marko sudah berdiri di samping Grace dengan wajah menyebalkannya.


"Kau urus aja urusanmu sendiri nggak usah ikut campur dengan urusanku!" ucap Grace kemudian dia meninggalkan Marco seorang diri di depan ruang kerja ayahnya.


"Di mana sih Papa? Kenapa dari tadi aku cari-cari gak ada? Di sini juga nggak ada. Apa jangan-jangan Papa sudah tidur?" tanya Marco seperti tidak percaya bahwa ayahnya sudah tidur pada jam 10.00 malam.


Marco mengenal ayahnya yang sangat penggila kerja yang selalu bekerja dan nyaris tidak memiliki waktu untuk keluarganya.


"Tampaknya Papaku sudah semakin tua tidak biasanya dia sudah tidur pada jam segini!" ucapkan ketika Dia mengintip ayahnya dari pintu kamar sang ayah yang tidak dikunci dari dalam. Marco melihat ayahnya yang berbaring meringkuk di atas kasur sendirian dan kesepian.

__ADS_1


"Papa sebetulnya masih tampan dan kuat tapi dia tetap setia untuk tidak menikah lagi. Setelah meninggalnya mama. Tapi kenapa kesetiaan papa tidak menurun padaku? Aku sangat suka berpetualang dan tidak cukup puas untuk bersama dengan satu orang wanita! bagiku tidak akan puas Kalau belum mencicipi tubuh seorang wanita!" ucap Marco sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Kalau melihat karakterku. Aku jadi merasa Curiga. Jangan-jangan aku bukan anak kandung Papa. Pantas saja selama ini Papa selalu saja menekanku dan lebih menyayangi Grace daripada aku." ucap Marco mulai meragukan dirinya sendiri tentang asal usul dan identitas pribadinya sebagai keluarga Ferguso yang terkenal di Perancis.


__ADS_2