
Adrian saat ini sedang kesal sekali. Karena permintaan istrinya yang meminta Untuk membatalkan pernikahan mereka.
Sungguh tidak lucu! Sebuah pernikahan yang baru dijalani 1 bulan dan Sekarang tiba-tiba istrinya meminta untuk dilakukan pembatalan pernikahan. Bagaimana mungkin ada yang tidak marah?
Apa yang akan dikatakan oleh media ketika pewaris dari Abimana Grup menjalani pernikahannya tidak kurang dari 1 bulan dan kemudian dibatalkan oleh istrinya?
Hanya sekedar membayangkan kejadian itu, sudah membuat Adrian sudab menjadi hampir gila.
"Apa kau sedang membuat lelucon untuk pernikahan kita?" tanya Adrian sambil menatap tajam kepada istrinya.
Syifa yang saat ini sedang marah terhadap Adrian, dia tidak mau melayani apa yang ditanyakan oleh suaminya.
"Cepat jawab pertanyaanku!" ucap Adrian hilang kesabaran.
"Aku sudah cukup bicara denganmu." ucap Syifa ketus. Hati Syifa saat ini sangat membenci Adrian yang sudah menginjak harga dirinya sebagai seorang wanita.
Syifa sudah bersiap untuk meninggalkan kamar hotel itu. Karena dia sudah tidak tahan untuk berada di satu ruangan bersama Adrian, suaminya yang dia nikahi satu bulan yang lalu.
Saat ini mereka berdua sedang berantem, gara-gara Adrian yang tidak suka Syifa berbicara tentang Rasya atasannya di tempat Syifa bekerja.
Perasaan cinta yang terlalu besar yang ada di hati Adrian, yang pada akhirnya kini malah menghancurkan segalanya.
"Aku hanya terlalu mencintaimu! Aku tidak ingin kehilanganmu! Maafkan aku kalau sikapku sudah membuatmu sakit hati!" ucap Adrian sambil menggenggam kedua tangan Syifa.
Syifa langsung menepis kedua tangan Adrian dan berniat akan meninggalkan Adrian di kamar hotel.
durian langsung menarik Syifa ke dalam pelukannya. Adrian tidak membiarkan Syifa untuk meninggalkannya.
"Please! Aku mohon, sayang! Aku minta maaf sama kamu. Sayang, aku janji akan berusaha untuk tidak mengulangi lagi perbuatan itu! Aku mohon! Tolong maafkan aku!" ucap Adrian dengan suara gemetar.
Bagaimanapun, saat ini nama dan reputasi keluarga besarnya sedang dipertaruhkan dengan nasib rumah tangganya bersama dengan Syifa.
Pembatalan pernikahan itu pasti akan berakibat sangat fatal terhadap harga saham dari Abimana grup. Karena mengingat Adrian adalah pewaris perusahaan keluarga Abimana Group.
__ADS_1
Sementara itu, Andika dan Kesya saat ini sedang kebingungan mencari Adrian dan Syifa. Tadi Adrian dan Syifa ketika pergi meninggalkan mereka, tanpa mengatakan apapun kepada kedua orang tuanya Adrian.
"Dimana mereka Pah? Apakah Papa sudah bisa menghubungi mereka?" tanya Kesya dengan khawatir.
Sejak tadi Kyai Ilham terus menghubungi mereka. Selalu menanyakan keberadaan Adrian dan Syifa. Sehingga mereka berdua kebingungan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
"Bagaimana ini? Kyai Ilham pasti tidak sabar untuk menunggu mereka berdua. Sementara sekarang kita tidak mengetahui mereka ada di mana!" ujar Kesya sambil menggenggam tangan suaminya mencari kekuatan di sana.
Memang selama ini, hanya Andikalah yang bisa memberikan kekuatan kepada Kesya. Di saat dia sedang bingung dan lemah.
"Sabarlah, sayang! Papa yakin kalau Adrian pasti sedang berbicara dengan Syifa di suatu tempat. Papa yakin mereka baik-baik saja!" ucap Andika berusaha menenangkan istrinya.
"Bagaimana kalau kita istirahat saja di kamar yang sudah kita pesan? Sambil menunggu Adrian dan Syifa? Wajahmu terlihat pucat, sayang! Kau harus tetap memperhatikan kesehatanmu juga!" ucap Andika berusaha menasehati Kesya untuk beristirahat.
Tampaknya sudah beberapa hari ini, kesehatan Kesya agak terganggu. Apalagi penyakitnya yang dulu pernah diderita oleh Kesya, tampaknya kembali menyerangnya.
Sebuah sakit yang telah mengakibatkan Kesya harus merelakan rahimnya untuk diangkat. Untuk bisa menyelamatkan hidup Kesya agar bertahan lebih lama.
"Papa yakin kalau mereka pasti baik-baik saja. Ayo Mah, kau istirahat dulu! Wajahmu sangat pucat, Papa khawatir dengan kesehatanmu!" Kesya kemudian menuruti nasehat suaminya dan mereka pun beristirahat di kamar hotel yang tadi mereka sewa.
Tetapi perasaan Kesya yang tidak tenang, sehingga membuat Kesya sangat sulit untuk tidur. Kesya sangat gelisah saat ini, karena terus memikirkan keadaan putra dan juga menantunya. Yang tidak jelas sekarang berada di mana.
"Sudahlah, Mah! Istirahatlah! Apakah papa perlu membawamu ke rumah sakit?" tanya Andika sambil menggenggam tangan istrinya yang terasa sangat dingin.
Andika sangat khawatir sekali melihat keadaan Kesya saat ini. Wajah istrinya terlihat semakin pucat dan tubuhnya semakin lemah.
" Ayo kita ke rumah sakit saja Papa khawatir dengan keadaanmu!" ucap Andika sambil menggoncangkan tubuh istrinya.
Tetapi setelah 10 menit dia mengguncangkan tubuh Kesya, tetapi Kesya tetap tidak juga bergeming. Andika Sudah kalut luar biasa.
Berbagai pikiran buruk sudah berkecamuk di dalam pikirannya saat ini. Mengenai istrinya yang sejak tadi tidak mau bangun juga.
Dengan tantangan gemetar, Andika kemudian mendekatkan jemarinya di hidung sang istri dan mendapatkan kenyataan bahwa ternyata istrinya telah meninggal!
__ADS_1
"Oh Tuhan! Innalillahiwainnailaihirojiun!" ucap Andika dengan suara gemetar.
Ketika mendapatkan kenyataan bahwa istrinya ternyata sekarang telah meninggal.
Seketika Andika berderai air matanya. Dia bingung mencari Adrian di mana. Pada akhirnya dia langsung pergi ke resepsionis untuk meminta dibuat sebuah pengumuman untuk mencari putranya.
" Tolong saya Mbak buatkan pengumuman untuk mencari Putra saya karena saya saat ini sangat membutuhkannya! Saya tidak bisa menghubungi ponselnya sedang tadi siang!" resepsionis itu pun membuat sebuah pengumuman mencari Adrian.
Setelah pengumuman itu dibuat, Andika langsung masuk ke dalam kamarnya dan menemui istrinya yang sekarang sedang terbaring kaku di ranjang hotel.
Tidak lama kemudian, Adrian dan Syifa datang ke kamar Ayah dan ibunya.
Adrian merasa keheranan, ketika dia melihat ayahnya yang sedang menangis di samping ibunya yang sedang tertidur di ranjang kamar hotel.
"Kenapa Papa menangis di samping Mama? ada apa?" tanya Adrian dengan suara yang keheranan. Berbagai pikiran buruk mulai berkecamuk di dalam otaknya.
Sedikit banyak Adrian mengetahui tentang kesehatan ibunya. Yang dahulu pernah mengalami penyakit kanker rahim sewaktu beliau masih muda.
Yang mengakibatkan ibunya harus merelakan rahimnya dan tidak bisa memiliki anak lagi.
"Ibu mu sudah meninggal, Adrian! Kita harus segera kembali ke kediaman dan mengurus pemakamannya!" ucap Andika dengan suara gemetar. Andika seakan tidak sanggup lagi untuk bicara dengan Adrian.
Sebenarnya ada perasaan marah kepada Adrian dan Syifa yang sudah memberikan waktu terberat di akhir hidup istrinya. Di akhir hayatnya istrinya harus khawatir dengan keadaan Putra dan menantunya.
"Nggak mungkin Pah! Itu tidak mungkin! Tidak! Mama tadi baik-baik saja. Bagaimana mungkin tiba-tiba mama meninggal?" ucap Adrian seakan tidak mempercayai apa yang saat ini ada di hadapannya.
Adrian langsung berlari mendekati jenazah Ibunya dan memeluknya sekuat tenaganya.
Sudah dulu ya reader, Author sedih banget nih, ga sanggup menulis lagi. Tersekat semua kalimat saat menulis berita kematian Kesya yang begitu mendadak.ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Jangan lupa buat mampir di karya baru author ya, saya tunggu. Terimakasih
__ADS_1