The Devil JOVE

The Devil JOVE
47. Kesenangan Yang Sebenarnya


__ADS_3

📢📢📢 BESTIE, JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA SUPAYA JOVAN DAN NANIA BISA MENANG DI LOMBA DI YOU ARE A WRITER SEASON 8. OKE 💜💜💜



***


“Argghhhhh, sakiiittttt!” jerit Kaira saat kulit lengannya dikoyak tanpa dibius terlebih dahulu oleh Pamela. Dia yang kala itu duduk dalam kondisi terikat hanya bisa pasrah sambil menggeretakkan gigi saat Pamela memasukkan sesuatu ke dalam kulit lengannya.


“Tidak apa-apa sakit sedikit. Rasanya hanya seperti digigit serangga ‘kan?” tanya Pamela sembari menyeka keringat yang bercucuran di kening Kaira. Setelah itu Pamela lanjut menjahit kulit lengan Kaira agar chip yang dia masukkan ke dalam sana bisa tertanam dengan baik.


Kenapa tidak dibius? Jawabannya adalah agar Kaira terbiasa dengan rasa sakit semacam ini. Nanti setelah Pamela selesai memprogram semua syaraf otak Kaira, dia akan langsung mengirimnya ke pulau. Dan disana nanti Kaira akan menerima rasa sakit yang jauh lebih dashyat lagi di tangan tiga orang manusia yang sejatinya adalah mantan anggota sebuah kelompok bernama Ma Queen Rose, yang tak lain adalah kelompok milik ibunya Jove. Mungkin hal ini agak sedikit kejam karena Pamela melakukanya tanpa seizin Kaira. Tapi mau bagaimana lagi. Nasibnya Kaira terlalu beruntung karena di pilih langsung oleh kakak sepupunya yang kaya raya itu.


“K-kenapa kalian melakukan hal ini padaku? Aku hanya ingin hidup bebas bersama keluargaku, kenapa Jove membohongiku. Kenapa?” lirih Kaira dengan mata sembab. Dia lalu mendesis pelan saat Pamela dengan santainya menarik dan memasukkan jarum untuk menjahit kulit lengannya yang terkoyak.


“Kaira, aku beritahu kau satu hal ya. Saat kau berada di depan Kak Jove, jangan sekalipun kau berani bertanya kenapa padanya. Malam itu mungkin Kak Jove sudah berbaik hati dengan membiarkanmu pergi hidup-hidup. Asal kau tahu saja ya, hanya kau satu-satunya wanita yang tidak dia bunuh setelah kalian tidur bersama. Dari hal ini kau harusnya bisa menyadari kalau di mata Kak Jove kau berbeda dari wanita lainnya. Oke aku tahu kau mungkin marah dengan apa yang terjadi. Tapi kau jangan berkecil hati. Kak Jove hanya ingin kau menjaga miliknya yang berharga, dan aku pastikan dia tidak akan merenggut kebebasanmu. Mengerti?’ jawab Pamela sedikit memberi pengertian agar Kaira berhenti mengeluh. Dia bosan mendengarnya.


“Sebenarnya Jove ingin aku menjaga apa sampai aku harus disiksa seperti ini? Tolong beritahu aku, Pamela. Beri aku kejelasan agar aku tidak kebingungan begini. Ya?”


“Yang jelas itu manusia, dan kau akan ditugaskan untuk menjaga keselamatannya,” sahut Pamela. Dia lalu mengelus pelan bekas jahitan tangannya yang terlihat sangat rapi. Setelah itu Pamela menatap wajah sembab Kaira sambil tersenyum kecil. “Aku yakin kau pasti kuat, Kaira. Jangan lemah. Bukankah kau ingin hidup bebas? Jadi santai dan terima saja jalan hidup yang sudah Tuhan gariskan untukmu. Setelah nanti kau siap, kau pasti akan merasakan pacuan andrenalin yang tak pernah kau rasakan selama ini. Bekerja pada kakakku sangatlah menyenangkan. Sungguh!”

__ADS_1


Kaira hanya bisa terdiam lesu melihat Pamela menari-nari di hadapannya dengan tangan berlumuran darah. Mungkin ada sebagian dari kalian yang merasa penasaran apakah Kaira merasa takut atau tidak. Jawabannya tidak sama sekali. Karena sebelum Kaira dibawa ke tempat ini dia sudah pernah melewati kehidupan yang jauh lebih mengerikan. Dipaksa berlenggak-lenggok di atas red carpet kemudian diminta untuk melayani pria hidung belang, tentu saja perlakuan Pamela jauh lebih baik daripada dihinakan seperti itu. Sakit memang, tapi belum sesakit saat Kaira harus berpura-pura keenakan saat tubuhnya dijamah dengan sangat brutal oleh puluhan bajingan yang telah di siapkan oleh managernya.


Jove, sampai di detik ini aku masih belum bisa memahami arti dari kebaikanmu malam itu. Tapi bisakah aku berharap kau akan tetap membiarkan aku berkumpul dengan keluargaku? Tidak apa-apa aku begini, aku bisa menerimanya asal kau tidak memisahkan kami. Aku sangat rindu dengan keluargaku, Jove. Tolong berikan aku sedikit kesempatan untuk bertemu dengan mereka. Sebentar saja.


“Pamela?”


Suara Kaira lirih, tapi masih bisa di dengar oleh Pamela. Segera Pamela berhenti menari kemudian berjongkok di hadapan Kaira. “Ada apa? Sudah berhasil berdamai dengan hatimu, hem?”


“Apa aku bisa bertemu dengan keluargaku dulu? Aku … sangat merindukan mereka,” ucap Kaira penuh harap. Untuk meyakinkan Pamela, Kaira tak ragu untuk mengucap janji. “Kau bisa langsung membunuhku jika aku sampai melarikan diri. Tolong izinkan aku pulang untuk menyapa orangtuaku sebentar saja. Aku janji setelah itu aku tidak akan mengeluh ataupun merengek lagi padamu. Dan aku juga berjanji akan mematuhi apapun yang Jove perintahkan nanti. I’m promise!”


“Ya ampun, Kaira. Aku pikir apa,” sahut Pamela sambil terkekeh pelan. Pamela kemudian menunjuk jantung Kaira menggunakan jari kelingkingnya yang berlumuran darah. Seulas senyum tipis tampak menghiasi bibirnya saat Pamela menatap tajam manik mata Kaira yang terlihat membesar karena kaget. “Di dalam jantung ini ada sesuatu yang bisa membunuhmu dalam sekejab. Yaitu pengkhianatan. Kak Jove sangat benci dengan orang yang bermuka dua, tapi dia bisa menjadi sangat baik pada orang yang telah dipiihnya. Dan kau adalah orang itu. Jadi Kaira, bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau kau akan menikmati kebebasan jika bersedia bekerja pada kakakku? Itu artinya tidak ada larangan untuk kau pergi menemui keluargamu. Tapi karena sekarang kau belum siap sepenuhnya, aku sarankan lebih baik kau tahan dulu rasa rindumu itu. Jangan khawatir. Setelah Kak Jove memanggilmu kau bebas menemui keluargamu kapanpun kau mau. Ini sebuah janji, bukan kebohongan. Paham?”


“Um, tentu saja.”


Dan di detik selanjutnya muncul dua orang mutan membawa sebuah jarum suntik dan juga alat aneh yang langsung mereka berikan pada Pamela. Kaira yang melihat hal itupun hanya diam saja saat Pamela menyuntikkan cairan coklat ke lehernya. Selagi dia bisa berkumpul dengan keluarganya, sesakit apapun itu Kaira bertekad akan kuat menahan. Terdengar munafik memang. Namun inilah suara hati dari seorang anak perempuan yang sudah lama merindukan kasih sayang dari orangtuanya.


“Itu apa, Pamela?” tanya Kaira yang akhirnya merasa penasaran dengan alat aneh yang sedang dimainkan oleh Pamela di hadapannya.


“Hmmmm, sebenarnya kau tidak perlu tahu ini alat apa. Tapi karena kau akan segera menjadi bagian dari hidupnya Kak Jove dengan senang hati aku akan memberitahumu,” jawab Pamela santai. Dia lalu memasangkan alat tersebut ke kepala Kaira, setelahnya dia menjepit jari jempol Kaira menggunakan penjepit khusus yang sudah tersambung dengan satu alat rahasia yang ada di labolatorium. “Kaira, alat ini secara khusus akan memprogram sistem syaraf otakmu agar kau bisa lebih tenang saat aku sedang melakukan pekerjaan. Dan juga alat ini yang nantinya akan membantu menghapus ingatanmu tentang semua kejadian yang terjadi di sini. Tidak sakit. Mungkin kau hanya akan pingsan saja!”

__ADS_1


Glukkkk


Pamela tersenyum. Dia lalu mengelus pelan pipi Kaira yang sedang diam terpaku. “Hanya yang terjadi di sini yang akan terhapus, bukan ingatanmu yang lain. Jadi kau jangan takut. Oke?”


“Benar hanya kejadian yang aku lihat di tempat ini saja?” tanya Kaira memastikan.


“Iya. Kan aku sudah bilang kebebasanmu akan menjadi milikmu sendiri nantinya. Dan tugasku hanya memastikan kau siap saat Kak Jove memanggilmu. Jadi ….


Jepppp


Tubuh Kaira mengejang beberapa saat sebelum akhirnya dia hilang kesadaran. Pamela yang melihat hal itupun tampak menyeringai evil. Dia lalu memerintahkan kedua mutan untuk memindahkan tubuh Kaira ke dalam tabung khusus yang telah dipersiapkan. Setelah itu Pamela mencuci tangan sampai bersih kemudian mengambil ponselnya. Dia hendak menghubungi orang pulau.


“Halo manis. Apa kabar?”


“Halo, Nona Reina. Dua atau tiga hari lagi aku akan mengirim hadiah ke pulau. Dan Kak Jove bilang hadiah ini haruslah menjadi tangguh dan bisa di andalkan saat dia menagihnya. Hati-hati, hadiah ini akan menerima tugas paling penting di hidupnya Kak Jove. Kalian harus memastikan dia tak terkalahkan atau kita semua akan di amuk oleh bandar narkoba itu. Oke?”


“Baiklah. Masalah ini serahkan saja pada kami. Tapi ngomong-ngomng berapa gepok dollar yang berhasil kau rampas dari bandar narkoba itu? Ayo ceritakan padaku.”


Sambil tersenyum malu-malu Pamela memberitahu Nona Reina tentang dua koper dolar yang berhasil dia dapatkan dari kakak sepupunya. Mereka mengobrol cukup lama sampai akhirnya seorang mutan datang menghampiri Pamela dan mengatakan kalau Kaira sudah siap untuk di program. Segera Pamela mengakhiri panggilan tersebut karena dia akan melakukan kesenangan yang sebenarnya. Hmmm.

__ADS_1


***


__ADS_2