Terpaksa Menikahi Janda Kaya

Terpaksa Menikahi Janda Kaya
Sebuah Kisah


__ADS_3

"Sayang."


Nath berkata pada seorang wanita yang terbaring dihadapan matanya. Wanita itu tersenyum, sementara tangan Nath mengusap perut buncit si wanita dengan lembut.


"Kamu udah berapa bulan, sayang?" tanya nya kemudian.


"Enam." jawab wanita itu sambil tersenyum.


Nath kemudian mencium bibir si wanita sambil terus mengusap perutnya.


"Aku sayang kamu." bisiknya di telinga wanita itu


"Aku juga." jawab si wanita penuh emosional.


Ciuman mereka semakin panas. Nath mulai meremas dua gundukan kembar milik wanita itu. Yang kini membesar akibat kehamilan.


"Hmmh."


Si wanita mulai merintih nikmat. Nath kian mendekat sehingga tubuh sixpack-nya bersentuhan dengan wanita itu. Terasa ada sebuah ikatan emosional yang semakin erat dalam hatinya.


"Aku mau mengunjungi dia di dalam sana." ucapnya pada si wanita.


Wanita itu mengangguk, karena ia juga sudah berada di puncak keinginan. Pun kedua kakinya kini sudah melebar. Nath mengarahkan cintanya yang sudah menegang sejak tadi untuk masuk ke dalam.


Ia mendorong perlahan. Sementara si wanita sudah terlihat ke atas matanya. Akibat perbuatan nikmat tersebut.


"Ssshhh."


Nath terus mendorong sambil menatap mata si wanita, kemudian mencium bibirnya.


"Aaaaah."


Keduanya sama-sama melenguh ketika milik Nath sudah terbenam sempurna.


"Aku sayang kamu, Dania." ujarnya.


Nath mulai bergerak maju mundur sambil terus mengusap perut Dania. Sementara Dania mulai merintih-merintih akibat dilanda kenikmatan.


"Ah, ah, hmmh."


"Aku sayang kamu, Dania. Ssshhh, aku sayang kamu. Aaaah."


Dania meremas sprei tempat tidur sambil terus merintih. Nath semakin cepat memompa wanita itu.


"Miring, sayang. Aku mau masuk dari samping." ucap Nath.


Dania pun berbaring dengan posisi miring. Tak lama Nath kembali menemuinya dalam kenikmatan. Dan kembali racauan demi racauan pun terdengar di ruangan tersebut.


"Ah, ah, ah."


"Hmmh, ssshhh, aaah, hmmh."


Permainan tersebut cukup lama berlangsung. Merek juga sudah berganti posisi sebanyak beberapa kali. Sampai kemudian Nath merasa sudah tidak tahan lagi, dan begitu pula dengan Dania.


"Sayang, aku mau...."


"Iyaaah, aku jugaaa."

__ADS_1


"Aaaaaaah."


Tubuh keduanya bergetar seperti tersengat aliran listrik. Gelombang kenikmatan mengalir deras serta terasa berdenyut-denyut. Nath menatap Dania pada saat hal tersebut berlangsung dan begitupun sebaliknya.


"Hhhhh."


Nafas keduanya tersengal-sengal. Nath terhempas di sisi Dania dengan sebuah senyum kepuasan. Tak lama ia menoleh lalu kembali mengusap perut wanita itu.


"I love you." ujarnya kemudian.


Dania tersenyum. Ia turut memegang dan mengelus perutnya sendiri.


"Dia laki-laki, Nath." ucap wanita itu.


Nath pun terkejut.


"Oh ya?" tanya nya tak percaya.


"Iya, aku udah USG." ujar Dania lagi.


Nath tentu saja sangat gembira, bahkan ia sampai menitikkan air mata. Walau buru-buru kemudian ia hapus dengan tangan.


"Hei, Noah." tukas pria itu lalu mencium perut Dania.


"Namanya Noah?" tanya Dania sambil tersenyum.


"Ya, aku rasa itu nama yang bagus." ucap Nath.


"Kamu nggak keberatan kan?" tanya Nath kemudian. Dania menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Nggak, dia kan anak kamu. Dia hak kamu juga." ucap Dania.


"Oh ya, Nath. Kapan kamu mau nikahin aku?. Ini perut aku udah segini loh. Tiga sampai empat bulan sebelumnya masih bisa aku tutupi dari tetangga. Tapi sekarang udah keliatan banget. Kasihan ibu, anaknya diomongin orang."


Nath menarik nafas panjang


"Kan aku udah bilang, aku bisa menikahi kamu sekarang juga. Aku nggak butuh wali. Tapi keluarga kamu nggak terima, terutama pakde kamu."


Dania diam. Yang sejatinya menghalang-halangi Nath bertanggung jawab atas kehamilan ini, adalah kakak dari mendiang ayahnya sendiri. Nath sudah mau menikahi Dania sejak kehamilannya diketahui enam bulan yang lalu.


Tapi pihak keluarga mendiang ayah Dania ingin lamaran resmi yang melibatkan orang tua Nath. Sedangkan orang tua dan keluarga besar Nath murka dan sama sekali tak merestui.


"Mereka maunya aku dilamar secara resmi dan melibatkan keluarga, Nath. Sedangkan aku juga tau kalau keluarga kamu..."


Dania terisak. Nath lalu memeluk wanita itu dengan erat.


"Jangan tinggalkan aku, Nath. Aku udah hamil begini." ujarnya.


"Nggak ada yang bakal meninggalkan kamu Dania. Menikah ataupun nggak, aku nggak bakal meninggalkan kalian. Ini anak aku, aku sayang dia, aku sayang kamu." ucap Nath.


Keduanya lalu sama-sama menangis.


***


Enam bulan sebelum itu.


"Apa kamu bilang?. Dania hamil?"

__ADS_1


Ayah Nath begitu murka di siang itu. Sama seperti ibunya yang kini tengah bergelut dengan emosi yang mulai memuncak. Di hadapan keluarga mereka Dania tampak tengah bersimpuh bersama ibunya.


"Dia ini anak pembantu, Nath. Kamu mencoreng muka orang tua kamu sendiri." teriak sang ayah lagi.


"Mama dari awal sudah tidak suka melihat kamu dekat-dekat dengan perempuan ini." sang ibu menimpali.


"Ma, Nath cinta sama Dania."


"Cinta seperti apaaaa?" teriak sang ibu penuh kemurkaan.


Sementara sang ayah kini mencoba mengambil nafas di tengah luapan kemarahan yang begitu besar. Dania dan ibunya sendiri menunduk.


"Papa udah pernah bilang, jangan pernah berurusan dengan orang miskin. Orang miskin itu otaknya hanya mencari bagaimana caranya mereka bisa hidup enak, tanpa mau berkerja keras. Jalan instan mereka ya seperti ini." lanjut pria itu lagi.


"Maaf tuan, kami tidak seperti itu." ibu Dania membela anaknya.


"Terus apa ini namanya bik Ranti?" Ibu Nath membentak sang pembantu.


"Apa namanya cobaaa?" teriaknya lagi.


"Saya yakin bibi tau hubungan diantara mereka, kenapa bibi tidak melarang dan mengingatkan anak bibi. Kasih tau kalau level mereka itu berbeda." tambahnya.


"Saya sudah kasih tau berkali-kali, nyonya. Tapi mereka saling mencintai dan saya nggak tega."


"Gugurkan anak itu!" Ayah Nath memberi perintah.


"Kalau kalian mau uang, akan saya kasih. Tapi tinggalkan tempat ini." lanjut pria itu kemudian.


"Nggak, pa." Nath pasang badan di hadapan Dania.


"Ini anak Nath. Nggak ada yang boleh menyentuh ataupun menyakiti dia."


"Untuk apa kamu memelihara anak haram ini?" tanya sang ayah dengan suara yang masih tinggi.


"Yang haram perbuatan, Nath. Tapi tidak untuk anak itu. Dia nggak berdosa."


"Kamu ini pewaris tunggal keluarga, dan kamu sudah akan kami jodohkan dengan anak seorang konglomerat terkenal. Tapi ini yang kami lakukan terhadap keluarga kita." sang ibu kembali berujar.


"Papa akan tetap menggugurkan anak ini." ucap ayah Nath.


"Nggak."


"Glen, Jodi, Rey." Ayah Nath memanggil bodyguardnya.


"Nggak, pa. Langkahi dulu mayat Nath."


"Ada apa pak?" ketiga bodyguard ayahnya tiba.


"Bawa Nath ke kamarnya dan bawa perempuan ini menjauh, lemparkan mereka ke jalanan!" perintah pria itu.


Ketiga bodyguard tersebut langsung melaksanakan tugas. Nath memberontak dan terjadilah pergulatan serta perkelahian disana. Nath berhasil mendapatkan senjata api dari kantong si bodyguard dan menodongkannya.


"Kalau ada yang bergerak apalagi menyentuh Dania, saya tembak." ucapnya kemudian.


"Gara-gara orang miskin ini doang, kamu sampai mengancam kami semua." ujar sang ibu.


"Please, ma. Enough!" ujarnya lagi.

__ADS_1


Nath lalu membawa Dania dan ibunya meninggalkan rumah tersebut.


__ADS_2