Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai

Terpaksa Menikah Dengan Anak Kiai
139. Ke Dubai


__ADS_3

Keesokan paginya mereka berdua melakukan aktivitas mereka masing-masing tanpa banyak berkata apapun.


Amanda yang merasa hatinya masih sakit dengan ucapan Bayu tadi malam belum ada niat untuk menyapa sang suami yang sedang bersiap untuk pergi ke kantornya.


Setelah menyiapkan pakaian untuk suaminya Amanda langsung turun dan melihat ayahnya yang sudah bersiap-siap untuk pulang ke Dubai hari itu juga.


"Loh, Papa sudah siap untuk pergi ke Dubai hari ini? Amanda kira nanti malam!" tanya Amanda merasa terheran ketika melihat ayahnya sudah siap dengan satu buah koper kecil yang sudah siap ditenteng olehnya.


" Tadi malam Papa mendapat telepon Kalau ada kejadian khusus di perusahaan sehingga Papa harus segera ke sana. Bagaimana Apakah kamu dan Bayu akan ikut bersama Papah atau akan menyusul?" tanya Andika.


Amanda tampak terdiam karena dia pun tidak tahu bagaimana harus berkomunikasi dengan Bayu. karena hatinya sampai saat ini masih belum sembuh dengan ucapan Bayu yang mengatakan bahwa dia terpaksa menikah dengan dirinya.


" Bagaimana apakah kalian akan ikut dengan papa hari ini atau nanti akan menyusul saja?Kenapa kau malah melamun?" tanya Andika sambil menepuk bahu Amanda yang masih tampak sibuk dengan pikirannya sendiri.


Tidak lama kemudian tampak Bayu turun dengan bersiap untuk berangkat ke kantornya.


" Gimana Bayu? Saya harus segera ke Dubai hari ini. Karena ada urusan mendesak di kantor sana. Kalian akan ikut denganku sekarang atau akan menyusul nanti?" tanya Andika menatap Bayu yang masih terdiam sambil melirik kepada Amanda yang memalingkan wajahnya.


" Mungkin nanti saja. Karena saya juga harus mengurus sesuatu di kantor!" ucap Bayu berdusta kepada Andika.


" Baiklah kalau begitu papa langsung segera berangkat ke Dubai ya? Adrian sudah menunggu Papa di luar!" ucap Andika sambil berpamitan kepada mereka berdua. Sementara itu Cakra yang masih terlelap tidak mengetahui kalau Ayahnya berangkat hari ini ke Dubai. Karena ada urusan mendesak di kantornya yang harus segera diselesaikan oleh Andika.


" Halo Kak Amanda dan Om Bayu! Kalian apa kabarnya?" tanya Adrian ketika mereka berdua keluar dari kediaman Abimana. Untuk mengantarkan Andika ke bandara bersama dengan Adrian.


" Kami baik-baik saja. Bagaimana dengan istrimu? Apakah sudah mau melahirkan?" tanya Amanda mengulas senyum kepada adiknya yang sekarang semakin matang dan sempurna setelah menikah dengan Syifa.

__ADS_1


" belum lah Kak masih lama baru juga masuk angka 5 masa sudah mau melahirkan?" ucap Adrian tersenyum bahagia.


" Alhamdulillah kakak terus senang semoga anakmu baik-baik saja bersama dengan ibunya!" ucapan indah mendoakan kebaikan untuk anak dan juga Ibunya.


" Terima kasih Kak semoga kak Amanda dan om Bayu juga segera menyusul!" ucap Adrian sambil tersenyum kepada kakaknya yang baru menikah sekitar dua hari yang lalu.


" Terima kasih atas doamu Adrian!" ucap Bayu karena melihat Amanda hanya diam saja tidak menanggapi apapun yang dikatakan oleh Adrian.


" Udah cepet Papa sejak tadi terus ditelepon sama pilot kita. Bahwa pesawat harus segera berangkat!" ucap Andika menghentikan segala percakapan di antara mereka. Karena dia diburu oleh waktu untuk segera berangkat ke Dubai.


" Bay! Toong kau lupakan leluconku dan Cakra tadi malam. Dan tolong aku menitip putriku kepadamu. Bahagiakan dia sebagai istrimu!" ucap Andika di telinga Bayu ambil memeluk sahabatnya yang sekarang telah menjadi menantunya .


" Tenanglah Aku akan berusaha untuk membahagiakan Amanda selama dia juga menginginkannya!" ucap Bayu sambil melirik kepada Amanda yang saat ini sedang menundukkan wajahnya.


" Papa pergi dulu ya kamu Ingat! Jadilah istri yang baik untuk suamimu!" pesan Andika sebelum dia meninggalkan Indonesia dan terbang menuju Dubai.


Amanda mencari secarik kertas yang dia tulis sebuah pesan untuk suaminya dan dia taruh di atas nakas di dekat ranjangnya.


" Maafkan aku! Aku harus pergi ke Perancis sekarang. Mulai sekarang kita menjalani kehidupan kita masing-masing. Kau bebas untuk menikah lagi karena aku tidak akan mengingatmu!"


Tulis Amanda di sebuah kertas dan kemudian dia langsung pergi meninggalkan kediaman Abimana dan langsung menuju bandara untuk segera terbang ke Perancis dan meninggalkan sang suami di Indonesia.


Andika yang saat ini sudah terbang menuju Dubai sama sekali tidak mengetahui awal kehancuran dari rumah tangga putrinya yang hanya berumur dua hari saja.


Perkataan yang berawal dari sebuah lelucon dari Andika dan Cakra. Yang pada akhirnya menjadi sumbu dari sebuah kehancuran dari pernikahan Amanda dan Bayu yang sama-sama memiliki ego yang tinggi dan tidak mau mengalah satu sama lain.

__ADS_1


Sementara itu Bayu yang saat ini sedang sibuk di kantornya. Dia sama sekali tidak tahu bahwa saat ini istrinya sudah pergi dari kediaman Abimana menuju Prancis untuk kembali ke kehidupan lamanya. Sebelum menjadi istrinya


Cakra yang bangun kesiangan merasa bingung karena seisi rumah sudah sepi tidak ada siapapun lagi.


" Ya ampun! Kenapa sepi sekali? Pada ke mana semua orang?" tanya Cakra merasa keheranan melihat rumah yang begitu sunyi tanpa penghuni.


" Bi pada ke mana sama orang? Kenapa sepi sekali?" tanya Cakra kepada pembantu yang bekerja di kediaman Abimana yang tampak sedang sibuk memasak di dapur.


" Tuan besar sudah kembali ke Dubai Tuan Muda. Sementara Non Amanda tadi bibi lihat membawa koper. Entah mau pergi ke mana. Kalau tuan Bayu sudah pergi ke kantornya setelah tuan besar meninggalkan kediaman!" ucap pembantu tersebut melaporkan semuanya kepada Cakra dalam satu kali tarikan nafas.


" Ya ampun mereka semua meninggalkan rumah ini tanpa mau membangunkanku!!" keluh Cakra sambil duduk di meja makan dan menghabiskan sarapannya sebelum dia pergi ke kantor.


" Apakah Kak Amanda tidak mengatakan akan pergi ke mana?" tanya Cakra merasa penasaran terhadap kakaknya.


" Bibi tidak tahu tapi yang jelas waktu keluar Bibi melihat sepertinya non Amanda membawa visa dan juga paspornya." lapor si Bibi kepada Cakra.


Cakra mengerutkan keningnya mendapatkan laporan tersebut dia merasa bingung kenapa Amanda membutuhkan paspor dan visa hanya untuk pindah ke kediaman suaminya.


" Ya sudah Bi. Bibi bisa bereskan semua ini. Saya akan segera berangkat ke kantor dan menelepon Om Bayu untuk menanyakan tentang Kakakku!" ucap Cakra kemudian dia pun meninggalkan ruang makan menuju ke kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap. Cakra langsung berangkat ke kantornya. Di dalam perjalanan menuju kantornya, dia menelpon Bayu untuk menanyakan tentang kakaknya.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Om Bayu, ke mana Kak Amanda? Kenapa dia tidak ada di rumah? Bibi mengatakan kalau kakakku keluar dari rumah dengan membawa kopernya, visa dan juga paspornya!" ucap Cakra bertanya kepada Bayu yang merasa terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Cakra kepadanya.


" Om tidak tahu ke mana Kakakmu pergi dari pagi dia tidak mengatakan apapun sewaktu Om berangkat ke kantor!" ucap Bayu.

__ADS_1


" Ya sudah Cakra. Om akan segera pulang dan melihat situasi di sana!" Bayu langsung menutup panggilan telepon dari Cakra dan juga langsung mengambil kunci mobilnya untuk segera kembali ke kediaman Abimana.


__ADS_2