Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
26. Hubungan Fathu dan Adrian Abimana?


__ADS_3

Amira tidak percaya bahwa dirinya kini telah keguguran, selama ini memang dirinya merasa tubuhnya merasa cepat sekali lelah dan sering mual di pagi hari. Tapi Amira tidak pernah berpikir bahwa dirinya sedang hamil.


Hati Amira rasanya sakit sekali, selama ini suaminya telah menunggu kehadiran buah hati, tetapi dirinya tidak bisa menjaga titipan tersebut.


"Aku sungguh istri yang bodoh! Kenapa aku tidak menyadari kalau aku sedang hamil? Kalau saja aku tahu, aku pasti memilih untuk diam di rumah saja, daripada bekerja di luar, akhirnya malah kehilangan anak kita. Aku istri dan ibu yang buruk, maafkan aku, Mas! Hiks hiks!" deraian air mata Amira terus menerus berderai, Fathu merasa pilu melihatnya. Hanya bisa memeluk istrinya.


"Gus Fathu, maafkan saya, atas kelancangan saya, mengabarkan berita duka ini kepada Amira!" Sulis tampak sangat menyesali kecerobohan dirinya.


Bayu menepuk bahu putrinya, merasa kasihan dengan kemalangan Amira, kehilangan bayi bahkan saat bayi itu belum hadir ke dunia, itu pasti menyakitkan. Merasa lalai, merasa gagal sebagai orang tua. Bayu hanya berharap agar Amira bisa bangkit lagi menjadi gadis yang ceria.


Amira yang sekarang lebih sering menangis dari pada tertawa. Bayu merasakan penderitaan Amira yang diusianya masih sangat belia, tapi pengalaman hidupnya sudah begitu pelik. Menikah tiba-tiba karena sang ayah yang sekarat, meninggalkan rumah karena suami yang cemburu dan terlalu posesif, sekarang kehilangan anak juga! Entah Amira akan sanggup atau tidak melewati segala penderitaan hidupnya.


"Sayang, kita masih muda. Masih banyak kesempatan untuk kita punya anak lagi! Jangan bersedih lagi, Mas mohon! Mas tidak sanggup melihat kamu sedih begini!" Fathu mengeratkan pelukannya, Amira masih sesenggukan dan air matanya masih menetes.


"Amira, kita harus iklas, kelak anak kamu akan menjadi malaikat di surga, yang akan selalu mendoakan kedua orangtuanya, kelak anak kamu akan meminta ampun kepada Allah disaat hari pembalasan nanti. Yang sabar, ikhlas menerima cobaan ini, sayang!" itu adalah nasehat Umy nya Fathu yang kini sudah berdiri di samping Amira.


"Umy!" Amira merentangkan kedua tangannya untuk memeluk ibu mertuanya, menangis dalam pelukan hangat beliau. "Sabar, sayang! Insyaallah masih banyak waktu bagi kalian untuk memiliki seorang anak. Ikhlaskan yang sudah pergi!" Umy mengelus kepala Amira dengan penuh kasih sayang. Amira mulaai tenang hatinya.


"Terima kasih, Umy!" ucap Amira.

__ADS_1


"Iya, sayang! Ayo makan dulu, biar kamu cepat sehat dan bisa kumpul sama Umy dan Aby lagi!" ucap Umy dengan senyum sumringah.


"Fathu gimana umy?" tanya Fathu protes.


"Umy gak tahu, tanya istrimu, apa dia sudah memaafkan kamu atau tidak?" ucap Umy malah menggoda putranya.


"Sayang, kamu memaafkan Mas, kan?" tanya Fathu dengan wajah polosnya.


"Dimaafkan, gak, ya?" Amira malah menatap Umy, Fathu dibuat kalang kabut gara-gara Amira yang sudah pintar menggodanya.


"Kalau begitu kami pulang dulu, ya? Besok ada ujian di kampus. Mau belajar dulu!" sulis akhirnya berpamitan kepada Amira dan mertuanya. Aby nya Fathu dari tadi hanya diam saja duduk di sofa. Tampak khusuk dengan tasbihnya.


"Iya, Umy. Amira sayangku! Cepat sembuh, nanti aku ajak kamu ke kantor ku! Aku kenalkan kamu sama teman-teman kantor ku! Ganteng-ganteng! Kamu tahu tidak? Sultannya Abimana Group kerja bareng sama aku, loh!" ucap Sulis penuh semangat, gara-gara ucapan Sulis, sukses membuat Fathu melotot kepadanya, Bayu yang sadar bahwa putrinya berbuat kesalahan lagi, hanya bisa meminta maaf dan langsung pulang ke rumahnya. Bayu sungguh tidak habis pikir dengan putrinya ini, yang selalu ceplas ceplos kalau bicara. Sepertinya mulut putrinya itu tidak ada rem saja! Sungguh bikin frustasi.


Fathu lalu mendekati Aby dan membuka bekal makanan yang tadi di bawa oleh Umy. Fathu masih menekuk wajahnya, gara-gara ucapan Sulis tadi, tentang Sultan Abimana Group.


"Aby, apakah Adrian sudah kembali dari Dubai?" tanyanya kepada Aby nya.


"Aby tidak tahu, sudah lama Aby tidak bicara dengan Andika maupun dengan Kesya. Nanti Aby tanya Kiai Ilham, mungkin dia tahu soal Adrian!" jawab Aby lalu mengambil ponselnya.

__ADS_1


"Umy, apakah Mas Fathu kenal dengan Adrian Abimana? Sultannya Abimana Group?" tanya Amira tampak penasaran.


"Dahulu mereka pernah bersahabat waktu sama-sama mondok di pondok pesantren Kiai Ilham yang ada di Jawa Timur, sekitar tiga tahun mereka kenal dan dekat. Kenapa Memangnya? Kamu kenal juga dengan Adrian Abimana?" tanya mertuanya Amira.


"Tidak, Umy! Bagaimana wanita seperti saya bisa kenal anak konglomerat seperti dia? Kalau Sulis itu wajar kenal dengan Adrian, sama-sama kalangan konglomerat, high society!" jawab Amira.


"Memang Sulis teman kamu itu anak orang kaya juga?" tanya Umy mulai kepo.


"Iya, Umy, Sulis itu pewaris tunggal Iswara Group! Om Bayu itu memiliki banyak hotel, mall dan membangun banyak apartemen di Jakarta ini." Mereka yang ada di ruangan itu hanya mendengarkan cerita Amira yang mulai ceria lagi.


Aby tampaknya sudah selesai bicara dengan Kiai Ilham ( Kisah Kiai Ilham bisa di baca di novel assalamualaikum ustadz ku) kisah mereka bertiga juga ada disana ( Kiai Ilham, Fathu dan Adrian semasa di pondok pesantren dulu). Novelnya masih ongoing ya ( author gak sabar lihat mereka besar, jadi bikin novel versi mereka sudah besar dan ketemu jodohnya di novel ini) Yang penasaran masa kecil Adrian bagaimana, silahkan baca Assalamualaikum ustadz ku. Ok?


Yuk kita lanjutkan mendengar cerita Kiai Jamaluddin yang baru saja berteleponan dengan Kiai Ilham yang sekarang sudah punya istri baru, Ilham dan Laila bercerai setelah kembali dari Dubai. Dua tahun kemudian Kiai Ilham menikah dengan seorang gadis yang dijodohkan oleh mertuanya Rasyid, Yang bernama Nadin Puspita sari dan mereka berdua memiliki seorang putri cantik bernama Asyifa Latief sekarang berusia 25 tahun. Gadis ini nanti yang akan menjadi jodohnya Adrian Abimana. Author kasih bocoran sedikit, biar para pembaca setia author jadi penasaran.


Pantengin terus novel ini ya, biar gak melewati proses pertemuan dan perkembangan asmara antara Asyifa Latief dan Adrian Abimana.


Pertemuan mereka berdua nanti seru pokoknya, dijamin gak nyesel! Promosi terus!


"Kata Kiai Ilham, Adrian sudah kembali dari Dubai sekitar sebulan lalu, sekarang katanya kerja di Iswara Group. Adrian pernah datang ke pondok sewaktu pertama datang ke Indonesia!" pungkas Kiai Jamaluddin.

__ADS_1


"Mungkin, besok Fathu akan menemui Adrian di perusahaan Bayu. Sudah hampir 10 tahun lost contacts. Kangen juga dengan dia!" Fathu tampak menerawang, mengingat masa lalunya bersama Adrian saat dulu di masa SMP nya pernah nyantri di pondok pesantren yang di pimpin oleh Kiai Ilham di Jawa Timur.


__ADS_2