
Ferdi kembali menerima uang dari Nath. Kali ini bukan cuma-cuma seperti tempo lalu. Tapi dari hasil komisi proyek yang tengah mereka jalani.
Jumlahnya cukup fantastis. Ferdi mengeluarkan beberapa untuk membagi ke teman-teman kantornya dan tentu saja mereka sangat senang.
Ferdi ingat pada Jeffri, sang ayah. Dan berbagai permasalahan yang masih dihadapi oleh pria itu. Tetapi tiba-tiba Ferdi juga teringat pada keluarga kecilnya. Yakni Clara, Arvel, Anzel serta Axel. Dan juga pada anak yang saat ini masih dalam kandungan.
Ia tak mungkin mengandalkan Clara dalam membiayai kelahiran anak itu nantinya. Meski Clara terbilang mampu dalam menangani hal tersebut.
Tetapi Ferdi adalah ayah dari bayi itu. Ia kepala keluarga yang sudah menghamili sang istri. Maka seyogyanya ialah yang bertanggung jawab atas semua biaya termasuk persalinan.
Ferdi menyisihkan uang yang ditransfer Nath ke rekening lain. Itu untuk biaya persalinan dan biaya kebutuhan si bayi. Ia juga kini berpikir untuk membuat tabungan baru, sebagai tabungan pendidikan sang anak.
Ferdi tak ingin memiliki anak tapi tak ada persiapan apapun. Sebab menurut prinsipnya, kita tak pernah tau sebatas mana umur kita. Lebih baik untuk anak dipersiapkan dengan matang.
Sepulang kerja, Ferdi mampir ke sebuah mall dan mencari toko perhiasan. Meski istrinya seorang wanita kaya, tetapi jika diberikan hadiah ia pasti akan gembira. Karena pemberian dan membeli sendiri memiliki rasa dan emosi yang berbeda.
Ferdi membelikan Clara cincin, dengan harga yang cukup lumayan. Tak lama ia menelpon Axel.
"Hallo pa." ucap remaja itu di telpon.
"Axel kalian udah pulang?" tanya Ferdi.
"Udah, pa. Ini lagi di jalan." jawab remaja itu.
"Ya udah samperin papa di mall tempat yang waktu kita sama om Nath ya." ucap Ferdi lagi..
"Papa mau belanjain Axel?" goda remaja itu dengan sumringah.
"Iya, tapi jangan kasih tau mama dulu. Nanti mama bawel."
"Sama abang juga?" Lagi-lagi Axel bertanya.
"Iya dong, masa kamu sendiri."
"Hehehe." Axel nyengir.
"Ya udah, Axel bilang sama supir dulu deh."
"Oke, nanti kalau udah sampe kasih tau papa."
"Iya pa."
Axel kemudian berkata pada supir jika Ferdi meminta mereka untuk pergi ke mall.
"Kita mau ngapain disana?" tanya Anzel, diikuti Arvel yang menoleh dari depan.
"Papa mau jajanin kita." jawab Axel.
Kedua kakaknya itu lalu sama-sama tersenyum. Setibanya di mall yang dimaksud, ternyata mereka diajak Ferdi untuk berbelanja pakaian.
__ADS_1
Tentu saja mereka senang, apalagi Axel. Remaja itu mengambil banyak untuk di coba satu persatu. Namun yang ia senangi hanya beberapa saja.
Ia merepotkan mbak-mbak SPG yang menjaga di counter tersebut. Namun bukan Axel namanya kalau tidak heboh. Belum pernah ada sejarahnya anak itu kalem, kecuali saat ia sedang sakit.
"Pa, ini bagus nggak?" tanya Axel pada Ferdi, ketika ia menunjukkan pakaian yang ia pilih.
"Mmm, menurut papa ini terlalu rame bang." Ferdi memberikan pendapatnya.
"Kayak rapper nyasar tau nggak lo."
Anzel yang baru akan masuk ruang ganti nyeletuk. Arvel yang ada di belakangnya pun tertawa.
"Ya udah deh, ganti." Axel sewot.
Ferdi kemudian memilihkan untuk anak itu. Ferdi sendiri memang memiliki selera fashion yang simpel dan keren.
Sore itu mereka terlihat penuh tawa. Axel beberapa kali mengambil foto serta video untuk insta story. Tak lama ia pun mengunggah di sosial media tersebut.
"Makasih ya pa, sering-sering ajak abang belanja. Tahun depan kita belanja bareng adek."
Axel mengunggah semua itu dan mentag akun Ferdi serta kedua kakaknya. Tak lama postingan tersebut di lihat oleh Nando. Ia panas melihat Axel yang kini memanggil Ferdi dengan sebutan papa. Meski tak tertulis lengkap di caption, namun ia paham akan hal tersebut.
Axel terus mengunggah insta story sampai kepada saat mereka makan bersama. Clara yang belum melihat sosial media tak tau apa yang terjadi.
Saat suami dan anak-anaknya pulang, ia kaget. Melihat mereka membawa banyak belanjaan.
"Papa."
"Om Ferdi." jawab ketiganya di waktu yang nyaris bersamaan.
"Fer, kamu belanjain mereka?" tanya Clara sang suami.
"Iya, aku ada rejeki sedikit." jawab Ferdi.
Clara memperhatikan belanjaan tersebut.
"Ini banyak banget nak." ucap Clara pada anak-anaknya.
"Orang kata papa boleh koq." jawab Axel.
Ferdi pun tertawa.
"Bawa ke atas bang." ujarnya kemudian.
Axel dan dua kakaknya pun naik ke atas sambil membawa belanjaan.
"Sini!"
Ferdi menggandeng lengan Clara dan membawanya masuk ke kamar.
__ADS_1
"Ini aku beliin kamu baju hamil."
Ferdi memberikan satu paper bag berisi 5 potong dress berbahan ringan untuk ibu hamil. Clara pun mengeluarkan potongan dress tersebut dan ia tampak senang.
"Koq udah kamu beliin aja sayang?" tanya Clara pada sang suami.
"Ya nggak apa-apa dong, nanti juga perut kamu bakalan buncit. Kalau udah ada persiapan kan enak." ucap Ferdi.
Clara tersenyum.
"Makasih ya." ujarnya.
"Sama-sama, sayang."
Clara menyimpan baju-baju itu di lemari. Tak lama ia berbalik dan kembali pada Ferdi, namun Ferdi memiliki kejutan lain yakni sebua cincin berlian dengan brand yang Clara sendiri pun tau kisaran harganya berapa.
"Fer, ini kan mahal." ucap Clara pada suaminya tersebut.
"Nggak mahal-mahal banget koq. Kan nggak setiap hari juga aku beli. Sekali-sekali boleh lah buat menyenangkan kamu." ucapnya kemudian.
Ucapan itu terasa begitu tulus dari hati. Clara pun jadi terharu mendengarnya. Ferdi memasangkan cincin tersebut pada Clara, dan Clara menerimanya dengan rasa terima kasih.
"Bagus, aku suka." ucap Clara.
Ferdi mencium kening istrinya itu lalu ia beranjak dan mengambil handuk.
"Aku mau mandi dulu." ujarnya.
Clara mengangguk.
"Oh ya, kamu mau ngopi?" tanya Clara.
"Boleh." jawab Ferdi
"Ya udah, aku bikin dulu." ucap Clara.
Maka Ferdi pun pergi ke kamar mandi dan Clara beranjak ke dapur untuk menjadi kopi.
***
Sementara di tempatnya berada, alias di rumah selingkuhan. Nando terus mengulang melihat insta story di laman akun Instagram milik Axel.
Ia benar-benar merasa terganggu dengan apa yang dilihatnya hari ini. Bagaimana bisa Ferdi mencuri hati anak-anaknya hanya dalam tempo yang sedemikian singkat. Bahkan belum setahun pernikahannya dengan Clara berlangsung.
"Pa liat sini dong."
Salah satu video yang Axel unggah tampak memanggil Ferdi. Dan Ferdi pun menoleh lalu tersenyum. Nando benar-benar ingin membanting handphone saking kesalnya ia.
"Brengsek." ujarnya dengan penuh kemarahan. Namu seberapapun ia marah, tetap saja tak akan mengubah keadaan.
__ADS_1