Terpaksa Menikahi Janda Kaya

Terpaksa Menikahi Janda Kaya
Nasi Kuning


__ADS_3

Berita tentang Ninis mendadak viral di sosial media. Potongan video saat Ninis ditampar oleh sang suami, diunggah oleh seorang tiktokers yang sempat merekam kejadian tersebut.


"Kasihan banget mbak-nya diselingkuhin sama suami. Selingkuhannya hamidun gaes."


Text yang dibuat dalam video menggiring publik terutama perempuan dan emak-emak. Mereka pun langsung bersimpati dan menghujat Nando serta si pelakor.


"Dasar pelakor laknat, lakinya juga kegatelan. Udah punya bini, masih aja."


"Kalau gue di posisi itu, gue tendang pelakornya. Si suami gue gebuk kepalanya pake batu. Bodo amat!"


"Dimana-mana pelakor emang selalu di bela sama si laki-lakinya. Udah keracunan **** say."


"Lagi-lagi pelakoran, emang dasar gatel tuh laki-laki."


"Modal jadi pelakor cukup gatel say."


Berbagai komentar muncul dan meramaikan postingan tersebut. Rata-rata dari mereka menyudutkan pelakor dan itu sejatinya memang harus. Pelakor kotor memang harus di beri sangsi sosial.


Tapi sekali lagi kadang sebagai netizen, kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Seperti kasus ini, tak ada yang tau jika Ninis adalah mantan pelakor pula. Sedang yang ia hadapi saat ini adalah karma.


"Selingkuhannya lebih cakep. Lanjutkan bos ku."


"Wkwkwkwk, selingkuhan ya cakep."


"Hidup selingkuhan, pasti istrinya kurang servis."


"Ini istrinya pasti kurang melayani suami."


Sebagian laki-laki dengan otak setengah dan hanya memandang fisik, memberi pujian. Biasanya orang-orang seperti ini akan memuji setiap kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh kaumnya. Tetapi akan sangat murka ketika melihat kasus wanita yang berselingkuh.


"Wanita laknat, nggak bersyukur, bla, bla, bla."


Begitulah biasanya pola komentar basi yang akan mereka nyatakan. Bila perempuan yang selingkuh, maka itu adalah perempuan laknat bagi mereka. Tetapi bila sesama kaumnya yakni laki-laki yang selingkuh, maka mereka akan memuja-muji.


Intinya perempuan selingkuh, adalah salah perempuan. Laki-laki selingkuh, juga salahnya perempuan. Lalu laki-laki tidak pernah salah.


Miris memang. Tetapi dalam hal ini yang jadi korban perselingkuhan adalah seorang pelakor, yang juga pernah jadi selingkuhan. Untuk bersimpati pun rasanya akan sulit, seandainya netizen mengetahui perkara yang sebenarnya.


"Beb."


Friska dan Valerie mengirim link video tiktok dan Instagram di waktu yang bersamaan. Clara yang menerima link tersebut langsung saja membuka berita. Ia kaget, sebab melihat Ninis yang diselingkuhi oleh Nando.


Bukan kaget melihat perselingkuhannya. Tetapi kaget pada karma yang begitu cepat datang. Bahkan ia yang menonton nyaris tak percaya.


"Gimana beb?"


Friska bertanya dan beralih ke grup. Di grup tersebut isinya hanya mereka bertiga.


"Udah nonton drama indo siar-nya?" Valerie menimpali.


"Gaes boleh ngakak nggak sih?" tanya Clara.


"Hari ini ngetawain orang bebas say. Silahkan!" ucap Friska.


"Gue juga udah ketawa dari tadi." lagi-lagi Valeri menimpali.

__ADS_1


"Wkwkwkwk, mampus karma." Friska kembali berucap.


"Karma is real." ujar Clara.


"Ngerasain kan gimana rasanya sakit di selingkuhin" ujar Valerie.


"Eh, tapi banyak banget loh komennya yang ngebelain si Ninis." ucap Friska.


"Ya karena netizen nggak tau aja si Ninis itu siapa." jawab Valerie.


"Ember, netizen kita kalau urusan simpati dan empati nomor satu. Tapi mereka jarang mau mencari tau apa yang tersembunyi di balik sebuah peristiwa." ujar Friska lagi.


"Ntar juga ada netijen yang mencari fakta." ucap Valeri."


"Terlepas dari itu semua, gue sekarang puas." Clara kembali berujar.


"Akhirnya dia ngerasain apa yang dulu gue rasain." lanjutnya kemudian.


"Dia mah masing mending, di selingkuhin saat belum berojolin anak. Lah gue udah punya anak tiga say." ucap Clara lagi.


"Bukan hanya sekedar sakit, lo juga bingung kan mau jelasin ke anak-anak lo gimana." ucap Valerie.


"Bener banget. Lo berdua yang paling tau penderitaan gue waktu itu kayak apa." tukas Clara.


"Untung ya say, lo mau gugat cerai." ucap Friska.


"Hmmm, bukan lagi. Sampe gue bucin goblok dan bertahan demi anak. Mungkin saat ini gue udah diselingkuhin berkali-kali dan anak-anak gue terluka berkali-kali juga. Atau bisa jadi anak gue nantinya akan menuruti tabiat bapaknya." tukas Clara.


"Emang kalau udah selingkuh itu, obatnya mesti cerai." Lagi-lagi Valerie berujar.


"Ember." Clara menyetujui pernyataan tersebut.


"Rasanya pengen bikin nasi kuning gue." ujarnya lagi.


"Wkwkwkwk."


"Wkwkwkwk."


Friska dan Valerie menjawab dengan tawa.


"Bikin say, jangan lupa sambel tempe keringnya. Kan buatan lo endolita banget." lanjutnya lagi.


"Ayam kemangi suwirnya juga enak banget." Valerie menimpali.


Clara jadi kepikiran.


"Duh, lo berdua. Mana gue lagi hamil begini, jadi pengen kan gue." ucap Clara.


"Ayo Val, kita komporin Clara." tukas Friska.


"Enak banget itu, Cla. Apalagi dimakan pake timun sama sambel goreng. Hmmm, kres, kres, kres."


Valerie benar-benar mempengaruhi Clara. Clara rasanya sudah di ujung lidah dan bisa merasakan aroma nasi kuning buatannya.


"Irisan telor dadarnya, Cla. Hmm." Friska menimpali.

__ADS_1


"Udah ah, gue mau bikin dulu."


Clara menyudahi percakapan. Ia yang memang masih beristirahat di rumah tersebut, akhirnya memutuskan untuk membuat nasi kuning.


Bukan untuk bersyukur atas apa yang menimpa Ninis. Tapi ia benar-benar ingin memakan makanan tersebut. Beruntung semua bahan-bahan ada di kulkas, sehingga ia tak perlu membeli terlebih dahulu.


***


"Cla, tumben ada nasi kuning jam segini?"


Ferdi yang pulang di sore hari berbarengan dengan anak-anak sambungnya tersebut, kini terkejut. Sebab menu makan mereka seperti menu sarapan pagi.


"Ih, ada tau yang jual nasi kuning dan nasi uduk malem-malem." ucap Clara.


"Cek aja di ojek online." lanjutnya lagi.


"Iya, tapi tumben kamu masak beginian?"


"Lagi pengen." jawab Clara sambil tersenyum.


Ferdi mengerti pastilah itu ulah dari anaknya yang ada di dalam perut.


"Makan yuk!" ajak Clara kemudian.


"Ntar, ganti baju dulu. Anak-anak juga masih di atas." ucap Ferdi.


"Oke, aku tunggu." ujar Clara.


Wanita itu pun menunggu di meja makan. Tadi ia ada mengirimkan pada Friska dan Valerie masing-masing satu kotak. Tentu kedua temannya itu sangat senang.


"Hai, ma." Axel turun duluan diikuti kedua kakaknya.


"Widih, nasi kuning nih." ujar remaja itu gembira.


"Abang mau makan, ma." ucap Arvel lalu menarik kursi. Begitupula dengan Anzel.


"Ayo sini pada makan." ucap Clara.


Ia memberikan piring pada ketiga anaknya itu.


"Papa mana?" tanya Axel.


"Lagi ganti baju." jawab Clara.


"Paaaa, ayo makan!" teriak Axel.


"Iyaaa."


Ferdi pun buru-buru keluar dan bergabung di meja makan.


"Waw, rasanya rich banget." ucap Ferdi ketika telah mendapatkan suapan pertama.


"Baru tau ya, om. Kalau nasi kuningnya mama enak?" tanya Anzel.


"Iya, dan ini juara banget." ucap Ferdi sambil tersenyum.

__ADS_1


Mereka semua tertawa kecil sedang Clara kini tampak tersipu malu.


__ADS_2