
Andika tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Mark yang saat ini seketika pucat wajahnya. Apalagi ketika dia melihat anak buah yang dibawa oleh Andika sebanyak 50 orang yang bersenjata lengkap kini telah mengepung 30 orang Bodyguard yang tadi dia bawa.
"Lebih baik kau menyerah baik-baik dan kita duduk secara baik-baik di sini. Untuk membicarakan tentang permasalahan anak-anak kita. Kalau kau bersikeras untuk melakukan kekerasan. Percayalah! Aku tidak gentar sama sekali melawanmu!" ucap Andika dengan suara dingin sedingin salju.
Mark kembali memperhatikan sekelilingnya di mana anak buahnya sudah terkepung oleh anak buah yang dibawa oleh Andika.
"Lepaskan dulu Putraku! Baru aku akan mempertimbangkan kita akan berbicara atau tidak!" ucap Mark dengan nada angkuhnya yang luar biasa yang membuat Andika merasa jengkel dibuatnya.
"Sudah terdesak pun kau masih sombong! Kalau aku mau, hanya dalam hitungan detik kalian semua sudah mati dan tidak akan pernah melihat dunia ini lagi!" ucap Andika menebarkan Aura pembunuhan di antara semua orang yang hadir di ruangan itu.
Suasana malam itu benar-benar mencekam. Di mana para laki-laki dengan berbadan tegap dan bersenjata lengkap saat ini sedang bersitegang. Sama sekali tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.
"Apa sebenarnya maumu Andika? Kenapa kau ikut campur dalam urusan rumah tangga Putraku?" tanya Mark mulai menurunkan nada bicaranya.
"Putramu sudah mencuri tunangan Putraku dan dia memperlakukan Sulis secara tidak manusiawi. Apakah kami tidak berhak untuk marah? Katakan padaku! Apabila putrimu mendapatkan perlakuan semacam itu. Apakah kau tidak akan mengamuk?" tanya Andika sambil menatap tajam kepada Steven yang saat ini sudah babak belur di bawah kaki Bayu yang saat ini sedang menindis kepala Steven yang sudah tidak berdaya.
Mark menatap keadaan putranya saat ini dengan wajah geram. Akan tetapi untuk melangkah pun dia tampak enggan. Karena melihat begitu banyaknya Bodyguard yang dibawa oleh Andika saat ini dengan bersenjatakan lengkap.
Mart kesulitan menelan salivanya sendiri melihat keadaan putranya yang sungguh mengenaskan di bawah kaki Bayu hatinya benar-benar marah dan kesal ingin seketika dia menghajar Bayu pada waktu itu juga.
__ADS_1
"Lepaskan putraku dan kita akan bicara baik-baik!" ucap mark mengatakan kembali keinginannya.
" Bayu tolong kau lepaskan b******* itu dan berikan dia kepada ayahnya biarkan mereka merawat luka-lukanya jangan sampai tanganmu kotor gara-gara darahnya!" ucap Andika memberikan perintah kepada Bayu.
Bayu melihat sekilas kepada Steven yang sudah babak belur di bawah kakinya kemudian dengan perasaan amarah yang muncaknya dia pun langsung menendang Steven sampai terlempar di bawah kaki mark.
Mark yang melihat Apa yang dilakukan oleh Bayu seketika menggeram dan dia sudah bersiap untuk memerintahkan anak buahnya untuk mulai menyerang.
"Brengsek berani sekali kau memperlakukan Putraku seperti binatang!" ucap mark dengan suara lantang menantang semua orang yang ada di ruangan itu.
"Pah tolong hentikan semua kekacauan ini. Bagaimanapun brengseknya dia. Dia tetaplah ayah dari anakku. Aku tidak mau kalau anakku tidak mempunyai seorang ayah!" tiba-tiba saja Sulis sudah berada di antara mereka dan berdiri di hadapan Steven yang saat ini sedang diperiksa keadaannya oleh mark.
" Apakah kau istri Putraku?" tanya Mark dengan suara lembut.
Ketika melihat Sulis mengangguk. Seketika Mark tersenyum dan dia mengelus perut Sulis dengan penuh kasih sayang.
"Tolong kau jagalah cucuku! Hanya dia harapan keluarga kami saat ini. Aku berjanji padamu akan mentatar Putraku sendiri habis-habisan. Karena dia sudah berani berbuat kasar kepadamu!" ucap Mark sambil kembali mengelus perut Sulis yang mulai membuncit.
Semua mata yang ada di dalam ruangan itu seakan terpesona melihat Mark yang tadi begitu garang dan menakutkan kini tampak begitu lembut ketika melihat Sulis dan melihat perut Sulis yang sedang hamil.
__ADS_1
Bahkan Bayu saat ini mulutnya mengangakan tidak percaya melihat singa gunung itu yang tadi begitu garang wajahnya kini begitu lembut ketika berhadapan dengan putrinya.
"Untuk sementara kau tinggalah bersama ayahmu papa akan menolong Steven untuk menyelamatkan nyawanya Percayalah Papa pasti akan menjemput kalian untuk kembali ke keluarga kami dengan terhormat!" ucap Mark sambil mengelus lembut pipi Sulis kemudian memberikan senyum tulusnya kepada menantu yang baru pertama kali dia temui hari ini.
"Terima kasih Pah tolong untuk menjaga Steven bagaimanapun dia adalah Ayah dari anakku Aku tidak mau anakku tidak memiliki seorang ayah!" seketika cairan bening mengalir di wajah Steven. Yang saat ini dalam keadaan setengah sadar. Dia merasa terharu bahwa ternyata Sulis masih peduli kepada dirinya. Walaupun selama ini dirinya selalu menyiksa lahir batin istrinya tersebut.
"Lihatlah anak brandal! Kau memiliki seorang Istri solehah semacam ini yang bahkan setelah kau sakiti masih memperdulikanmu. Kapan mata hatimu akan terbuka dan bisa menjadi seorang pria yang baik dan bertanggung jawab terhadap keluargamu?" sambil memukul kepala Steven yang sedang menangis tergugu.
"Sudah Pah! Ayo kita bawa Steven ke rumah sakit. Kasihan dia pasti sedang kesakitan!" melihat Mark yang begitu lembut hatinya terhadap dirinya. Sulis pun akhirnya luluh juga dan dia mengikuti Mark untuk pergi ke rumah sakit. Walaupun Bayu sudah melarangnya tapi Sulis tidak memperdulikannya.
"Sulis hati-hatilah! Jangan sampai terjadi apa-apa denganmu!" ucap Bayu memberikan nasehat kepada putrinya dan Bayu pun akhirnya mengirimkan 20 orang pengawal untuk mengikuti Sulis menuju rumah sakit.
"Kau tenang saja! Aku tidak akan mungkin menyakiti Ibu dari cucuku. Itu adalah jaminanku. Kalau sampai aku melakukan itu, maka Kau layak untuk Membunuhku!" Mark dengan suara Bariton ya sehingga membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu merinding dibuatnya.
"Sudahlah Bayu! Biarkanlah saya percaya bahwa dia tidak akan menyakiti Sulis!" ucap Andika berusaha untuk menenangkan hati Bayu yang sepertinya tidak sanggup melepaskan Sulis untuk mengikuti Mart ke rumah sakit.
"Bawalah putramu ke rumah sakit Abimana group. Semua biaya akan kami tanggung!" ucap Andika sambil melihat kepada Mart yang saat ini sudah mulai mengangkat tubuh Steven ke dalam mobil oleh anak buahnya.
"Kami bukanlah orang miskin yang butuh belas kasihan Anda. Anda Pastikan saja, bahwa anak buah anda tidak mengulangi lagi apa yang dia lakukan terhadap Putraku!" ucap Mark sambil melirik ke arah Bayu yang saat ini sedang melotot kepadanya karena tadi mengatakan bahwa Bayu adalah anak buah Andika.
__ADS_1
"Bayu Iswara bukanlah anak buahku. Tetapi dia adalah Ayah dari Sulis. Mertua putramu. Kami berdua adalah sahabat yang telah mengikat janji untuk menikahkan putra-putri kami. Tetapi putramu dengan seenaknya saja telah merebut tunangan Putraku. Oleh karena itulah, saat ini aku ada di sini. Berusaha untuk melindungi Putraku dari kalian!" ucap Andika membeberkan keberadaannya di Inggris saat ini kepada Mark.