
"Sumpah, papa tuh kemarin sabar banget sama mama."
Axel berujar pada semuanya ketika mereka tengah sarapan di meja makan.
"Kalau Axel, cewek nyebelin gitu udah Axel ceraikan." lanjutnya lagi.
"Nggak boleh gitu, bang. Kata cerai itu milik cowok, loh." ucap Clara pada sang anak.
"Cewek mau ngomong cerai sampai gila sekalipun. Kalau cowoknya nggak mengabulkan, nggak akan cerai. Tapi kalau cowok sekali aja bilang menceraikan istrinya, itu berarti sudah jatuh talak." lanjutnya lagi.
"Talak apaan?. Bedak talak?" tanya Axel kemudian.
"Itu talek." ujar Anzel seakan hendak menelan sang adik hidup-hidup. Sementara Ferdi dan Arvel sama-sama tersenyum.
"Ini talak, cerai." lanjutnya lagi.
"Ya kalau ceweknya nyebelin kayak mama kemaren, Axel talak lah."
Axel kembali berujar dengan entengnya. Membuat Clara menatap Ferdi dan Ferdi pun tertawa.
"Nggak boleh langsung emosi gitu." ucap Ferdi pada Axel.
"Tau lo. Kalau misalkan ada masalah dikit langsung emosi dan ngucap cerai, mau kawin-cerai berapa kali lo nanti?" tanya Arvel.
"Ya berkali-kali." jawab Axel.
"Yang namanya menikah itu, ya harus sabar terhadap pasangan. Apalagi kalau istrinya lagi hamil." ucap Ferdi.
"Cewek hamil itu hormonnya berubah-ubah." Anzel menimpali.
"Bisa nggak hamilnya itu biasa aja." ucap Axel seraya mengunyah makanan.
"Ya sebenarnya mama juga biasa aja." ujar Clara.
"Kan kemarin kita akting doang." lanjut wanita itu.
"Tapi ada nggak sih cewek hamil yang ngeselinya sama persis kayak mama kemaren?" tanya nya lagi.
"Ya ada pasti, maka dari itu harus sabar kalau udah jadi suami. Harus ngerti dan nggak boleh emosi." tukas Clara.
Axel menghela nafas.
"Axel nikahnya umur 35 aja ah. Mungkin di usia segitu Axel udah nggak terlalu emosian lagi." ujarnya.
"Kan lo ikut bela diri, Bambang. Harusnya lo juga belajar mengendalikan emosi." ucap Anzel.
"Dia mah barbar." Arvel menimpali.
__ADS_1
Ferdi pun kembali tertawa, sementara Clara hanya menahan senyum.
Pagi itu mereka semua menyelesaikan sarapan dengan baik. Kemudian masing-masing dari mereka berangkat. Ada yang ke sekolah dan ada juga yang ke kantor.
***
Adrian terdiam di ruangannya. Ia melihat insta story' Ferdi yang masih menyala dan belum hilang. Pun ia juga ada melihat insta story saat Clara memamerkan cincin yang dibelikan oleh Ferdi.
Ferdi sendiri agak tak enak hatinya mendapat pesan dari pria itu. Adrian menyatakan padanya untuk mendahulukan kepentingan orang tua dari pada istri dan anak tiri.
Ferdi menerima pesan itu, saat dirinya sudah tiba di kantor dan saat ini wajahnya berubah menjadi asam.
"Lo kenapa, bro?" Jordan bertanya pada sahabatnya itu.
"Om Adrian ngeselin banget deh lama-lama. Sebel gue sama sikapnya yang kayak menjadikan gue ATM berjalan."
"Emangnya kenapa?"
Sean menimpali pertanyaan Jordan. Pada saat yang bersamaan Nath melintas.
"Ya, masa masalah gue mau ngasih apa-apa ke istri dan anak-anak tiri gue diatur sama dia. Dia bilang gue harus mendahulukan kepentingan orang tua gue dan keluarga gue. Istri sama anak tiri nanti-nanti." jawab Ferdi.
"Masalahnya apa sih!" tanya Jordan lagi.
"Gue ada beliin Clara cincin berlian. Terus Clara pamerin-lah itu di sosial medianya dia. Namanya juga cewek kan, suka posting ini dan itu." jawab Ferdi.
"Terus ada juga postingan dia saat gue belanjain anak-anak. Ternyata si om Adrian ngeliat semua itu dan dia menganggap gue mendahulukan kepentingan istri dan anak tiri. Ketimbang urusan bokap gue."
"Ya itu hak lo lah." ujar Jordan.
"Istri ya istri elo. Anak tiri ya anak tiri elo."
"Koq dia yang sewot sih?" Sean menjadi geram.
"Makanya." ucap Ferdi.
"Gue nggak suka rumah tangga gue diatur-atur anjir." ujarnya lagi.
"Ada apaan sih?" Nova yang baru tiba langsung kepo. Ferdi pun lalu bercerita pada perempuan itu.
"Dih, apa urusannya sama dia. Lo mau beliin istri lo kapal pesiar juga, itu urusan lo sebagai kepala keluarga." ujar Nova kemudian. Ia tak kalah emosinya dengan Jordan dan juga Sean.
"Makanya." jawab Ferdi.
"Udah agak mulai nggak nyaman gue sama itu orang." lanjutnya lagi.
"Temuin aja, Fer. Lo skakmat aja langsung di muka orangnya." ujar Jordan.
__ADS_1
"Bener, bila perlu kita temenin." Timpal Sean.
"Kalau perlu jubir buat ngoceh, gue siap Fer." Nova ikut-ikutan berbicara.
Ferdi diam, dalam hatinya ia berjanji akan membuat perhitungan. Jika sampai kedepannya ia diatur lebih parah lagi.
***
Jessica ingin memberitahu Nando perihal apa yang telah ia dengar langsung dari Frans maupun Nadia. Yakni mengenai Ferdi yang menikahi Clara karena uang.
Namun dengan adanya pemberitaan masalah pelakor yang tengah viral saat ini, Jessica pun mengurungkan niatnya.
Sebab Nando terlihat sangat stress sekali menghadapi pemberitaan di sosial media. Ia dan Wina selingkuhannya tengah di pojokan oleh publik, lantaran rekaman dirinya saat memukul Ninis beredar luas.
"Ih laporin aja laki kayak gitu ke pihak yang berwajib." ucap salah seroang netizen.
"Iya, gue kalau jadi istri sahnya gue laporkan. Enak aja mukulin gue di muka umum, depan pelakornya lagi. Kan berada princess itu si pelakor."
Netizen yang lain berujar.
Valerie sahabat Clara senyum-senyum sendiri demi melihat postingan tersebut.
"Lo nggak mau bilang, kalau si Ninis itu juga pelakor?" tanya Friska yang kini tengah ada di dekatnya.
"Tenang aja, gue udah menghubungi pihak admin akun lambe-nya koq. Gue kasih bukti foto pernikahan Clara, foto-foto dan rekaman waktu melabrak si Ninis. Dan gue bilang nanti aja mengeluarkan semua itu. Biarkan Ninis melayang di udara dulu, dibelain sama netizen." ucap Valerie.
"Wah pinter juga lo. Jadi ketika si nenek lampir udah melayang, langsung deh dijatuhkan ke dalam got item." ucap Friska.
"Yoi, jatuh ketika udah ditinggikan itu sakit loh. Bisa patah tulang ekor." ujar Valerie lagi. Kemudian disambung oleh tawa jahat keduanya.
"Satu persatu pada kena karma semuanya." ucap Friska lagi.
"Ya selama biang karmanya belum tobat. Akan terus ada karma-karma lainnya." timpal Valerie.
"Si Wina juga bakalan di slengkihin juga sama si Nando nantinya. Yakin gue soal itu." lanjut wanita itu
"Karena selengki itu tabiat ya beb." ucap Friska.
"Bukan lagi, udah kayak penyakit yang mendarah daging. Kalau nggak bertobat, ya bakalan gitu terus." jawab Valerie.
"Tapi selingkuh tuh susah sembuh say." tukas Friska lagi.
"Ember, udah jadi kayak candu."
"Amit-amit ya kita dapat pasangan yang selingkuh."
"Iya amit-amit, jangan sampe deh." ujar Friska.
__ADS_1
"Emosi banget gue pasti." lanjutnya kemudian.