Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
121. Terpaksa Menikah Dengan Anak Kyai Versi 3


__ADS_3

Terpaksa Menikah Sengan Anak Kyai versi 2 sudah tamat ya. Sekarang kita masuk ke versi yang ketiga. Versi ini akan Fokus untuk membicarakan tentang hubungan Bayu dan Amanda. Rasya dan Yuke dan yang lain-lain yang masih belum menemukan jodohnya.


Versi kedua tamat setelah pernikahan Adrian dan Syifa lalu pernikahan Sulis dan Steven beres ya. Kita tinggal mendoakan Mereka berempat untuk hidup berbahagia dengan pasangan mereka masing-masing dan memiliki anak yang sholeh dan sholehah.


Happy reading ya..


Maaf ya telat up date. Karena sibuk dengan urusan pribadi di kehidupan nyata. Juga sibuk mempersiapkan novel baru untuk ikut lomba di air mata pernikahan.



Novel baru Author ya, silakan mampir reader sayang. Semoga berkenan. Seharian ini sibuk mempersiapkan novel ini dengan editorku. Sampai lemes rasanya.


Oke mari kita mulai dengan Versi ketiga dari novel ini. Walaupun sebenarnya tangan sudah lemas banget. Tapi coba ya, semoga tidak mengecewakan kakak-kakak semua.


Akhirnya Bayu, Andika dan juga Cakra sampai di Prancis. Karena mereka ingin memberikan kejutan untuk Amanda sehingga mereka tidak memberitahukan kedatangan mereka kepada Amanda.


Mereka tadinya ingin langsung pergi ke hotel


Hanya saja Cakra ingin mengunjungi dulu kakaknya Amanda. Dia mengucapkan say hello supaya kakaknya nanti tidak merasa tersinggung karena dengan kedatangan mereka tetapi tidak tinggal di mansion milik sang kakak.


"Aku yakin Kak Amanda pasti terkejut banget melihat kedatangan kita!" ucap Cakra dengan wajah sumringah dan penuh kebahagiaan.

__ADS_1


"Iya semoga saja, Papa bisa mengendalikan diri dan ingat bahwa itu bukan kesalahan Amanda. Semoga Papa mampu untuk tinggal di mansionnya. Karena bagaimanapun, tidak enak kalau kita datang ke sini, tapi kita malahan tinggal di hotel. Amanda pasti akan sangat sedih sekali!" ucap Andika sambil menatap kepada Cakra yang kini tersenyum mendengarkan ucapannya.


"Sudahlah, Pah! Sebaiknya memang kita berdamai dengan masa lalu. Supaya Mama juga tenang di akhirat sana. Karena melihat kita bisa hidup bahagia. Walaupun dalam kesepian tanpa mama!" ucap Cakra dengan tersenyum dengan sendu. Tampak ada kesedihan di wajahnya. Tetapi dia memaksa untuk bisa tersenyum agar sang ayah juga bisa merasakan kebahagiaannya saat ini.


'Kalau dulu mama tidak meninggal pasti sekarang aku bersama Sulis sudah menikah dan mungkin juga sudah punya anak. Dulu Sulis beralasan ingin pergi ke Inggris karena ingin menunggu masa bergabung mama. Tapi, iapa yang tahu kalau ternyata Sulis malah menemukan jodoh yang lain dan akhirnya memilih meninggalkanku!' batin Cakra dengan sedih memikirkan nasib percintaannya yang kandas bersama Sulis.


Bayu menepuk bahu Cakra sehingga menyadarkan Cakra dari lamunannya yang sejak tadi tatapannya kosong. Cakra hanya menatap jendela. Berkali-kali dipanggil oleh ayahnya tetapi tidak menyahut. Sehingga membuat Bayu merasa khawatir dengan keadaan Cakra.


"Cakra! Apakah kau baik-baik saja? Dari tadi Om perhatikan kamu melamun terus. Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Bayu sambil menatap kepada Cakra yang masih terdiam.


"Tidak apa-apa Om. Cakra hanya sedang memikirkan sedikit hubungan Cakra dengan Sulis!" ucap Cakra jujur karena dia adalah orang yang paling tidak bisa berbohong.


Cakra melirik sekilas kepada ayahnya yang kini sedang tersenyum kepadanya, kemudian kepada Bayu.


"Cakra memikirkan Sulis bukan karena menginginkan Sulis menjadi istriku, Pah! Cakra hanya berandai saja, mungkin kalau mama tidak meninggal, Sulis mungkin sekarang sudah menjadi istriku!" ucap Cakra sambil menundukkan kepalanya.


Ada perasaan sedih yang menusuk hatinya. Ketika memikirkan tentang perpisahannya dulu dengan Sulis dengan alasan berduka atas meninggalnya mamanya.


Seharusnya Sulis adalah orang yang akan mendampinginya ketika dia terjatuh dan terpuruk. Akan tetapi saat itu Cakra yang hanya memikirkan kesedihannya seakan melupakan keberadaan Sulis dan lebih menenggelamkan dirinya di dalam pekerjaan.


Sehingga membuat Sulis merasa bahwa dia sudah tidak dibutuhkan lagi oleh Cakra, tunangannya dan juga calon suaminya.

__ADS_1


"Tetapi kalau melihat ke belakang lagi, semua memang salah Cakra yang dulu terlalu cuek kepadanya. Cakra hanya memikirkan tengang kesibukan pekerjaan untuk melarikan sebuah kesedihan hati Cakra karena meninggalnya mama!" tampak Cakra mulai berderai Air mata tidak mampu membendung kesedihan hatinya apabila sudah berbicara tentang meninggalnya ibunya yang sudah hampir satu tahun lamanya telah berjalan.


" Apakah kau ada niat untuk menikah lagi Andik" tanya Bayu.


Andika menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Kau masih muda dan juga masih kuat. Mungkin saja dari hasil pernikahanmu yang baru, kau bisa memiliki anak lagi dan hidupmu tidak akan kesepian!" ucap Bayu sambil tersenyum kepada Andika.


"Kau menyuruh orang lain untuk menikah lagi. Sementara dirimu sendiri, sudah menduda lebih dari 15 tahun, juga masih betah!" ucap Andika sambil melirik sinis kepada Bayu yang dari kemarin selalu saja menanyakan tentang pernikahannya yang baru.


"Kalau saya kan berbeda. Kalau saya berpisah karena bercerai. Istriku berselingkuh. Hal itu membuat batinku merasa tersiksa dan aku memiliki trauma berhubungan dengan seorang perempuan. Oleh karena itu, aku lebih memilih untuk tidak mempunyai istri baru! Apalagi dulu Sulis masih kecil. Aku tidak mau memberikan sebuah trauma juga kepadanya. Apabila tidak menemukan seorang istri yang baik dan menjadi Ibu yang baik untuk Sulis!" Bayu menjelaskan situasinya kepada Andika dan juga Cakra agar mengerti kenapa dirinya bisa bertahan selama 15 tahun tanpa pernikahan yang baru.


Tampak Cakra mendengarkan pembicaraan Bayu dengan seksama. Cakra merasa paham bagaimana perasaan Bayu yang begitu terluka oleh seorang perempuan khianat. Karena saat ini dirinya pun sedang mengalami hal seperti itu. Di mana wanita yang dia cintai kini telah menikah dengan orang lain. Bahkan telah memiliki anak sebelum pernikahan mereka. Walaupun dengan kasus perkosaan.


"Lalau kamu kan beda Dik! Istrimu meninggal karena dibunuh dan dia seorang istri yang baik. Kesya tidak memberikan beban mental maupun beban trauma ke dalam hatimu. Jadi aku rasa akan mudah untukmu dalam menerima wanita baru dan cinta baru!" ucap Bayu menyampaikan analisisnya terhadap perasaan Andika saat ini.


" Justru karena Kesya adalah seorang istri yang baik dan terlalu sempurna. Makanya di mataku, tidak ada wanita yang akan bisa menggantikan posisi dia di hatiku. Aku akan menjaga dia tetapi hidup dengan tetap mencintainya di hatiku!" ucap Andika sambil menatap tajam kepada Bayu yang saat ini tampak mengangguk-anggukkan kepalanya kepada Andika. Tanda bahwa dia mengerti tentang apa yang dikatakan oleh Andika kepadanya saat ini.


"Kita sudah sampai di Mansion Kak Amanda. Ingat Papa harus bisa menjaga perasaan Kak Amanda jangan menunjukkan kesedihan ataupun kemarahan. Kasihan Kak Amanda. Bagaimanapun meninggalnya Mama bukan karena kesalahan dia!" kembali Cakra mengingatkan kepada ayahnya agar bisa menjaga perasaan kakaknya untuk tidak mengingat tentang kematian ibunya yang disebabkan oleh ibunya Amanda.


Berdasarkan versi yang mereka ketahui tentu saja. Larena pada kenyataannya, Kesya meninggal karena dibunuh oleh Elena dan Maria. Elena adalah ibunya Steven yaitu mantan kekasih Andika yang merasa dendam kepada Keisha karena sudah merebut Andika dari hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2