Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
76. Penasaran


__ADS_3

Setelah melihat foto tersebut, tiba-tiba saja Thomas merasa tertarik dan merasa penasaran dengan perempuan bernama Yuke itu. Perempuan yang ternyata adalah adik daripada Rasya. Pria yang selama ini selalu menjadi rivalnya, gara-gara masalah perempuan bernama Melati. Di masa mereka masih sekolah dasar dulu.


"Aku akan mencoba untuk makan siang di cafe itu, aku merasa penasaran dengan perempuan bernama Yuke!" ucap Thomas kepada sekretarisnya.


"Sepertinya Anda harus mengurungkan niat anda untuk melakukan itu, Tuan! Karena orang tua anda, sudah menjodohkan anda dengan seorang gadis yang lain!" ucap sekretarisnya, membuat Thomas merasa terkejut karena dia baru mendengarnya.


"Apa yang kau katakan itu? Jangan bicara omong kosong! Bagaimana mungkin orang tuaku menjodohkanku?" ucap Thomas merasa jengkel dengan sekretarisnya itu.


"Anda jangan marah, Tuan! Saya hanya memberitahukan informasi yang saya ketahui kepada anda!" ucap sekretarisnya sambil menatap Thomas dengan penuh pengertian.


Dia sangat mengerti, bahwa saat ini Thomas sedang merasa jengkel dengan perihal Perjodohan tersebut.


"Dari mana kau mendapatkan informasi itu?" Thomas merasa cukup tertarik.


"Tadi pagi, orang tua anda menghubungi saya. Mereka, meminta saya, untuk mengaturkan jadwal dinner untuk nanti malam, untuk makan malam bersama calon istri anda dan juga calon mertua anda!" ucap sekretarisnya sambil tersenyum kepada Thomas.


Thomas mengerutkan keningnya, merasa heran dengan kedua orang tuanya, yang tidak membicarakan hal itu kepada dirinya.


"Kenapa mereka tidak membicarakan hal itu kepadaku? Malah memberitahukanmu duluan?" tanya Thomas merasa keheranan.


"Utu bisa anda tanyakan sendiri kepada kedua orang tua Anda, bukan kepada saya. Karena saya tidak tahu!" ucap sekretarisnya masih dengan senyumnya yang manis.


"Jadi kau sudah mengatur kan jadwal Untuk dinner itu?" tanya Thomas lagi.


Sekretarisnya Thomas hanya mengangguk, kemudian dia meninggalkan Thomas sendiri di ruangannya.


Thomas masih termenung memikirkan apa yang disampaikan oleh sekretarisnya tadi. Perihal perjodohannya dengan seseorang yang dia tidak tahu.


"Apa-apaan sih nih, Papa dan Mamaku? mau menjodohkanku tapi tidak berdiskusi dulu denganku, bikin pusing aja!" Thomas mengeram kesal terhadap kelakuan kedua orang tuanya yang selalu bertindak sesuka hati mereka.

__ADS_1


Tiba-tiba saja pintu ruangannya diketuk oleh seseorang. Thomas yang sedang tidak enak perasaannya, hanya acuh saja dan tidak menanggapi ketukan pintu tersebut.


Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka. Dan itu adalah ibu kandungnya sendiri. Thomas langsung bangkit dari duduknya dan menyalami ibunya, yang kini sudah duduk di hadapannya.


"Kenapa mama sama papa tidak berdiskusi dulu denganku, tentang menjodohkanku dengan seorang perempuan?" tanya Thomas dengan suara Ketus.


Ibunya Thomas tampak tersenyum kepada Thomas. Tampaknya dia sangat bahagia, ketika melihat putranya yang kini bertanya perihal Perjodohan itu.


"Itu karena mendadak. Kami mendapatkan teleponnya tadi malam. Dari keluarga Ardiansyah. Mereka bertanya, apakah mungkin kalau keluarga kita, mau melakukan pernikahan bisnis dengan mereka!" ucap ibunya Thomas dengan tersenyum.


"Keluarga Ardiansyah maksud Mama?" tanya Thomas seakan tidak mengerti.


"Iya keluarga Ardiansyah. Mereka kan hanya mempunyai satu orang putri, bernama Yuke Ardiansyah. Mungkin kamu memang belum pernah bertemu dengan dia. Karena selama ini, dia hidup sendiri dan berpisah dengan kedua orang tuanya!" ucap ibunya Thomas berusaha menerangkan kepada Sang putra.


Thomas meraup wajahnya dengan frustasi, ada rasa bingung dengan jalan hidup yang kini ada di hadapannya.


"Baru saja, kakaknya yang bernama Rasya, meneleponku. Dia mengatakan kalau dia berniat untuk menjodohkan ku dengan adiknya!" ucap Thomas memberitahukan ibunya perihal Rasya yang tadi baru saja meneleponnya.


"Ini sungguh sangat luar biasa. Ayahnya dan juga kakaknya telah menjodohkannya dengan kamu. Apakah mungkin itu adalah pertanda bahwa kalian memang berjodoh?" ucap ibunya Thomas sambil tersenyum ke arah putranya.


Thomas hanya tersenyum kecut, ketika mendengarkan ucapan ibunya tersebut.


"Aku tidak mengenal perempuan bernama Yuke itu, aku rasa, aku harus mengenalnya dulu. Baru aku akan memutuskan, akan menerima perjodohan itu atau tidak!" ucap Thomas mengakhiri percakapannya dengan ibunya. Karena waktu makan siang sudah datang. Jadi dia akan pergi menuju cafe amoris untuk menemui Yuke secara langsung.


Thomas sebetulnya memang merasa penasaran juga, dengan perempuan yang bernama Yuka. Yang tadi sudah dia dapatkan sedikit informasinya tentangnya.


"Ya sudah, Mama akan ikut denganmu. Karena, sejujurnya, mama juga sangat penasaran dengan calon istrimu itu!" ucap ibunya Thomas kemudian mengikuti Thomas menuju cafe amoris.


Untuk menemui Yuke secara langsung dan memperhatikannya dari kejauhan. Jeduanya benar-benar sangat penasaran dengan sosok bernama Yuke.

__ADS_1


Setelah mereka sampai di Cafe, mereka langsung memesan makan siang untuk diri mereka masing-masing.


Mereka berdua lalu mengedarkan pandangan mereka, untuk mengawasi perempuan bernama Yuke. Yang mungkin saja akan lewat di hadapan mereka.


Ketika pesanan mereka datang, Thomas yang merasa tidak sabar, akhirnya bertanya kepada waiters yang melayaninya.


"Apakah di cafe ini ada seorang karyawan bernama Yuke Ardiansyah?" tanya Thomas kepada waiters itu.


Pelayan tersebut diam sejenak, kemudian dia pun mengatakan bahwa Yuke saat ini tidak ada shift untuk bekerja.


"Shiffnya Yuke kali ini adalah malam, jadi kalau anda ingin bertemu dengannya. Datanglah nanti malam ke sini!" ucap pelayan tersebut sambil tersenyum ke arah Thomas.


"Ya sudah, terima kasih atas informasi anda!" ucap Thomas menyudahi percakapannya dengan pelayan itu.


"Bukankah Mama bilang, kalian sudah mengatur jadwal untuk dinner nanti malam? Tapi dia memiliki shift kerja di sini nanti malam, apa yang sedang terjadi di sini Mah?" tanya Thomas tampak tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi.


"Mama juga tidak paham Thomas. Karena kan mama tidak mengerti tentang dia. Ya sudah nanti malam, kita datang saja ke undangan mereka. Mungkin saja kan, dia bolos bekerja? Segala kemungkinan bisa terjadi kan?" ucap ibunya Thomas dengan optimis.


Thomas mengurutkan keningnya mereka tidak suka dengan hal seperti itu.


Pada saat Thomas sedang mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafe, dia melihat Rasya yang sedang sibuk mengatur para karyawannya.


"Sebentar Mah, saya akan bertanya dulu kepada kakaknya Yuke!" Thomas pun langsung meninggalkan Ibunya dan mendekati Rasya yang tampaknya sedang sibuk bekerja.


"Halo Rasya senang bertemu denganmu!" sapa thomas begitu dia berhadapan dengan Rasya. Rasya tampak mengerutkan keningnya karena dia merasa tidak membuat perjanjian bertemu dengan Thomas.


"Apa yang sedang kau lakukan di cafe ku?" Rasya dengan suara dingin.


"Sudah berlalu bertahun-tahun dan kau masih belum juga berubah!" ucap Thomas sambil tersenyum sinis kepada Rasya.

__ADS_1


"Cepat katakan apa yang kau butuhkan karena aku sibuk!" ucap Rasya sambil menatap tajam kepada Thomas.


__ADS_2