
Rose dan Adam saling melempar pandangan begitu Jove selesai bicara. Sungguh, hal yang baru saja mereka dengar terlampau jauh dari ekspektasi. Mereka sama sekali tak menduga kalau kisah Kiara akan setragis ini. Keluarga yang begitu dia sayang ternyata sudah lama meninggal. Dan orang yang menjadi penyebab kematian mereka adalah paman dari wanita yang akan dia jaga.
"Aku tahu dia lemah dan tak memiliki bekal apa-apa. Tapi jika mengukur dari rasa kecewanya, aku berani bertaruh kalau Kiara akan sama mengerikannya dengan Nona Reina," ucap Jove bicara seraya menampilkan ekpresi yang sangat sulit untuk ditebak. Dia lalu membuang nafas kasar sebelum akhirnya menatap bergantian pada kedua orangtuanya. "Eriko mengincar darah milik Casandra, tapi bukan aku yang akan menghabisinya. Dia akan berhadapan dengan amarah seorang wanita yang keluarganya telah di habisi dengan cara yang keji. Menurutku ini menarik!"
"Bagaimana kau tahu kalau Eriko akan terjebak dalam masalah ini, Jove? Atau jangan-jangan kaulah yang sudah menciptakan masalah di hidup Casandra?" tanya Adam dengan santainya melayangkan tuduhan. Bukan menuduh sebenarnya, hanya sekedar bersenda gurau saja. Biasalah, biar tidak terlalu tegang.
"Ayah jangan bersikap bodoh. Aku tahu benar kalau Ayah sudah sangat memahami alur perkataanku," jawab Jove tak membiarkan candaan sang ayah melebar kemana-mana.
"Ini masalah serius, jangan bercanda dulu!" tegur Rose sambil melayangkan tatapan tajam kepada suami dan anaknya. "Dan untukmu Jove. Mengapa sedari awal kau tidak memberitahukan hal ini pada Ibu? Tahu tidak, Ibu sempat berpikiran buruk tentang Kiara. Ibu khawatir dia akan menjadi duri dalam daging pada hubunganmu dan Casandra. Karena bagaimanapun juga kalian itu pernah tidur bersama. Tidak menutup kemungkinan kalau Kiara sampai menaruh hati kepadamu. Ingat, Jove. Kau salah jika memantik api dengan seseorang yang bernama wanita. Karena di saat wanita menggunakan perasaannya, mereka akan rela melakukan segalanya. Dan ketika logika mereka mulai bekerja, maka mereka akan berubah menjadi musuh yang sebenarnya. Ibu sangat amat mengkhawatirkan hal ini. Tahu?"
Setelah berkata seperti itu Rose berbalik kemudian berjalan menghampiri Franklin. Dia tidak percaya sudah dipermainkan olehnya.
"Jadi Franklin, adakah yang ingin kau jelaskan pada Ibu?"
Mendengar Nyonya Rose yang menyebut dirinya dengan panggilan Ibu, seketika tubuh Franklin menjadi gemetar. Dia paling tidak bisa jika berada di posisi seperti ini. Tandanya sudah tidak ada celah untuk Franklin berkilah, apalagi berkata bohong. Namun karena sedari awal masalah Kiara telah dirahasiakan, Franklin tak berani asal bicara begitu saja. Dia bergeser ke samping kemudian menatap seksama ke arah bosnya.
"Katakan saja apa yang kau ketahui. Ibumu sedang menuntut penjelasan," ucap Jove tanggap akan arti tatapan mata Franklin. Kadang-kadang dia merasa lucu melihat pria itu saat sedang diintimidasi oleh ibunya. Terlihat seperti bocah lima tahun yang ketakutan setelah ketahuan mencuri sesuatu. Ya, Franklin sudah seperti adiknya. Sudah pasti sikapnya sekarang seperti hiburan tersendiri bagi Jove.
__ADS_1
Adam dengan santai menonton kejadian yang sedang berlangsung di sana. Sungguh menggemaskan. Franklin yang terkenal tidak takut apapun mendadak jadi terlihat seperti kucing ompong di bawah tekanan wanita kesayangannya. Adam jadi merasa kasihan. Sedikit sih. Hehehe.
"Nyonya, sebenarnya ini semua terjadi karena ketidak sengajaan saya saat sedang menyelidiki Regent. Dia dan Tuan Zian diam-diam melakukan persekongkolan untuk menghambat peluncuran produk Bioteknologi di CL Group. Bertepatan dengan itu Tuan Jove membutuhkan seorang wanita, lalu saya mendapatkan Kiara. Saat informasi itu saya terima, saya langsung memberitahukannya pada Tuan Jove. Awalnya kami tidak peduli. Akan tetapi mendengar bagaimana Kiara yang menyayangi keluarganya, Tuan Jove berubah pikiran. Kami lalu merubah rencana awal dengan menjadikan Kiara sebagai penjaga Nona Casandra. Alasan kenapa kami diam adalah karena kami juga tidak tahu kalau Eriko akan terlibat. Jadi sekalian Kiara kami jadikan sebagai alat untuk menghabisinya!" ucap Franklin menjelaskan dengan sedetail mungkin. Dia lalu menarik nafas lega saat Nyonya Rose terlihat puas dengan penjelasannya.
Walaupun sudah tua tapi kenapa tekanan dari Nyonya Rose masih begitu kuat terasa ya? Auranya benar-benar sangat mengerikan. Bahkan berkali lipat lebih mengerikan dari Tuan Jove. Fyuhhh.
"Jadi kapan rencananya kalian akan memberitahu Kiara tentang masalah ini?" tanya Rose sembari berjalan menghampiri Adam. Dia kemudian masuk ke dalam pelukannya, tak tega saat membayangkan betapa hancurnya hati Kiara begitu tahu kalau keluarganya sudah meninggal semua.
"Dia akan langsung tahu begitu bertemu dengan mereka, Ibu. Kiara pasti sadar kalau prilaku keluarganya sangat jauh berbeda dari yang dia kenal," jawab Jove. "Dan harusnya masalah ini terbongkar setelah Eriko membuat pergerakan. Akan sangat sayang sekali kalau dia mati lebih cepat tanpa ada kesenangan yang bisa kita lihat!"
"Apa kalian sengaja mengumpankannya?"
"Itu sama saja Jove!"
Bibir Jove berkedut. Mau bagaimana lagi. Dia sama sekali tak pernah meminta Eriko untuk terlibat dalam masalah ini. Keserakahan pria itulah yang membawanya sampai ke titik kematian mengerikan. Dan kebetulan wanita yang di sakitinya pernah berteman baik dengan Pamela dan Nona Reina. Jadi bisa di pastikan kalau Kiara adalah psikopat generasi berikutnya.
"Hmmm, sepertinya kita sudah terlalu lama berada di sini. Ibu jadi khawatir Kiara akan mati ketakutan di bawah intimidasi calon istrimu, Jove," sindir Rose menuntut penjelasan dari putranya. Pengakuan Casandra yang dengan lantang menyebut kalau dirinya adalah calon istrinya Jove membuat Rose merasa sangat penasaran sekali. Entah gerangan apa yang terjadi sehingga membuat wanita garang itu mau mengakui status yang tadinya hanya Jove saja yang meng-klaim.
__ADS_1
"Casandra tidak sejahat itu, Ibu. Dia hanya sedikit sulit saja," sahut Jove pura-pura tidak mengerti kalau sang ibu baru saja menyindirnya.
"Kau pandai mengelak ternyata!"
"Aku ingin menikah besok pagi."
"Apa ada permintaan yang jauh lebih gila daripada ini?"
"Ada banyak sekali. Tapi yang paling menarik adalah aku bersatu dengan Casandra. Semakin cepat akan semakin baik. Karena orang lain pasti akan berpikir dua kali jika ingin mengejarnya!"
Rose menatap Adam. Mencari persetujuan apakah dia harus mengabulkan keinginan putra mereka atau tidak. Karena jujur, Rose sendiri cukup kaget mendengarnya. Jove dan Casandra, kedua orang ini membuat Rose kehabisan kata-kata.
"Tunggu setelah Pamela menyelesaikan obat penawar itu. Jangan lupa, Jove. Penyakit yang kau derita adalah penyakit turunan. Kalau kau tidak hati-hati dan menolak untuk sedikit lebih sabar, nasib anak-anakmu kelak akan berakhir sama sepertimu. Ayah yakin kau pasti tidak mau hal ini sampai terjadi bukan?" ucap Adam penuh nada peringatan. "Bersabarlah. Kau bisa menikahi Casandra secepat yang kau mau setelah Pamela memberi kepastian kalau racikan obatnya bisa memutus rentetan penyakit terkutuk itu. Oke?"
"Baiklah. Aku akan sabar."
"Good boy. Kalau begitu sekarang kita semua kembali ke ruang tamu saja. Tidak baik meninggalkan dua wanita yang pernah sama-sama menghangatkan ranjangmu duduk berdua tanpa ada yang mengawasi. Kiara tidak terlalu mengkhawatirkan, tapi Casandra? Jaguar satu itu benar-benar cukup berbahaya. Kita harus segera muncul sebelum mereka terlibat peperangan yang sesungguhnya!"
__ADS_1
Jove dan Franklin hanya menyunggingkan senyum tipis mendengar perkataan Tuan Clarence yang sedikit konyol, tapi benar sepenuhnya. Mereka semua akhirnya keluar dari ruang kerja Jove kemudian pergi menghampiri Casandra dan Kiara yang kala itu sedang duduk bersandingan. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Tapi dari raut wajah Casandra, sepertinya Jaguar itu sedang merencanakan niat jahat. Terbukti karena Casandra langsung kicep begitu melihat kedatangan Jove. 😄
***