
"Cla."
"Hmm?"
"Besok nonton yuk!" ajak Ferdi pada istrinya itu, ketika mereka telah selesai makan.
"Banyak film baru tuh yang lagi tayang di bioskop." Lanjutnya lagi.
Dan lagi-lagi Clara dikejutkan oleh sikap manis suaminya tersebut. Dulu boro-boro Nando mengajaknya nonton ke bioskop. Mengajak nonton Netflix bersama saja tidak pernah.
"Mmm, boleh." jawab Clara.
"Anak-anak kalau mau ikut, ajak aja." ujar Ferdi lagi.
Tak lama Arvel, Anzel, dan Axel pun turun secara bersamaan. Biasanya mereka akan mencari cemilan di dapur dan ternyata benar.
"Abang, adek, besok ikut mama sama om Ferdi yuk!" ajak Clara pada ketiga anaknya itu.
"Mau kemana?" tanya Arvel.
"Mau nonton, ikut ya?" ujar Clara lagi.
"Besok Cindy sama teman abang mau datang, ma." tukas Arvel.
"Teman Anzel juga." Anzel menimpali.
"Ada temen beneran, atau kalian emang nggak mau aja. Karena ada om Ferdi?"
Clara mengungkapkan pertanyaan yang membuat Arvel dan Anzel kaget sekaligus terdiam. Ferdi yang ada di tempat tersebut pun jadi merasa agak canggung pada kedua anak tirinya.
"Beneran ma, abang nggak bohong. Nih kalau mama nggak percaya, ada chat kita di grup."
Arvel menunjukkan chat ia dan teman-temannya di grup WhatsApp. Isinya adalah janji bertemu besok di rumah ini. Mereka akan latihan untuk pementasan drama minggu depan.
"Anzel juga nggak bohong, ma. Nih temen Anzel mau datang, ada Tiara juga."
Remaja itu sama juga menunjukkan chat dari temannya.
"Tiara kan seangkatan Arvel." ujar Clara.
"Iya justru itu, besok dia latihan drama sama abang." ujar Anzel lagi.
Clara tersenyum.
"Jadi ceritanya besok kesempatan nih, mentang-mentang ada Tiara?" tanya wanita itu.
Pipi Anzel mendadak bersemu merah. Sementara Ferdi tersenyum tipis memperhatikan semua itu.
"Kalau mama mau ajak, Axel aja nih." ujar Arvel seraya menyodorkan Axel ke hadapan Clara.
"Iya, daripada dia ngerecokin dan gangguin besok." timpal Anzel.
__ADS_1
"Ih nggak mau, Axel lagi pengen dirumah aja." ujar Axel.
"Nggak boleh."
Arvel dan Anzel berucap secara serentak. Clara dan Ferdi jadi bingung menyaksikan semua itu.
"Ajak aja ma, besok." ujar Arvel lagi.
Clara dan Ferdi saling bersitatap satu sama lain.
"Orang Axel mau dirumah."
"Axel, lo tuh suka nakal kalau lagi ada temen-temen abang." ujar Anzel kemudian.
"Segala lah yang cewek-cewek lo jahilin pake kecoa. Yang cowok lo ajak mabar, atau lo ajak masak mie instan. Belajar dan latihan orang jadi terganggu gara-gara lo. Pokoknya besok lo ikut mama sama om Ferdi." lanjut remaja itu.
"Nggak mau." Axel bersikeras.
"Mau." Arvel dan Anzel kembali berujar dengan kompak.
"Orang Axel mau ketemu Cindy sama Tiara."
"Buat lo cie, ciein dan jodoh-jodohin sama
abang kan?" ujar Arvel.
"Abang malu depan dia kalau kamu gituin. Lagian besok juga ada temen, dari cowok yang lagi dekat sama Cindy. Abang nggak enak kalau kamu kayak jodoh-jodohin abang gitu. Kalau temannya ngadu ke cowok yang lagi dekat sama Cindy gimana?. Abang lagi males punya urusan sama orang, apalagi perkara cewek doang."
Clara dan Ferdi kembali saling melirik satu sama lain, lalu kembali menatap anak itu.
"Udah besok adek ikut mama aja." ucap Clara.
"Tapi ma, Axel pengen gangguin abang." ujarnya lalu nyengir.
Arvel sewot, Anzel kesal. Clara dan Ferdi tersenyum bahkan tertawa kecil.
"Nggak boleh, kamu nggak boleh malu-maluin abang." ucap Clara lagi.
"Emang dia mah." celetuk Anzel.
"Sama Tiara juga gitu. Ditanyain mulu, Tiara kapan mau jadi pacar abang An. Kan Anzel malu jadinya."
"Hehe." Axel nyengir.
Anzel menoyor kepala adik bungsunya itu lalu bergerak ke arah kulkas dan mengambil minuman dingin. Sedang Arvel membuka lemari kitchen set dan mengambil beberapa snack yang ada disana.
***
Esok harinya sesuai janji, Ferdi mengajak Clara nonton. Tentu saja dengan mengajak Axel. Akhirnya remaja itu mau ikut karena di iming-imingi Clara berbelanja baju.
Sejatinya jika tak memiliki misi untuk mengganggu kedua kakaknya, Axel akan ikut dengan penuh kerelaan. Sebab ia sangat suka jalan-jalan, apalagi ke mall.
__ADS_1
Kebetulan hari itu weekend. Mereka berjalan bertiga layaknya keluarga yang bahagia. Meski agak sedikit berat meninggalkan sang kakak. Faktanya ketika telah sampai ke mall tempat dimana bioskop yang hendak dituju berada. Axel menjadi sumringah dan bersemangat.
Ia sudah tidak peduli lagi dengan niatnya menggangu Arvel dan juga Anzel. Ia merasa senang bisa berjalan bersama kedua orang tuanya.
"Gini ya ma, rasanya bisa jalan sama kedua orang tua." Axel berujar sambil melihat-lihat sekitar.
"Degh." Batin Clara bergemuruh.
Selama menjadi orang tua, ia bahkan belum pernah sekalipun jalan berdua dengan Nando sambil mengajak anak-anak.
Nando selalu tak bisa dan selalu saja mempunyai alasan untuk menghindari itu semua. Alhasil Clara sendirilah yang sering mengajak anak-anaknya keluar rumah.
"Makasih ya Fer, udah mau ngajak dia. Walaupun dua abangnya nggak ikut." ucap Clara pada Ferdi.
"Anak-anak nggak pernah jalan gini sama aku dan bapaknya barengan." lanjut wanita itu kemudian.
Ferdi tersenyum dan mengusap-usap punggung istrinya itu. Mereka terus berjalan mengikuti langkah Axel yang di ada depan.
"Ma, nanti kalau abis nonton kita ke time zone ya!"
Axel meminta pada Clara, ketika mereka melintas di salah satu arena bermain.
"Bilang sama om Ferdi, kalau mama sih ayo aja." ucap Clara.
"Boleh ya, om." pinta anak itu pada Ferdi.
"Boleh dong, tapi sebelum itu kita makan dulu nanti. Oke?" ujar Ferdi.
"Oke."
Axel terlihat senang. Mereka lalu naik ke lantai paling atas dan menuju ke bioskop.
"Mau nonton film apa nih?" tanya Ferdi pada Clara dan juga Axel.
"Kalau Axel sih terserah mama aja. Soalnya kan Axel diajak." tukas remaja itu kemudian.
"Mmm...."
Clara tampak berpikir sambil melihat-lihat film yang tengah ditayangkan, melalui poster yang ada di sepanjang dinding bioskop tersebut.
Pada akhirnya ia menentukan pilihan. Ferdi membeli tiket untuk tiga orang. Sambil menunggu, mereka membeli makanan dan minuman.
"Eh, foto dulu yuk!" ajak Clara ketika makanan dan minuman telah selesai mereka beli.
Ferdi dan Axel pun lalu mendekat ke arah Clara dan wanita itu menekan tombol di handphonenya.
"Cekrek."
Tak lama ia membuka Instagram dan menuju ke menu insta story'. Wanita itu mulai merekam dirinya, Axel, dan juga Ferdi. Kemudian rekaman tersebut langsung ia unggah.
Notifikasi pengunggahan tersebut masuk ke handphone para pengikutnya termasuk Nando. Nando yang kebetulan tengah memegang handphone tersebut akhirnya melihat. Dan tentu saja dengan hati yang mendadak terbakar.
__ADS_1